Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Seaoson dua. Leana dan Geo


__ADS_3

“Leana kau tidak menyembunyikan sesuatu kan dariku?” tanya Geo ketika melihat wajah Leana yang berlinang air mata, walaupun Leana mengatakan rindu ayahnya. Tapi, Geo yakin itu bukan karena dia merindukan Richard.


“Memangnya aku menyembunyikan apa?” tanya Leana jelas-jelas dia sakit hati karena diomeli oleh Geo.


Geo berdaham, sepertinya tidak gunanya untuk untuk bertanya pada Leana, sebab wanita di depannya ini tidak akan jujur.


“Ya sudah, ayo kita makan. mommy dan Daddy sudah menunggumu di meja makan,” kata Geo hingga Leana pun mengangguk.


Leana turun dari ranjang, wanita itu langsung berjalan ke arah kamar mandi untuk mencuci wajah, sedangkan Geo hanya menggeleng saat melihat Leana, dia memang masih kesal karena Leana pergi dengan lelaki lain, tapi dia tidak boleh memperlihatkan kekesalannya.


“Leana ana kau baik-baik saja?” tanya Maudy ketika Leana bergabung di meja makan, Maudy bertanya ketika melihat wajah Leana yang tampak sembab.


“Hmm, bibi. Aku baik-baik saja,” jawabnya, dia menarik kursi kemudian mendudukkan dirinya di samping Maudy.


“Kau kau yakin baik-baik saja?” tanya Steve. Leana mengangguk.


“Hmm, paman aku baik-baik saja."


Stev dan Maudy tidak pernah membedakan Geo dan Leana, walaupun Leana bukan anak kandung mereka, hanya saja terkadang, Leana sendiri yang selalu merasa insecure minder dan lain-lain, walau bagaimanapun dia tinggal bersama orang yang tidak berhubungan darah dengannya. Tapi walau begitu, dia merasa bersyukur tinggal di keluarga ini, dia bersyukur mempunyai ibu dan ayah angkat seperti Maudy dan Steve.


Acara makan pun selesai, Leana lebih memilih untuk pergi ke kamar, dia masih terlalu sesak untuk melihat Geo, sedangkan Geo yang masih berada di meja makan menoleh dan dia berpikir ada yang aneh dengan wanita ini, karena dari tadi Leana menghindari tatapannya.


“Geo apa kau tahu sesuatu tentang Leana?" tanya Steve yang memperhatikan arah pandang Geo. Sebenarnya Steve sudah mengetahui bahwa Geo mulai tertarik pada Leana, walaupun Geo tidak mengatakannya, dari tatapan putranya saja dia mengerti bahwa Geo mulai mempunyai rasa pada anak angkatnya.


Tapi, Stev tidak mau terlalu ikut campur apalagi Leana dan Geo masih sama-sama muda.


“Entahlah, kenapa Daddy menanyakannya padaku?" tanya Geo.


“Sebentar, mommy akan menyusul Leana." Maudy pun merasa ada yang aneh dengan Leana, hingga dia langsung bangkit dari duduknya, kemudian dia menyusul Putri angkatnya untuk bertanya ada apa dengan Leana.


“Leana boleh bibi masuk?” tanya Maudy, Leana pun mengangguk.


“Silakan bibi," jawabnya. Maudy pun masuk ke dalam kamar Leana, wanita itu mendudukkan diri di sebelah anak angkatnya yang sedang duduk di sofa.

__ADS_1


“Apa ada masalah?” tanya Maudy.


“Apa ada yang terjadi?” tanyanya lagi, Leana menunduk, tidak mungkin dia mengatakan bahwa dia sakit hati diomeli oleh Geo.


“Tidak bibi, aku tidak apa-apa aku hanya rindu Daddy," dusta Leana Maudy membawa Leana ke dalam, pelukannya, kemudian wanita itu langsung menangis di pelukan Maudy. pelukan ini begitu nyaman untuknya yang hidup sebatang kara.


***


Leana dan Geo keluar dari kelas, sedari tadi pagi, Leana tidak menegur Geo, dia hanya berbicara sekenanya membuat Geo begitu gemas, karena biasanya Leana akan menurut dan selalu menjawab apapun yang dia katakan.


Namun sepertinya leana sudah benar-benar merasakan sakit hati, sebab bukan sekali dua kali Geo seperti ini, hingga dia memilih untuk menyembuhkan hatinya terlebih dahulu, bahkan sekarang saat mereka berjalan bersama pun tatapan Leana begitu lurus, tidak menengok ke arah Geo sedikitpun dan itu membuat kekesalan Geo semakin bertambah.


“Sebenarnya kau ini kenapa?" Tanya Geo, yang tiba-tiba berbicara, nadanya sedikit kesal. Bahkan, dia sedikit meninggikan suaranya, membuat Leana langsung tersentak.


“Aku, aku memangnya kenapa?" jawab Leana dengan terbata, membuat Geo menghela nafas, kemudian dia menggenggam tangan Leana, lalu membawa Leana untuk pergi ke mobil, sepertinya dia harus berbicara serius dengan gadis ini.


Saat sampai di mobil, Geo langsung membuka pintu untuk Leana, sedangkan Leana sama sekali tidak berani melawan, apalagi barusan Geo meninggikan suaranya, dan dia tidak mau membuat Geo marah lagi sebab jika Geo kembali meninggikan suaranya rasa sakit yang dia alami akan semakin menjadi-jadi.


“Aku tidak menjauhimu," jawab Leana . Namun, dari wajahnya mengatakan hal yang sebaliknya.


Geo adalah orang yang bisa dibilang egois, arogan dan tidak mau mengalah pada siapapun, dia paling tidak bisa didiamkan oleh Leana. Tapi, dia juga tidak bisa mengontrol dirinya ketika dia merasa cemburu, Hingga terkadang dia mengomeli wanita di sampingnya ini.


Dia ingin mengungkapkan perasaannya pada Leana. Namun, dia rasa ini bukan waktu yang tepat hingga dia masih menahan untuk tidak mengatakannya.


Geo tampak menghela nafas, kemudian menghembuskannya, dia berusaha untuk menurunkan egonya, lalu setelah itu dia mengelus rambut Leana dan itu sukses membuat mata Leana berkaca-kaca, satu kali kedipan saja mungkin tangis Leana sudah berlinang.


“Apa aku membuatmu marah?” tanya Geo, kali ini suaranya benar-benar penuh kelembutan, hingga Leana menggangguk. Dan sialnya, Geo lupa bahwa Leana paling tidak bisa dikasari, hingga sekarang dia harus ekstra sabar untuk membujuk wanita ini.


Leana menggigit bibirnya, haruskah dia jujur pada Geo tentang sikap Geo yang selalu keterlaluan padanya, karena selama ini Leana selalu memendamnya seorang diri.


“Katakan, apa aku membuatmu marah?" tanyanya dan kali ini Leana mengangguk.


“Katakan apa salahku, kenapa kau sampai mendiamkanku?” tanya Geo lagi.

__ADS_1


“Kau selalu memarahiku. Padahal aku tidak mempunyai salah padamu, kemarin aku sudah mencoba untuk mengajakmu. Tapi, tidak mau, jadi aku mau ngajak Neo. Kau kan tahu, aku paling tidak suka pergi sendiri," jawab Leana, dia memejamkan matanya ternyata hanya itu masalahnya.


Mungkin di mata Geo, itu adalah hal yang sederhana yang tidak perlu dipermasalahkan, tapi lain di mata Leana yang mempunyai segudang trauma.


“Ya, sudah aku minta maaf," jawab Geo


“Kau minta maaf, tapi kau nanti mengulanginya lagi," Omel Leana.


“ Tidak, aku berjanji aku tidak akan seperti itu lagi," jawab Geo.


“Ya sudah sebagai gantinya aku akan mentraktirmu berbelanja," tawar Geo, hingga Leana menoleh.


“Benarkah?” tanya Leana, karena selama ini Geo paling tidak mau mengantarnya pergi berbelanja, karena menurut Geo itu sangat membosankan.


“Aku serius."


Leana menghapus air matanya, kemudian dia mengangguk dan Geo pun langsung memakai seat bel begitupun dengan Leana. Dan setelah itu, Geo pun langsung menyalakan dan menjalankan mobilnya.


Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Geo sampai di sebuah pusat perbelanjaan Leana pun turun dari mobil, kemudian mereka pun masuk ke dalam.


Leana masuk ke store yang menjual sepatu, wanita itu langsung jatuh cinta pada sepatu yang terpajang, hingga dia pun langsung mengambilnya. Namun, baru saja dia akan mengambilnya tiba-tiba sepatu itu ditarik oleh seseorang hingga Leana menoleh.


“Itu punyaku!" Leana berkata dengan tidak terima, ketika ternyata Claudia yang tak lain teman kuliahnya yang juga orang yang paling dia benci mengambil sepatu yang dia suka.


“Aku kan yang mengambil duluan," kata Claudia, hingga Geo yang baru saja selesai menelepon langsung masuk ke dalam, karena mendengar suara ribut-ribut.


“Ada apa ini?" tanya Geo.


“Geo, aku ingin sepatu, tapi dia mengambilnya," kata Leana, seketika Claudia menormalkan ekspresinya, kemudian wanita itu langsung memberikan sepatunya pada Leana.


“Ini, ambillah aku tidak apa-apa," jawab Claudia, tentu saja itu karena ada Geo di depannya, lelaki yang dia suka membuat Leana bersedih.


“ Tidak mau, ambil saja untukmu. Aku tidak Sudi mengambil barang bekas tanganmu,x ucap Leana tiba-tiba dia merasa cemburu ketika Claudia bersikap genit pada Geo.

__ADS_1


__ADS_2