
Faiz dan faizza sudah berada diruang rawat vvip, selang infus menancap di tangan kedua balita itu. alicia meringis melihat keadaan anak-anaknya itu. dia duduk disebelah tempat tidur anak-anaknya yang memang berbaring di satu tempat tidur yang besar, dia mengusap lembut keringat yang merembes di kening anak-anaknya . ini pertama kalinya mereka sakit. faiz hanya sakit saat dia masih bayi dulu. sementara faizza baru kali ini. alicia benar-benar dibuat sangat khawatir melihat kondisi anak-anaknya.
perutnya sedari tadi menegang, pinggangnya berdenyut namun secepat mungkin dia duduk , mengatur nafasnya dan mengusap perutnya . dia tidak mau sampai suaminya khawatir dan menyuruhnya untuk pulang, karena dia mau menemani anaknya disini.
" Mereka hanya demam biasa, meskipun suhunya cukup tinggi, karena cepat dibawa kesini, jadi cepat ditangani sehingga tidak membahayakan nyawa mereka jangan terlalu khawatir. mereka terlihat pucat karena dehidrasi, sudah paman beri cairan infus dan obat. mereka akan membaik dalam 2 hari. " ucap dokter ilham sembaru menepuk bahu raka yang terlihat panik itu
" mereka benar-benar tidak kenapa-kenapa kan paman ? ini pertama kalinya mereka sakit seperti itu. " tanya raka
" iya Ka, tenang saja. kau jangan terlalu khawatir" ucap dokter ilham
" nanti paman kabari papa mu. kau disini saja, nanti tante mu kemari " ucap dokter ilham
" kenapa tante kemari paman ?" tanya raka bingung
" kau tidak lihat, karena panik pasti istrimu itu mengalami kontraksi mendadak. masa kau tidak lihat. " sahut dokter ilham
raka melihat ke arah istrinya yang sedang duduk diam sembari mengusap perutnya.
" sayang..kamu kenapa ? sakit perutnya ?" tanya raka khawatir dan berjongkok di hadapan alicia
" gak kenapa-kenapa mas, cuma sedikit kram . " sahut alicia
dokter ilham keluar setelah istrinya masuk ke dalam ruang rawat faiz dan faizza.
" gimana keadaan keponakan-keponakan aku paman ?" tanya arsya begitu melihat dokter ilham keluar
" mereka baik-baik saja sekarang. jika demamnya turun mereka bisa pulang dalam 2 hari. " sahut dokter ilham
" oh...syukurlah.. mereka baru kali ini sakit paman. biasanya mereka itu sangat aktif dan sehat. aku benar-benar khawatir sekali " ucap arsya lega
" wah.. arsya ini ternyata paman yang baik ya. " ucap dokter ilham
" tentu saja paman. aku sudah punya 4 keponakan dan sebentar lagi akan bertambah satu.. wuah.. bahagia sekali paman " ucapnya senang
" lalu kapan kau akan berencana menikah hemn ? kembaran mu anaknya sudah lumayan besar kan ?" tanya dokter ilham
" hehe..aku sedang mwngumpulkan modal paman. aku harus punya simpanan yang cukup agar bisa membahagian istri dan anakku kelak dengan uang ku sendiri. meskipun nanti tetap tinggal dirumah papa, setidaknya aku punya uang sendiri. aky mau merintis usaha sendiri dulu paman " sahutnya
" anak pintar. contoh kakak-kakakmu dengan baik ya " ucap dokter ilham seraya menepuk bahu arsya
" baik paman "
...
Alicia sedang duduk di sofa dan diperiksa oleh dokter rina.
" masih terasa sakit ?" tanya dokter rina
__ADS_1
" tidak lagi tante, bayiku gak kenapa-kenapa kan ?" tanya alicia sedikit khawatir karena perutnya benar-benar sakit tadi, bahkan pinggangnya sampai berdenyut
" tidak nak, kau hanya mengalami kontraksi palsu karena terkejut dan panik. lain kali jangan sampai terlalu terkejut atau panik ya. jaga emosi kamu, biasanya memang kalau sudah hamil besar seperti ini mudah sekali terjadi kontraksi palsu. " ucap dokter rina
alicia terlihat lega dan mengusap perutnya, dokter rina menggenggam tangan ibu muda itu. dia paham sekali bagaimana perasaannya saat ini, anak-anaknya sakit berbarengan, pasti tadi sangat khawatir sampai terjadi kontraksi
" semua sudah baik-baik saja nak. faiz dan faizza sudah baik-baik saja. bayi ini juga tidak-tidak apa-apa. jangan terlalu jadi pikiran ya nak.. " ucap dokter rina lembut
hiks..hiks.. terdengar isak lirih dari ibu muda itu. dia benar-benar takut tadi.melihat kedua anaknya yang tidak sadarkan diri dalam perjalanan kerumah sakit tadi, ditambah lagi perutnya yang menegang dan pinggangnya yang berdenyut kuat membuatnya takut terjadi sesuatu pada bayinya.
" tante aku benar -benar sangat takut tadi " ucapnya lirih sembari terisak.
Raka yang berdiri tak jauh dari alicia merasa ngilu, melihat istrinya yang menangis membuat hatinya sakit. dia melangkah mendekat dan duduk di sebelah alicia lalu memeluknya dan mencium kepalanya
" Mas... Hiks.." ucapnya lirih dalam dekapan raka
" semua baik-baik saja sayang, " ucap raka menenangkan istrinya itu.
dokter rina tersenyum melihat mereka berdua
" ehem.. masih ada tante lo disini " ucap nya
" paman kan masih ada dirumah sakit ini tante, tinggal temuin saja tan " sahut raka dingin
" kau ini " ucap dokter rina sembari memukul bahu raka pelan.
" kak alicia kenapa kak ?" tanya nya pada raka
" hanya panik dek. " sahut raka
Arsya hanya mengangguk dan mengusap kepala keponakan nya bergantian dan mencium pipinya
" cepat sembuh keponakannya paman " ucapnya.
...
Pagi Harinya,
Alicia yang baru kembali dari membeli sarapan berhenti saat melihat orang yang dikenalnya sedang berjalan ke arahnya.
" Kak Alicia ?" sapa orang itu yang ternyata adalah emilia dan juga bersama wira.
Alicia hanya tersenyum
" gimana kabar kakak ?" tanya emilia
" seperti yang kamu lihat. aku baik " sahutnya
__ADS_1
emilia melihat penampilan alicia saat ini, meskipun sedang hamil besar namun kecantikan kakak angkatnya itu seakan tidak luntur sama sekali, bahkan menurutnya sekarang lebih cantik. barang-barang yang melekat di tubuh alicia juga barang-barang mahal dan branded. sepertinya berita tentang alicia yamg menikah dengan putra konglomerat itu benar adanya.
emilia melihat perut alicia yang membesar itu.
kenapa selalu kau yang mendapat sesuatu yang lebih baik dariku ?
" kau sudah hamil berapa bulan kak ? dan sedang apa disini ?" tanya nya
" sudah 7 bulan. aku disini karena anak-anak ku sedang dirawat disini, mereka demam semalam " sahutnya sembari mengusap perutnya
emilia tersenyum miris
" Anak-anak ? "
" iya , anak pertama dan kedua ku kembar. " sahut alicia
emilia lagi-lagi tersenyum miris menatap wira yang juga terlihat begitu sendu menatap alicia
lagi-lagi kau begitu beruntung kak. kau akan memiliki 3 anak. sedangkan aku dan wira sampai saat ini belum memiliki anak sama sekali. kenapa selalu kau..
" kalian disini sedang apa ? " tanya alicia balik
" hanya cek kesehatan saja " sahut emilia cepat
" baiklah..aku sudah terlalu lama keluar. nanti suamiku mencari ku. tadi dia masih tidur. aku harus mengantarkan sarapan ini, kalau ada kesempatan kita bisa bertemu lain kali. permisi " ucapnya sembari berlalu, sebenarnya dia merasa tidak nyaman dengan tatapan wira padanya.
emilia mengangguk dan tersenyum.
kau tidak bisa lebih bahagia dariku kak..aku tidak rela.
..
Alicia masuk keruang rawat dan mendapati suaminya yang sedang berdiri menatapnya
" Darimana ? kenapa keluar sendirian ? kan bisa bangunin mas sama arsya " tanya raka
" beli sarapan mas. kalian berdua tidur nyenyak sekali. aku tidak tega buat bangunin kalian berdua" sahut alicia
" iya tapi kan kamu gak boleh keluar sendirian. " ucap raka
" ini rumah sakit mas, ada banyak orang disini. apa yang mas khawatirkan hemm ?" tanya alicia sembari memeluk lengan raka
" sarapan dulu ya " ucapnya
raka mengangguk lalu membangunkan arsya untuk sarapan bersama.
alicia menatap keduanya sembari terlihat berpikir. perasaan nya tidak enak sejak bertemu dengan emilia dan juga wira di lorong rumah sakit tadi. perasaanya benar-benar tak karuan dan cemas. sesaat perutnya kembali menegang dan berdenyut, lalu alicia dengan cepat mengatur napasnya agar mengurangi rasa tegang dan berdenyut itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...