
sudah 1 minggu angel berada di keluarga hadi wijaya, dan selama itu pula dia terus berusaha menarik perhatian raka, namun raka tetaplah raka, dia tetap bersikap seperti biasanya apalagi ketika dia sudah dibuat pusing oleh sikap alicia yang sering berubah-ubah. kadang alicia begitu manja sekali padanya dan kadang istrinya itu sangat cuek, bahkan dia pernah diusir dari kamar karena tiba-tiba memeluk istrinya
berkat bantuan jimmy, setidaknya dia mengerti jika alicia tidak nyaman jika angel berada dirumah mereka, karena itulah raka semakin menjaga jarak nya dari angel, meskipun tinggal dirumah yang sama, tapi sebisa mungkin raka menghindari bertemu dengan angel kecuali di meja makan saja. dan hal itu membuat angel menggila.
akhirnya angel menyusun keberaniannya dan akan melakuakn rencana terakhirnya dalam menarik perhatian raka
..
Risya bergegas datang kerumah papa nya setelah mendengar kabar dari arsya mengenai kedatangan angel
plakk...
risya memukul bahu arsya dengan kuat
" kenapa baru bilang sekarang arsya !"
" aku lupa, hehehe " sahut arsya
" kau ini, kak alicia pasti sedih sekali beberapa hari ini " ucap risya khawatir dan berjalan cepat menaiki tangga
dion terlihat panik mengikuti risya yang setengah berlari menaiki tangga
" hey..hati-hati. pelan - pelan saja jalannya. nanti juga masih sampai ke kamar kak alicia " ucap dion
risya pun memperlambat jalannya, lalu memasuki kamar kakaknya dan melihat alicia yang tengah merapikan pakaian anak nya.
" kak alicia ..." ucap risya
alicia menoleh dan melihat risya, mata alicia mulai berkaca-kaca lalu dia pun berlari menghampiri risya dan memeluknya erat.
" risya... hiks..hiks.... " isak tangis alicia terdengar saat dia memeluk risya
risya pun semakin erat memeluk alicia dan berusaha menenangkannya.
" tenang kak. kakak yang kuat ya, aku ada disini jadi kakak tenang saja " ucap risya sembari ikut menangis melihat kakak iparnya itu menangis
alicia hanya diam namun isak tangis nya masih terdengar, dion hanya diam di ambang pintu melihat kedua wanita yang ada dihadapannya saling berpelukan dan berbagi tangisan. perlahan dion mundur dan menutup pintu kamarnya.
..
dion turun dari tangga dan bergabung bersama para laki-laki disana, tak lama bu mona dan bi inah datang membawa minuman dan makanan untuk mereka
" nak dion, dimana risya ?" tanya bu mona
" di kamar kak alicia ma, mereka berdua sedang menangis disana " sahut dion
raka yang mendengar istrinya sedang menangis segera bangun namun pak hadi menahan tangan raka.
" biarkan ka, terkadang seseorang butuh waktu untuk melepaskan emosinya. dan menangis adalah salah satu caranya. biarkan dulu " ucap pak hadi
" biar mama yang melihat mereka " ucap bu mona lalu berdiri
raka kembali duduk lalu dion menepuk bahu raka
__ADS_1
" kau akan tetap memilih istri mu kan ?" tanya dion
raka melirik dion
" tentu saja, apa yang kau pikirkan . kau pikir aku gila apa mau meninggalkan alicia. bahkan jika aku harus memilih antara mati atau meninggalkan istriku, maka lebih baik aku mati daripada harus meninggalkan nya " sahut raka emosi
dion tersenyum lalu melirik ke belakangnya, ternyata ada angel yang berdiri tak jauh dari mereka duduk.
Pak hadi dan arka yang melihat senyum dan lirikan dion langsung melihat ke belakang dan mereka melihat angel yang tertunduk tak jauh dari mereka duduk saat ini
pak hadi menghela nafas
meskipun tidak langsung. aku sangat berharap penolakan raka ini akan membuat angel berhenti disini.
angel berbalik ke kamarmya dan mengunci pintunya lalu dia mengacak-acak kamarnya dengan penuh emosi
...
bu mona masuk dan melihat putri dan menantunya sedang berpelukan dan masih menangis
bu mona ikut memeluk mereka berdua
" sayang, sudah jangan menangis lagi ya. mama jadi ikut sedih ini " ucap bu mona
Alicia dan risya pun langsung memeluk bu mona.ketiga wanita itu malah berbagi tangisan kembali .
namun mereka berhenti saat mendengar si kembar terbangun dari tidurnya dan menangis. alicia langsung menidurkan kembali anak-anak nya dibantu risya dan bu mona
" percayalah, semua akan baik-baik saja sayang " ucap bu mona lembut
alicia menatap bu mona dan tersenyum lalu menghapus air matanya.
..
saat makan malam bersama, angel dengan tidak tahu malunya menyendokkan makanan dan berusaha menyuapkan nya pada raka, dan tentu saja hal itu membuat alicia emosi
" bisa berhenti mengganggu suami ku angel ?" tanya alicia
semua orang menoleh pada alicia termasuk raka, raka yang memang tidak peka akhirnya mengerti jika wanita yang membuat alicia uring-uringan akhir-akhir ini adalah angel.
angel menatap sinis alicia
" kau tidak berhak melarang aku "
" aku ini istri sah nya mas raka, dan tentu saja aku berhak atas dirinya " sahut alicia
" itu tidak akan lama lagi , aku akan merebutmya dari mu "
" Angel !! jaga sikap mu !" ucap pak hadi
" kami mendiamkan mu selama 1 minggu ini bukan berarti kami menyetujui apa yang kamu lakukan. kami hanya ingin agar kau bisa melihat jika usaha mu itu akan sia-sia dan kau akan berhenti dengan sendirinya. tapi ternyata paman salah. kau sangat keras kepala " ucapnya lagi
angel hanya diam sembari menatap marah pada alicia, namun alicia juga balik menatapnya dengan kesal.
__ADS_1
" tapi paman, aku menyukai kak raka sejak dulu. kenapa dia malah menikahi wanita ini , aku tidak terima semua in" bela angel
" apa aku menyukai mu ? angel , aku hanya menganggapmu sebagai adik sepupu ku saja tidak lebih, jadi berhentilah bersikap seperti ini. " ucap raka dingin
" aku hanya mencintai 1 wanita dan itu adalah istri ku, dan istri ku hanya alicia seorang. aku harap kau mengerti akan hal ini "
" tidak kak. kakak juga menyukai ku. kakak hanya tidak mau membuat istri kakak sakit hati karena itulah kakak mengatakan tidak menyukai ku " pekik angel
" apa kau tidak mengerti bahasa manusia, meskipun kau adalah kerabat kami, bukan berarti kami bisa memahami perbuatan mu angel " ucap risya
dion hanya mengusap bahu risya yang mulai terlihat emosi dengan sikap angel
" pikirkan lah apa yang harus kau lakukan angel, jika kau masih berpikir untuk merebut suamiku. jangan pernah berharap " ucap alicia
angel menatap alicia dengan kemarahan yang benar-benar sangat memuncak.
alicia mendengar bayi nya menangis, alicia pun segera berlari menaiki tangga, risya pun berdiri dan menyusul alicia
" pikirkan dengan baik, angel hendarto !" ucap risya sebelum berjalan mengikuti alicia
angel yang sudah sangat emosi mendapat penolakan baik dari raka maupum keluarga nya membuat angel kehilangan kendali
" kakak benar-benar tidak ingin bersama ku ?" tanya angel
" tentu saja tidak " jawab raka dingin
angel langsung berdiri dan berlari menyusul alicoa dan risya, alicoa sempat terhenti di dekat tangga, tangannya menggenggam erat selusur tangga mencoba meredakan amarah nya.
" alicia, aku akan membunuhmu !" pekik angel lalu berlari dan menarik alicia,
" singkirkan tangan mu " pekik risya
" risya menjauh dek " pekik alicia berusaha menjauhkan risya dari angel
" jika aku tidak bersama kak raka, maka kau pun juga begitu . selamat tinggal alicia.." pekik angel lalu mendorong alicia, namun risya yang memegang tangan alicia ikut terdorong juga. melihat risya yang ikut terdorong membuat alicia segera memeluk risya dari belakang dan keduanya berguling-gulinggan di tangga bersamaan.
raka dan dion yang berlari seketika berhenti saat melihat wanita mereka jatuh berguling-guling menghantam anak tangga dan akhirnya menghantam lantai.
" tidak......!!" pekik semua keluarga saat melihat alicia dan risya yang tergeletak di dekat tangga.
darah mengalir deras dari kepala alicia yang berusaha melindungi risya dengan membiarkan dirinya yang terus menghantam anak tangga.
" kak alicia...." ucap risya lirih sembari memegang perutnya sebelum akhirnya dia tidak sadarkan diri juga. meskipun tidak terluka parah, namun darah segar mengalir di antara paha risya.
dion segera mengangkat tubuh risya yang berada di atas tubuh alicia.
" risya.. bangun " panggil dion panik
raka yang tersadar langsung terduduk dan menangis melihat istrinya yang bersimbah darah dan tidak sadarkan diri
jangan pernah mencoba untuk meninggalkan mas sayang...
...****************...
__ADS_1