Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Sensitif


__ADS_3

Pak hadi membaca laporan yang diberikan oleh arka.


mata pak hadi menyipit dan terlihat berpikir


" hmmm..jadi ini seseorang yang bernama wira, dia seorang kontraktor muda yang bisa dibilang sukses, keluarga nya juga berbisnis sekarang. lalu kenapa dia kembali mendekati alicia ? "


Raka mengetuk pintu ruang kerja papanya


" masuk "


Raka pun berjalan masuk dan segera duduk di hadapan papanya


" ada apa pa? " tanya raka


" kau sudah tahu tentang wira bukan ?" tanya pak hadi


" tentu saja pa, hal ini lah yang menjadi penyebab kesalahpahaman raka dan alicia pa, yang berakibat pada keadaan alicia saat ini " sahut raka sembari tertunduk


" dia bekerja sama dengan kita dan dia kontraktor yang bernaung di bawah perusahaan kita Ka " ucap pak hadi


" iya pa, dia kontraktor yang cukup bagus dalam pekerjaan. karena itulah perusahaan merekrutnya" ucap raka


" papa sudah meminta seseorang untuk mengawasi gerak-gerik nya. jika dia memang hanya ingin benar-benar fokus pada pekerjaan di perusahaan kita, maka biarkan saja. tapi jika sedikit saja dia sampai mengganggu alicia, langsung jatuhkan dia Ka " ucap pak hadi


" baik pa "


" dan kalian berdua, jangan sampai bertengkar hanya karena masalah wira ini. yang terjadi hari ini adalah yang pertama dan terakhir kalinya , kau mengerti Raka ? " tegas pak hadi


Raka menatap mata papanya


" Raka mengerti Pa, " sahut raka


" Baguslah, kau bisa pergi " ucap pak hadi


" baik pa "


Raka pun berjalan keluar dan pak hadi melihat punggung anaknya yang berjalan keluar, pak hadi pun bersandar di kursinya dan memijat pelipisnya


...


Fanny membuka pintu kamar raka kuat-kuat dan membuat alicia yang sedang duduk bersandar di tempat tidur menjadi terkejut..


Raka menoleh kesal pada fanny


" kau bisa membuatnya jantungan fan !" sentak Raka


fanny melihat alicia yang memegangi dadanya karena terkejut


" hehe.. maaf cia. aku tadi kebablasan buka pintunya " ucap fanny cengengesan


" maaf pak " ucapnya lagi sembari menunduk pada Raka


Fanny pun langsung mendekat dan naik ke tempat tidur lalu duduk di sebelah alicia dan memeluknya,


" lo gak apa-apa kan ? masih sakit sekarang ?" tanya fanny sembari merapikan rambut panjang alicia


alicia menggeleng lalu tersenyum


" aku udah baik-baik saja kok fan. " sahut alicia


fanny mengusap lembut pipi sahabatnya itu

__ADS_1


" yang sabar ya, mungkin belum rezeki kalian " ucap fanny


alicia pun hanya mengangguk.


" Pak raka udah tau belum soal wira ?" bisik fanny


alicia lagi-lagi mengangguk.


" kamu kenal wira juga fan ? " tanya raka yang sedang duduk di sofa bersama jimmy


" ya kenal lah, cowok brengsek satu itu. aku udah lama kenal " sahut fanny santai


Raka menyipitkan matanya melihat fanny yang menjawabnya santai,


fanny melirik Raka yang sedang menatap nya tajam.


" ini kan bukan di kantor dan gak lagi kerja. jadi bapak itu hanya suami sahabat saya sekarang " bela fanny


jimmy hanya tersenyum mendengar jawaban fanny. sedangkan raka hanya menghembuskan nafas kasar


" apa dia bilang sesuatu sama kamu ?" tanya raka lagi


" enggak lah. kalau pun dia mau ngomong sama gue, yang ada dia malah gue timpukin pake batu bata. gak sudi bicara sama dia " sahut fanny mulai emosi


alicia pun hanya bisa mengusap punggung fanny yang mulai terbawa emosi itu


jimmy lagi-lagi hanya tertawa dalam hati melihat pacarnya yang benar-benar menghayati dalam mengumpat Wira ini.


Raka masih menatap fanny


fanny yang mengetahui jika raka masih menatapnya langsung mendelik kesal pada raka


" Apa liat-liat ? mau tanya sama aku kenapa aku marah-marah gini ? atau mau nanya soal si wira itu ? " selidik fanny


perempuan ini ,,,


" ya wajar lah aku marah. melihat ini orang yang bodohnya udah sampai ke tingkat paling tinggi. semua uang yang dikasih buat itu laki-laki kalau dikumpulin bisa kebeli rumah . huh ngeliat dia masih hiduo enak sekarang, benar-benar buat aku marah sampe rasanya pengen injek dia sampai penyet sekalian " ucap fanny emosi


" aku gak bodoh fan " bela alicia


" lo gak ngerasa aja , 5 tahun alicia, 5 tahun lo jadi kayak babu dia" ucap fanny sewot


alicia melirik raka yang terlihat biasa saja mendengar fanny mengoceh tentang masa lalunya, alicia merasa lega melihat reaksi suaminya yang biasa saja itu


" mau ku bantu buat menunaikan keinginan mu itu ? " tanya raka


mata fanny berbinar sementara itu jimmy menggelengkan kepalanya,


" mau diapain ? aku gak mau ya kalo jadi kriminal" selidik fanny


" memang tampang saya ini seperti kriminal apa ?" tanya Raka


" he'em . ups... " fanny dengan cepat menutup mulutnya


jimmy menepuk jidatnya


" jim, bawa pacar mu keluar sekarang ! " titah raka


jimmy mengangguk dan hendak berdiri


" Pacar ? Siapa ?? " tanya alicia bingung

__ADS_1


semua orang menoleh pada alicia yang terlihat bingung.


lalu mereka menatap fanny yang terlihat cengengesan


" kamu gaak bilang sama nona alicia ?" tanya jimmy


fanny menggeleng lalu cengengesan


" aku takutnya nanti kita putus, makanya aku belum bilang, rencananya kalo udah pasti aja nanti, hehe "


alicia melirik kesal fanny


" kamu pacaran sama jimmy ? kenapa gak bilang sama aku fan , tega banget...hiks.." ucap alicia sembari menangis. entah mengapa dia tiba-tiba jadi cengeng seperti ini. dari semalam dia selalu saja ingin menangis.


Raka terkejut melihat istrinya menangis, raka pun segera mendekat dan mengusap air mata alicia


" loh sayang kenapa ? kan mereka juga belum lama pacaran nya, mungkin mereka belum sempat cerita sama kamu " ucap raka


" aku ga tau . tiba-tiba aja pengen menangis mas ... hiks. tega banget sama aku fan " ucap alicia sembari menangis memeluk raka


fanny melongo, alicia bukanlah tipe orang yang mudah menangis seperti ini. kenapa malah jadi begini sekarang. fanny menggaruk kepalanya yang tidak gatal


" kenapa cia jadi sensitig begini ? gak biasanya. hormon itu hamil , kan cia udah keguguran. apa hormonnya masih mengganggu nya. ?


Raka mendelik kesal pada fanny


" Apa liat-liat ?" tantang fanny tak mau kalah


Raka mengalah dan kembali fokus merayu istrinya.


Alicia masih terisak di pelukan raka


maaf fan, aku terpaksa pakai alasan kamu untuk aku menangis. aku ingin menangis fan, tapi aku gak mau menambah beban rasa bersalah mas raka nantinya jika aku menangis dikarenakan kehilangan calon bayi kami. jadi aku terpaksa memakai mu sebagai alasan.


" aku turut senang mendengar kamu sama jimmy fan. semoga kalian langgeng dan cepat menikah ya , " ucap alicia dengan suara serak karena masih terisak.


Raka memberi kode pafa jimmy. jimmy pun mengangguk dan mengajak fanny untuk ulang


fanny pun memeluk alicia, alicia membisikkan alasan dia menangis hari ini dan kenapa dia menggunakan fanny sebagai alasan untuk menangis


fanny pun mengerti keadaan temannya ini


" udah jangan nangis terus kenapa ? yang ada kamu malah tambah jelek nanti " protes fanny


alicia hanya tersenyum kecil


jimmy dan fanny pun keluar daru kamar raka


raka memegang kedua pipi alicia,


" kenapa memangis hem ? lihat jadi jelek mukanya nanti " ucap raka


" Trus kalo aku udah jelek mas raka mau nyari yang lain lagi ya, tega mas...hiks... " protes alicia sembari menekuk dan memeluk lututnya. dengan mata yang berkaca-kaca, akhirnya alicia kembali terisak


Raka semakim bingung, niatnya mau buat istrinya tertawa malah istrinya menangis karena bercandaan nya barusan


salah lagi.


alicia memeluk raka erat sembari terisak


*maaf mas, tapi hatiku terasa sesak. aku perlu untuk menangis sepuasnya hari ini "

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


__ADS_2