Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Pasangan Baru


__ADS_3

" maafin mas karena mas tidak ada di samping kamu saat kamu mengandung dan melahirkan anak-anak kita .. hiks.." ucap raka sembari menunduk


alicia terkejut karena ternyata hal inilah yang membuat suaminya itu sampai menangis seperti ini


alicia pun memegamg kedua tangan suaminya itu


" mas.. semua itu sudah berlalu sayang, aku sudah melupakan masa-masa itu karena sekarang aku dan anak-anak kita sudah sangat bahagia dan itu semua berkat kamu mas " ucap alicia mencoba menenangkan suaminya itu


" tapi mas gak ada di samping kau saat masa-masa tersulit kamu sayang. maafin mas " ucap raka


" mas, aku udah maafin mas. dan memang itu juga bukan kesalahan mas sepenuhnya, mas saat itu memang tidak tau sama sekali tentang kami kan ? mas tidak sengaja. jadi berhenti menyalahkan diri mas sendiri. aku gak apa-apa mas. selama hampir 1 tahun ini mas sudah memberikan yang terbaik untuk aku dan anak-anak kita. dan aku sangat sangat bahagia mas " ucap alicia


" mas bisa menebusnya nanti kalau kita diberi kepercayaan untuk punya anak lagi, " ucap alicia sembari tersenyum


Raka terlihat kaget lalu tak lama dia tersenyum


" kamu yang bilang lho sayang , "


" hah apa ? " tanya alicia bingung


Raka memegang erat tangan alicia lalu menatapnya. raka pun menarik alicia kedalam pelukannya dan mencium rambutnya.


" terimakasih untuk semuanya mas, aku mencintai kamu mas " ucap alicia


raka semakin erat memeluk alicia


" mas juga mencintai kamu sayang, sangat mencintai mu " ucap raka


raka terus memeluk alicia erat seakan enggan untuk sekadar melepaskan nya sebentar saja.


....


risya sedang menyusui putra nya, tak lama dion masuk kekamarnya dan duduk di sebelah risya


" hey boy, kau mengambil milikku " ucap dion sembari menatap putranya yang sedang asik menyusu


risya pun menyenggol dion dengan sikunya.


" kakak ih " ucap risya kesal


dion pun hanya tertawa kecil lalu bersandar di tempat tidur dan membuka laptopnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan Harinya


Di kantor Wijaya Coorporation


Arka terlihat berjalan sembari memainkan ponselnya, tak lama arka seperti sedang menghubungi seseorang dan...


Brukkkkk...


" Akkhhh.... " seseorang yang ditabrak Arka jatuh menghantam lantai begitu pula dengan arka.


" woi bisa gak kalo jalan itu pakek mata !" ucap orang yang ditabraka arka


" kamu pasti gak lulus SD ya . dimana-mana kalau jalan itu pakai kaki dan bukan nya pakai mata " sahut arka dingin

__ADS_1


orang itupun mencoba menahan kekesalannya


" kau harus bersyukur ya karena ini hari pertama aku bekerja disini jadi aku tidak ingin memberi kesan buruk pada bosku , kalau tidak habis kau hari ini ! huh ! " ucap orang itu


" bekerja ? disini ? " Arka melihat orang yang ditabrak itu.


seorang gadis dengan tubuh tinggi semampai, rambut hitam sebahu dengan gaya sedikit feminim dan wajah cantik. meskipun dari style fashion nya kurang namun bisa ditutupi oleh wajah cantik nya


Arka pun hanya diam lalu kembali berjalan menuju lift


" apa manajemen HRD sekarang BUTA semua ? merekrut karyawan tidak pilih-pilih lagi !" gumam arka pelan namun masih dapat di dengar oleh gadis itu


" Hey.. kau ! awas saja kau ya ! " pekik gadis itu


sementara arka hanya diam dan masuk kedalam lift menuju ruangannya.


...


Arka sedang membaca sebuah dokumen saat mendengar pintu kantornya diketuk,


" Masuk "


titah Arka. lalu tak lama seringai tipis diiringi sebuah senyuman singkat hadir di wajah arka saar membaca dokumen yang dia pegang


pintu ruangan pun terbuka dan masuklah gadis yang bertabrakan dengan arka tadi


gadis itu menundukkan kepalanya hormat , lalu menyapa arka


" selamat pagi pak, nama saya Ralin dan saya adalah asisten baru bapak. bapak tenang saja karena saya sudah memiliki pengalaman kerja di bidang yang sama. jadi saya tidak akan mengecawakn bapak " ucap gadis yang bernama Ralin itu


Arka terlihat membolak-balikkan dokumen yang dipegangnya


" ada urusan keluarga pak yang mengharuskan saya untuk pindah ke kota ini " sahut ralin


Arka hanya manggut-manggut


" baiklah, mulai hari ini kau menjadi asisten ku. segala keperluan ku di kantor kau bisa ambil alih dari sekretaris ku. meja mu di depan sana. silakan " ucap Arka


" baiklah pak.. terima kasih baaa..nyak " ucap ralin sembari melihat bos barunya dan tentu saja ralin dibuat jantungan olehnya


" hai.. bertemu lagi " sapa arka


" kok malah jadi kamu ? minggir sana itu tempat bosku. kau cari tempat lain. bos ku bisa marah jika melihat ada yang menduduki kursinya. " ucap ralin sembari menarik arka untuk bangun dari kursi


" bos mu itu aku. dan ini meja kerjaku. " ucap arka


" ohh.. jadi anda ini pak Arka Hadi Wijaya, bos saya.. Apaaa....!! anda pak Arka !! mati kamu ralin!! " pekik ralin histeris saat mengetahui siapa yang sedang berdebat dengannya perihal sebuah kursi.


" ini yang kamu bilang kesan baik itu. cih...ini tidak ada apa-apanya. harus lebih banyak belajar mulai sekarang "


Arka tertawa kecil sementara nyali ralin semakin menciut


...


Fanny yang sekarang menjadi asisten pribadi raka di kantor semakin lama semakin mahir menjalankan tugas sebagai asisten presdir Wijaya Coorporation, meskipun terkadang masih memiliki kesalahan sedikit, tetapi jimmy dengan segala kesempurnaan yang dimilikinya selalu membereskan nya dengan baik.


seperti hari ini , karena kurang teliti, fanny hampir saja salah memberikan informasi pada Raka

__ADS_1


fanny menunduk di hadapan jimmy, jemarinya saling bertautan guna menghilangkan kegugupan nya saat ini


" lain kali cek dengan benar " ucap jimmy datar


" saya sudah cek 2 kali kok pak, sungguh ! " ucap fanny


" tapi belum 3 atau 4 kali kan ? " tanya jimmy


" Eh... banyak sekali .. ups..maaf-maaf " ucap fanny sembari menutup mulutnya sendiri.


jimmy pun hanya menatap dingin pada fanny lalu memberikan jadwal untuk kegiatan Raka


" atur dengan teliti dan jangan sampai ada yang salah lagi , mengerti ! " ucap jimmy lalu berjalan menuju ruangan raka


fanny menatap jimmy yang berjalan dengan kesal. lalu kembali duduk dan mengecek dokumen yang diberikan padanya.


...


Malam harinya


jimmy masuk kedalam mobil dan terkejut saat melihat fanny sudah duduk dengan santai di kursi penumpang.


" kau ini mengagetkan aku saja. mau makan malam dimana ? " tanya jimmy pada fanny.


fanny hanya cemberut menatap jimmy


" kamu tau gak ? kamu tu kejam banget sama aku kalo di kantor . bisa gak kalo negur aku tuh mukanya di senyumin dikit kenapa ," tegur fanny


jimmy hanya tersenyum sekilas,


" bukannya ini ide kamu sendiri yang mau pisahin urusan pribadi sama pekerjaan ? kok sekarang malah kamu yang marah ? terus aku harus gimana ? " tanya jimmy sembari menatap fanny


" kalo aku tau kamu bakalan sedingin ini seperti dulu, aku gak bakalan punya ide seperti itu. " sahut fanny masih sembari cemberut.


jimmy akhirnya tertawa,


" lalu aku harus bagaimana sayang ? aku memang seperti ini jika sedang bekerja. "


" tapi gak kejam-kejam juga kali sayang, kalo marahin aku tuh sambil senyum gitu. " protes fanny


" ya udah lain kali aku coba ya , tapi lebih bagus lagi jika kamu gak buat kesalahan lagi, jadi aku kan gak perlu marah-marah " ucap jimmy akhirnya


" ya namanya juga manusia sayang, gak luput dari kesalahan " bela fanny


" iya iya.. ya udah mau makan dimana ? " tanya jimmy sembari membelai rambut fanny.


" di tempat biasa " sahut fanny


jimmy pun tersenyum lalu menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya.


kalau perdebatan ini diteruskan, mereka akan tetap disini 2 jam ke depan. dia dan fanny sudah setengah tahun menjalin hubungan, fanny yang sifatnya terbuka membuat jimny mudah mengenali sifat fanny. sedangkan jimmy yang lumayan tertutup itu membuat fanny cukup sulit mengenal jimmy lebih cepat. sehingga hampir setengah tahun menjalin hubungan, fanny terkadang masih merasa kesal saat jimmy memarahi nya di kantor, padahal dia sendiri yang mengusulkan untuk memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan.


tapi jimmy yang memang sudah mengerti sifat fanny hanya bisa mengalah untuk meredakan perdebatan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terlihat seseorang yang sedang membaca sebuah artikel di ponselnya, lalu dia memegang erat ponsel nya itu

__ADS_1


Ternyata kau sangat bahagia ya sekarang..


__ADS_2