
Faizza bergelayut manja pada raka. tangisnya mulai mereda , namun matanya yang sembab masih terlihat sangat jelas. raka mengusap lembut wajah putrinya itu
" uhhh..putri papa yang cantik ini, sampe merah gini matanya nak , kangen sama papa ya ?" tanya raka
faizza mengangguk lalu tangan mungilnya kembali merangkul leher raka dan bersandar manja di dekapan raka.
Alicia berjalan mendekati suaminya dan bermaksud mengambil faizza karena raka pasti lelah karena baru pulang dari kantor.
" gak mau. izza mau papa " tolaknya
" biarkan sayang, lagipula kamu jangan gendong izza dulu. kasihan dede bayinya nanti " ucap raka
" gak digendong lama mas, cuma mau diturunin . mas pasti lelah " ucap alicia
" kalian itu penyemangat nya mas, gak mungkin mas lelah sayang , sini cium dulu " sahutnya sembari menarik alicia dan mencium keningnya.
alicia berjalan mendekati putranya yang masih sibuk dengan ipadnya. dia sedikit mengintip apa yang tengah dilakukan oleh putranya itu.
" kakak daritadi main game terus. udah dulu ya, nanti matanya sakit sayang " ucap alicia
" kakak gak main mama " sahutnya
" trus kakak ngapain ?" tanya alicia sembari mengambil ipad putra nya. keningnya mengkerut saat melihat apa yang sedang dikerjakan oleh putranya itu
" Kakak..ini kakak yang buat ? kakak tau darimana sayang ?" tanya alicia sembari menatap putranya tak percaya
" Kakak liat dari meja papa " sahutnya sembari menunduk.
Raka mendekati putra nya dan meminjam ipad nya.
" sini papa lihat nak " ucap nya
faiz pun menyerahkan ipad nya pada raka. raka mengambilnya lalu duduk dan mengamati ipad putra nya. keningnya mengkerut saat melihat apa yang sedang dikerjakan putra nya itu, dia menoleh dan menatap putranya itu dengan tatapan tak percaya
" Anak papa pinter banget sih nak. kok bisa kakak buat grafik seperti ini ?" tanya raka sembari mengusap kepala putranya
" hemm..kakak lihat kerjaan papa sangat banyak. jadi kakak lihat sedikit, terus kakak coba buat seperti di komputer papa. gimana pa ? bener gak kakak buatnya ?" tanya nya pada raka
Raka tersenyum lalu kembali menatap ipad putranya itu
" ini semua benar sekali nak. kakak pinter banget sih buat nya. papa terbantu nih, kebetulan kerjaan ini belum selesai " sahut raka
" bener pa ? ini bener semua ?" tanya balita itu sembari menatap raka dengan mata berbinar
__ADS_1
" iya nak.. " sahutnya
Alicia tersenyum haru lalu memeluk faiz
" uhhh..pinternya sih kak.. anak siapa sih ?" tanya alicia gemas
" Anak mama sama papa " sahutnya sembari tertawa karena alicia menghujani nya dengan ciuman di seluruh wajahnya
raka mengusap kepala faiz, sementara faizza yang berada dalam gendongan raka langsung cemberut, tak lama tangisnya pun terdengar nyaring
" Huaaaaa.....izza juga anak mama sama papa.." isaknya
" yang bilang izza bukan anak mama sama papa siapa coba ? izza sendiri kan ?" tanya faiz
mendengar ucapan kakaknya itu, tangis faizza semakin kuat saja
" Huaaaaaa.....papa..papa... " teriaknya kencang
" shut...diam izza. nanti dede bayinya bangun " ucap faiz
" huhuhuhu...." faizza masih menangis namun dia mengecilkan suara tangisannya yang membuat raka dan alicia tertawa melihat kelakuan putrinya itu.
raka merapikan rambut faizza dan menguncirnya, tangannya mengusap pipi putrinya itu dan menciumnya gemas agar putrinya berhenti menangis
...
2 minggu kemudian
Raka yang sudah mengetahui jika anak-anaknya memiliki IQ yang tinggi membuat raka perlahan mengajarkan anak-anaknya manajemen bisnis tingkat pemula. dan hasilnya memang sesuai dugaan nya, kedua anaknya memahami dengan cepat tentang ilmu manajemen karena raka menerapkan nya dalam contoh kehidupan sehari-hari.
Alicia berjalan sembari membawa nampan berisi susu dan camilan untuk suami dan anak-anaknya yang sedang belajar sembari bermain di ruang keluarga.
" ini susunya diminum dulu nak " ucap alicia seraya meletakkan nampan di meja, faiz dan faizza segera mendekat dan meminum susu
alicia duduk di sebelah raka dan melihat apa yang tengah dipelajari anak-anaknya itu. dia terkaget saat melihay jika itu adalah pertanyaan tentang ilmu manajemen tingkat awal yang biasanya dipelajari oleh anak SMA.
" Mas..ini kok faiz sama izza udah di ajarin begini ?" tanya alicia
" mereka menyukainya, mereka bisa mengerjakan nya juga sayang. gak apa-apa kan belajar sedari dini , jadi kemampuan mereka nanti semakin terasah dengan baik " sahut raka
" iya sih mas. tapi mereka baru berusia 4 tahun mas.. 4 tahun " ucap alicia
" emang kenapa sayang, kamu gak sadar apa ? anak-anak kita itu udah lancar dan fasih berbicara saat umur mereka baru 3 tahun. mas gak tau aja kalau mereka sepintar ini. kalau tau dari awal, mungkin mereka sekarang sudah belajar ilmu manajemen tingkat lanjut sayang " sahut raka
__ADS_1
alicia mendelik menatap raka kesal
" tapi kan mas, mereka masih anak-anak kenapa gak biarin mereka menikmati dulu bermain dengan puas di masa-masa ini . nanti kalau sudah besar baru diajarin manajemen mas " ucap alicia
" mereka belajar sembari bermain sayang, coba dilihat dulu pelajaran mereka itu, itu semua aku terapkan dari kehidupan sehari-hari sayang, gak akan membuat mereka jenuh " sahut raka
" nanti juga mas sempatkan mereka bermain diluar saat mas punya waktu senggang " lanjutnya
" kalau mas sibuk terus ? masa aku harus lihat mereka sibuk juga dirumah ? ayah sama anak sama aja " ucap alicia kesal sembari cemberut membuat raka gemas dan langsung mencium bibir istrinya itu
" Mas... dilihat anak-anak nanti " ucap alicia kesal
" mereka sibuk belajar sayang " sahutnya sembari menunjuk faiz dan izza yang sibuk dengan ipad masing-masing
alicia menghela nafas kesal
" tapi kan mas, nanti mereka kekurangan masa kecil mereka " ucap alicia
" penerus keluarga memang seperti itu sayang, mereka mendapatkan pendidikan lain dari kebanyakan anak lainnya " sahut raka
" hanya saja anak-anak kita lebih cepat sedikit mendapatkannya. biasanya mereka akan mendapatkan pelajaran itu saat usia mereka 6 atau 7 tahun " lanjutnya
Alicia menatap anak-anaknya yang sedang fokus belajar sembari mengusap lembut perutnya
" lalu dia bagaimana ? apa dia juga akan sama seperti kakaknya ?" tanya alicia
raka menunduk dan mengusap lembut perut alicia
" kita akan melihat kemampuan dia sayang. aku tidak akan memaksa jika dia belum bisa belajar sedari dini " sahut raka
alicia terlihat berpikir
mengingat banyaknya perusahaan yang dikelola mas raka, tentu saja mas raka akan tetap membuat anak-anak kami menguasai manajemen agar dapat menggantikan nya kelak. tapi kan aku hanya ingin mereka juga hidup normal seperti anak kecil lainnya, menikmati masa kecil mereka dengan bermain, bukan dengan belajar pelajaran yang harusnya dipelajari anak SMA.
Raka seakan mengerti kegelisahan istrinya itu lalu merangkul bahunya dan mencium keningnya
" sayang, mas tidak akan memaksa jika mereka tidak menyukainya. tapi mereka menyukainya dan bisa melakukannya. karena itulah mas mengajarkan mereka dari sekarang, pada akhirnya juga mereka akan belajar juga kan nantinya ? mas hanya membuat mereka terbiasa terlebih dahulu " ucap raka
" perusahaan papa yang mas kembangkan ada banyak sayang, sekalipun ketiga anak kita dan keonakan kita nanti mengelolanya, masih saja akan ada perusahaan yang memerlukan bantuan orang lain untuk ikut mengawasinya. anak kita dan keponakan kita itu hanya dilatih agar menjadi pemimpin yang baik nantinya. mas jamin mereka tidak akan kehilangan masa kecilnya sayang. mas akan membagi waktu mereka dengan baik " lanjutnya
alicia sedikit terlihat lega, raka memeluk alicia dan mencium keningnya . alicia bersandar di dada raka, dan memeluknya erat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1