
***
Acara makan malam pun selesai, dengan telaten Aaron membukakan semua vitamin dari dokter. Dia memberikannya pada Leana dengan sabar. Dia menunggu Leana untuk meminum vitamin itu. Dia mengelus punggung wanita itu agar Leana tidak merasa mual.
Ya, karena Aaron tahu Leana paling tidak bisa minum obat hingga sekarang begitu sabar mendampingi calon istrinya.
"Aku mual," kata Leana.
"Tahan Sayang, tahan," kata Aaron dengan lemah lembut seraya mengelus punggung Leana.
Mendengar suara yang begitu lemah lembut, hati Leana terasa terbang. Namun, rasa senang itu hanya dirasakan sebentar sebab dia kembali terhempas dengan kenyataan, bahwa Aaron tidak melihatnya sebagai Leana, melainkan sebagai Melisa.
Akhirnya, acara makan obat pun selesai. Aaron dengan pelan membantu Leana untuk berdiri sebab masih merasakan mual akibat minum obat.
***
Delapan tahun kemudian.
Waktu berjalan begitu cepat, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, bulan dan bulan, tahun demi tahun, tidak terasa ini sudah delapan tahun berlalu, dan pernikahan Aaron dan Leana juga sudah menginjak usia delapan tahun.
Delapan tahun lalu, Leana melahirkan bayi kembarnya yang berjenis kelamin perempuan dan mereka membeli nama Ayuma dan Ayumi. Kedua gadis kecil itu sekarang sudah berumur tujuh tahun.
Delapan tahun lalu, setelah Leana melahirkan, Aaron langsung menikahi wanita itu. Jangan ditanyakan betapa bahagianya dia ketika dia bisa menikahi Leana dan juga mempunyai dua putri kembar yang sangat manis.
Selama delapan tahun ini, hidup Aaron benar-benar dipenuhi kebahagiaan. Dia mempunyai keluarga yang lengkap. Dia benar-benar menjadi sosok ayah dan suami yang hangat, bahkan Ayuma dan Ayumi tidak pernah bisa lepas dari sosok Aaron.
Sementara Leana, seiring berjalannya waktu, seiring kebersamaannya dengan Aaron, kedekatan Aaron dan kedua putrinya, perasaan Leana pada lelaki itu mulai tumbuh. Dia mulai mencintai Aaron, karena Aaron benar-benar memperlakukannya dengan istimewa, tapi terkadang ada ketakutan yang membayangi Leana. Dia takut Aaron mengetahui bahwa Ayuma dan Ayumi bukan anak Anak Aaron.
__ADS_1
Seiring berjalannya waktu, sepertinya Leana mulai menikmati perannya sebagai Melisa. Awalnya, memang dia merasa sesak ketika Aaron terus memanggil nama orang lain ketika memanggilnya, tapi pada akhirnya dia mulai enjoy.
Namun sudah satu minggu ini Leana merasa Aaron mulai berubah. Aaron selalu pulang malam dan Leana tidak bisa protes, karena Aaron mengatakan banyak sekali pekerjaan hingga Leana tidak bisa protes.
***
Waktu menunjukkan pukul sembilan malam. Dari tadi, Leana terus berada di balkon berharap mobil suaminya segera tiba. Entah kenapa, rasanya dia merindukan lelaki itu. Selama delapan tahun ini, Leana memang jarang sekali menunjukkan cintanya pada Aaron. Dia lebih banyak menerima apa yang Aaron lakukan.
Bukannya Leana tidak ingin memperlihatkan cintanya, tapi dia cukup sadar diri bahwa yang dicintai Aaron bukan dirinya melainkan mendiang Melisa. Entah kenapa, hari ini tiba-tiba dia sangat merindukan Aaron. Dia ingin melihat lelaki itu, hingga dia sengaja menunggu di balkon.
Satu jam berlalu, tidak ada tanda-tanda Aaron akan datang hingga pada akhirnya Leana berbalik, berniat untuk tidur. Namun, baru saja dia akan menutup pintu dia melihat cahaya hingga dia langsung pergi ke balkon, dan ternyata itu adalah cahaya dari lampu mobil Aaron hingga Leana mengela napas lega. Dia pun langsung berbalik kemudian menutup pintu balkon, lalu setelah itu berjalan ke walk-in closet, memoles wajahnya dengan make up.
Jantung Leana berdebar dua kali lebih cepat ketika mendengar suara derap langkah, dan sedetik kemudian pintu terbuka muncul sosok Aaron.
"Aaron," panggil Leana. Aaron tersenyum tapi raut wajahnya terlihat lelah.
Leana mendekat. Ada yang aneh, biasanya Aaron akan mengelus rambutnya tapi Aaron malah melewati begitu saja hingga Leana menatap punggung suaminya.
Satu jam kemudian, Aaron keluar dari walk-in closet. Lelaki itu sudah memakai piyama. Lelaki itu tersenyum ketika melihat Leana sedang duduk di sofa, sepertinya istrinya sedang menunggunya.
"Apa ada yang kau pikirkan?" tanya Aaron. Dia mendudukkan diri di sebelah Leana kemudian mengangkat kakinya ke sofa lalu membaringkan tubuhnya dan menoleh pada Leana, hingga Leana langsung mengelus rambut suaminya.
"Tidak, kau begitu sibuk belakangan ini," ucap Leana.
Aaron tidak menjawab. Sebenarnya dia bukan sibuk dengan pekerjaan, hanya ada satu hal yang dia pikirkan dan sekarang dia sedang bingung dengan hal itu.
"Aku rindu bermain dengan anak-anak," kata Aaron. Tiba-Tiba dia bangkit dari berbaringnya.
__ADS_1
"Kau mau ke mana?" tanyanya.
"Aku ingin melihat anak-anak sebentar," ucap Aaron.
Leana menghela napas. Walaupun sempat merasa Aaron berbeda, tapi Aaron tetap sama pada anak-anaknya dan itu menangkis rasa ketakutan di benak Leana, karena semenjak Aaron berubah dan mengatakan sibuk bekerja, Leana menyangka bahwa Aaron sudah mengetahui Ayuma dan Ayumi bukan anak kandungnya, tapi ternyata perhatian dan mungkin Aaron memang benar-benar sibuk pada pekerjaan.
Aaron masuk ke dalam kamar putrinya, ternyata Ayumi sedang duduk. Sepertinya, gadis kecil itu sedang melamun.
"Ayumi," panggil Aaron.
Gadis tujuh tahun itu langsung turun dari ranjang, kemudian dia langsung menghampiri Aaron dan sedetik kemudian dia langsung memeluk kaki Aaron.
"Kenapa?" tanya Aaron dengan lemah lembut.
"Tadi aku bermimpi Daddy akan meninggalkan aku dan Ayuma," kata Ayumi. Aaron kemudian dia menggendong tubuh Ayumi lalu membawanya ke ranjang dan setelah itu Aaron mendudukkan diri di sofa dan menundukkan Ayumi di pangkuannya.
"Daddy tidak akan meninggalkanku, 'kan? Daddy tidak akan pergi kemana-mana, 'kan?"
Aaron tidak menjawab. Dia mengelus rambut putrinya. "Itu hanya mimpi, Ayumi. Ayo tidur lagi."
"Daddy, temani aku tidur. Jangan pergi sebelum aku tidur," kata Ayumi hingga Aaron mengangguk.
Aaron bangkit dari duduknya kemudian lelaki itu langsung berjalan ke arah ranjang, lalu setelah itu dia membaringkan tubuh Ayumi di ranjang dan dia berbaring di sebelah putrinya.
Tak lama, suara napas Ayumi mulai teratur pertanda gadis kecil itu sudah tertidur. Aaron menatap Ayuma dan Ayumi lekat-lekat, kemudian dia mengelus rambut kedua anaknya.
"Ayuma, Ayumi, Daddy menyayangi kalian tapi inilah keputusan yang harus diambil. Semoga kalian mengerti," ucap Aaron, yang memutuskan tentang ...
__ADS_1