Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Bagaimana dengan aku


__ADS_3

Gengs maaf baru update liat komen Ama like nya dikit banget jadi ga semangat, yu gas komen 🥳


Jantung Elsa berdebar dua kali lebih cepat saat mendengar ucapan Nauder, nafasnya mendadak tidak beraturan.


”Apa maksudmu?” tanya Elsa Nauder menatap Elsa lekat-lekat, dia tidak bisa lagi menahannya. Ini sudah satu bulan berlalu, dan sudah seharusnya dia mengungkapkan apa yang dia rasakan.


"Hmm, Elsa. Aku masih mencintaimu. Sampai detik ini aku belum bisa melupakanmu.” Mata Nauder mengapa Elsa dengan penuh ketulusan.


Bukannya tersentuh, Elsa malah tertawa. ”Kau pikir aku percaya?” tanya Elsa.


“ Aku tahu, kau percaya,” jawabnya. Elsa yang sedang tertawa langsung terdiam saat mendengar ucapan Nauder, kedua pasangan suami istri itu saling menatap satu sama lain.


“Na-Nauder.” tatapan Nauder begitu tulus menatap Elsa hingga Elsa yang sedang duduk di sebelahnya udah hanya bisa tertunduk.


“Elsa, aku tau percuma mengucapkan kata menyesal. Tapi semenjak kita bercerai, hidupku tidak tenang lagi. Aku pergi 2 minggu ke luar negeri untuk melupakan semuanya. Tapi tidak bisa, hingga akhirnya aku kembali lagi ke sini. Aku sadar, saat itu aku tidak bisa lagi menemuimu dan menampakan diriku di hadapanmu dan aku memutuskan terus mengikutimu. Bagiku tidak apa-apa kau tidak melihatku, yang terpenting aku melihatmu.”


Sungguh, rasanya tubuh Elsa melemah saat mendengar ucapan Nauder. Rasanya, ia masih bingung harus menjawab apa


mungkin di masa lalu, Elsa akan menganggap ucapan Nauder adalah sebuah pembualan.


Tapi di masa sekarang, setelah Nauder terus mengikutinya dan menyelamatkannya, Elsa benar-benar merasa dicintai oleh suaminya. Hal tak pernah dia rasakan ketika dia masih menjadi istri dari mantan suaminya ini.


Mungkin dulu cinta Nauder hanya sebatas cinta, tidak ada pengorbanan di dalamnya berbeda dengan sekarang dia mencintai Elsa dengan segenap hatinya.


Saat Elsa masih terdiam, Nauder menggerakkan tangannya, lelaki itu langsung menggenggam tangan Elsa. Hingga Elsa tersadar. Saat Elsa akan menarik tangannya dari genggaman tangan Nauder, Nauder semakin menggenggam tangan mantan istrinya dengan erat.


“Elsa tetap aku!” Nauder menarik dagu Elsa hingga Elsa yang sedang menunduk langsung melihat ke arahnya.


Tatakan keduanya saling mengunci. “Na-Nauder.” hanya itu yang biasa Elsa katakan, lidah wanita itu seperti kelu untuk digerakkan.

__ADS_1


“Apakah tidak ada kesempatan lagi untukku?”! tanyanya. “Aku tahu di masa lalu aku sudah menyakitimu, dan aku sudah mendapatkan ganjarannya. Selama 4 tahun, aku selalu mengikutimu. Aku harus menahan rasa sakit yang luar biasa karena aku tidak bisa memilikimu lagi. Tapi sekarang, aku ingin egois dan bertanya, bisakah kau memberikan kesempatan lagi?” tanyanya.


“Aku tidak mau aku, Aku tidak akan memberikan kesempatan.” jawab Elsa, tiba-tiba bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Elsa, apalagi ketika Nauder melepaskan genggaman tangannya. Dia bisa saja menolak apa yang diminta oleh Nauder, tapi hatinya mengatakan sebaliknya dan Elsa menyadari sesuatu, bahwa cintanya pada Nauder telah kembali.


“Aku tidak bisa memaksamu, aku tahu kesalahanku di masa lalu tidak bisa di ....” tiba-tiba Nauder menghentikan ucapannya, ketika Elsa bangkit dan memukuli tubuhnya dengan bantal sofa. Entah kenapa wanita itu malah melakukan hal yang seperti itu.


Mungkin Elsa sedang menyalurkan kekesalannya, pada dirinya sendiri yang mulai terpikat lagi pada mantan suaminya. Setelah,


lelah, Elsa menghentikan serangannya pada Nauder.


Sedangkan Nauder dari tadi diam, hanya bisa menunduk. “Bodoh! hanya sebegitu perjuanganmu!” teriak Elsa, hingga Nauder kembali menoleh.


Nauder mengembangkan senyumnya saat melihat Elsa sudah berlinang air mata, dan air mata Elsa sudah menjabarkan semuanya, bahwa Elsa menerimanya kembali hingga pada akhirnya Nauder merentangkan tangannya agar Elsa memeluknya.


Sedangkan Elsa yang sedang berdiri dan sedang menangis hanya terdiam, ia terlalu gengsi untuk menghampiri Nauder. Saat Nauder akan bangkit untuk memeluk Elsa, ternyata Elsa yang terlebih dahulu menghampirinya, hingga kini kedua pasangan itu saling memeluk.


Tangis kedua pasangan itu pecah, Nauder dengan rasa leganya. Elsa dengan rasa sukurnya. Dulu, mereka menangis karena terluka, sekarang mereka menangis karena bahagia.


“Aku ingin pulang sekarang,” ucap Elsa dengan suara kecil. Ini sudah dua jam berlalu semenjak mereka berbaikan, dan selama dua jam itu pula keduanya hanya berbaring dan saling memeluk satu sama lain, tidak ada yang berbicara hingga pada akhirnya Elsa mengatakan ingin pulang.


“Kau ingin pulang?” ulang Nauder, Elsa mengangguk di pelukan Nauder. “Baiklah, kalau begitu. Aku akan mengantarkanmu.”


Tiba-tiba Elsa mendorong tubuh Nauder. “Cih, kau tidak sungguh-sungguh mempertahankanku,” jawab Elsa. Di pikirannya Nauder akan menahan Elsa untuk pulang.


“Aku kenapa lagi?” tanyalah Nauder dengan lembut.


“Aku benar-benar menyesal memaafkanmu, harusnya Aku tidak percaya padamu.” Nauder menggaruknya tengkuknya yang tidak gatal. Entah kenapa, wanita ini bisa berpikir seperti itu.


“Apa kau ingin aku melarangmu untuk pulang?” tanya Nauder, Elsa tidak menjawab lagi, dia malah kemalingan tatapannya ke arah lain.

__ADS_1


“Elsa di masa lalu kau yang harus selalu mendengarkan ucapanku, aku selalu bertindak arogan padamu. Tapi di masa sekarang aku tidak ingin membantah lagi apa pun maumu. Aku ingin selalu menuruti apapun keinginanmu.”


Mata Elsa berkaca-kaca, “Ish, menyebalkan sekali.” Elsa bangkit dari duduknya. Namun Nauder langsung menarik kembali tangan Elsa hingga Elsa kembali berbaring dan kini, Nauder ada atas tubuh Elsa.


“Na-Nauder.” jantungnya Elsa berdegup lebih lebih cepat, Nauder tidak menjawab, dia mencium seluruh wajah Elsa dan terakhir, dia mengecup bibir Elsa dan saat Elsa akan membalas ciuman Nauder. Namun, Nauder menggulingkan tubuhnya, lalu tertawa.


“Kau ini benar benar ya,” ucap Elsa.


“Kau rindu bibirku kan?” ucap Nauder sambil tertawa. Elsa bangkit dari duduknya, wanita itu langsung turun dari ranjang di susul oleh yang berada di belakangnya.


Nauder menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia menyetir dengan satu tangan, sedangkan satu tangannya menggenggam tangan Elsa.


Sedangkan Elsa lebih memilih menyadarkan kepalanya ke jendela. Jujur saja, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini, walaupun dia sempat malu. Namun ketika dia menerima kembali Nauder, Elsa merasa hatinya tenang.


Beberapa waktu ini, Elsa selalu gelisah namun sekarang beban yang ditanggung olehnya seolah hilang. “Ada yang kau pikirkan?” tanya Nauder, dia kembali mengecup tangan Elsa, hingga Elsa menoleh


“Tidak," jawab Elsa. Akhirnya mobil yang dikendarai oleh Nauder sampai di basement apartemen Elsa.


“Aku akan masuk sendiri,” ucap Elsa.


Nauder idak menjawab, dia malah turun dari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Elsa, hal yang tidak pernah Nauder lakukan di masa lalu, bahkan ketika turun dari mobil Nauder selalu mendahuluinya berjalan.


Tapi kini ....


“Kenapa kau mengikutiku?” tanya Elsa ketika Nauder mengikutinya berjalan.


“Aku akan mengantarmu.” Nauder merangkul bahu Elsa, lalu menarik tangan Elsa agar melingkar di pinggangnya membuat Elsa menggeleng. Jujur saja, walaupun sudah menerima Nuader, tapi dia masih belum terbiasa dengan sikap Nauder seperti ini.


Saat mereka berbelok, Elsa dan Nauder menghentikan langkahnya, ketika mereka melihat Damian di depan unit apartemen Elsa.

__ADS_1


Tubuh Damian membeku, jantungnya terasa ditusuk ribuan belati saat melihat adegan depannya, di mana Nauder sedang merangkul Elsa. tak perlu dijelaskan lagi, dia yakin hubungan keduanya sudah kembali.


“Tuhan, bagaimana dengan aku?”


__ADS_2