
Sebulan Berlalu,
Alicia kembali menjalani hari-harinya setelah pulih pasca keguguran. Raka pun ikut mengawasi istriny itu , bahkan sikap protektif raka kian menjadi. terkadang alicia merasa jika dirinya seperti tokoh Rapunzel yang dikurung di menara.
Raka yang baru selesai mandi melirik istrinya yang sedang duduk bersandar di tempat tidur sembari memeluk lututnya dan memasang wajah cemberut
" Mukanya kenapa ? kok ekspresi nya begitu ? uang bulanan nya habis ?" tanya raka santai
Alicia menatap jengkel suaminya yang santai mengeringkan rambutnya
" gimana mau habis , orang aku disuruh dirumah terus sama mas, memangnya mall nya bisa datang sendiri kesini , " sahut alicia kesal
Raka tertawa kecil lalu menghampiri istrinya lalu duduk di sebelah alicia dan membelai rambutnya.
" jadi istri mas ini lagi protes karena mas larang keluar ya ?" tanya raka lembut
" mas mikir aja sendiri " sahut alicia
Raka tergelak, sejak mengalami keguguran, alicia sedikit berubah, dia bisa leluasa menjawab raka dan dengan jelas menunjukkan kekesalannya pada raka, jika biasanya alicia banyak diam dan menurut. sekarang dia akan terus mengoceh jika sedang kesal pada raka
Raka gemas sendiri, karena menurutnya istrinya itu sangat menggemaskan jika sedang protes padanya
" jadi maunya gimana ? nanti mas temani ya kalau mau keluar " ucap raka
" kapan ? mas sibuk terus . udah kartu nya diambil aja lagi. gak guna juga dikasih ke aku " ucap alicia kesal
" ya udah, nanti mas minta fanny temani Kamu keluar gimana ? " tanya raka
mata alicia berbinar lalu menoleh pada raka
" beneran mas ?"
" jam 1 sudah pulang " ucap raka lalu berdiri dan masuk keruang ganti pakaian
" cepet banget mas, jam 3 aja ya mas " rayu alicia
" jam 1 atau tunggu mas gak kerja " sahut raka dingin
alicia langsung bangun dan masuk ke kamar mandi. raka tertawa kecil saat mendengar gemericik air dari kamar mandi.
....
Alicia tersenyum senang saat mengantar raka ke depan rumah, raka mengusap kepala istrinya itu lembut
" segitu senangnya ya di izinin keluar rumah hmm ?" tanya raka gemas sembari mencubit pipi alicia
" he'em.. sering-sering ya mas " ucap alicia sembari bergelayut manja di lengan raka
" gak mau " sahut raka
alicia cemberut
sabar....kalau terus dijawab. bisa-bisa mas raka berubah pikiran nanti
Raka mengecup kening alicia lalu masuk ke mobilnya
" mas berangkat dulu ya sayang. kamu hati-hati nanti ya sayang " ucap raka
" iya mas "
bu mona keluar rumah dan melihat mobil raka yang berjalan menjauh dari pekarangan rumah.
" tumben raka pagi-pagi sekali berangkat nya. gak sarapan dulu dia nak ?" tanya bu mona
" sarapan di kantor saja katanya ma, tadi sudah alicia bawakan sarapan dan makan siang nya ma " sahut alicia
bu mona pun mengangguk.lalu mengajak alicia untuk masuk
" cucu-cucu mama udah pada bangun belum nak ?" tanya bu mona
" belum ma, semalam mereka bangun trus mas raka ngajakin mereka main , jadi mereka tidurnya malam sekali " sahut alicia
__ADS_1
" ya sudah kita sarapan dulu. mama panggil papa sama arsya " ucap bu mona
" loh arka kemana ma ?" tanya alicia
" dia dinas ke luar kota kata Raka " sahut bu mona
alicia pun mengangguk lalu berjalan ke kamar anak-anaknya untuk melihat apakah mereka sudah bangun atau belum.
...
Di kantor
Raka mendekati meja fanny
" Fan, nanti temani alicia keluar ya , jangan lupa sebelum jam 1 sudah pulang " ucap raka
fanny tersenyum senang
" baik pak "
fanny pun segera membereskan barang-barang nya. jimmy tersenyum melihat antusias fanny
" yank.. aku jalan dulu ya bye " ucap fanny lalu mencium pipi jimmy sekilas dan berlari keluar
" ehem... " sindir raka
" bukan saya yang minta dicium pak. " sahut jimmy
Raka pun terlihat kesal lalu berjalan masuk
kenapa selalu aku yang mencium istriku duluan ? kapan dia berinisiatif untuk mencium ku lebih dulu ? huh..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alicia dan fanny terlihat tersenym senang dan sangat antusias berkeliling di mall, bahkan faiz dan faizza juga terlihat bahagia karena kedua balita itu terus tertawa
pelayan toko terlihat tersenyum gemas menatap faiz dan faizza yang sedang duduk di stroler mereka. wajah kedua balita itu sangat imut, tampan dan cantik. garis wajah tampan raka benar-benar semakin terlihat jelas di wajah mereka.
" tunjukkan satu set perhiasan yang bagus ya mba " ucap alicia
" baik..tunggu sebentar nona "
fanny langsung menoleh pada sahabatnya itu
" cia, lo udah kena virus shoping ala orang kaya ya ? gak biasanya beli perhiasan " tanya fanny
alicia terkekeh.
" bukan buat aku fan, tapi buat mama. besok itu anniv pernikahan Mama sama Papa fan. aku gak tau apa yang mama suka, tapi aku sering lihat koleksi perhiasan mama banyak. jadi aku berpikir mungkin mama akan suka sama hadiah ini " ucap alicia
" ohh..kirain kamu mulai hobi shopping ala sultan " ucap fanny sambil tertawa
alicia hanya tersenyum. lalu matanya fokus mengamati perhiasan yang ditunjukkan oleh pelayan toko itu
" yang ini aja mbak . " ucap alicia
" tapi model ini tidak terlalu cocok dengan nona, nona masih muda, " ucap pegawai itu
alicia tersenyum
" ini untuk mama ku. pasti akan sangat cocok untuknya kan ?" tanya alicia ramah
pegawai itupun mengangguk lalu tersenyum
" pasti cocok nona, apa perlu dibungkus sekarang ? atau nona mau melihat yang lain lagi ? " tanya pegawai itu
" bungkus yang itu saja mba " ucap alicia
pegawai itupun mengangguk
setelah membayar, alicia dan fanny meninggalkan toko itu dan pergi ke toko jam tangan
__ADS_1
" buat suami mu ya ? romantis sekali .." ucap fanny
" buat papa " sahut alicia
" bukan buat suami mu ?" tanya fanny
" mas raka udah punya banyak jam tangan fan " sahut alicia
" memang nya pak hadi gak punya ? pasti banyak kan ? udah sekalian beliin satu buat suamimu itu" ucap fanny
" ya udah nanti aku pilihkan satu ya" ucap alicia lagi
" cia..lo itu harus pinter-pinter jagain Raka. biar dia makin cinta trus makin lengket sama kamu " ucap fanny
alicia terkekeh geli lalu sibuk memilih jam tangan. fanny pun ikut memilih dan membeli sebuah jam tangan .
" pilih yang ini aja fan, biar sekalian aku yang bayar " ucap alicia
" gak usah. aku beli yang ini aja. yang sesuai sama isi atm aku. ini buat jimmy soalnya , " sahut fanny
alicia pun tersenyum
" kamu serius kan sama jimmy ? terus kalian kapan menikah ?" tanya alicia
" hmmm... gak lama lagi sih cia. soalnya ortunya udah gak ada, kakeknya jimmy tinggal diluar kota " sahut fanny nampak berpikir
" jangan lama-lama. kalau kalian memang sudah saling suka dan yakin. cepetan menikah biar sahabat aku ini ada yang bertanggung jawab untuk kehidupannya " ucap alicia
" iya sayangku, nanti aku bicarakan lagi sama jimmy " ucap fanny
setelah membeli jam tangan. alicia dan fanny kembali berkelilinh membeli semua yang alicia dan anak-anaknya butuhkan. fanny pun tak ikut tak bisa diam saat melihat deretan barang-barang wanita di hadapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mengantar alicia pulang, fanny segera kembali lagi ke kantor dan melaporkan pada raka jika alicia sudah pulang kerumah
" baiklah. terimakasih fan " ucap raka
" baik pak. " sahut fanny lalu undur diri
Raka melirik ponselnya dan melihat pesan masuk, raka mengeryitkan dahinya kemudian dia tersenyum
apa yang dia beli ? tidak biasanya pengeluaran nya sebanyak itu.
...
" Bi inah.. bi inah.. " panggil alicia
" iya non, ada apa ?" tanya bi inah
" bibi lagi sibuk gak ? aku bisa minta bantuan gak bi ? " tanya alicia
" non butuh bantuan apa ? bibi hanya sedang bersih-bersih saja non " sahut bik inah
" semua orang pada kemana bik ? kok sepi ?" tanya alicia
" tuan dan nyonya pergi ke tempat temannya untuk makan siang bersama non. den arsya pergi kuliah. dan aden arka belum pulang non " sahut bi inah
" baiklah , bi bantuin aku ya " ucap alicia
" apa non ?" tanya bi inah
alicia pun mendekati bi inah dan membisikkan sesuatu. bi inah kemudian tersenyum senang
" siap non. bibi laksanakan " ucap bi inah
" makasih ya bi " sahut alicia
" sama-sama non " ucap bi inah lalu berjalan ke belakang
alicia pun menggendong anak-anak nya yang sudah tertidur lelap menuju kamar mereka
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...