
Raka masuk kembali ke dalam ruangan, alicia langsung mengulurkan tangannya pada raka
" Mas..." ucapnya lirih
Rak segera meraih tangan itu, menggenggam dan menciumnya.
"Kamu pasti bisa melewati ini sayang, mas ada disini " ucap raka sembari mencium kening alicia
Alicia mengangguk dan memeluk erat raka saat sakit kontraksi itu datang lagi.
Raka tegang bukan main, namun dia berusaha tenang dan mengusap lembut punggung alicia
" Semua akan baik-baik saja Ka " ucap dokter rina sembari menepuk bahu raka
Raka menoleh pada dr. rina
" Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak raka tante.. " ucapnya lirih memohon
Alicia mengambil tisu dan mengelap air mata yang mengalir di pipi suaminya
" kenapa menangis hemm ?" tanya alicia, sepertinya sakit kontraksi itu hilang dan sekarang dia terlihat duduk dan menatap geli pada suaminya yang sedang menangis itu.
bu mona mendekat dan menyuruh alicia untuk makan agar memiliki kekuatan untuk mengejan nanti.
alicia menurut dan makan dengan lahap nya.bahkan sesekali dia tertawa saat bu mona dan dr. rina mengajaknya bercanda.
Raka berangsur tenang saat melihat istrinya sedang duduk dan makan dengan lahap sembari tertawa, dia terduduk di sofa dan meminum air putih dengan banyak.
tak lama pak hadi dan dr.ilham masuk ke dalam ruangan
" masih makan nak ? semoga lancar nanti ya, papa selalu mendoakan kamu nak " ucap pak yado sembari mengusap lembut kepala alicia
Alicia tersenyum haru menatap mertuanya
" terimakasih papa " ucapnya
Pak hadi menoleh pada dr.ilham,
dr.ilham terlihat ragu namun dia mendekat dan mengusap lembut kepala alicia
putriku sayang, papa berdoa yang terbaik untukmu. semoga kau baik-baik saja dan keadaan mu dan cucu papa baik-baik saja.
" semangat nak. paman tau kau wanita yang kuat" ucapnya
" terimakasih paman " ucap alicia sembari tersenyum
...
Kelegaan di hati raka tak berlangsung lama, karena semakin bertambah pembukaan yang dialami alicia, maka rasa sakitnya semakin menjadi.
raka hanya berakting tenang, padahal di dalam hatinya memaki dan berteriak-teriak sendiri. kepalanya berdenyut apalagi saat alicia mengatakan ketuban nya kembali merembes, raka tidak bisa menutupi kepanikan nya lagi
" air apalagi ini tante ? kenapa banyak sekali !! cepat lakukan sesuatu !!" ucapny heboh
" kalau air itu tidak keluar, maka bagaimana bayimu bisa lahir Raka Hadi Wijaya . dasar anak tengil kamu ya " sahut bu mona kesal pada putranya itu
sementara semua orang tertawa melihat kekesalan bu mona pada putra sulungnya itu.
Dr.rina kembali melakukan pemeriksaan dalam, dia tersenyum lalu menyuruh perawat memasangkan infus di tangan alicia
__ADS_1
raka melihat hal itu
" apa sudah waktunya tante ?" tanya nya
" sebentar lagi Ka, sudah bukaan 9 " sahut dr.rina
Pak hadi , bu mona dan dr.ilham segera menunggu diluar ruangan, bu mona mengusap keringat alicia dan mencium keningnya
" putri mama pasti bisa. yang kuat ya sayang " ucapnya
Alicia mengangguk lemah, dia tidak lagi banyak bicara, bahkan dia mengabaikan suaminya yang sedikit-sedikit mengoceh dan berteriak panik. dia benar-benar menyimpan tenaga nya untuk mengejan nanti.
...
Dirumah
Arka dan arsya sedang menelepon pak hadi menanyakan keadaan alicia
sementara ralin menjaga keponakannya dan juga anaknya. mereka bertiga bermain bersama
" sebentar lagi sayang, kata papa sudah lengkap bukaan nya " ucap arka
ralin terlihat lega
" semoga lahir dengan selamat" ucapnya
" dede bayi nya udah lahir tante ?" tanya faiz
" sebentar lagi faiz. " sahut ralin
faiz mengangguk lalu kembali bermain bersama adik-adiknya.
...
" Tante, dia sepertinya sudah mendorong " ucap alicia
Raka terlihat panik, dia menggenggaam erat tangan alicia.
sementara dr.rina mulai fokus pada alicia
" ayo nak, tarik nafas dan dorong perlahan " ucap dr rina
Alicia mengatur nafas dan mencengkram erat tangan raka.
" uukkkkhhhhhhmmmm !!!!"
" iya bagus, dorong lagi " ucap dr.rina
" arrrggghhhhhh.."
" atur nafas perlahan, dorong sekuat tenaga nak. kepalanya mulai terlihat. kasihan jika dia terlalu lama di dalam " ucap dr. rina
Raka terlihat diam, dia hanya membelai ,mengelap keringat dan mencium alicia. membisikkan kata cinta dan semangat untuk istrinya
alicia mengatur nafas dengan baik, mengumpulkan sisa tenaga yang tersisa, cengkraman di tangan raka semakin kuat
" arrrrghhhhh "
" dorong lagi "
__ADS_1
" arggghhhhhhh "
" sedikit lagi "
" huh..huh... erggggghhhhh " alicia mengejan sekuat tenaga sampai wajahnya mengeryit dan memerah
dr.rina menarik bayinya dan tersenyum
" ya.. si kecil sudah lahir " ucapnya
dr. rina menggosok punggung bayi itu dan menepuknya perlahan
oeee...oeee...oeeee..
tangis nyaring nya terdengar memenuhi ruangan itu. perawat tersenyum lega melihat bayi itu menangis dengan kencangnya
" dia sempurna Ka, si pemalu kita ini ternyata seorang putri yang cantik " ucap dr. rina sembari menyuruh perawat membersihkan bayi itu. sementara dr. rina kembali fokus pada alicia dan menyelesaikan pekerjaan nya
Raka akhirnya menangis, sejak tadi dia menahan gemuruh ketakutan yang sudah berkumpul di dadanya. setelah melihat bayi yang sudah diperjuangkan istrinya itu lahir dan menangis dengan kencang membuat raka langsung lega ,dia menjatuhkan kepalanya di bahu alicia yang terlihat menangis juga
" sayang... sayang..." ucapnya lirih. tubuhnya bergetar hebat.
" Mas...putri kita " ucap alicia lirih
" terimakasih sudah berjuang dan baik-baik saja " ucapnya sembari mengeratkan pelukannya pada alicia dan mencium nya
" Berhentilah menangis Ka, kau sudah menjadi ayah lagi kenapa masih saja cengeng seperti itu. cepat bantu istri mu duduk" ucap dr. rina pada raka
Raka menatap dr. rina lalu membantu istrinya untuk duduk bersandar, raka menyusun bantal agar istrinya itu dapat bersandar dengan nyaman.
dr. rina menyerahkan bayi yang sudah bersih dan dibungkus selimut itu pada alicia. alicia menerima bayinya dengan senyuman merekah.
" Mas... putri kita.. " ucap alicia sembari mencium pipi putrinya yang baru ia lahirkan itu
Tak mendengar ucapan suaminya, alicia menoleh pada raka, tatapan raka terkunci, mata suaminya menatap terus pada bayi mungil yang berada dalam dekapan nya itu.
" Dia luar biasa sayang " ucapnya tanpa melihat ke arah lain. hanya fokus melihat bayinya
" iya mas, dia sangat luar biasa " sahut alicia sembari menatap wajah putri kecilnya yang terpahat dengan sempurna itu.
Raka mendekat dan mencium pipi dan kening putri mungil nya itu
" selamat datang ke dunia ini sayang, papa dan mama sudah lama menantikan kehadiran mu " ucap raka haru
setitik air mata kembali menetes di pipi raka, perasaan nya campur aduk, antara ketakutan melihat istrinya yang kesakitan, dan juga rasa bahagia ketika melihat anaknya lahir dengan selamat.
perasaan ini , membuat dada raka bergejolak bahagia. dia tidak merasakan hal ini ketika istrinya melahirkan anak kembarnta dulu. tapi sekarang rasa bersalah itu seakan terbayar sudah. dia bahagia .. sangat bahagia
Raka mencium kening alicia, alicia memejamkan matanya, merasakan aliran cinta dan kasih sayang yang disalurkan raka dalam kecupan hangat di keningnya
" terimakasih sayang, terimakasih sayang karena sudah berjuang melahirkan anak-anak kita, menjadi ibu yang terbaik di dunia " ucapnya sembari menangis haru
alicia mengusap air mata di pipi raka, alicia mengecup singkat pipi raka
" aku juga berterimakasih untuk cinta yang mas berikan. menjadi ibu dari anak-anak mas membuat aku sangat bahagia " ucap alicia sembari mengusap air mata yang masih mengalir di pipi raka
Raka tersenyum dan memeluk alicia erat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1