
Arka yang baru pulang dari kantor disambut oleh senyuman hangat dari ralin, ralin mengambil tas dan jas yang diberikan oleh arka.
" mandilah dulu. airnya sudah aku siapkan mas " ucap ralin
arka hanya mengangguk lalu masuk ke kamar mandi. ralin tersenyum lalu menyiapkan pakaian tidur arka.
Rafael terbangun dan berguling-guling di box nya sembari tertawa kecil
arka yang baru keluar dari kamar mandi tersenyum melihat anaknya yang ternyata bangun di tengah malam seperti ini
" hey..jagoan papa sudah bangun ya , " ucap arka sembari berdiri dan memakai pakaian nya
ralin yang baru masuk ke kamar sedikit terkejut saat melihat arka yang sedang memakai pakaian itu. namun kemudian dia berjalan ke arah sofa dan meletakkan secangkir kopi dan cemilan.
arka duduk di sebelah ralin sembari memangku anaknya. dia menyeruput kopinya lalu kembali fokus pada anaknya
" mas... " panggil ralin ragu
" hemm.. ada apa ?" tanya arka sembari menoleh pada ralin
ralin terlihat bingung bagaimana akan memulai pembicaraan ini
" itu..."
" itu apa ?"
" apa..apa mas sudah mulai mencintai aku ?" tanya ralin memberanikan diri
arka sedikit terkejut dan terlihat berpikir
apa dia tidak merasakan hal itu selama ini ?
" menurutmu bagaimana ? " tanya arka balik
" aku tidak tau, mas tidak pernah mengatakannya ataupun melakukan hal-hal yang memperlihatkan perasaan mas padaku. " sahut ralin sembari tertunduk
arka menatap ralin
bodoh. kenapa kau bisa berpikir seperti itu. tentu saja aku sudah mencintaimu. apa kau tidak merasakan betapa takutnya aku saat melihat mu berjuang melahirkan anak kita ?
" apa aku harus mengatakannya begitu ?" tanya arka bingung
" tentu saja. perempuan itu ingin mendengar kata-kata romantis dan juga perhatian kecil dari suaminya mas " sahut ralin cepat
arka terkekeh, dia menarik ralin dan mencium bibirnya sekilas
" aku sudah lama mencintai mu ralin istriku, maafkan jika aku tidak mengatakan nya selama ini. tapi percayalah aku mencintaimu " ucapnya
mata ralin berkaca-kaca, dia tersenyum menatap arka,
akhirnya aku mendengarkan apa yang ingin aku dengar sejak menikah dengan mas arka.
" terimakasih mas..." ucapnya haru
arka tersenyum lalu menarik ralin ke dalam pelukannya.
" ternyata hal seperti yang bisa membuat istri mas ini bahagia ya ?" tanya arka
ralin mengangguk
__ADS_1
" baiklah...mas akan mencoba berubah ya sayang" ucap arka sembari mengusap lembut rambut ralin
ralin hanya mengangguk dan mengeratkan pelukannya pada arka
" oh ya mas. kak alicia hamil lagi. " ucap ralin
" benarkah ? wah kakak ku itu akan jadi ayah lagi, " ucap arka
" tapi kayaknya kak alicia terkena mual parah deh mas. wajah nya pucat sekali tadi " ucapnya
" benarkah ? tapi kenapa kau dulu tidak sering mual saat sedang mengandung rafael ?" tanya arka
" kalau kata mama sih tiap ibu hamil itu berbeda mas " sahut nya
" emmm.. ya kita doakan saja semoga kak alicia dan janinya sehat selalu ya " ucap arka
" iya mas.. "
arka pun menidurkan anaknya yang mulai menguap itu.
...
Pagi Harinya
Alicia terbangun karena merasa perutnya terasa sangat bergejolak, dia menyingkirkan tangan yang raka yang memeluk perutnya.
alicia bergegas berlari menuju kamar mandi dan berjongkok di toilet lalu memuntahkan semua isi perutnya, makanan yang dimakannya semalam habis sudah, tenaga nya langsung terkuras habis dan dia terduduk lemas di lantai kamar mandi
Raka panik saat melihat istrinya terduduk di lantai kamar mandi dengan wajah pucat pasi.
" Sayang..." panggil raka lirih sembari merengkuh erat tubuh istrinya yang lemas itu.
" Kita kerumah sakit ya sayang " ucap raka lirih
Alicia hanya menggeleng lemah
" ini biasa mas.." sahut alicia lirih
Raka menggendong alicia dan membaringkan nya di kasur. alicia masih memejamkan matanya. raka berjalan keluar menemui mamanya.
tak lama bu mona masuk ke kamar raka dengan wajah cemas, dia sedang duduk di sebelah alicia dan mengusap pipi lembut alicia
" nak..masih mual ? sampe pucat begini. " ucap bu mona
" iya ma.. alicia pusing trus mual "
lalu bi inah masuk ke dalam kamar sembaru membawa secangkir air jahe,
" ini nak diminum dulu air jahe nya " ucap bu mona
alicia membuka matanya dan mengambil cangkir yang disodorkan mertuanya lalu menyeruputnya perlahan.
" gimana ? agak mendingan sekarang ? " tanya bu mona
alicia hanya mengangguk
" ya sudah nanti bi inah bawain sarapan, kamu makan ya sayang. walau pun di muntahkan lagi yang penting kamu harus tetep makan ya nak " ucap bu mona
" faiz dan faizza biar mama sama papa yang menjaga dulu sementara ini.. jadi istirahatlah dengan baik ya nak " ucapnya lagi
__ADS_1
" iya ma terimakasih " ucap alicia
Bu mona memeluk alicia lalu diapun keluar dari kamar dan menuju kamar faiz dan faizza.
sementar raka duduk di samping alicia dan memijat kepala nya,
" masih pusing kepalanya hemm ? kita kerumah sakit saja ya sayang ?" tanya raka masih cemas
Alicia membuka matanya lalu menatap raka lembut lalu mengusap pipinya,
" ini gejala biasa sayang, hal ini normal untuk wanita yang sedang hamil muda sayang . " ucap alicia lembut
" Normal apanya, wajah kamu pucat begitu " ucap raka sedikit kesal
" Maaf..maaf .. " ucapnya lagi saat alicia meringis ketika dirinya sedikit berteriak kesal
" ini normal sayang, aku juga seperti ini saat hamil faiz dan faizza dulu. " ucapnya lembut
" tapi kan sayang..
" Mas gak berangkat ke kantor ?"
" gak .. mas gak mau tinggalin kamu dalam kondisi seperti ini sayang " sahut raka
alicia tersenyum
" Mas... banyak yang jagain aku dirumah ini. mas tenang aja, dan berangkat ke kantor ya. kerjaan mas pasti banyak kan ? kasihan arka sama arsya nanti " ucap alicia lembut
raka terlihat berpikir, jadwalnya memang sangta banyak hari ini , tapi melihat wajah pucat istrinya itu, hatinya tidak rela untuk meninggalkannya walau sebentar sekalipun.
Alicia berusaha tersenyum dan meyakinkan raka untuk pergi bekerja saja.
..
sementara di kamar arka sedang bersiap-siap dan ralin sedang menyusui rafael.
" mas nanti pulang malam lagi ?" tanya ralin
" sepertinya iya. soalnya pekerjaan di kantor benar-benar masih banyak. " sahut nya
ralin menidurkan anaknya lalu mendekati arka dan membantunya memakai dasi. arka tersenyum menatap wajah istrinya, cuppp.. arka mencium kening ralin.
ralin tersenyum senang dan memeluk arka
akhirnya, kebahagiaan yang ku impikan akhirnya aku dapatkan juga...
arka tersenyum dan membalas pelukan ralin dan kembali mencium puncak kepala ralin
" Mas mau kerja ini. kalau begini terus bisa-bisa gak jadi kerja nanti " bisik arka
ralin segera melepas pelukannya lalu berbalik, wajahnya memerah sementara arka tertawa kecil, dia memeluk ralin dari belakang
" Aku mencintai kamu istriku..."
Air mata itu akhirnya menetes juga mengalir dengan lembut dari pipi ralin, dia menangis bahagia..
" Aku juga mas... terimakasih..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1