
Nauder tertawa saat melihat Elsa membawa pesanan Damian. Sedangkan Damian langsung menutup wajahnya.
“Ini titipanmu?” tanya Elsa. Damian merebut itu dari tangan Elsa, kemudian berdehem menetralkan kegugupannya. Sedangkan Elsa mati-matian menahan tawa melihat wajah Damian yang memerah.
Elsa mendahulukan dirinya di sebelah Nauder, lelaki itu tidak bisa menahan tawanya, dia masih saja tertawa menertawakan Damian.
Hingga Damian bangkit dari duduknya, kemudian dia langsung menatap kedua pasangan suami istri yang yang sedang menertawakan.
“Ini bukan untukku, ini untuk temanku,” kata Damian.
“Oh, Apa temanmu mempunyai masalah dengan Kej ..."
"Hissh, kau ini. Sudah aku pergi dulu,” ucap Damian. Tawa Nauder semakin menggelegar saat Damian pergi. Damian memang belum menikah. Dia menitip obat itu untuk berjaga-jaga.
Setelah Damian pergi, Nauder membaringkan tubuhnya di sofa, menjadikan paha Elsa sebagai bantalan.
“Kenapa dia memesan obat itu,menikah saja belum,” jawabnya.
“Entahlah mungkin dia perlu waktu untuk mengejar Cecilia,” jawabnya.
Hubungan Damian dan Cecilia terbilang sangat rumit, apalagi Cecilia mempunyai masa lalu yang buruk, dan Cecilia pun adalah seorang janda.
Cecilia mempunyai kisah kelam dengan keluarga angkatnya dengan mantan kekasihnya, belum lagi keadaan anaknya yang kurang 'Sempurna.’
Sebenarnya Damian dan Cecilia pernah berpacaran hanya saja Damian melakukan kesalahan fatal, di mana tanpa sengaja dia menghina anak Cecilia yang lahir dengan keadaan kurang sempurna, bahkan Damian juga pernah menyarankan Cecilia untuk menaruh anaknya ke panti asuhan.
Sakit? tentu saja Cecilia merasakan rasa sakit yang luar biasa, kehidupan Cecilia pun di masa lalu sangat buruk bahkan sangat menyakitkan. Cecilia sekarang sedang berjuang untuk menyembuhkan putrinya.
Jangan di tanya betapa hancurnya Cecilia ketika Damian menghina putrinya, dan menyuruhnya menyimpan di panti asuhan yang pasti Cecilia benar-benar terluka.
Dia hidup sebatang kara dan membesarkan putrinya dengan penuh perjuangan, dan ketika Damian datang, Cecilia begitu merasa bersyukur karena dia mempunyai kehidupan dan tempat untuk pulang..
Tapi tenyata harapan hanya sekedar harapan, ucapan Damian begitu menghancurkan hatinya hingga dia lebih memutuskan untuk berpisah dari Damian, dan lebih memilih putrinya yang kini berusia 7 tahun.
Setahun berlalu Damian dan Cecilia berpisah tapi walaupun begitu, Cecilia tetap bekerja sebagai kuasa hukum di perusahaan Damian. Dan selama setahun ini, Cecilia memperlakukan Damian seperti dulu layaknya kliennya.
Berbeda dengan Damian, selama setahun ini dia pikir, dia bisa hidup tanpa Cecilia, toh mereka hanya berpacaran, tapi ternyata Damian salah seiring berjalannya waktu dia malah terperangkap dengan perasaannya sendiri dan dia menyadari kesalahannya.
Apalagi dia selalu diam-diam mengikuti Cecilia. Setelah pulang bekerja, Cecilia akan terus melatih anaknya, pergi ke rumah sakit dan melakukan hal lain.
“Lalu, kenapa dia beli obat kuat sekarang?" Dia saja belum tentu bisa menaklukkan Cecilia,” ucap Elsa.
“Entahlah kenapa kita harus memikirkan dia." Nuader mengubah posisi duduknya menjadi menyamping, hingga kini wajahnya berhadapan dengan perut Elsa.
__ADS_1
“Dad kau membuatku geli,” ucap Damian
“Daddy!” panggil Stev. bocah cilik itu menghampiri kedua orang tuanya.
“Kau tidak rindu mommy Stev?” tanya Elsa.
“Tidak aku rindu Daddy saja,” jawabnya. ”Daddy Ayo kita bermain,.sudah lama sekali tidak bermain,” kata Stev.
“Aku bermain dulu dengan Stev.” Pamit Nauder pada Elsa.
2 jam kemudian, Nauder melihat ke arah belakang, ternyata Stev sudah tertidur. Setelah tadi bermain, putranya meminta digendong olehnya hingga Nauder pun segera menggendong putranya, dan mengayunkan tubuh Steve kesana kemari karena dia tahu putranya mengantuk.
Setelah Stev tertidur, Nauder berjalan ke arah kamar, lelaki itu dengan segera membaringkan tubuh Steve di ranjang.
Dan sekarang waktunya dia membujuk Gina, putrinya.
“Gina!” panggil Nauder. Gina yang sedang melukis menoleh sekilas. Seperti biasa, jika putrinya marah Nauder butuh waktu untuk mengambil kembali hati putrinya.
Gina benar-benar seperti Elsa, dia tidak akan melupakan kesalahan sekecil apapun, tapi jika Gina yang mempunyai kesalahan anak kecil itu selalu berpura-pura tidak bersalah dan membalikan keadaan.
“Gina!” panggil Nuader.
“Apa?” kata Gina dengan acuh.
Selama ini Elsa tidak pernah mendiamkannya begitupun juga Steve, tapi berbeda dengan Gina, bahkan gadis ini kuat merajuk selama beberapa hari-hari.
“Kau masih marah pada Daddy?” tanya Nauder.
“Hmm, aku marah, aku ingin ikut liburan tapi Daddy tidak mengajak kami. Memangnya kalian saja yang butuh liburan, aku juga butuh liburan,” kata Gina. Gadis kecil itu bersungut membuat Nuader ingin sekali tertawa.
“Ya sudah bulan depan kita ke Jepang.” Gina yang baru saja akan menggerakkan krayonnya langsung menghentikan gerakannya.
“Benarkah kita ke Jepang”
“Hmm, asal kau tidak marah lagi pada Daddy.”
“Ia ... Ia, aku tidak marah. Tapi janji, Jangan berbohong lagi.”
“Hmm, Daddy janji.”
****
“Damian Kau kenapa?” tanya Helmia tiba-tiba saat Demian masuk ke rumah dengan menggerutu. Rupanya dia masih mengutuk tingkah Elsa dan Nauder yang sedari tadi menertawakannya.
__ADS_1
“Tidak apa-apa. Mommy sudah makan?” tanyanya.
“Oh ya, ada tamu di dalam.”
”Siapa?”
“Cecilia.”
Tubuh Damiam diam mematung saat mendengar ucapan Helmia. Tumben sekali Cecilia datang. Padahal kemarin-kemarin saat Damian memanggil Cecilia ke kantor Cecilia selalu menghindar. tapi sekarang Cecilia malah datang ke rumahnya.
“Cecilia!” panggil Damian. Seperti biasa, Cecilia hanya tersenyum, tapi di dalam hatinya setiap melihat Damian dia selalu merasakan sakit karena teringat betapa menyakitkan ucapan Damian.
“Ada apa? Kenapa kau datang ke sini? seharusnya kau telepon saja aku, biar aku yang menghampirimu.”
Cecilia tersenyum. “Aku ingin menyerahkan surat pengunduran diriku.” lagi-lagi tubuh Damian diam mematung. Dia bingung kenapa Cecilia tiba-tiba mengundurkan diri dari perusahaannya.
Bahkan ketika mereka putus dan ketika Damian tidak sengaja menghina anaknya, Cecilia tetap bekerja dengannya. Tapi sekarang.
“Kenapa kau mengundurkan diri? Apa ada? yang terjadi?” tanyanya. Cecilia terdiam dia bingung harus menjawab apa.
“Ada alasan pribadi, jadi aku harus mengundurkan diri. Tuan Damian, ini berkas-berkas yang selama ini aku simpan, karena hari ini hari libur dan kantor pun libur Jadi aku kemari. Maaf jika aku lancang kalau begitu aku permisi,” ucap Cecilia. Wanita itu pun berlalu pergi dari hadapan Damian.
***
Cecilia turun dari taksi, wanita malang itu langsung berjalan ke arah gerbang. Namun tak lama, Cecilia terpekik ketika gerbang terbuka, pertanda Naina putrinya keluar dari rumah.
Cecilia dengan cepat berjalan ke arah dalam, untuk memastikan bahwa putrinya masih ada di rumah. Namun rumah dalam keadaan kosong, hingga Cecilia langsung berbalik dan mencari Naina.
Cecilia menghela nafas saat ternyata Naina sedang ada di taman. Tak lama, hatinya terasa pedih saat melihat Naina berpegangan pada pohon, sepertinya naina sedang belajar berjalan tanpa tongkat.
Ya, anak Cecilia memang mempunyai tubuh yang lengkap, hanya saja sedari bayi Naina tidak bisa berjalan, otot-otot kakinya sangat lemah. Dan selama ini, Naina berjalan dengan tongkat.
“Naina!” panggil Cecilia, hingga Naina
tersenyum.
"Mommy!” panggilannya. “Aaa.” tiba-tiba dia terjatuh karena tanpa sadar dia berniat menghampiri ibunya. Namun dia lupa dia tidak memakai tongkat.
Cecilia dengan cepat menghampiri putrinya, dia langsung membantu putrinya untuk duduk. “Kenapa kau ke taman sendiri?’ tanya Cecilia.
“Aku takut Mommy pulang malam jadi aku pergi ke taman untuk latihan. Kemarin kan aku tidak latihan,” jawab Naina dengan murung.
Tak lama, tatapan Cecilia langsung beralih pada kuku Naina yang berdarah. “Naina kakimu kenapa?" tanya Cecilia. Dia mengeluarkan tisu dari tasnya.
__ADS_1
“Oh, ini. Tadi saat aku menyeberang aku terjatuh karena hampir tertabrak."