Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Felling


__ADS_3

“Tenang ... Maudy tenang,” ucap Steve ketika Maudy terus menatapnya dengan tatapan permusuhan. Terlihat jelas tubuh wanita itu gemetar.


“Aku benar-benar tidak ingin merebut Geo darimu, aku hanya ingin bertemu dengannya kau bisa lihat di beberapa titik ada anak buah ayahku, mana mungkin aku berani," ucap Stev ang berusaha membuat Maudy tenang.


Stev tidak pernah sabar ini untuk membujuk orang lain, apalagi membujuk wanita seperti Maudy wanita yang menurutnya sangat asing Tapi demi putranya, dia harus melakukan rencananya dengan perlahan.


Ya, Stev datang ke India sudah dengan perencanaan yang matang, tidak mungkin dia datang hanya bermodalkan nekad saja. Sebab Dia tahu yang dihadapi bukan Maudy melainkan ayahnya, dia berencana untuk mendekati Maudy dan jika mau di sudah jatuh dalam perangkapnya, Steve akan meninggalkan Maudy dan mengambil Geo begitulah pikir lelaki itu.


“Pergi, jangan temui Geo lagi,” ucap Maudy dia masih tidak percaya pada Stev.


“Baik ... Baik, aku akan pergi.” Stev memilih berbalik daripada dia beradu argumen dengan Maudy, apalagi dia tahu pasti anak buah ayahnya sedang melihat interaksi mereka dan pasti juga anak buah ayahnya akan mengirimkan video pada Nauder.


Setelah Stev pergi, Maudy menoleh ke arah Geo yang tanpa kebingungan, Maudy menekuk kakinya kemudian dia menyetarakan diri dengan Geo. “Geo, kau tidak apa-apa?" tanya Maudy dengan lemah lembut.


“Hmm, Mommy. Aku tidak apa-apa. Mommy Kenapa mengusir Daddy. Padahal aku masih rindu dengan Daddy,” jawab Geo dengan polosnya membuat hati Maudy tercabik.


‘Seandainya ayahmu tidak ingin merebutmu darimu dari mommy, mungkin Mommy tidak akan melarang Daddy untuk menemuimu.’ batin Maudy.


” Ya sudah ayo kita pulang," ucap Maudy, dia menegakkan tubuhnya kemudian mengulurkan tangannya dan mereka pun keluar dari area sekolah.

__ADS_1


***


Maudy menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, pikirannya melanglang buana, memikirkan kedatangan Steve tiba-tiba.


Ckitt


Tiba-tiba, Maudy mengerem mobilnya mendadak dia membulatkan matanya saat dia tanpa sadar menabrak mobil seseorang. ” ”Auh.” lamunan Maudy buyar ketika mendengar ringisan dari Geo, hingga dia menoleh.


“Geo, kau tidak apa-apa, Sayang?”


”Mommy keningku sakit,” jawabnya secepat kilat mau di langsung membuka sabuk pengaman kemudian dia memeluk putranya karena tau Goe masih syok dan setelah Geo tenang, Maudy melihat ke arah depan dia menabrak mobil seseorang hingga wanita itu pun langsung turun dan menghampiri mobil tersebut berniat untuk bertanggung jawab.


Dia melihat kesana kemari mencari anak buah Nauder. Namun, tidak ada yang menghampiri mereka, karena rupanya anak buah Nauder masih berada di belakang.


“Permisi." Tiba-tiba Stev datang dari arah belakang, lelaki itu langsung maju menghalangi tubuh Maudy yang sedang ketakutan, bahkan tanpa sadar Maudy memegang kemeja Steve, karena pemilik mobil itu masih menatapnya dengan tatapan bengis, belum lagi beberapa orang datang melihat perdebatan mereka.


“Kau masuk dulu ke dalam mobil, aku akan mengurus di sini,” ucap Steve. Maudy mengangguk. Dengan cepat, dia membawa Geo ke dalam mobil.


Setengah jam kemudian, negosiasi berhasil lelaki itu berhasil ditenangkan oleh Steve. rupanya ada salah satu orang yang berbahasa Inggris hingga dia mentranslatekan ucapan Steve dan Steve akan mengganti kerugian mobil yang ditabrak oleh Maudy.

__ADS_1


Setelah selesai dan orang-orang sudah bubar Steve langsung berjalan ke arah mobil mantan istrinya, kemudian dia membuka pintu belakang, dan ternyata Maudy sedang duduk di belakang sambil mamangku Geo.


Maudy mempunyai trauma, di mana dia selalu ketakutan ketika ada orang yang berteriak padanya dan trauma itu didapat dari Stev dan Alia.


Dulu saat dia awal menikah dengan Steve Steve dan Alya kerap berteriak dan membentaknya, hingga itu menjadi trauma tersendiri. Maudy yang biasanya hidup dalam keluarga hangat tiba-tiba mendapatkan suami seperti yang Stev yang berteriak dan sangat tempramental, itu sebabnya ketika barusan dia di tatap bengis dan diteriaki oleh lelaki pemilik dari mobil yang dia tabrak, Maudy langsung ketakutan.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Steve. Maudy tersadar, dia mengepalkan tangannya, di tengah rasa sakitnya dia tidak boleh lengah pada Stev karena bisa saja Stev diam-diam menculik Geo.


“Aku tidak apa-apa.” Steve menutup pintu kemudian lelaki itu memutari mobil dan masuk ke dalam kursi kemudi.


“Kau mau apa!" teriak Maudy yang tak terima bahwa Stev masuk kedalam mobilnya.


“Mengantarkanmu pulang, kau tidak akan bisa pulang dengan keadaan seperti ini," jawab Stev.


Tak lama, ponsel Maudy berdering satu panggilan masuk, hingga Maudy pun langsung mengangkatnya. “I-ia, Dad." Rupanya, Nauder yang menelponnya.


“Apa Stev ada di sana?" tanya nauder. Maudy mengangguk, walaupun Anggukannya tidak akan terlihat.


“Kau tidak perlu khawatir pasti, Stev tidak akan berbuat macam-macam padamu,” ucapa Nauder di seberang sana

__ADS_1


Walaupun mantan Ayah mertuanya mengatakan bahwa Steve tidak akan berbahaya, tapi kenapa Feelingnya berkata lain, dia merasa Stev datang ke sini untuk mengambil Geo darinya.


__ADS_2