Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Wedding Day " Arka dan Ralin "


__ADS_3

Aula Hotel nampak indah dengan hiasan bunga-bunga dan dekorasi pernikahan yang klasik namun mewah.


Arka tengah berdiri bersama Raka dan juga Arsya, ketiga kakak beradik yang tampan itu sedang berbicara sembari tertawa membuat ketiga nya menjadi pusat perhatian wanita yang menjadi tamu undangan .


Pak hadi dan bu mona juga terlihat berbincang dengan rekan bisnisnya.


..


sementara itu terlihat ralin yang tengah duduk di depan meja rias sedang menahan kegugupannya. dahinya berkeringat dan kedua tangannya saling bertaut untuk mengurangi rasa gugupnya.


" sudah siap ? " tanya alicia yang baru masuk ke dalam kamar itu


ralin menoleh dan melihat alicia yang sangat cantik dengan balutan gaun silver nya.


" kakak cantik sekali ," puji ralin saat melihat alicia


" kamu lebih cantik. kamu bintangnya hari ini , " ucap alicia


Alicia lalu mengalungkan sebuah kalung berlian pada ralin


" ini hadiah dari kakak, semoga kamu dan arka bahagia selalu " ucap alicia sembari tersenyum


Ralin menyentuh kalung berlian dengan desain simpel itu yang sangat cocok saat dipadukan dengan gaun putih tulangnya, lalu tersenyum


" terima kasih kak.. " ucapnya terharu


" sama-sama " sahut alicia


Ralin melihat ke arah pintu, fanny sedang tersenyum ke arah mereka sembari mendorong stroler faiz dan faizza. kedua balita itu tampak cantik dan gagah dengan setelan jas dan gaun princess nya


" wah...faiz sama faizza gemesin.. " ucap ralin sembari mendekati faiz dan faizza yang terlihat mulai belajar berbicara meskipun masih sangat belum jelas sama sekali


" wawawawa.... " sahut mereka sembari menunjukkan ekspresi wajah yang akan membuat orang yang melihatnya menjadi gemas sendiri.


" ya udah jalan yuk " ajak fanny lalu merangkul tangan ralin. sementara alicia mengikuti di belakang sembari mendorong stroler anak-anaknya.


...


Mata semua orang tertuju pada Ralin yang sedang berjalan bersama fanny, banyak dari mereka bertanya-tanya siapa gerangan wanita kedua yang beruntung menikahi putra Hadi Wijaya itu ?


sementara Raka hanya fokus pada 3 orang terpentingnya yang berjalan di belakang pengantin wanita. alicia yang melihat raka tersenyum padanya itu pun membalas senyuman suaminya.


Arka mengulurkan tangannya dan disambut oleh ralin, meskipun gugup ralin tetap berusaha tersenyum seolah dia benar-benar baik-baik saja.


Raka pun memeluk pinggang alicia dan memegang stroler kedua anaknya. Alicoa tersenyum sumringah saat ikut menjadi saksi bisu pernikahan antara arka dan juga ralin. tak terasa dia menitikkan air mata haru.


" hey, kenapa menangis ?" tanya raka sembari mengusap lembut pipi istrinya


" aku terharu mas, semoga arka bisa memperlakukan ralin dengan baik meskipun mereka belum saling mencintai satu sama lain " sahut alicia


Raka memeluk istrinya yang berhati selembut sutra itu, mudah sekali bagi istrinya itu untuk menangis.


" iya iya.. semoga saja "


..

__ADS_1


Ralin menghampiri bu ratna dan memeluknya erat sembari menangis haru


" sudah jangan menangis nak, nanti make up nya luntur lo " ucap bu ratna bercanda


" do'ain ralin ya bu " ucap ralin


" selalu nak... kamu juga jaga kesehatan ya. " saht bu ratna


kedua pengantin pun bersalaman dan berpelukan dengan keluarga.


" Akhirnya aku punya kakak ipar lagi. cantik dan baik pula. seperti idaman ku. " ucap risya sembari memeluk ralin


" terima kasih " sahut risya masih malu


" dan kau arsya ! kau harus mencari kakak ipar yang baik juga untukku. " ancam risya pada saudara kembarnya itu.


" tenang saja. aku akan memilah-milah satu persatu dari sekian banyak para gadisku dan memilih satu " sahut arsya


" PARA GADISKU ??" tanya raka sembari menatap tajam kearah arsya


" Maksudku para gadis yang ada kak " ralat arsya dengan cepat


huffthh...ini mulut


" imut sekali, siapa namanya ?" tanya ralin sembari menyentuh pipi gembul baby dafa yang sedang tertidur pulas dalam gendongan risya


" nama aku Dafa tante " sahut risya sembaru menirukan suara anak kecil


" imutnya.. " ucap ralin gemas


ralin terlihat salah tingkah lalu tersenyum canggung. sementara arka hanya terlihat diam saja.


Pak hadi hanya diam menatap arka yang juga terlihat diam saja bahkan terkesan cuek itu


...


Acara pernikahan telah usai dilaksanakan, semua orang sudah kembali kerumah masing-masing. begitu juga dengan keluarga besar Hadi Wijaya.


Risya dan dion juga menginap di rumah pak Hadi karena masih ingin berkumpul bersama keluarga nya. sejak ikut dion pindah keluar kota, risya jadi sangay jarang bertemu keluarga nya, dia hanya bisa menanyakan kabar lewat telepon ataupun video call saja.


..


Raka menggendong faiz dan faizza menuju kamarnya dan menidurkan mereka berdua,


sementara alicia membantu bu mona membereskan kamar tamu yang akan dipakai oleh risya dan juga fanny yang diminta untuk menginap disini malam ini.


" nak , sudah biarkan mama saja. kamu istirahat sana. nanti faiz sama faizza butuh kamu " ucap bu mona


alicia tersenyum


" Mama yang seharusnya istirahat. seharian ini mama menemui kolega bisnis papa dan juga teman-teman mama. biar alicia yang meneruskan ini. ada mas raka yang jagain faiz dan faizza. " ucap alicia


bu mona yang memang merasa lelah itu akhirnya menurut dan lekas berjalan menuju kamarnya


" loh.. sudah selesai berbenah kamarnya ?" tanya pak hadi saat melihat istrinya kembali lebih cepat

__ADS_1


" belum pa, menantu papa itu lo yang meminta mama untuk cepat istirahat. " sahut bu mona sembari melepas sendal nya dan menghapus make up nya.


Pak hadi tersenyum


" menantu papa itu memang yang terbaik. " ucap pak hadi


" menantu mama juga dong. " sahut bu mona


" loh..tadi katanya menantu papa" goda pak hadi


" his papa ini. menantu kita !" ucap bu mona kesal


pak hadi terkekeh lalu membaringkan tubuhnya. bu mona pun ikut berbaring dan segera memejamkan matanya.


...


Ralin terus duduk sembari menautkan jemarinya mengurangi rasa gugupnya itu. setelah mandi dan berganti pakaian, ralin hanya duduk di tepi tempat tidur menunggu arka yang sedang membersihkan dirinya.


apa yang harus kulakukan ? apa aku harus tidur dulu atau menunggu nya ? jika aku menunggunya nanti dia berpikir aku mengharapkannya. tapi dia akan berpikir aku tidak menghormatinya jika tidur lebih dulu. aku harus bagaimana ini ?"


Ceklek..pintu kamar mandi terbuka, arka dengan santai nya berjalan menuju ruang ganti dengan melilitkan handuk di pinggangnya.


dan ralin jangan ditanya lagi. tubuhnya langsung membeku, melihat arka yang hanya memakai handuk itu membuatnya sangat terkejut


huffft.... ralin menghembuskan nafas setelah arka masuk ke ruang ganti.


gila ! aku hampir lupa bernafas


Arka yang sudah selesai memakai baju segera mendekati ralin


" kita tidak membuat perjanjian pra nikah sebelumnya. jadi kita hanya akan membuat satu perjanjian saja. " ucap arka


" apa ? " tanya ralin


" kita menikah hanya untuk membuat orang tua kita senang saja. kita bisa romantis jika di hadapan mereka dan kita bisa bersikap seperti biasannya jika kita hanya berdua saja. " ucap arka


Ralin tampak berpikir


" tapi nanti seluruh keluarga akan curiga. bapak tidak lihat. kita disuruh tinggal disini karena kita akan diawasi " ucap ralin ragu


" kita akan punya anak. dan setelah itu mereka akan berhenti mencurigai kita " sahut arka santai


" A...Anak ??" tanya ralin kaget


" iya anak. dengan begitu semua orang akan berpikir jika pernikahan kita baik-baik saja " sahut arka lagi


Ralin tampak berpikir dan dengan cepat arka menindih tubuh ralin


" Tu..tunggu.. apa..apakah harus sekarang juga ?" tanya ralin


" mama itu sangat teliti. " sahut arka lalu mulai mencium bibir ralin dan leher ralin


ralin hanya bisa mencengkram bahu arka dan menerima apa yang dilakukan arka padanya malam itu.


Malam pertama yang tanpa cinta itu pun akhirnya dimulai oleh arka dan juga ralin

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2