
alicia menatap jimmy yang sedang meminum kopiny dengan gugup.
" eh ?" ucap alicia saat matanya tiba-tiba ditutup oleh telapak tangan, siapa lagi pelakunya jika bukan suaminya sendiri
" jangan menatapnya seperti itu , kau hanya bisa menatapku !!" ucap raka
huhhh....mas raka !!
alicia menurunkan telapak tangan raka yang menutup matanya lalu menoleh dan tersenyum sangat manis pada suaminya itu.
raka ikut tersenyum lalu mencium pipi istrinya itu.
alicia hanya bisa pasrah kalau suaminya sudah dalam mode posesif nya itu.
lalu dia kembali fokus pada jimmy yang terlihat salah tingkah setelah mengatakan keinginan nya
" kau sungguh-sungguh dengan ucapan mu barusan ?" tanya alicia
jimmy menegapkan posisi duduknya lalu kembali melihat alicia
" iya nona, saya sudah memikirkan ini beberapa kali. dan inilah keputusan yang saya dapat " sahut jimmy
" tapi kau tau kan tentang masa lalu emilia ? masihkah kamu bisa memberikan nya kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan dia kasih sayang ? " tanya alicia
" iya nona. saya akan melakukan yang terbaik. melihat nona emilia menyayangi vinny setulus hatinya, itu sudah sangat membuatku bahagia nona. aku akan memperlakukan dia dengan baik " sahut jimmy
mata alicia berkaca-kaca..
" baiklah jimmy, aku percaya padamu. utarakanlah hal ini pada emilia, aku juga akan ikut memberikan keyakinan pada nya nanti. tapi kau memegang perkataan mu padaku hari ini jimmy " ucap alicia
" baik nona " sahut jimmy
raka mengusap air mata yang akan mengalir dari pelupuk mata istrinya itu
" sayang kau ini, senang kau menangis..sedih pun menangis. " ucap raka
alicia memeluk raka dan membenamkan kepalanya di dada raka.
" aku senang sekali jika akhirnya emilia akan memulai hidup yang baru lagi. " ucap alicia
" iya aku tau.. tapi apakah harus menangis terus? nanti air mata mu habis bagaimana ? " tanya raka ngawur
alicia hanya terkekeh pelan dan semakin mengeratkan pelukannya pada suaminya itu. raka mengusap lembut rambut panjang istrinya itu dan mengecup kepalanya lalu memeluk istrinya
............
Jimmy membuka pintu apartemen nya dan melihat emilia yang sedang menyiapkan makanan di atas meja,
__ADS_1
" ah.. anda sudah datang ? maaf aku belum membersihkan diri " ucap emilia sembari mengusap tangannya di celemek yang dia pakai.
emilia masih memakai piyama tidurnya yang dilapisi celemek, rambut nya hanya dicepol ke atas dan wajahnya polos tanpa sentuhan make up karena dia belum mandi
jimmy hanya berdehem dan mengangguk
" vinny ada di kamar. tapi dia baru saja tidur, seharian ini dia rewel karena demam " ucap emilia
jimmy terkejut
" demam ? bagaimana keadaan nya sekarang ? kenapa nona tidak meneleponku ? " tanya jimmy
" demamnya tidak terlalu tinggi dan obatnya sudah ku sediakan, jadi aku langsung memberinya obat dan mengompresnya, dan panasnya langsung turun hanya saja dia sedikit rewel dan sulit untuk tidur " sahut emilia berusaha menenangkan jimmy yang terlihat khawatir
jimmy hanya mengangguk dan kembali melihat emilia yang tengah sibuk menata makanan di meja
dia sampai tidak sempat mengurus dirinya sendiri
" perlukan aku memperkerjakan pembantu untuk membantumu mengerjakan pekerjaan rumah ?" tanya jimmy
emilia melihat ke arah jimmy dan tersenyum
" tidak perlu,, aku bisa mengerjakan ini sendiri. aku sudah terbiasa dulu mengerjakan pekerjaan rumah tetapi maklum aku belum terbiasa mengurus bayi jadi ya begini..maaf ya penampilan aku masih seperti ini " ucap emilia sembari memegang celemek yang dia pakai
jimmy tersenyum
" apa ? " tanya emilia
" nanti saja setelah makan siang " sahut jimmy
emilia mengangguk
" baiklah kalau begitu aku akan pergi mandi. tolong jaga vinny. jika dia terbangun susu dan obatnya ada di atas nakas " ucap emilia
" iya baiklah.. " sahut jimmy
emilia melepas celemek nya dan berjalan menuju kamarnya.
......
jimmy dan emilia sedang menyantap makan siang mereka, sesekali emilia menepuk pelan vinny yang sedang tertidur di stroler nya
" makanlah dengan tenang, jika dia terbangun tidak apa-apa " ucap jimmy
" tapi kasihan,, dia belum lama tidurnya. nanti malam dia rewel jika tidurnya saat siang kurang. dan akan merepotkan anda nantinya , anda kan masih harus bekerja besok " ucap emilia
jimmy hanya diam dan berpikir jika keputusan nya adalah keputusan yang sangat tepat.
__ADS_1
" nona emilia " ucap jimmy
" hmm ya ? " sahut emilia sembari melihat jimmy
" mau menikaah dengan ku ? dan menjadi ibu yang sah untuk putriku ? " tanya jimmy
emilia terpaku sejenak dan menatap jimmy yang juga sedang menatapnya
" anda tau tentang masalalu ku kan ? anda tidak masalah dengan itu ? aku seorang janda " ucap emilia sembari tertunduk
" saya juga seorang dua anak 1. apa masalahnya ? semua orang memiliki masa lalu. begitu juga dengan saya. " ucap jimmy
" tapi anda pasti masih mencintai kak fanny. aku tidak mau membenani anda dan tidak mau jika kecewa lagi " ucap emilia
" perasaan saya pada fanny memang tidak bisa saya lupakan atau ku hilangkan karena dia pernah menjadi bagian dari hidupku . tapi percayalah saya bisa memberikan cinta yang sama untukmu nantinya, saya hanya minta untuk bersabar. dan untuk vinny..dia bisa mendapatkan seorang ibu yang sah di mata hukum. meskipun nantinya dia tahu jika kau ibu tirinya.. tapi aku yakin kalian akan tetap saling menyayangi " ucap jimmy
emilia menatap jimmy
" anda sedang melamarku ? seperti ini ? " tanya emilia
jimmy terlihat bingung
" ah ya, hampir lupa " ucapnya lalu mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dan membukanya
emilia menatap cincin emas yang bertengger indah di dalam kotak itu
" mau belajar menjalani rumah tangga yang baik dengan ku nona ? " tanya jimmy
" nona ?? jangan panggil aku nona
" emm..emilia ? " tanya jimmy
emilia tersenyum haru melihat cincin itu
bisakah aku mendapatkan semua ini ? bisakah aku menjalani kehidupan rumah tangga ini ?
" kakak tahu jika kalian belum saling mencintai , tapi percayalah cinta akan datang seiring berjalan nya waktu. kakak dan mas raka dulu juga menikah karena faiz dan faizza, dan lihatlah sekarang bagaimana kelakuan kakak iparmu itu. dan ya..kakak juga mencintainya sepenuh hati kakak..jadi kakak percaya kalian berdua akan bisa melewati ini semua dan menjadi keluarga yang bahagia " ucapan alicia saat meneleponnya tadi kembali terngiang di pikiran emilia
Emilia memantapkan hatinya dan tersenyum pada jimmy
" baiklah.. aku bersedia..mari kita belajar sama-sama untuk menjadikan rumah tangga kita agar lebih baik dan menjadi orang tua yang baik untuk vinny " ucap emilia sembari tersenyum
" bukan hanya untuk vinny. tapi juga untuk anak-anak kita nantinya... " ucap jimmy yang sukses membuat pipi emilia bersemu merah
*ya... semoga nantinya aku bisa menjadi seorang ibu yang sesungguhnya...
semoga.....
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...