
Raka sedang membaca kontrak kerjasama yang dikirim lewat email. sesaat raka merenggangkan tubuhnya karena terlalu lama duduk dan fokus menatap layar monitor.
Matanya tertuju pada foto alicia yang sedang menggendong faiz dan faizza yang tersenyum ke arah kamera.
Raka tersenyum dan mengusap wajah alicia,
" hemm.. dia sudah pulang atau masih di mall ya ?" tanya raka bertanya pada dirinya sendiri
lalu raka pun menghubungi mamanya dan menanyakan keberadaan alicia. bu mona pun menjawab jika alicia masih berada di mall bersama ralin
Raka pun segera mengambil kunci mobil dan berjalan keluar ruangan nya.
Jimmy dan fanny langsung berdiri saat melihat raka berjalan keluar ruangan
" anda mau kemana pak ? saya akan siapkan mobil" ucap jimmy
" tidak usah. aku akan menemui istriku " sahut raka tanpa menoleh pada jimmy dan fanny
keduanya saling menoleh bingung lalu tersenyum
Raka hanya berjalan santai memasuki lift
cih ! memangnya kalian saja yang bisa berduaan di siang hari begini. aku juga bisa menemui istriku
....
Raka memasuki Mall dan langsung mendapat penyambutan oleh para pegawai di mall itu. raka berjalan santai dan menyusuri mall itu.
dia melirik jam tangan nya
jam makan siang, hmm mungkin dia lagi istirahat. aku akan ke cafe saja.
Rahang raka mengeras saat melihat ada laki-laki yang berani menyentuh tangan istrinya, bahkan dengan beraninya memeluk pinggang nya. istrinya itu sampai menangis. Menangis !!
Raka melangkahkan kakinya dengan cepat,
brukkkk...
Raka menendang kursi yang berada tidak jauh dari tempat laki-laki itu berdiri sembari memeluk pinggang alicia
bugh...
" Kalau kau masih sayang dengan nyawa mu, menjauhlah darinya !! dasar kau sialan !!" hardik raka sembari memukul pipi laki-laki itu
Laki-laki itu terpental dan alicia langsung terduduk, alicia meringis saat melihat pergelangan tangannya memerah.
Raka yang emosi melihat air mata di pipi istrinya segera memukuli laki-laki itu membabi buta. melihat bos mereka dipukuli, 2 laki-laki kekar itu segera melepaskan ralin dan mencoba membantu bosnya yang sedang dipukuli itu.
Raka pun akhirnya melawan mereka bertiga,
bugh..bugh..
Raka yang emosi terus memukuli mereka dan menghindari pukulan mereka
Alicia yang melihat suaminya yang melawan 3 orang hanya bisa menangis. ralin beringsut mendekati alicia dan kedua wanita itu saling memeluk dan menangis bersama.
Melihat keributan, para keamanan pun berdatangan ke cafe itu. keamanan yang mengenali Raka, segera membantu meringkus ketiga orang yang mulai babak belur itu.
__ADS_1
Raka menatap marah pada keamanan itu
" apa kalian sudah bosan bekerja disini ? atau kalian sudah bosan hidup hah ? " sentak raka
" bagaimana bisa keamanan yang begitu banyak di sini tapi istriku bisa sampai seperti ini !! " hardik raka lagi
jimmy yang mendapat telpom dari keamanan Mall pun langsung melesat secepat mungkin menyusul raka.
" jim, bereskan semua kekacauan ini . dan tempat ini beserta orang-orang nya bereskan sampai bersih. terutama dia !! " ucap raka sembari menunjuk dan menatap tajam laki-laki yang sudah babak belur oleh raka
" baik tuan " sahut jimmy sembari menunduk
Raka pun mendekati alicia yang masih terduduk dan syok melihat banyak darah berceceran di lantai, raka mengulurkan tangannya pada alicia,
melihat tangan raka yang terkena darah saat memukuli orang-orang itu membuat alicia bergetar.
Raka yang menyadari perubahan sikap istrinya dengan cepat mengelap tangannya hingga cukup bersih lalu dia menggendong istrinya.
" kau masih bisa berjalan kan ?" tanya raka pada ralin
" bisa pak " sahut ralin sembari mengangguk
" ayo pulang " ucap raka
Ralin pun segera mengambil kantong belanjaan mereka dan berjalan mengikuti raka yang berjalan di depan sembari menggendong alicia
Raka berhenti lalu menatap jimmy
" jim, tangan orang ini berani menyentuh istriku. bahkan sampai menyakitinya " ucap raka lalu kembali berjalan
" Bukakan pintu mobil ku " ucap raka
jimmy mengangguk mengerti lalu berjalan mendekati pemilik cafe itu dan
kletakk..
" akkkkkhhhhhhhhh !!!!" pekik laki-laki itu saat jimmy menekan kuat tangannya.
semua pengunjung bergidik nyeri saat melihat bagaimana jimmy dengan santai nya mematahkan tangan laki-laki itu
barisan laki-laki berseragam hitam dan berbadan tegap langsunh memenuhi cafe itu
" Bereskan tempat ini " ucap jimmy lalu berjalan dan duduk di depan cafe sembari mengelap tangannya dengan tisu.
....
Ralin duduk di sebelah supir sementara raka menemani alicia yang duduk dibelakang.
Wajah raka terlihat sangat khawatir saat melihat pergelangan tangan istrinya yang memerah.
" masih sakit ?" tanya raka sembari meniup-niup tangan alicia
Alicia menggeleng
" gak lagi mas. hanya sedikit perih saja " sahut alicia
" Perih ? sialan harusnya aku sendiri yang mematahkan tangannya " hardik raka kesal
__ADS_1
Alicia pun memeluk raka erat, dan menangis dalam diam. tubuhnya gemetar.
" Mas...aku takut hiks...." ucap alicia lirih dan menangis terisak
Nafas raka tercekat . dia mulai meredakan amarah nya dan memeluk erat alicia sembari mengecup kepalanya berulang kali
" Mas disini sayang. jangan menangis lagi " ucap raka.
mata raka berkaca-kaca seolah ikut merasakan ketakukan istrinya.
Raka mengusap lembut punggung istrinya, dan terus mengatakan jika dia akan berada disini menemaninya. Alicia pun merasa tenang dan perlahan tertidur dalam pelukan Raka.
....
Raka menggendong alicia yang masih tertidur. ralin pun ikut turun dan mereka disambut oleh bu mona yang langsung khawatir saat melihat alicia yang berada dalam dekapan raka
" alicia kenapa raka ?" tanya bu mona
" nanti raka jelaskan ma " sahut raka dan membawa alicia ke kamar mereka
bu mona mendekati ralin dan membawanya untuk segera duduk.
" ada apa nak ? bukankah tadi kalian pergi ke mall ? alicia kenapa ?"
Ralin pun menceritakan tentang kejadian yang tak mengenakkan saat di mall tadi.
Bu mona terlihat sangat terkejut
" tapi kamu gak kenapa-kenapa kan ? " tanya bu mona
" saya tidak apa-apa nyonya. saya hanya terjatuh sedikit saja tadi " sahut ralin
bu mona terlihat bersyukur lalu menyuruh ralin untuk istirahat dulu sebentar sebelum diantar pulang.
...
Raka merebahkan alicia ke tempat tidur. dengan cepat raka mengambil kotak P3K dan segera mengobati tangan alicia yang memerah itu.
brengsek.. beraninya dia membuat tangan istriku sampai seperti ini.
Perlahan alicia membuka matanya,
" Mas.. " ucap alicia lirih
Raka langsung mendekat dan duduk di sebelah alicia
" iya sayang, mas disini.. ada yang sakit ? dimana yang sakit ? mau mas panggilkan dokter sayang ?" tanya raka sembari mengusap lembut pipi alicia.
Alicia menggeleng
Raka pun membantu alicia untuk duduk dan bersandar di tempat tidur. lalu dia mengambilkan air minum untuk alicia.
Alicia kembali memeluk raka dan membenamkan kepalanya di dada raka. raka mengecup kepala alicia dan mengusap nya lembut.
" Masih mau keluar rumah tanpa Mas ? " tanya raka
Alicia menggeleng dengan cepat dan semakin memeluk raka erat.
__ADS_1
Raka kemudian tersenyum lalu kembali memeluk alicia erat dan mengecupi kepala alicia.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...