
refleks alicia berjalan mundur, bu mona mencoba mendekati menantunya itu. alicia terlihat bingung dengan bagaimana perasaannya saat ini.
bu mona pun memeluk menantunya itu
" mas raka pasti baik-baik saja kan ma ? gak mungkin kan mas raka ninggalin aku sama anak-anak kami ?" tanya alicia
bu mona menggeleng
" enggak mungkin sayang , raka pasti baik-baik saja " hibur bu mona, meskipun perasaan nya sendiri tidak karuan sekarang,
pak hadi terus mencari info dari anak buahnya yang mencoba mencari keberadaan raka dan juga jimmy.
..
alicia berjalan gontai ke kamarnya, dia langsung terduduk disisi ranjang, sementara faiz dan faizza masih merengek di atas kasur. tak terasa air mata alici lolos dengan sendiri nya, mengalir tanpa izin di pipinya
mas raka gak mungkin ninggalin aku sama anak-anak kami. mas raka kamu dimana mas.....
di ruang tamu semua orang sedang berkumpul menunggu informasi dari anak buah pak hadi
" lapor pak, memang benar jika ada pesawar daru semarang yang tergelincir saat akan lepas landas, tapi untuk nama para penumpang belum ada informasi terbaru dari rumah sakit. tapi yang kami dengar jika tidak ada korban jiwa, hanya terdapat beberapa penumpang dengan luka ringan dan syok. " lapor seseorang pada pak hadi
" cari tahu terus informasi nya, temukan anak saya dan asistennya, cari tahu penerbangan mana yang mereka naiki " ucap pak hadi lagi
" baik tuan "
" gimana papa, kenapa raka sulit sekali dihubungi begini " ucap bu mona panik.
" tenang ma, jangan khawatir dulu semuanya, papa yakin raka pasti baik-baik saja. setidaknya jangan buat alicia khawatir. kasihan dia " ucap pak hadi
bu mona pun setuju, perasaan menantunya itu pasti sangat sensitif sekarang, mereka harus tenang agar alicia tidak menjadi lebih khawatir lagi.
saat semua keluarga sedang menunggu kabar dengan khawatir, pintu ruang tamu terbuka lebar, dan seseorang masuk diikuti oleh seseorang lainnya.
" maaf aku pulang sangat terlambat " ucapnya santai
semua orang langsung berdiri dan menoleh ke arah orang yang berbicara barusan dan melihat orang yang berdiri dibelakangnya adalah jimmy, maka dapat dipastikan orang itu benar-benar raka.
" Raka!!! "
" kak Raka !"
ucap mereka bersamaan saat melihat orang yang baru masuk itu adalah raka,
" apa ? " tanya raka dingin ,
" darimana saja nak ? mama sangat khawatir " ucap bu mona seraya berlari mendekati raka dan memeluknya erat sambil menangis
" aku dari luar kota ma, biasanya juga kan aku memang pulang telat. mama kenapa jadi melow begini, " tanya raka bingung
bu mona memukul lengan raka
" dasar bocah tengik kamu ya, kamu mau mama kena serangan jantung hah ! kenapa ponselmu begitu sulit dihubungi , kau membuat kami semua khawatir. " bentak bu mona
" ponsel ku lowbet ma, begitu juga dengan ponsel nya. kami pikir kami akan cepat sampai, tapi ternyata ada banyak kendala " sahut raka santai
pak hadi menghela nafas lega, dia mendekati raka lalu memeluknya.
__ADS_1
" syukurlah kalau kau baik-baik saja "
raka jadi bingung sendiri, ini bukan pertama kalinya dia pulang terlambat, kenapa semua keluarga nya jadi melow begini.
ketiga adiknya pun mendekat dan memeluk raka bergantian, bahkan si bungsu risya sudah menangis sembari memeluk raka.
" kalian semua kenapa ? habis nonton sinetron ?" tanya raka
arka pun memberikan artikel tentang kecelakaan pesawat yang tergelincir
raka menepuk jidatnya
" aku kan naik jet pribadi ku, kalian lupa jika aku punya jet pribadi ?" tanya raka
" tapi sekretaris kakak dan juga klien kakak mengatakan jika kakak pergi ke bandara. " sahut arka.
" iya memang aku pergi ke bandara mengawal para karyawan ku yang akan mengadakan pelatihan di semarang. karena bawaan mereka banyak, jadi aku membelikan mereka tiket penerbangan biasa. tidak mungkin kan aku mau berdesakan dengan para karyawan ku ? " jelas raka
" tapi kenapa kau sangat terlambat jika kau menaiki jet pribadi mu ?" tanya pak hadi
" cuaca sedikit buruk pa, jadi aku beberapa kali izin mendarat di atap gedung besar, dan karena terlalu fokus dengan cuaca aku jadi lupa dengan ponsel ku yang kehabisan batre, begitu juga dengan anak itu.setelah mengisi sedikit batre, kami juga kehilangan sinyal " sahut raka sambil menunjuk jimmy yang hanya cengengesan di belakangnya.
" dasar anak nakal, " ucap bu mona sambil memukul lengan raka
" aku kan pergi bekerja " sahut raka cuek
" tapi kakak buat kami semua khawatir tau " protes risya
" iya..iya maaf " ucap raka akhirnya mengalah.
alicia berjalan menuruni tangga, dia melihat seseorang yang mirip suaminya sedang berdiri di tengah-tengah keluarganya. alicia sangat takut jika ini hanyalah halusinasinya saja.
raka pun menoleh pada alicia dan tersenyum. alicia menangis saat menyadari jika yang sedang berdiri di bawah itu adalah suaminya. alicia langsung berlari menuruni tangga dan menghampiri suaminya
" jangaan berlari nanti kau terjatuh " ucap raka saat melihat istrinya berlari menghampiri nya.
alicia langsung memeluk raka erat dan menangia sejadi-jadinya. raka langsung membalas pelukan alicia dan mencium puncak kepala istrinya itu dengan lembut.
" mas darimana saja ? mas buat aku khawatir. aku takut mas, aku takut mas ninggalin aku sama anak-anak. hiks..hikss. " ucap alicia sambil memeluk erat raka dan menangis
raka mengusap lembut rambut alicia,
" mas gak kemana-mana dan gak akan kemana-mana. mas akan selalu sama kalian, gak mungkin mas ninggalin istri mas yang cantik ini dan juga anak-anak mas yang imut itu , hemmm " sahut raka
" tapi mas susah dihubungi, dan juga ada pesawat yang tergelincir tadi. aku takut mas... " ucap alicia lagi
" iya maafin mas ya, mas gak kepikiran kalo kalian semua akan berpikir begini. lain kali mas usahakan untuk mengabari kalian jika mas pulang telat ya , udah diem ya, jangan nangis terus " ucap raka sembari mengusap lembut air mata yang mengalir di pipi alicia.
pak hadi dan bu mona tersenyum bahagia melihat keromantisan rumah tangga putra sulungnya itu. arka juga tersenyum melihat kakaknya dan juga wanita yang pernah mengisi hatinya sudah bahagia sekarang. tinggal bagaimana dia yang akan menemukan kebahagiaan nya sekarang.
" ya sudah, sekarang raka dan juga jimmy sudah pulang dan baik-baik saja sekarang, jadi kalian bisa istirahat sekarang " ucap pak hadi
" jimmy, kamu menginap di sini saja, ini sudah dini hari, kamu pasti lelah jika harus menyetir pulang sekarang, kamu bisa tidur di kamar tamu." ucap bu mona
" baik nyonya, terimakasih " sahut jimmy
semua orang pun kembali ke kamarnya masing-masing dengan perasaan lega. begitu juga dengan jimmy yang langsung masuk kekamar tamu untuk beristirahat.
__ADS_1
..
raka dan alicia juga masuk ke kamar mereka, entah alicia lupa atau sengaja, tapi alicia benar-benar tidak rela melepaskan pelukan raka sedikitpun. bahkan saat sampai dikamar alicia tetap memeluk suaminya itu.
raka pun tersenyum melihat alicia yang sangat manja hari ini.
" ini gak mau dilepasin ? mas mau mandi lo, mau ikut ?" tanya raka menggoda alicia
alicia tersadar dan langsung melepas pelukannya pada raka. alicia terlihat salah tingkah dan malu sendiri.
" tapi kalau masih pengen peluk mas, sini peluk lagi " ucap raka sembari merentangkan tangannya.
" mas mandi dulu sana, mas bau keringat " ucap alicia
raka bingung lalu mencium tubuhnya sendiri, masih wangi kok, tadi saja alicia nyaman memeluknya , di depan keluarga nya juga
" masih wangi kok, tadi aja meluknya lama banget " sindir raka
" mas !" pekik alicia
" iya..iya.. mas mandi dulu " ucap raka lalu berjalan ke kamar mandi.
sementara alicia menyiapkan baju ganti untuk suaminya itu.
...
setelah berganti pakaian, raka berjalan ke tempat tidur dan melihat alicia yang tengah bermain bersama faiz dan faizza.
" loh.. anak-anak papa belum tidur rupanya " ucap raka saat melihat kedua anaknya yang masih bermain dengan alicia
" iya mas, mereka ke bangun tadi trus rewel dari tadi. " sahut alicia
raka pun mengerti lalu duduk di sebelah anak-anaknya dan menciumi pipi mereka
" hey anak-anak papa, papa sudah pulang dan baik-baik saja. kalian pasti khawatir sama papa kan ? sekarang papa sudah pulang. maafin papa ya sudah buat kalian khawatir, lihat nih sampe merah begini, pasti daritadi kalian nangis terus ya " ucap raka lembut sembari memandangi wajah anak-anaknya yang seperti duplikat nya itu. seiring bertambahnya umur mereka, paras mereka semakin mirip dengan paras raka.
kedua bayi itu hanya tertawa senang merespon ucapan raka. raka tersenyum dan menciumi pipi anak-anaknya dengan gemas.
raka melihat alicia yang masih menangis dalam diam, raka mengusap air mata alicia
" maafin mas ya sayang.. " ucap raka perlahan
alicia hanya mengangguk dan menahan tangis nya.
...****************...
.
.
hayo..
pada berpikir raka kecelakaan ya ?
tenang, author gak suka konflik yang terlalu berat kok.. 😊😊
jadi ikutin terus kisah Raka dan Alicia ya...
__ADS_1
.
stay healthy and happy readers kuh