Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Khawatir !


__ADS_3

Tak terasa pernikahan risya dan dion semakin mendekati waktunya, seluruh keluarga sibuk menyiapkan persiapan untuk pernikahan risya, termasuk juga alicia. dikarenakan terlalu syok dengan kejadian yang menima risya, membuat bu mona jatuh sakit dan akhirnya alicia lah yang menggantikan bu mona mengecek persiapan pernikahan risya di hotel milik raka.


alicia baru kembali kerumah pukul 8 malam, dia terlihat sangat lelah, namun dia masih menyempatkan diri untuk melihat mertuanya itu.


" mama, gimana keadaannya ? sudah baikan ?" tanya alicia lembut


bu mona pun tersenyum


" mama jauh lebih baik sekarang, berkat kamu yang melarang mama turun dari tempat tidur " sahut bu mona


alicia pun tersenyum


" mama butuh sesuatu ? atau ingin makan sesuatu ?" tanya alicia lagi


" tidak sayang, lagipula mama sudah ada perawat tuh " sahut bu mona sembari menunjuk pak hadi yang sedang duduk membaca koran di sofa.


alicia tersenyum ,


" tenang saja nak, papa siap 24 jam ini jadi perawat mama mu " sahut pak hadi


" dengar kan ? ya sudah sekarang kamu yang istirahat. kamu pasti lelah kan ? " tanya bu mona


" iya ma, alicia mau bersih-bersih dulu, nanti mas raka keburu pulang , kalau mama sama perlu sesuatu, kasih tahu alicia saja ya " ucap alicia


" iya sayang " sahut bu mona sembari tersenyum


alicia pun keluar menuju kamarnya, dia melihat dua bayi nya sudah tertidur dengan pulasnya. alicia segera mandi dan berganti pakaian,karena terlalu lelah alicia tertidur, tak lama dia terbangun karena suara deru mobil yang baru masuk ke halaman rumah . dia melirik jam dan menunjukkan pukul 10 malam.


" itu pasti mas raka " pikir alicia lalu segera bangun dan menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


" malam kak, kok belum tidur ?" tanya arka saat melihat alicia membukakan pintu untuknya


" mas raka dimana arka ? kok kalian gak pulang bareng ?" tanya alicia


" kak raka lagi ada urusan di luar kota kak , memang kak raka gak bilang ya ? tadi pagi berangkat sama jimmy, bilangnya sih tadi mau pulang hari. tapi kok belum sampe rumah ya ?" ucap arka


alicia terlihat khawatir,


" memangnya mas raka pergi kemana ?" tanya alicia


" semarang kak " sahut arka


" ya sudah kau makan malam dulu jika belum makan, aku akan coba hubungi mas raka " ucap alicia lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengambil ponsel nya


alicia pum membuka pesan yang masuk tadi pagi dan melihat pesan raka yang izin untuk pergi ke semarang pagi ini. alicia tidak sempat membukanya dikarenakan ada banyak pesan masuk dari EO


alicia menjadi merasa bersalah pada suaminya itu karena tidak membalas pesannya, jangan kan membalasnya bahkan alicia tidak sempat membaca pesannya.


tiba-tiba kedua anaknya merengek dan mulai menangis. alicia lalu berusaha menenangkan kedua anaknya itu.

__ADS_1


" sayang, kalian kenapa sayang ?" ucap alicia, dia memeriksa suhu badan mereka, dan suhu badan mereka normal. alicia jadi bingung dan khawatir sendiri melihat kedua anaknya yang terus menangis itu


risya yang mendengar keponakannya menangis segera menyusul ke kamar alicia


" mereka kenapa kak ?" tanya risya


" gak tau dek, mereka tadi tidur trus tiba-tiba merengek dan mulai menangis begini, badannya gak panas, jadi kakak bingung mereka ini kenapa " sahut alicia sembari berusaha menenangkan kedua anaknya.


risya pun membantu dengan menggendong faiz,


tak lama kedua bayi itu mulai tenang, meskipun sudah tenang, tapi keduanya tidak mau tidur lagi.


" kak raka kemana sih kak ? belum pulang atau sedang sibuk diruang kerjanya?" tanya risya


" belum pulang. gak mungkin mas raka gak kesini kalau dengar anaknya menangis , pasti dia segera kesini dek " sahut alicia


" tumben kak raka belum pulang ? ini kan udah malam " ucap risya


" kata arka, mas raka sama jimmy pergi ke semarang, ada keperluan. tapi arka bilang tadi kalau mas raka mau pulang hari. kemungkinan mereka masih dalam perjalanan. " sahut alicia


risya hanya manggut-manggut saja,


" ya sudah karena mereka sudah tenang, aku kembali ke kamar dulu kak, nanti aku kesini lagi kalau kakak perlu bantuan. " ucap risya


" iya makasih ya " sahut alicia


risya pun tersenyum dan keluar dari kamar alicia,


" umm..lihat anak-anak mama, matanya sampai merah begini. belum mau bobok ya sayang. mau nungguin papa pulang ya ? " tanya alicia lembut sembari menepuk pelan bayinya.


kedua bayi mungil itu merespon ucapan alicia dengan tersenyum.


" kita tungguin papa pulang ya nak, tapi kalau kalian ngantuk. cepet bobo ya " ucap alicia lalu mulai memberi ASI kepada bayinya secara bergantian.


namun sepertinya kedua bayi itu benar-benar menunggu papa nya pulang. karena setelah diberi ASI mereka tetap tidak mau memejamkan matanya untuk tidur.


alicia menjadi khawatir sendiri.perasaan tidak enak mulai ada di hatinya, tidak biasanya kedua anaknya itu tidak mau tidur, biasanya walaupun raka pulang hampir dini hari sekalipun, mereka tetap nyenyak dalam tidurnya. tapi hari ini mereka menangis dan susah untuk tidur kembali.


alicia melihat jam dan sudah pukul 12 malam.


" mas raka dimana sih ? kenapa ponsel nya sulit dihubungi ? ponsel jimmy juga begitu " ucap alicia khawatir.


...


remote yang dipegang arka terjatuh saat melihat berita sebuah pesawat dari semarang tergelincir.


" kak raka !" ucap arka


arka pun mencoba menghubungi raka dan jimmy namun hasilnya nihil, arka jadi panik sendiri. ini sudah tengah malam, tapi kakaknya itu tak kunjung pulang kerumah. perjalanan pesawat terbang dari semarang tidak sejauh itu bukan ? pasti tidak akan lama.

__ADS_1


arka pun memberi tahu papanya, pak hadi pun jadi ikut khawatir. apalagi ponsel kedua orang itu tidak ada yang bisa dihubungi.


akhirnya pak hadi pun menelepon klien yang ditemui raka di semarang. dan mereka menjawab jika raka dan asistennya sudah menuju bandara pukul 10 malam tadi.


semakin khawatir lah perasaan pak hadi dan juga arka. ke khawatiran mereka bertambah saat mendengar suara tangisan faiz dan faizza dari kamar raka


" cup..cup..cup kenapa sayang ? jangan buat mama khawatir ya nak " ucap alicia sembari menenangkan kedua anaknya


risya pun kembali keluar kamar saat mendengar keponakannya itu


" faiz sama faizza kenapa ya ? gak biasanya rewel terus begitu " ucap risya


pak hadi dan arka pun berjalan keluar dan bertemu risya,


" risya , mau kemana ?" tanya pak hadi


" mau ke kamar kak raka pa, daritadi faiz sama faizza itu rewel terus, susah buat tidur mereka " sahut risya


" apa ini ada hubungan nya sama raka ya " ucap pak hadi


" emang kak raka kenapa pa ?" tanya risya


pak hadi pun menceritakan apa yang arka lihat di TV tadi. dan juga tentang ponsel keduanya yang sulit dihubungi . ditambah lagi dengan faiz dan faizza yang juga rewel terus tidak seperti biasanya.


risya pun jadi khawatir sendiri,


" raka kenapa pa ?" tanya bu mona tiba-tiba yang sudah berdiri tak jauh dari mereka bertiga.


mereka bertiga pun sontak menoleh dan terkejut saat melihat bu mona berdiri tidak jauh dari mereka.


bu mona berjalan mendekat dan mengguncang tubuh suaminya


" mama tanya raka kenapa papa ?" tanya bu mona


" ini masih belum pasti ma, tapi ada pesawat yang tergelincir dari semarang " ucap pak hadi


" kemungkinan itu pesawat yang raka dan jimmy tumpangi, tapi mama tenang dulu . jangan panik dulu. papa sudah suruh orang untuk cari tahu kebenarannya dulu. " ucap pak hadi lagi


" jangan beri tahu alicia dulu sebelum semuanya pasti " ucap nya lagi


tuk..


dot bayi yang dipegang alicia terjatuh saat mendengar percakapan mereka berempat


mereka sontak menoleh dan melihat alicia yang juga berdiri tak jauh daru mereka, dan dilihat dari ekspresi alicia, sudah dapat dipastikan jika alicia pasti mendengar pembicaraan mereka barusan.


alicia pun menitikkan air matanya, perasaannya jadi tak karuan saat mendengar apa yang dikatakan oleh mertuanya itu


mas raka!

__ADS_1


...****************...


__ADS_2