
Gengs jangan lupa spam komen ya
“Tidak, sampai kapanpun aku tidak akan mengizinkamu bertemu dengan dengan Geo!” tegas Stev, dia berbicara dan menatap Maudy dengan tatapan mengintimidasi, agar Maudy tidak mengganggunya lagi.
Maudy menatap Steve lekat-lekat, sepertinya tidak ada gunanya untuk menyembunyikan lagi semuanya dari Elsa dan Nauder. Dia harus jujur pada mantan mertuanya.
“Ya sudah kalau begitu, aku tidak bisa memaksamu. Aku permisi!” Maudy bangkit dari duduknya kemudian wanita itu langsung berjalan ke arah pintu. Namun saat berjalan ke arah pintu, pintu terbuka dari luar. Ternyata sosok Alia yang masuk sambil membawa Geo, putranya.
Tubuh Maudy diam mematung saat melihat George, mata wanita cantik itu berkaca-kaca saat melihat putranya sedangkan Aliya langsung menutupi tubuh Geo dengan tubuhnya.
“Pergi dari sini,” ucap Alia, hingga Maudy tersadar dia pun langsung bergegas meninggalkan kantor Steve dan di sinilah Maudy berada, di sebuah Mansion mewah yang merupakan mansion mantan mertuanya.
Mungkin terlalu terlambat untuk mengatakan ini pada Nauder dan Elsa. Tapi saat itu dia benar-benar masih muda dan penuh dengan ketakutan. Apalagi ketika menikah dengan Steve Maudy berumur 19 tahun, di mana Dia belum mempunyai pikiran panjang dan terlalu takut untuk melangkah.
Namun sekarang Maudy sudah berusia 26 tahun, tadinya dia tidak berniat untuk mengatakan semuanya pada Elsa dan Nauder. Tapi ketika melihat Stev yang tidak ingin mempertemukannya dengan sang putra sepertinya berbicara pada mantan mertuanya adalah hal terbaik.
***
“Ya, Tuhan Maudy.” Elsa dengan cepat menghampiri menantunya yang sedang berada di ruang tamu, sedangkan Maudy langsung bangkit.
“Mommy!” panggil Maudy, dia pun juga langsung berhambur memeluk mantan mertuanya. Selama 5 tahun ini dia memang tidak pernah berkomunikasi dengan Stev maupun dengan keluarga Steve, karena dia benar-benar menghilang. Tentu saja itu karena perintah Steve.
“ Maudy kau kemana saja? Kenapa kau tidak pernah menghubungi Mommy?” tanya Elsa
“Mommy, bolehkah aku mengatakan sesuatu?” ucap Maudy, terbesit keraguan dalam diri wanita itu, untuk mengatakan semuanya. Tapi dia tidak punya pilihan lain.
“Katakan, apa kau butuh sesuatu?” Mommy akan memberikan apapun yang kau mau?” ucap Elsa. Saat ini mereka sudah duduk di sofa.
“Mommy aku minta , aku ... ”
“Kau Kenapa?” tanya Elsa, dibandingkan dengan Alia menantunya sekarang, Elsa ebih menyukai Maudy, dia juga jarang bertegur sama dengan Alia.
“Mommy ...”
__ADS_1
“ Maudy!” pekik Nauder, ternyata Nauder baru saja datang, hingga Maudy pun kembali menyapa ayah mertuanya.
***
“Katakan apa yang ingin kau katakan,” ucap Elsa ketika nauder sudah bergabung bersama mereka.
Maudy menghela nafas sebanyak-banyaknya kemudian wanita itu menatap Elsa dan Nauder secara bergantian.
“Aku ....” Dengan terbata, Maudy pun menceritakan semuanya, apa yang terjadi padanya dari mulai awal sampai akhir, hingga Nauder dan Elsa membulatkan matanya. Bahkan sekarang, rahang Nauder sudah mengeras, emosi hebat melandanya, ketika mendengar apa yang Steve lakukan.
Sedangkan tubuh Elsa sudah melemah saat mendengar apa yang terjadi pada menantunya. Elsa pernah di posisi Maudy, Tapi mereka berbeda kasus
Sedangkan saat, ini Nauder ingin sekali menghajar putranya. Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Elsa, dia menatap Maudy yang sedang menunduk dengan tatapan hancur, wanita itu seolah mengerti dengan apa yang di rasakan oleh Maudy.
Mengetahui yang sebenarnya, dia ingin menyusul sang putra, untuk memberikan Steve pelajaran. “Sayang aku akan menyusul Steve ke kantor.” ucap Nauder pada Elsa.
***
Nauder menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh, lelaki itu rasanya tidak sabar menghajar putranya. Dia pernah melakukan kesalahan di masa lalu, dia pernah hampir mengkhianati Elsa hingga dia kehilangan istrinya selama bertahun-tahun dan sekarang bodohnya putranya malah mengikuti jejaknya.
Nauder keluar dari mobil dan melangkah dengan langkah yang besar, wajahnya memerah. Bahkan beberapa karyawan menatap Nauder dengan aneh.
Pintu terbuka, Nauder masuk dengan menendang pintu, hingga Steve yang sedang menyuapi Geo dan Alia yang sedang bermain ponsel langsung menoleh
“Daddy, ada apa?” tanya Stev yang heran karena ayahnya masuk dengan keadaan emosi.
Sedangkan tatapan Nauder langsung tertuju pada pada Alia yang sedang bermain ponsel sedangkan Alia yang tak ngerti apapun langsung cukup ketakutan karena melihat reaksi mertuanya.
“Bawa Geo keluar!” titah Nauder, hingga Alia yang ketakutan langsung mengambil tubuh Geo, kemudian membawanya keluar dan ketika dia keluar Nauder mendaratkan pukulannya di pipi Steve.
Stev yang tak siap dan tak tahu ayahnya kenapa seperti ini langsung berusaha untuk menghindar, karena terlihat jelas ayahnya benar-benar murka padanya.
Dan untuk pertama kalinya dalam hidup, Steve melihat ayahnya seperti ini. “Siapa yang mengajarimu seperti ini hah!” teriak Nauder.
__ADS_1
“Maksud Daddy ap ....” Belum Stev menjawab, Nauder kembali mendaratkan pukulannya.
Nauder benar-benar emosi pada putranya, dia bahkan menghajar putranya secara membabi buta, kelakuan Stev benar-benar sudah membuatnya udah marah, walau bagaimanapun Ayah Maudy adalah orang yang mendonorkan ginjalnya untuk Elsa.
Jika tidak ada Maudy, mungkin Elsa tidak akan bertahan sampai saat ini dan dia juga merasakan betul bagaimana susahnya mempunyai anak dan sekarang Stev malah memisahkan seorang ibu dari putranya.
Stev bisa saja melawan. Tapi tentu saja dia tidak berani untuk melawan sang ayah, dia juga masih bingung kenapa sang ayah menghajarnya.
“Steve apa Daddy pernah mengajarimu untuk berbuat culas seperti ini? Apa kau tahu bagaimana perjuangan Mommy dan Daddy untuk bisa mempunyai kau dan Gina. Lalu kenapa kau tega memisahkan Ibu dari anaknya.”
Tubuh Steve menegang. Sepertinya dia mengetahui Kenapa ayahnya murka, “Pulang ke Mansion, kita selesaikan semua." Tiba-tiba pintu terbuka, membuat Gina menoleh
“Daddy kau apakan dia?” tanya Gina. Dia baru saja datang dan begitu terkejut saat melihat Stev terkapar di lantai.
Gina langsung mendekat ke arah Nauder.”Dad, kenapa kau menghajar dia," tanya Gina lagi.
“Adikmu memang pantas dihajar!”
“Dad, sepertinya hajaranmu kurang kencang! Lihat dia masih bisa bergerak.” Steve berdecak ketika mendengar ucapan sang kakak, dia ingin sekali menyumpal mulut kakaknya.
“Kau dari mana, Hmm?” tanya Nauder, Walaupun dia emosi pada Steve. Tapi dia tetap berbicara lembut pada Gina.
“Aku ingin berbicara dengan Stev, tapi sepertinya nanti saja.”
Nauder kembali menatap Stev. “Pulang ke Mansion sekarang, kita selesaikan semua!” titah Nauder pada putranya.
.
“Ayo kita pulang, Gina.” Nauder merangkul putrinya, kemudian mereka pun berjalan ke arah luar dan ketika di luar ada Aliya dan Gio.
“Gio, ayo pulang bersama kakek!”
“Da-dad!” panggil Alia, dia langsung menarik tubuh putranya. Sedangkan Nauder tidak berbicara lagi. Namun tatapannya menjelaskan bahwa dia begitu murka pada menantunya.
__ADS_1
“Geo, ayo pulang bersama kakek!” Nauder melepaskan rangkulannya dari Gina kemudian dia menggendong cucunya.
Sedangkan Alia dan Stev ....