Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Saingan


__ADS_3

raka berjalan dengan cemberut menuju mobilnya, sementara alicia berjalan di belakang nya sembari membawa tas kerja raka dan bekal makan siang.


raka tiba-tiba berhenti dan berbalik menatap alicia, alicia bingung menatap suaminya, baru saja suaminya itu berhasil dibujuk tapi sekarang kenapa lagi dengan nya ?


" kenapa mas ?" tanya alicia


" kau masih akan perhatian dengan ku kan ?" tanya raka


alicia menatap bingung suaminya.


" kenapa bertanya seperti itu mas? tentu saja " jawab alicia sembari membenahi dasi dan jas raka


" tapi aku mendapat saingan baru sekarang " protes raka


" saingan ? saingan apa ?" tanya alicia bingung


" itu..kau biasanya melupakan aku jika sedang bersama faiz dan faizza, aku bisa mengalah karena mereka anak-anak ku , dan sekarang malah ada saingan baru ," protes raka


" siapa ?"


" calon bayinya risya!, kau bahkan memasak untuknya. nanti bagaimana nasib ku jika dia sudah lahir, aku pasti tidak diperhatikan lagi " ucap raka mencurahkan keluh kesahnya


alicia melongo mendengar keluhan raka itu,


laki-laki ini bahkan cemburu pada anak kecil ? bukan anak kecil tapi bayi !! aku tidak bisa bayangkan jika aku bertemu dengan laki-laki dewasa.


kepala alicia berdenyut,


" mas kan juga aku masakin tiap hari , udah itu tidur nya sama aku kan ? masa sama anak dan keponakan sendiri cemburu mas " ucap alicia


raka masih cemberut, alicia memasukkan tas dan bekal makan siang suaminya ke dalam mobil lalu memeluk suaminya,


" aku milik mas seutuhnya, jadi berhentilah cemburu sama bayi " ucap alicia


raka mengeratkan pelukannya lalu mencium pipi alicia,


" mas berangkat dulu " ucapnya lalu berjalan masuk ke mobil


" senyum dulu, mukanya jangan ditekuk begitu mas, nanti gantengnya hilang loh " rayu alicia


raka pun menoleh dan memaksakan senyumnya pada alicia


sementara alicia hanya menahan tawanya melihat tingkah suaminya itu


mas...mas...ada ada aja


...


risya menatap makanan yang terhidang di hadapannya dengan mata berbinar,


" yang banyak ya makannya. kalau kurang nanti kakak masakin lagi buat kamu sama calon keponakan " ucap alicia


risya menatap alicia senang


" makasih kakak ku tersayang " ucapnya girang


bu mona dan pak hadi tersenyum melihat kasih sayang tulus yang alicia berikan pada risya,


" ya sudah kau makanlah dan istirahat lah disini dulu, aku ada kerjaan di kantor. nanti aku jemput" ucap dion seraya berdiri mendekati risya.


" iya kak. hati-hati " sahut risya


dion pun mengusap lembut kepala risya lalu berpamitan pada keluarga yang lain.


..


arka dan arsya sedang bersantai sembari bermain bersama faiz dan faizza di ruang keluarga. mereka berdua terlihat asyik bermain dengan si kembar yang kian bertumbuh, bahkan bayi mungil itu sedang berusaha untuk tengkurap tapi selalu gagal dan hal itu membuat arka dan arsya sangat gemas pada mereka berdua


" kak..lihat lah mereka, mereka terus berusaha untuk membalikkan tubuhnya dan mencoba tiarap " ucap arsya senang


alicia tersenyum melihat sikap arsya.


" itu namanya tengkurap nak, memangnya dia ini sedang latihan militer" sahut bu mona tertawa

__ADS_1


" ya itulah bu namanya, tapi mereka lucu sekali. badannya masih terlalu gemuk. lihatlah pipi mereka yang seperti bapao ini " ucap arsya gemas


arka yang ikutan gemas juga memegang pipi gembul kedua bayi itu.


" pipi mereka benar-benar mirip bapao " ucap arka


" iya kan kak, lihatlah mereka, aku hanya membayangkan kak raka dulu pastu seperti ini , tapi entah kenapa dia sekarang seperti kulkas berjalan begitu " ucap arsya


arka hanya tersenyum simpul


dan kulkas berjalan itu sekarang perlahan berubah ke sifat aslinya.


" aku mau punya juga yang seperti ini " ucap arsya


arka menonyor kepala arsya,


" cari kerja dulu yang benar, baru pikirkan menikah. memang anak istri mu mau kau beri makan apa hah ?" ucap arka


arsya hanya cemberut.


" lalu kakak kenapa belum juga menikah ? secara kan kakak sudah mapan kan sekarang ?" tanya arsya


arka hanya diam lalu menatap alicia yang sedang berbincang dengan bu mona, pak hadi dan juga risya.


meskipun aku sudah melupakan perasaan ku padanya, tapi aku tidak yakin apa bisa menyukai wanita lain seperti aku menyukai kak alicia saat itu.


" belum ketemu yang cocok " sahut arka cuek lalu kembali asik bermain dengan faizza yang sedang menarik-narik tangannya.


arsya hanya memandang arka heran


" perlukan aku mengenalkan gadis-gadis ku pada kakak ?" tanya arsya


arka melirik kesal


" tidak mau, mereka masih terlalu kecil untukku " sahur arka


arsya kembali diam dan terlihat berpikir.


..


" dek tunggu ," panggil alicia


dion dan risya pun menoleh


" eh kakak, aku cariin tadi . aku pulang dulu ya, kalau senggang nanti aku main kesini lagi " ucap risya sembari memeluk alicia


" hati-hati ya . oh ya dion ini kakak bawakan makanan buat risya, siapa tau nanti malam risya mau makan lagi " ucap alicia sembai menyerahkan paperbag pada dion


" terimakasih kak atas perhatiannya " sahut dion sembari menerima paperbag dari alicia.


alicia hanya tersenyum


dion dan risya pun pamit pulang.


..


alicia membantu bi inah merapikan mainan faiz dan faizza


" alicia, udah istirahat dulu sayang, seharian ini kamu sibuk sekali di dapur, udah kamu istirahat di kamar saja sama faiz dan faizza. biar nanti mama yang bantuin bi inah " ucap bu mona


" iya mah bentar lagi juga selesai ini " sahut alicia dan segera membereskan semuanya.


raka berjalan masuk dan melihat alicia yang sedang membereskan mainan anak-anaknya dibantu bi inah.


raka berjalan mendekat


" sayang. mas gak disambut pulang kerja " protes raka.


alicia menoleh dan langsung berdiri menghampiri suaminya


" mas.. baru pulang ? " tanya alicia sembari mengambil tas kerja dan kotak bekal suaminya, lalu membantu raka melepaskan jas nya.


" udah lama, tapi kamu nya gak perhatiin mas lagi " protes raka cemberut

__ADS_1


bu mona melirik raka yang bersikap tidak seperti biasanya.


alicia lagi-lagi tersenyum


mulai lagi


" maaf ya, tadi abis bantuin bi inah membereskan mainannya faiz sama faizza. " ucap alicia sembari tersenyum


" tuh kan , mas mulai dilupain " protes raka


alicia memijat pelipisnya,


" mas udah makan belum ? aku belum makan soalnya nunggu mas pulang, mau makan malam bareng sama mas " ucap alicia


raka terkejut


" kenapa belum makan ? ini sudah jam berapa ? nanti kamu kelaparan sayang, trus Asi mu jadi tidak lancar nanti, nanti faiz sama faizza kelaparan, dan lagi juga kamu bisa sakit " celoteh raka kesal.


" lain kali langsung makan saja jika sudah waktunya , tidak perlu menunggu mas pulang " ucapnya lagi.


alicia menatap raka kesal


mas raka ini maunya apa sih, kalo aku makan duluan dianya marah. giliran ditunggu makan bareng marah juga.


plakk...


bu mona memukul bahu raka, raka sontak menoleh dan melihat mamanya


" kenapa pukul raka ?" protes raka


" kamu itu anaknya siapa sih sebenernya, heran mama itu sama kamu " ucap bu mona kesal


" menurut mama ?" tanya raka cuek


" istrimu itu nunggu kamu pulang biar bisa makan bareng kamu, supaya kamu merasa dihargai sebagai suami. ini kok malah dimarahi , anak tengil kamu ya " ucap bu mona


raka hanya diam lalu menatap alicia yang tertunduk sembari memegang jas raka. raka melunak


ada apa dengan perasaan aku akhir-akhir ini ? ini tidak seperti aku biasanya. kenapa aku jadi bingung sendiri menghadapi alicia


raka pun menggandeng tangan alicia menuju meja makan,


" ayo makan, mas lapar " ucap raka


bu mona lalu kembali ke kamar nya,


raka..raka...anak tengil ini, ku apakan ya bagusnya


sementara itu alicia menyiapkan makanan untuk suaminya,


" maafin mas ya , " ucap raka


alicia tersenyum lalu mengangguk.


" tapi mas gak suka punya saingan dalam merebut perhatian kamu sayang " ucap raka lagi


lagi-lagi kepala alicia berdenyut.


ya tuhan, aku harus gimana ini


alicia tersenyum lalu menyentuh tangan raka,


" mas.. mereka itu anak-anak kita sama calon keponakan kita mas. masa mas cemburu trus bandingin mas sama mereka. jangan aneh-aneh ya suamiku. " ucap alicia lembut


raka pun menunjuk bibirnya dengan telunjuk nya, alicia menoleh ke sekitar rumah yang memang sudah sepi dan dengan cepat mengecup bibir raka.


raka tersenyum lalu menunjuk kedua pipinya, lagi-lagi alicia dengan cepat mengecup nya juga.


" sayang, lanjutin di kamar saja yuk " bisik raka


" mas.. aku laper " sahut alicia sembari memakan makanannya


raka hanya diam dan cemberut menatap alicia. sementara alicia hanya diam menikmati makanannya sembari 1 tangan nya memegang erat tangan raka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2