
alicia yang sudah sampai dirumah mendapat tatapan penuh pertanyaan dari mertuanya, alicia hanya tersenyum pada mertuanya itu.
bu mona yang mengerti senyuman alicia itu langsung tertawa senang dan langsung memeluk alicia
" jangan lama-lama, cepat beri mama cucu lagi ya " bisik bu mona
alicia terkejut lalu mengusap tangan bu mona
" faiz sama faizza masih kecil ma " bisik alicia lagi sambil tersenyum
" tapi mama masih mau cucu lagi yang banyak " protes bu mona
" nanti kan ada dari risya, " sahut alicia lagi sambil memeluk mertuanya itu
" udahan ya bisik-bisik nya ma, istri raka ini sedang lelah, sayang istirahat sana " ucap raka sembari menarik alicia ke dalam pelukannya
bu mona cemberut lalu memukul bahu raka
" mantu mama jangan ditarik-tarik " protes bu mona kesal
raka pun mengusap lembut tangan alicia yang tadi ditariknya, sementara alicia yang merasa tidak ditarik terlalu kuat hanya bisa tersenyum bahagia melihat kasing sayang tulus suami dan mertuanya itu.
" kalian bertemu risya sama dion tidak ?" tanya bu mona
" enggak ma, tadi alicia sama mas raka nunggu cukup lama di restoran tapi keduanya gak turun buat sarapan " sahut alicia
" mereka udah pada kenyang ma" sahut raka enteng
alicia menyenggol lengan suaminya itu, sementara raka malah asik memainkan rambut panjang istrinya itu
" wuah... bakal dapet cucu lagi mama " sorak bu mona kegirangan.
" oh ya, faiz sama faizza lagi tidur di kamar mama, kalian berdua istirahat saja dulu. " ucap bu mona lagi
raka pun menggandeng alicia kembali ke kamar mereka.
" mas hari ini mau masuk kerja atau libur ? " tanya alicia
" mas masih mau kerja sayang, jimmy tadi telepon katanya ada rapat penting hari ini " sahut raka sembari menyiapkan beberapa dokumen.
alicia lalu menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya, lalu alicia pun ikut membantu raka yang sedang menyiapkan beberapa dokumen, alicia yang memang seorang mahasiswi tingkat akhir, meskipun belum selesai wisuda karena alicia mengajukan cuti karena hamil . tetapi alicia cukup mengerti dengan dokumen-dokumen yang dibutuhkan raka
raka tersenyum melihat alicia yang begitu teliti memilah dokumen-dokumen yang akan dibutuhkan raka
raka tersenyum melihat alicia, lalu raka memberikan sebuah map pada alicia
alicia menerima map itu lalu menatap raka
" ini apa mas ? mau aku bantu buat mengecek berkas ini ?" tanya alicia lembut
" buka aja sayang " sahut raka sambil tersenyum
alicia pun membuka map itu dan membelalakan matanya melihat isi dari map yang diberikan suaminya itu.
__ADS_1
" mas ini .." ucap alicia terharu
" itu keinginan kamu kan ? kamu selama ini bekerja keras untuk mendapatkan itu, dan maaf semuanya tertunda karena kamu mengandung anak-anak kita saat itu " ucap raka sedih
" mas hanya berusaha menebus semuanya sayang, mas gak tau apa ini akan buat kamu bahagia" ucap raka lagi
alicia pun mendekati raka yang tengah duduk di sofa lalu memeluknya erat. alicia bahkan sampai menitikkan air matanya.
" makasih banyak mas, aku bahagia sekali. " ucap alicia
raka pun membalas pelukan istrinya sembari mencium keningnya.
" maaf karena butuh waktu yang cukup lama " ucap raka lagi
alicia menggeleng,
" mas makasi ya , tapi bagaimana mas bisa dapetin ijazah ini ?" tanya alicia
" aku dengar kamu sudah mengajukan sidang akhir, jadi hanya tinggal menunggu laporan magang mu bukan ? jadi aku meminta bu meli menyiapkan semuanya dan mengurus berkas-berkas itu. dan kemarin bu meli menyerahkan ijazah mu " sahut raka
" dan iya, ini milik fanny. nanti kusuruh dia kemari untuk mengambilnya " sahut raka lagi
alicia sangat terharu atas perhatian raka, bahkan suaminya juga memikirkan sahabatnya fanny, alicia kembali memeluk erat raka.
" ini kalo gak dilepasin, bisa panjang urusan nya sayang. bisa-bisa jimmy harus menunda rapat hari ini " ucap raka santai
alicia malah semakin mempererat pelukannya
" mas..gimana kalo aku yang anterin ijazah nya kerumah fanny ?" tanya alicia lembut
" gak. "
" mas...boleh ya ? bentar saja ?" rayu alicia lagi
" ya boleh... " sahut raka akhirnya
mata alicia berbinar senang,
" tapi tunggu mas pulang, perginya sama mas " sahut raka lalu berdiri dan berjalan ke kamar mandi
" mas......" rengek alicia
raka tidak peduli, dia tidak akan membiarkan alicia keluar rumah sendirian, cukup kemarin saat istrinya membantu persiapan pernikahan adiknya saja, itupun sangat membuat raka kesal karena alicia selalu terlihat letih saat pulang.
mulai sekarang raka bertekad tidak akan membiarkan alicia keluar seorang diri tanpa pengawasannya.
alicia memandang kesal pada suaminya.
...
alicia masih cemberut saat mengantar raka ke depan sembari menenteng tas kerja raka. raka yang mengetahui jika istrinya sedang kesal padanya merasa kasihan juga melihat wajah istrinya yang terus ditekuk itu.
" ya sudah mas izinkan kamu pergi, tapi jam 3 sore sudah harus pulang kerumah. itupun harus diantar oleh sopir dan gak ada bantahan " ucap raka pada akhinya. dia mengalah karena tidak tahan melihat istrinya yang terus cemberut begitu
__ADS_1
alicia langsung tersenyum senang dan memeluk suaminya,
" makasih mas " ucap alicia senang
raka hanya tersenyum dan mengecup puncak kepala alicia.
" hati-hati ya " ucap raka
" iya, mas juga ya " sahut alicia lagi.
..
fanny memekik kegirangan saat melihat map berisi ijazah sarjana yang sangat diinginkan nya itu.
" alicia..... gue seneng banget. bilangin makasih banyak sama suami lo ya, makasih banyak-banyak dari gue. akhirnya gue jadi sarjana juga. gak minder lagi deh di kantor. " ucap fanny sambil terus memegang ijazah nya dengan bahagia.
" maafin aku ya fan, karena kamu mikirin aku kamu harus ikut mengorbankan masa depan kamu . " ucap alicia sedih
" hey.. cia. kita udah sepakat bukan ? semua yang terjadi sama aku, itu aku yang mutusin sendiri. gak ada sedikitpun aku merasa menyesal bantuin kamu , kamu itu sahabat serasa sodara buat gue " ucap fanny sambil memeluk alicia
alicia pun membalas pelukan fanny
" oh ya gimana kabar sikembar kecilku ? aku gak punya waktu libur . huaaa..... pak jimmy itu bener-bener buat aku bekerja rodi. " ucap fanny kesal
" memangnya jimmy memperlakukan mu dengan buruk di kantor ?" tanya alicia
" sebenarnya gak juga sih. mengingat jumlah gaji yang gue terima, wajar sih kerjaan nya bertumpuk juga. ah...gue nya aja yang belum kuat mental nya bekerja kantoran " ucap fanny lagi
" perlu aku bicara sama mas raka ? supaya kamu gak terlalu capek ?"
" ya jangan dong. walaupun raka itu suami lo tapi kan dikantor dia atasan gue. gue dibayar tinggi ya kerjanya juga harus tinggi "
" huaaa...tapi aku kangen sama sikembar, kenapa gak dibawa sih fan ? " tanya fanny
" ini aja aku harus merayu mas raka habis-habisan supaya diizinin keluar rumah buat nemuin kamu " ucap alicia
fanny pun mengangguk mengerti
" pasti suami lo sangat cinta sama kamu ya "
alicia mengangguk lalu tersenyum
" seneng liat lo bahagia cia, gue bener-bener ikut seneng "
" makasih ya fan "
" cia, aku balik ke kantor ya ? jam makan siang udah mau habis ini, bisa dibabat habis aku nanti kalo pak raka sama pak jimmy udah pulang dari rapat aku gak ada di meja ku " ucap fanny
" ya udah, semangat ya. main kerumah kalo punya waktu libur yang cukup " ucap alicia
" semangat !! " sahut fanny sembari tersenyum
kedua sahabatnya itupun berpelukan lalu berjalan pergi dari cafe itu dan menuju tujuan masing-masing.
__ADS_1
...****************...