
“Apa? Kau melihat apa?” tanya Nauder saat Elsa menatapnya dengan bersedekap.
Elsa berusaha menormalkan ekspresinya. Namun, jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dia merasa hatinya menghangat ketika melihat ekspresinya Nauder dan melihat apa yang Nauder lakukan.
“Kenapa? Kau Bukannya tidak suka makananku? Lalu kenapa kau repot-repot memakannya.”
Nauder menurunkan tangannya kemudian dia menyimpan tangannya ke depan, seolah melindungi makanan yang tersaji di hadapannya. Dia takut Elsa benar-benar mengambil makanannya.
“ Siapa bilang aku tidak mau,” ucap Nauder. Elsa menarik kursi, kemudian wanita itu mendudukkan dirinya di sampingnya Nuader.
“ Kenapa kau masuk lagi?” tanya nauder dengan gugup.
“Aku takut kau tidak menghabiskan makananmu Jadi jika kau ingin membuangnya biar aku yang membuangnya.”
“Sudah aku bilang, aku tidak akan membuangnya." Kali ini, dia sedikit mengencangkan suaranya. Bahkan dia semakin menutupi makanan Elsa dengan tangannya seolah ketakutan makanan itu akan diambil lagi oleh Elsa.
__ADS_1
Entah kenapa debaran jantungnya muncul lagi. Padahal selama 4 tahun, dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini. “Ya sudah cepat makan,” ucap Elsa, dengan cepat elaki itu memakan makanannya dengan terburu-buru karena takut Elsa mengambil makanannya
Kali ini bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Elsa saat melihat reaksi Nauder seperti ini, hatinya benar-benar menghangat dengan cepat, Elsa menghapus air matanya lalu bangkit dari duduknya hingga Nauder menoleh.
“Kau mau ke mana?” tanya Nauder.
“Pulang,” jawab Elsa, dia pun langsung berjalan ke arah luar. Saat berada di luar, Elsa membekap mulutnya karena tangisnya sudah berlinang.
di sisi lain dia senang melihat Nauder seperti ini tapi di sisi lain dia pun merasa ikut tersayat apalagi ketika mengingat Nauder yang dulunya sombong terhadapnya sekarang malah menuruti apapun yang dia katakan. Padahal pertemuan mereka baru saja beberapa jam, tapi pertemuan itu begitu mengesankan di diri Elsa.
***
***
Elsa berjalan dengan pelan. Entah kenapa dia lebih memilih berjalan daripada menaiki taksi untuk pulang ke apartemennya. Pertemuannya barusan dengan nauder membuat Elsa benar-benar bingung dengan dirinya sendiri.
__ADS_1
Padahal di masa lalu. Elsa sudah disakiti oleh Nauder sedemikian rupa. Tapi ketika barusan melihat Nauder terlihat takut padanya, hatinya mendadak tidak tega pada lelaki itu apalagi ketika mengingat Nauder mengorbankan nyawanya dan menyelamatkannya dari Sandra.
Setelah sekian lama berjalan, Elsa mendudukan diri di halte bis, dan tepat ketika dia duduk, ponselnya berdering satu pesan masuk dari Alexander, membuat Elsa mengembangkan senyumnya.
“Sedang apa?” tanya Alexander.
“Aku sedang berada di halte bus.”
“Kau belum pulang? kenapa kau tidak pulang diantarkan bosmu?’ tanya Alexander lagi.
Elsa memotokan pemandangan di depannya lalu mengirimkannya pada Alexander. “Aku baru saja bertemu dengan mantan suamiku," jawab Elsa.
“Hah, kau bertemu dengan mantan suamimu?" tanya Alexander. Elsa pun menceritakan semuanya, apa yang dia rasakan saat ini.
Seperti biasa, dia selalu bercerita pada Alexander apapun yang dia rasakan, karena dia tidak mengenalnya Alexander dari dekat, Alexander seperti penampungan ceritanya, dan itu membuat Elsa bersyukur, karena ada orang yang mau mendengarkan keluh kesahnya tanpa harus membuat dia malu,
__ADS_1
Sayangnya Elsa tidak menyadari bawah Alexander adalah mantan suaminya, dan dia menceritakan perasaanya pada Nauder, hingga Nauder sekarang ....