Cinta Seorang Tuan Nauder

Cinta Seorang Tuan Nauder
Fakta


__ADS_3

"Merry," panggil Claudia pada kepala pelayan. Di mansion ini, Claudia hanya mengenal satu pelayan yaitu Merry yang selalu menyiapkan kebutuhannya.


"Iya Nyonya," jawab Merry.


"Sebenarnya, ada apa? Kenapa Mommy dan Daddy pergi dengan tergesa-gesa? Lalu kenapa Geo mengurung diri di kamar?" tanyanya.


Marry tampak salah tingkah. Wanita itu bingung harus menjawab apa pada Claudia.


"Marry katakan. Ada apa?" tanya Claudia yang mendesak karena dia yakin Merry tahu sesuatu.


"Nyonya," panggilnya. Dia tidak mungkin memberitahukan apa yang terjadi, sebab ini berkaitan dengan apa yang dilakukan Geo pada Leana.


"Tadi, aku hanya mendengar bahwa Leana tidak akan kembali lagi ke rumah ini," ucapnya.


"Apa?!" Claudia terpekik saat mendengar ucapan Merry. Wanita itu menatap Merry dengan tatapan tak percaya.


"Katakan lagi, Merry. Apa aku tidak salah dengar? Kau tidak salah bicara?" tanya Claudia. Matanya berbinar, seolah ada angin segar yang mengelilinginya tanpa dia tahu apa yang dilakukan Geo pada Leana.


"Kalau begitu, aku permisi," ucap Merry, memilih untuk menghindari Claudia sebab dia tidak ingin berbicara terlalu jauh, karena itu bukan ranahnya. Sementara Claudia langsung berjingkrak. Dia mengepalkan tangannya ke udara, dia merayakan euforia karena Leana tidak akan datang lagi ke sini.


Setelah mengetahui itu, Claudia tidak berminat untuk menanyakan alasan Leana tidak akan kembali. Ini saja sudah kabar yang membahagiakan untuknya.


Setelah itu, Claudia pun langsung berbalik kemudian berjalan ke arah kamarnya, dan dia menyangka Geo mengurung diri di kamar, mungkin karena tidak terima kepergian Leana dan sekarang waktunya Claudia dengan pelan mengambil hati suaminya.


***


"Kenapa Alya tidak mengangkat panggilannya? Apa dia tidak tahu kita sedang genting?" gerutu Maudy. Dia sedari tadi menelepon Alya berharap Leana bersama wanita itu. Hubungan Alya dan Maudy masih berjalan baik sampai saat ini. Maudy masih berteman dengan Alya, sedangkan Alya dengan Steve jarang bertegur sapa. Tentu saja karena Steve menghormati perasaan Maudy, dan sekarang Maudy berharap Leana ada bersama Alya, karena hubungan Leana dan Alya pun bisa dibilang cukup dekat.


"Daddy, sebelum kita mencari ke tempat lain, ayo kita cari ke rumah Alya," ucap Maudy.


Steve mengangguk. Lelaki itu langsung memutarbalikkan mobilnya, lalu setelah itu melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mobil yang dikendarai oleh Steve sampai di kediaman Alya.


"Sepertinya, Alya ada di rumah, Sayang," ucap Steve "Aku tunggu di sini. Kau masuk saja sendiri," kata Steve lagi.


Maudy mengangguk, setidaknya Steve masih mengerti bahwa seorang istri akan selalu cemburu pada mantan suaminya, itu sebabnya Steve tidak mau ikut ke dalam. Maudy bergegas turun dari mobil kemudian dia sedikit berlari, lalu setelah berada di depan pintu, dia memencet bel beberapa kali, hingga tak lama pintu terbuka.


"Maudy, ada apa? Kau kenapa?" tanya Alya yang melihat wajah Maudy memucat.


"Leana ada di sini, 'kan? Leana ada bersamamu?" tanya Maudy yang langsung to the point.


“Leana?” ulang Alia. Seketika, tubuh Maudy langsung lemah saat mendengar jawaban Alya. Sudah dipastikan bahwa Leana tidak ada di sini ada apa.


"Maudy, kau mau ke mana?" tanya Alya.

__ADS_1


"Tidak ada waktu untuk menjelaskannya. Aku harus mencari Leana sekarang," kata Maudy.


"Aku akan bantu mencarinya," jawab Alya, hingga Maudy mengangguk. Setelah itu Maudy langsung berbalik kemudian berjalan dengan cepat ke arah mobilnya.


"Bagaimana, apa ada Leana?" tanya Steve.


"Alya juga tidak tahu," jawabnya dengan suara pelan.


"Ya sudah ayo kita cari di tempat lain," ucapnya.


***


"Apa kau sudah mengantar Leana sampai ke rumahnya?" tanya Aaron ketika Larry masuk ke dalam apartemen.


"Iya Tuan, aku sudah mengantar Leana ke apartemennya," jawabnya.


"Apa yang dilakukan tadi di mobil?" tanya Aaron.


Larry merogoh saku kemudian dia memberikan memori card. Pada memori itu adalah memori yang diambil dari kamera di mobil Larry, hingga Aaron langsung menerima itu. Lalu setelah itu, Larry berjalan ke arah ruang kerja Aaron untuk mengambil laptop milik tuannya.


Setelah itu, dia memberikan laptop tersebut pada Aaron hingga Aaron langsung memasukkan memori card itu pada laptopnya.


"Tunggulah, Sweet Heart, sebentar lagi kau tidak akan menangis," kata Aaron.


"Aku tidak akan ke kantor hari ini," kata Aaron, "aku ingin istirahat."


Larry mengangguk. Lelaki itu langsung mengambil laptop milik Aaron dari pangkuan tuannya, lalu mengembalikannya ke ruang kerja. Setelah itu, baru Larry lebih memilih pamit dari apartemen Aaron.


Setelah Larry pergi, Aaron bangkit dari duduknya kemudian dia berjalan ke arah balkon. Senyum lelaki itu begitu mengembang. Akhirnya, dia terbebas dari rasa merananya.


"Melisa, sekarang aku tidak perlu lagi terus memikirkanmu. Ada penggantimu dan aku akan menjadikan dia milikku," ucapnya. Ya, Melisa adalah mantan kekasih Aaron yang sudah tiada karena kecelakaan beberapa tahun silam. Saat itu mereka memutuskan untuk menikah, tapi ketika Melisa pergi bersama teman-temannya untuk mengadakan bridal shower, Melisa mengalami kecelakaan hingga nyawanya tidak selamat.


Terpukul? Tentu saja. Dia mencintai Melisa dengan dalam, tapi Melisa harus pergi dengan cara yang mengenaskan. Sejak saat kehilangan Melisa, hidup Aaron dipenuhi kegelapan. Dia sempat down selama beberapa tahun, hingga pada akhirnya dia mampu bangkit. Ketika melihat Leana untuk pertama kali, rasanya Aaron ingin sekali menubruk dan memeluk wanita itu, karena Leana benar-benar mirip dengan Melisa. Dari segi badan dan juga wajah, mereka bak pinang dibelah dua.


Sejak saat melihat Leana, Aaron sudah mengklaim Leana adalah miliknya. Tidak peduli bahwa Leana bukan Melisa, yang pasti yang Aaron tahu dia hanya ingin memiliki gadis itu. Itu sebabnya dia memberikan obat perangsang pada minuman Leana, berharap Leana mengandung anaknya, begitulah pikir Aaron.


Tanpa dia sadari, bisa saja di masa depan dia akan mengatakan pada dunia bahwa sekarang dia benar benar mencintai Leana, bukan menjadikan Leana sebagai Melisa.


***


Hujan begitu lebat, hingga Leana yang sedang meringkuk menarik selimutnya, menyelimuti seluruh tubuhnya. Wanita itu sedari tadi tidak berhenti menangis. Bagaimana tidak, dia kembali mengalami hal yang sangat menyakitkan yaitu tidur dengan Aaron, setelah dia mendapatkan hal yang menyakitkan juga dari Geo.


Leana mengelus perutnya, kemudian dia bergumam, "Seandainya tidak ada kalian di perut Mommy, pasti Mommy sudah menyerah."

__ADS_1


Tangis Leana semakin mengencang ketika membelai perutnya yang sekarang diisi oleh bayi kembar. Ya, Leana sedang mengandung dan itu adalah anak Geo, karena faktanya saat Geo mabuk dan datang ke kamarnya serta memakinya, Geo melakukan hal yang tak seharusnya dia lakukan. Geo memp*rkosa Leana hingga akhirnya Leana dinyatakan hamil anak kembar, dan inilah yang mendorong Leana pergi dari kedua orang tua angkatnya.


Hancur? Tentu saja Leana hancur. Dia tidak menyangka lelaki yang dicintai akan melakukan hal sekejam ini padanya, dan saat dia mengetahui dia mengandung, dia langsung memutuskan pergi karena dia tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Sekarang, dia dibuat hancur lagi oleh kelakuan Aaron. Sekarang, dia bingung jika dia keluar dari pekerjaannya, dia tidak tahu harus bekerja di mana. Sementara ada dua anak dalam rahimnya yang harus dia hidupi, tapi jika tidak keluar dia tidak sanggup menatap wajah lelaki itu. Tanpa Leana sadari, mungkin saja di masa depan Aaron-lah yang akan lebih menyayangi kedua anaknya.


***


Dua hari kemudian.


Akhirnya setelah berperang dengan batinnya, Leana pun memutuskan untuk terus bekerja di kantor Aaron. Dia tidak mempunyai pekerjaan lain.


Wanita itu memastikan tampilannya sudah rapi. Sekarang, dia harus berpura-pura kuat di hadapan Aaron dan berpura-pura tidak ada yang terjadi di antara mereka.


"Anak Mommy, kita bekerja oke?" kata Leana.


Leana bersyukur bahwa kedua anaknya bisa diajak kerjasama. Dia tidak pernah mengalami mual muntah yang berlebihan.


Setelah memastikan tampilannya rapi, Leana anak pun langsung berbalik kemudian dia keluar dari kamarnya. Leana masuk ke dalam ruangan, dia menghelat napas ketika ruangan Aaron tertutup. Dia juga mengintip ke dalam ruangan Larry, dan ternyata tidak ada.


Saat Leana berjalan ke arah dalam, dia menghentikan langkahnya ketika melihat paper bag yang sama, yaitu yang berisi kotak makan hingga dia pun langsung melanjutkan langkahnya lalu membuka paper bag tersebut, dan benar saja isinya makanan.


Leana mengambil kursinya. Dia pun langsung duduk kemudian membuka kotak-kotakan tersebut.


***


Satu bulan kemudian.


Ini sudah satu bulan berlalu semenjak kejadian itu, dan selama satu bulan ini Leana bisa menghela nspas lega kala Aaron tidak pernah datang ke kantor, hingga dia bisa bekerja dengan tenang. Dia mendapatkan kabar bahwa Aaron sedang pergi dinas ke luar negeri, hingga Leana ana bisa tenang dalam menjalani harinya, tidak perlu terbebani dengan kehadiran lelaki itu.


Waktu menunjukkan pukul dua belas siang. Hari ini, Leana memutuskan untuk bekerja setengah hari karena dia ingin memeriksakan kandungannya. Dia memeriksakan sekarang karena dia baru saja mendapatkan gaji pertamanya.


***


Dia kini sudah berada di rumah sakit yang cukup jauh dari tempatnya tinggal, dia sengaja ingin pergi ke rumah sakit besar agar bisa mengecek keadaan kandungannya secara lengkap. Walaupun dia tahu harganya tidak murah, tapi itu tidak masalah.


Setelah mengantri cukup lama, akhirnya Leana pun dipanggil kemudian dia mulai berkonsultasi dengan dokter, hingga setengah jam berlalu akhirnya konsultasi pun selesai.


Leana keluar dari ruangan dengan wajah yang berseri-seri, cukup membahagiakan ketika dia melihat kedua anaknya di layar monitor.


"Maaf, ini sudah dibayar," ucap kasir ketika Leana menyerahkan kartu.


"Apa? Mana mungkin? Aku membayar obatnya juga belum."


"Aku membayarnya, ini obatmu." Tiba-Tiba terdengar suara orang yang sangat familiar di telinga Leana, hingga Leana menoleh. Mata Leana membulat saat melihat siapa yang ada di belakangnya, yang ternyata itu adalah Aaron.

__ADS_1


__ADS_2