Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kemarahan Raka


__ADS_3

bu mona menuntun alicia yang sedang mendorong stroler bayi nya, air mata alicia tidak berhenti mengalir hatinya begitu sakit mendengar hinaan untuk kedua anaknya, dia tidak masalah jika dirinya yang dihina, tapi hatinya benar-benar sakit jika mendengar hinaan untuk kedua anaknya.


" mama janji, dia bakalan dapat balasan atas perbuatan nya sama kamu sayang. mama gak rela kamu diperlakukan seperti ini " ucap bu mona sembari memeluk alicia


" alicia baik-baik aja ma, udah tenang aja. jangan bilang sama mas raka ya ma " ucap alicia


bu mona hanya diam lalu mendorong stroler cucunya dan masuk ke dalam rumah


langkah alicia terhenti saat melihat seseorang tengah berdiri diruang tamu.


mas raka..


..


tring...


sebuah pesan masuk ke ponsel raka, raka langsung berdiri dan membuat semua karyawan nya kaget termasuk jimmy.


raka pun langsung berlari keluar tanpa memperdulikan rapat yang sedang berlangsung.


" sekian rapat hari ini. " ucap jimmy sebelum berlari mengikuti raka.


" pulang sekarang, istri mu terluka "


pesan singkat dari sang mama langsung membuat raka sangat khawatir. pikiran nya tak karuan memikirkan apa gerangan yang terjadi pada istrinya itu


..


raka mendekati alicia, dia sangat terkejut saat mendapati mata istrinya yang sembab, dan dia terlihat menahan amarah tatkala melihat pipi istrinya yang membengkak dan ujung bibirnya yang terluka.


" siapa orang nya ?" tanya raka


alicia hanya diam menunduk, dia tidak berani menatap raka apalagi menjawab nya.


" katakan siapa dia sayang !" tanya raka tidak sabar


bu mona mengusap lembut bahu raka


" tenangkan dulu istrimu, jangan buat dia tambah syok nak "


raka pun melihat istrinya yang masih menunduk , kemudian dia menyesal telah membiarkan istrinya mengalami semua ini, raka pun menarik alicia kedalam pelukannya. dipeluk raka membuat pertahanan alicia langsung runtuh,


" hiks..hiks... " alicia terisak dipelukan raka


raka membelai lembut sembari mencium puncak kepala alicia, berusaha menenangkan nya.


..


alicia sedang diperiksa oleh dokter ilham, sebenarnya alicia tidak mau diperiksa oleh dokter, tapi melihat ekspresi raka yang sedang menahan amarah membuat alicia terdiam dan menurut saja.


luka di bibir alicia sudah diobati, begitu juga dengan pipi alicia yang membengkak.


" kedepannya kau harus lebih berhati-hati nak , paman sangat paham bagaimana cara raka melindungi seseorang yang disayanginya. " ucap dokter ilham


alicia pun hanya mengangguk


" sudah, nanti malam pasti bengkaknya akan menghilang dan rasa sakitnya pasti berkurang." ucap dokter ilham lagi


" terimakasih dokter. maaf merepotkan " ucap alicia


" sama-sama dan ini tidak merepotkan. paman juga pernah dipaksa kesini oleh raka saat risya tergores pinggiran meja , kau tau risya hanya memiliki 1 goresan yang sangat kecil saja " cerita dokter ilham


alicia tersenyum mendengar cerita dokter ilham, tak lama raka masuk membawa air minum lalu menyerahkan nya ada alicia


" nah silakan minum obatnya, paman permisi dulu " ucap dokter ilham


" terimakasih paman " ucap raka

__ADS_1


dokter ilham pun tersenyum lalu menepuk bahu raka dan berjalan keluar.


raka duduk di samping alicia lalu melihat pipi serta bibir alicia, tak sampai disitu raka bahkan membolak-balikkan tubuh alicia, melihat seksama pada tangan dan kaki alicia.


" mas ngapain ?" tanya alicia bingung


" ngecek kalau kamu memiliki luka yang lain lagi " sahut raka


" gak ada lagi mas, beneran mas " sahut alicia sedikit frustasi melihat tingkah raka.


" kamu beneran gak apa-apa kan sayang ? apa kita kerumah sakit aja ? biar kamu dirawat disana ?" tanya raka lagi


kepala alicia berdenyut, dia benar-benar kewalahan menghadapi sifat raka


" mas... tadi aja manggil dokter udah sangat berlebihan, mas malah mau bawa aku kerumah sakit buat dirawat. entar orang bilang aku manja lagi mas " protes alicia


raka hanya diam tak bereaksi, dia cuma cuek saja


" ya sudah kamu sekarang istirahat saja " ucap raka sembari menyelimuti alicia lalu mencium kening alicia


alicia tersenyum lalu memejamkan matanya.


...


Rahang raka mengeras, matanya memerah melihat video yang di dapat mamanya dari seorang pengunjung supermarket. raka mengepalkan tangannya


" beraninya dia !" hardik raka kesal sembari memukul meja kesal


pak hadi juga terlihat menahan amarah nya,


bisa-bisa nya ada orang yang mengatakan hal sekejam itu pada cucuku.


raka menelepon jimmy


" cari tahu orang yang ada divideo itu secepatnya" titah raka


" baik tuan "


" ini salah raka ma, pa. andai waktu itu raka cepat menemukan alicia, alicia gak akan mengalami penghinaan dari orang-orang. dan anak-anakku tidak akan dihina seperti ini " ucap raka penuh sesal


pak hadi berjalan mendekati raka lalu menepuk pundaknya


" kamu sudah berusaha yang terbaik menebus semuanya nak. papa tau itu " ucap pak hadi


raka menunduk melihat lantai, air matanya menetes ketika mengingat bagaimana dulu istrinya yang sedang mengandung mendapat banyak hinaan dan cacian , bahkan anak-anak nya sampai dikatakan anak haram oleh orang lain. hatinya benar-benar sangat sakit mengingat nya


bu mona merangkul raka


" lakukan apapun nak. mama tidak rela menantu dan cucu-cucu mama dihina terus seperti ini " ucap bu mona sembari menangis


" sakit hati mama " ucapnya lagi


tring...


ponsel raka berbunyi dia melihat sebuah data diri di ponsel nya, raka terlihat berpikir lalu dia pamit untuk pergi keluar rumah sebentar.


...****************...


dion pun segera menghampiri raka yang tengah duduk di sebuah restoran,


" ada perlu apa kak raka " tanya dion canggung


" aku perlu bantuan mu " sahut raka


dion mengernyitkan dahinya, seorang raka hadi wijaya memerlukan bantuan nya dan ekspresi raka terlihat sangat serius


raka menyodorkan ponsel nya dan terlihatlah video dimana alicia yang tengah dihina dan sampai dijambak rambutnya

__ADS_1


" wanita ini.. " tanya dion bingung


" dia istri dari pegawai mu " sahut raka sembari menyerahkan selembar kertas


dion melihat dengan seksama kertas itu


" iya, dia adalah manajer pemasaran di kantor ku" ucap dion


" aku ingin kau memecatnya dan masukkan dia dalam daftar hitam sehingga perusahaan lain tidak akan merekrutnya " ucap raka


dion terlihat berpikir,


" tapi aku merasa ini tidak adil baginya " ucap dion


" apa tidak ada cara lain kak ?" tanya dion lagi


" kalau begitu aku akan menuntut istrinya dan aku akan melakukannya dengan rencana ku sendiri jika kau tidak bersedia membantu " ucap raka


dion terlihat berpikir


" baiklah, setelah ku pikir -pikir kita semua keluarga, aku akan melakukannya. ada lagi yang kakak butuhkan ?" tanya dion


" tidak ada terimakasih. kalau begitu aku permisi , kabari aku secepatnya jika sudah selesai " ucap raka lalu undur diri


dion menatap raka yang berjalan menjauh


begitu besar cinta dan kasih sayang raka untuk istrinya itu. baiklah aku akan membantunya


..


alicia terbangun ketika mendengar rengekan bayi nya, perlahan alicoa turun dari tempat tidur dan mendekati box bayi nya , alicia pun mulai menyusui faiz dan faizza bergantian.


" mas raka belum pulang ya ?" tanya alicia pada dirinya sendiri saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam


alicia tersenyum saat melihat raka yang berjalan masuk ke kamar.


" kenapa bangun ? mas kan sudah bilang istirahat saja " ucap raka saat melihat alicia yang sedang duduk di sofa sembari menyusui faiz


" mereka lapar mas , alicia gak tega " sahur alicia


" kan ada bi inah, minta dia buatkan susu untuk mereka, kamu istirahat saja " protes raka


" tapi mas, aku cuma jalan kesini aja. gak kemana-mana " ucap alicia lagi


raka pun diam lalu mendekati istrinya sembari menyentuh pipi istrinya


" masih sakit ?" tanya nya


alicia tersenyum lalu menggeleng


" enggak mas, "


" jangan bohong "


" beneran mas "


" aku pergi mandi dulu " ucap raka lalu berjalan ke kamar mandi.


raka menyiram tubuhnya dengan air dingin, raka masih terlihat sangat marah, meskipun di depan alicia dia terlihat biasa saja, tetapi sebenarnya di hatinya masih menyimpan kemarahan yang luar biasa kepada wanita yang berani menyakiti istrinya


alicia dan anak-anak ku adalah segalanya bagiku, menyakiti mereka berarti menantang aku, raka hadi wijaya. akan kuberi pembalasan yang sangat pantas untuk hal ini. lihat dan tunggu saja, hal ini tidak akan pernah kubiarkan.


..


setelah mandi dan memakai pakaian , raka melihat alicia yang ternyata tertidur di sofa , raka pun mengangkat tubuh istrinya lalu membaringkannya perlahan ditempat tidur. raka pun mengecup kening alicia


maafin mas ya sayang, kamu dan anak-anak kita harus mengalami semua ini, mas janji setelah ini kalian tidak akan pernah mengalami hal seperti ini lagi. hanya akan ada kebahagiaaan dari wajah cantik ini.

__ADS_1


raka lalu membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya lalu raka memeluknya dan menciumi puncak kepala istrinya.


...****************...


__ADS_2