
Geo melihat ponselnya dengan malas, ternyata Rea yang meneleponnya. Lelaki itu rasanya ingin berteriak, karena dari tadi putrinya tidak berhenti meneror menyuruhnya untuk pulang. Saat ini, rasanya otak Geo ingin meledak.
Bagaimana tidak, selama lima bulan ini Geo berusaha mencari keberadaan Leana untuk mengambil Yuma dan Yumi. Jika sebelumnya dia mengejar Leana karena masih mencintai wanita itu, tapi sekarang obsesinya berbeda. Dia hanya ingin kedua putrinya kembali padanya.
Lima bulan lalu, setelah Leana pergi kembali bersama Aaron, Geo masih diam di kota itu, menelusuri jejak Leana. Sebulan berlalu, karena tidak ada jejak Leana, Geo pun memutuskan untuk pulang dan bersamaan itu pula Rea pun keluar dari rumah sakit.
Setelah pulang mencari Leana, Geo benar-benar berubah. Entah itu pada Claudia ataupun pada Rea. Perubahan dia sebenarnya tidak terlalu signifikan, Geo masih mau menjawab dan mau menemani putrinya bermain walau sebentar.
Ketika sikap Geo berubah, Rea selalu mencari perhatian pada Geo dan saat ini Geo masih berusaha sabar dengan tetap berusaha bersikap seperti biasa, tapi dua minggu ke belakang, Geo benar-benar dibuat kesal oleh putrinya. Rea selalu merengek memintanya untuk liburan ke Disneyland.
Dia berusaha untuk tenang dan tetap menjanjikan pada Rea bahwa mereka akan berangkat dengan waktu yang pas, hingga Rea pun tidak merajuk lagi.
Namun ternyata, keesokan harinya Rea terus meminta hal yang sama, hingga rasanya kepala Geo ingin pecah. Dia masih berusaha untuk menemukan kedua putrinya, dan sekarang Rea malah menambah kepusingannya. Bukan hanya itu, Rea juga terus menelepon Geo jika Geo pulang terlambat.
Seperti saat ini, ponsel Geo terus berdering hingga pada akhirnya Geo menyerah. Geo langsung mengangkat panggilannya.
"Ada apa?" tanya Geo, bahkan sekarang nadanya tidak sehangat dulu, karena yang dia pikirkan hanya Yuma dan Yumi. Bahkan terkadang ketika melihat Rea, dia merasa sesak karena dia ingin memberikan kasih sayang pada Yuma dan Yumi, tapi ternyata kedua anaknya tidak ada dalam jangkauannya.
"Daddy, cepat pulang. Aku memasakkan spaghetti untuk Daddy," kata Rea di seberang sana. Nadanya terdengar riang. Dia baru saja memasak dengan Claudia. Rea juga merasakan perubahan sang ayah, itu sebabnya dia meminta ibunya untuk membantunya memasakan kesukaan Geo, berharap sang ayah mau kembali lagi seperti dulu.
"Daddy sebentar lagi pulang," kata Geo. Dia langsung melemparkan ponselnya ke depan kemudian mengusap wajah kasar.
__ADS_1
"Yuma, Yumi, di mana sekarang kalian?" lirih Geo.
Setengah jam kemudian.
Geo pun langsung bangkit dari duduknya kemudian lelaki tampan itu keluar dari ruangannya, lalu berjalan menuju lift untuk keluar dari perusahaannya.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Geo sampai di apartemennya. Lelaki itu turun kemudian berjalan dengan lesu ke arah rumah. Entahlah semenjak Leana, Yuma dan Yumi menghilang, semangat Geo sepertinya sudah meredup, bahkan dia seperti tidak mempunyai semangat hidup.
Geo membuka pintu dan ternyata di depan pintu, sudah ada Rea yang menunggunya, karena tadi saat Geo sebelum pulang, Rea menelepon lagi Geo dan menanyakan jam berapa tepatnya Geo akan datang. Lalu ketika tahu Geo akan pulang, dari tadi Rea menunggu di depan pintu.
"Daddy," panggilnya dengan antusias.
Namun, Claudia tidak berani protes kepada Geo. Rea pun hanya ingin Geo mencicip pasta yang ia buat bersama sang ibu.
"Bagaimana jika kau susul saja ke kamar ayah?" usul Claudia hingga Rea pun mengangguk.
Rea turun dari sofa, kemudian gadis kecil itu langsung berjalan ke arah kamar sang aya, lalu setelah itu membukanya dan ternyata ayahnya sedang duduk di sofa sambil melamun, bahkan ayahnya sama sekali belum berganti pakaian.
"Daddy," panggil Rea hingga Geo menoleh.
"Ayo makan spaghetti buatanku. Aku dari tadi menunggu Daddy agar kita makan bersama," ucap Rea. Matanya berbinar penuh ketulusan. Dia menatap Geo dengan penuh harapan, berharap Geo mau.
__ADS_1
"Tidak, nanti Daddy akan makan. Kau duluan saja bersama Mommy," kata Geo.
Rea terdiam. "Ayolah Daddy. Aku 'kan, sudah susah payah membuat spaghetti itu. Masa Daddy tidak mau memakannya?" tanya Rea, berharap kali ini sang ayah mengikuti keinginannya.
Geo menghela napas. "Nanti, Rea," kata Geo yang masih berusaha menahan emosinyam
"Ayolah Daddy, sekarang," paksa Rea.
"Rea!" Tiba-tiba Geo berteriak dengan keras. Dia membentak putrinya yang terus memaksanya. Ketika dia membentaknya, tiba-tiba tubuh Rea diam mematung, tubuhnya sedikit tersentak. Dia langsung menatap Geo dengan tatapan tak percaya. Untuk pertama kalinya sang ayah membentaknya dan ketika mendengar suara teriakan dari Geo, Claudia langsung berlari ke arah kamar.
"Kenapa kau berteriak pada Rea?!" teriak Claudia.
"Bawa Rea keluar. Aku ingin istirahat," kata Geo yang enggan berdebat dengan Claudia.
Claudia langsung membungkuk kemudian dia menyetarakan diri dengan Rea. "Ayo kita keluar," ucap Claudia.
Namun, ada yang aneh dari putrinya. Sedari tadi, putrinya tidak mengalihkan tatapannya pada Geo.
"Rea," panggil Claudia. Dia menepuk-nepuk pipi Rea. Tapi tidak ada reaksi. Dia juga berusaha menggerakkan tubuh. Mata Claudia membulat saat menyadari sesuatu. Tubuh Rea terdiam kaku tidak bisa digerakkan.
Sepertinya, bentakan Geo membuat Rea sungguh terkejut hingga reaksi gadis kecil itu seperti ini, belum lagi Rea baru saja mengalami transplantasi jantung, hingga setelah mendengar bentakan itu Rea langsung bereaksi seperti ini.
__ADS_1