Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kemarahan Alicia


__ADS_3

Arka yang baru masuk ke kamar segera membersihkan dirinya, setelah selesai pandangannya tertuju pada bungkus testpeck yang sepertinya lupa di buang oleh ralin


Raut wajah Arka langsung berubah saat melihat bungkusan itu, dia langsung mencari-cari benda itu, tidak menemukannya di kamar mandi, arka segera keluar dan melihat ralin yang sedang membereskan pakaian kotornya


" Apa ini ? Mana hasilnya ?" tanya arka sembari menunjukan bungkusan yang dia temukan di kamar mandi


Ralin sangat terkejut saat melihat bungkusan itu


kenapa aku sampai lupa tentang bungkusan itu. bagaimana ini


" aku tanya apa ini !" sentak arka


Ralin tersentak dan langsung menunduk


" Bagaimana hasilnya ? kau tidak hamil kan ? bukankah aku selalu menyuruhmu meminum obat itu ? apa jangan-jangan kau tidak meminumnya hah !" tanya arka marah


" iya, aku tidak meminumnya. setidaknya aku akan memiliki seseorang yang berada di sampingku. jika bapak tidak menginginkan nya, maka biarkan saja. aku akan menanggung nya sendiri " sahut ralin sembari menangis


" tapi aku tidak menyuruhmu untuk hamil dulu. apa kau mengerti hah ?" ucap arka emosi


" Gugurkan anak ini sekarang !"


" Kenapa ? apa segitu rendahnya aku hingga kau tidak ingin aku yang mengandung dan melahirkan anak anda tuan ?" tanya ralin sembari menangis lirih


" kau sudah tahu kenapa masih bertanya ?" sahut arka dingin


Brakkkk...


" Tuan Arka Hadi Wijaya !!" pekik alicia sembari menatap tajam ke arah arka


Kedua orang yang sedang berdebat itu langsung menoleh ke arah pintu dan sangat terkejut saat melihat alicia yang sedang berdiri dan menatap marah ke arah mereka


Alicia berjalan mendekati ralin dan menarik tangan ralin yang dicengkram oleh arka


" Jadi begitu pandangan mu tentang kami ?" tanya alicia marah.


Arka tersentak kaget mendengar pertanyaan alicia itu


" Kami ?


" iya kami, pada dasarnya aku dan ralin itu sama, jika kamu memandang ralin seperti ini, berarti kamu juga memandang aku sama . kami berdua memang wanita rendahan begitu kan ?" tanya alicia sinis


" Apa maksud kamu sayang , kenapa kau berbicara seperti itu ?" tanya raka yang baru sampai dan berdiri di dekat pintu kamar arka.


saat raka akan melangkah mendekati alicia, alicia langsung menahan raka


" Berhenti disitu . jangan dekati kami. " tahan alicia


Langkah raka seketika berhenti dan menatap sendu pada alicia yang mulai menangis. sementara ralin hanya bisa menangis terisak di belakang alicia.


" Anda belum menjawab aku Tuan Arka !" tanya alicia lagi


Pak hadi dan bu mona terkejut saat melihat menantunya itu menatap arka marah. dan melihat raka yang sedang melihat mereka dengan tatapan sendu


ada apa ini. apa yang sebenarnya terjadi pada arka dan juga ralin ?

__ADS_1


" Kak..aku tidak bermaksud seperti itu , aku hanya "


" hanya apa. hanya membicarakan ralin saja mkasudmu ? anda sepertinya lupa tentang asal-usul ku , aku juga sama sepertinya " sahut alicia


Arka merasa bingung , entah bagaimana dia akan menanggapi hal ini.


" jika menurut anda status sosial itu begitu penting, kenapa kau menyetujui aku menjadi istri kakak anda dan menantu dirumah ini ?" tanya alicia sinis


" sayang, apa yang kau katakan ini. ada apa ini sebenarnya . " tanya raka frustasi.


dadanya terasa sesak sekarang. pikiran nya melayang pada pembicaraan antara dirinya dan alicia saat malam sebelum mereka tidur. bayangan alicia yang akan pergi meninggalkan nya bersama ralin memenuhi pikirannya.


" Ralin sedang Hamil sekarang, tapi tuan muda kedua ini menyuruhnya untuk menggugurkan anak ini karena ralin adalah wanita rendahan yang tidak pantaa menjadi ibu dari anak nya " ucap alicia sembari menatap tajam arka


kak alicia mendengar semuanya ?


Pak hadi dan bu mona terkejut lalu menatap arka tak percaya


" benar itu arka ?" tanya bu mona lirih


" Apa itu benar Arka Hadi Wijaya !? " tanya pak hadi tegas


Arka hanya diam


Alicia menatap kesal pada arka


" Bereskan barang-barang mu ralin. sekarang !" ucap alicia


Ralin pun menurut dan pergi berjalan keruang ganti dan menyiapkan kopernya


" sayang, jangan begini. mas mohon, kita bicarakan baik-baik dulu. jangan tinggalkan mas" ucap raka


Alicia perlahan melepas tangan raka dan menarik ralin


" mas ini masih suami mu, dan mas melarang kamu pergi dari sini " ucap raka


sejenak alicia berhenti lalu memejamkan matanya


aku tidak bisa diam saja melihat ralin menderita seperti ini. kenapa kami harus menderita saat mengandung keturunan dari keluarga ini ? meskipun pada akhirnya kami diterima dengan baik, tapi penderitaan itu.. tidak..cukup aku saja. aku tidak ingin ralin merasakan hal yang sama.


Alicia berjalan sembari menarik ralin, pak hadi menghadang alicia dan ralin


" nak..jangan seperti ini. papa mohon. alicia kami bukanlah yang memiliki sifat seperti ini, dia selalu bisa berpikir dengan jernih dan penuh kesabaran. jangan seperti ini nak " ucap pak hadi lirih


" Maaf Pak, tapi melihat ralin diperlakukan seperti ini, membuat kenangan saat mengandung faiz dan faizza kembali memenuhi pikiran ku. dan alicia tidak ingin ralin mengalami hal yang sama juga. tidak akan. " ucap alicia lirih


" kenapa tidak bilang dari awal jika kami tidak pantas menjadi ibu dari anak-anak putra bapak. kami cukup sadar diri dengan kondisi kami. tapi bukan berarti kami bisa dihina pak.. aku.. aku tidak bisa tahan lagi jika ralin diperlakukan seperti ini.


memang mas raka memperlakukan aku dengan baik, sangat baik malah. aku merasakan cintanya yang sangat besar untuk aku dan anak-anak kami. dan aku juga mencintai nya, tapi tetap saja jika masalah status sosial dipermasalahkan dalam pernikahan arka dan juga ralin, bukankah itu sama saja dengan aku juga. aku dan ralin berasal dari tempat yang sama. dia adikku.. adikku. jika ralin tidak bisa diterima disini, bahkan dia dianggap tidak pantas melahirkan keturunan putra bapak, maka aku pun sama seperti itu. aku dan ralin tidak lah berbeda " ucap alicia lirih.


Pak hadi terdiam. hatinya langsung tersentak dan tak terasa air matanya menetes. begitu juga dengan bu mona. dia tidak menyangka jika para menantunya selalu merasa seperti itu. dan puncaknya adalah hari ini.. mereka benar-benar tidak menyangka putra kedua mereka bisa memiliki pemikiran yang seperti ini.


Alicia berjalan bersama ralin lalu menyiapkan kopernya dan juga barang-barang anak-anaknya.


Raka memegang dadanya yang terasa sesak, air matanya terus mengalir, wajah yang biasanya mengeluarkan aura dingin itu terus menangis tanpa suara,

__ADS_1


Alicia berjalan sembari menarik kopernya , raka dengan cepat menahan tangan alicia dan memeluknya erat


" gak sayang, jangan begini mas mohon. mas tidak bisa hidup tanpa kamu dan anak-anak. " ucap raka lirih.


Alicia menangis dan memeluk raka erat


jika status sosial kita tetap menjadi masalah dirumah ini, maka lebih baik begini mas. sebelum faiz dan faizza semakin mengerti tentang dirimu, lebih baik begini mas...


Alicia melepaskan pelukan raka dan berjalan mendekati faiz dan faizza


" ayo sayang, kita pulang kerumah nenek " ucap alicia sembari menggendong faiz, sementara ralin menggendong faizza,


" kak..kakak benaran mau pergi ? kasihan pak raka kak, dia terlihat begitu terpukul, " ucap ralin merasa bersalah. ketakutan nya menjadi kenyataan, masalah nya menjadi beban bagi alicia, dan sekarang rumah tangga alicia juga dipertaruhkan sekarang.


" jika kamu tidak.diterima disini karena status kamu, maka kakak pun sama sepertimu. kita sama dek. kita bersaudara, kita punya ibu yang sama. " sahut alicia lirih


Ralin hanya menunduk


" Maafkan aku kak, seharusnya aku tidak menerima pernikahan ini, dan pernikahan kakak tidak akan memiliki masalah seperti ini, " ucap ralin


" ada atau tidak adanya kamu disini, tidak akan merubah status sosial kakak, asal-usul kakak selamanya akan tetap seperti ini " ucap alicia


" ayo pergi, taksi kita sudah datang " ucap alicia lagi


Raka mengejar alicua yang sudah akan masuk ke dalam taksi


" sayang..please...mas mohon jangan seperti ini, mas terima kamu apa adanya sayang, mas sangat mencintai kamu sayang...jangan tinggalkan mas.." ucap raka sembari memegang tangan alicia menahan nya untuk pergi


" lepas mas sakit ! kau menyakiti ku " ucap alicia lirih


mendengar kata sakit dari mulut istrinya, membuat raka refleks melepaskan genggamannya. alicia dengan cepat masuk ke mobil dan mengunci pintunya


" sayang, jangan pergi sayang..mas mohon ..mas tidak bisa hidup tanpa kalian bertiga.. sayang.." pekik raka saat mobil itu mulai berjalan meninggalkan halaman mansion besar itu


" Alicia....!!! akkkhhhh " pekik raka frustasi saat mobil itu semakin menjauh dan hilang dari pandangannya.


" Papa, menantu dan cucu kita...hikss..." ucap bu mona sembari menangis


pak hadi memeluk istrinya dan berusaha menenangkannya.


" beri mereka waktu ma, mereka juga memiliki perasaan dan beban mereka sendiri " ucap pak hadi menenangkan istrinya itu


Raka terduduk, pandangannya tak lepas dari arah menghilangnya mobil yang membawa orang terpenting dalam hidupnya


jangan begini sayang..


Raka menangis sembari memegangi dadanya yang terasa sesak, seperti ada bagian yang hilang dalam dirinya.


..


sementara arka hanya berdiri mematung di kamarnya, kilatan kejadian yang barusan terjadi berputar di pikirannya. bayangan isak tangis ralin, kemarahan alicia, tangisan orang tuanya dan juga ketidak berdayaan kakaknya.


Apa yang sudah kulakukan ? kenapa aku bisa bertindak sampai sejauh ini ?


Arka memandangi foto pernikahan dirinya dan juga ralin yang terpasang di ataa tempat tidur mereka.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2