
langkah kecil nan menggemaskan menghiasi hari-hari di keluarga kecil Raka dan alicia, setiap hari mereka selalu dibuat pusing dengan tingkah laku si kembar yang mulai aktif untuk belajar berjalan, tetapi mereka tetap bahagia menjalani rumah tangga mereka.
Tak terasa hampir 1 tahun mereka menjadi orang tua, melihat langkah kaki kecil milik faiz dan faizza membuat hari-hari Alicia semakin bahagia,
" hati -hati sayang nya mama , " ucap alicia sembari menjaga anak-anaknya.
" hup.. dapat , ayo kita terbang " ucap raka sembari mengangkat kedua anaknya dan tentu saja membuat si kembar tertawa gembira
" wahh...cucu-cucu oma sudah pada mandi ya , ayo jalan-jalan sama oma sama opa ke taman " ucap bu mona saat melihat kedua cucunya sedang digendong oleh raka
raka pun menurunkan faiz dan faizza, kedua batita itu segera berjalan kecil menuju bu mona dan pak hadi yang duduk di sebelah alicia
" sini..sini.. " ucap pak hadi sembari merentangkan tangannya dan si kembar pun langsung menghambur ke pelukan pak hadi
" mau diajak jalan -jalan ke taman pa ?" tanya alicia
" iya nak, cuaca pagi ini sepertinya mendukung untuk jalan-jalan di taman belakang " sahut pak hadi
Alicia pun memakaikan sepatu pada faiz, raka pun mendekat dan memakaikan sepatu pada faizza,
pak hadi dan bu mona tersenyum melihat keduanya yang saling membantu dalam mengurusi si kembar,
pak hadi dan bu mona pun menuntun kedua cucunya itu menuju taman belakang untuk menikmati pagi yang cerah ini.
" Mas mau berangkat ?" tanya alicia sembari merapikan dasi raka
" iya sayang, mas ada rapat hari ini " sahut raka
" kapan kita kerumah risya lagi ? aku tidak sabar bertemu dengan Daffa, " ucap alicia
" nanti ya sayang , mas lihat jadwal mas hari ini dulu, kalau pekerjaan nya bisa ditunda kita kerumah dion siang ini , mas juga ada urusan sama dia " sahut raka
" urusan ? urusan apa ?" tanya alicia
" ada, ya sudah mas berangkat dulu ya sayang " ucap raka sembari mencium kening alicia
" iya mas hati-hati ya " sahut alicia sembari tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
mata faiz dan faizza hanya fokus menatap bayi yang sedanh tertidur lelap di dalam box bayi, ya bayi itu adalah Dafa, anak pertama dion dan juga risya.
risya tersenyum lalu mendekati faiz dan faizza
" lucu ya dedek bayi nya ? faiz sama faizza mau juga ? " tanya risya
faiz dan faizza mengangguk, risya lagi-lagi tersenyum
" tuh kak..mereka udah pengen punya dedek bayi lagi " ucap risya.
__ADS_1
alicia memukul pelan tangan risya,
" apaan sih dek, nanti aja lah. faiz sama faizza belum terlalu besar. nanti malah kasih sayang mereka kebagi sama adek mereka. " ucap alicia
risya pun tertawa. tiba-tiba dia teringat sesuatu
" Eh kak, risya mau nanya nih ," ucap risya
" tanya apa ?"
" kakak kemarin pas melahirkan si kembar sakit gak ? " tanya risya
" ya sakitlah dek, masa enggak sih. ada-ada aja kamu. memang kamu gak merasa sakit saat melahirkan dafa ? " sahut alicia sambil tertawa
" ya sakitlah kak..sakit banget malah. padahal cuma satu kak, gak kebayang gimana kakak dulu melahirkan dua bayi sekaligus, wah...aku merinding nih kak " ucap risya
alicia tersenyum, lalu mengusap bahu risya
" tapi sekarang bahagia sekali kan rasanya? melihat bayi yang selalu kita bawa kemana-mana selama 9 bulan , telah lahir dan kita bisa melihat nya secara puas ? rasanya lega dan sangat bahagia bukan ? rasa sakit itu gak ada apa-apa nya dibandingkan rasa bahagia setelah melihat mereka menangis " ucap alicia
risya mengangguk
" iya kak, aku seneng banget pas liat dafa nangis kuaaat...banget kak. lega banget rasanya kak , akhirnya aku jadi ibu " sahut risya
alicia tersenyum
" tau gak kak, kak dion semua tangannya habis aku cakar dan rambutnya banyak yang rontok karena sering aku tarik-tarik saat aku kontraksi kak, lega banget rasanya semua dendam aku terbalaskan sama kak dion karena dia cuma tau enaknya aja , hehehe..." ucap risya heboh
" kak..maaf ya, risya jadi buat kakak mengingat masa lalu kakak.. maafin aku ya kak.." ucap risya sedih
alicia menggeleng
" itu sudah lewat dek. masa-masa itu sudah diganti oleh mas raka dengan masa-masa yang sangat bahagia selama hampir 1 tahun ini. hanya saja terkadang aku merasa masih sedikit merasa sedih saja. " sahut alicia
" bener kakak gak apa-apa ?" tanya risya
" gak apa-apa kok sayang , " ucap alicia
" oh iya kak, jarak faiz sama faizza berapa lama ? kalau aku sama arsya cuma 5 menit. kalau mereka ? " tanya risya
" 20 menit dek, kakak sempat pingsan setelah faizza lahir. bidan nya butuh waktu buat menyadarkan kakak dan menambah kekuatan kakak saat itu " sahut alicia
risya terlihat sedih
" pasti sulit sekali ya kak , "
" udah berlalu dek. yang penting sekarang kakak sudah sangat bahagia sama mas raka dan anak-anak kakak " sahut alicia sembari tersenyum
risya pun ikut tersenyum
__ADS_1
" oh ya kak, ngomong-ngomong kak arka belum ada tanda-tanda punya pacar begitu ? " tanya risya
alicia menggeleng
" setahu kakak Arka hanya sibuk bekerja dengan mas Raka dan jika pulang dia hanya akan bermain dengan si kembar dan juga main game dengan arsya. " sahut alicia
risya menepuk jidatnya
" Kulkas berjalan ketiga itu !"
" yang pertama dan kedua siapa ?" tanya alicia bingung
" yang pertama tentu saja suami kakak, dan yang kedua itu tuh papanya daffa. " sahut risya
alicia mengerutkan keningnya, lalu tak lama dia tergelak . diikuti oleh risya yang juga ikut tertawa kecil.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam Harinya,
Alicia yang baru selesai menidurkan si kembar di kamar mereka sendiri, alicia pergi ke dapur dan menyiapkan kopi dan juga cemilan untuk suaminya yang sedang bekerja di kamar.
alicia membuka pintu dan melihat raka yang sedang duduk bersandar di tempat tidur, alicia menatap heran pada raka yang hanya menatapnya saja. alicia pun meletakkan nampan di meja dan mendekati suaminya
" lho mas kenapa ? kok nangis ?" tanya alicia panik saat melihat mata raka yang memerah dan air mata yang terus menangis
Raka pun hanya diam dn memeluk erat alicia..
alicia pun jadi bingung sendiri dan dia hanya bisa mengusap punggung raka
" Mas kenapa hemm ??" tanya alicia lembut
" Maafin mas ya sayang , hiks..." ucap raka sembari menangis
" iya mas, tapi maaf buat apa ? emang mas buat kesalahan apa hemm ??" tanya alicia lagi
" maafin mas ya sayang , maaf kan mas " ucap raka lagi, hanya kata maaf yang terus yang dikatakan raka sembari menangis dan memeluk erat alicia
" mas punya selingkuhan nya ? makanya nangis begini ?" selidik alicia
Raka langsung melepas pelukannya dan menghentikan tangisannya lalu menatap alicia,
" lebih baik mas mati saja daripada harus berpaling dari kamu sayang " ucap raka yakin
alicia tersenyum karena tadi dia hanya main-main saja, karena suaminya itu terus saja menangis dari tadi.
" terus mas nangis kenapa ? minta maaf terus dari tadi " selidik alicia
Raka kembali diam dan memegang kedua tangan Alicia
__ADS_1
" maaf...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...