
Fanny yang masih sangat panik memutuskan untk menelepon jimmy daripada menelepon raka, bisa-bisa dia tidak akan bisa bicara jika nanti raka langsung memberondong nya dengan pertanyaan, belum lagi reaksi raka nanti.
telepon jimmy bergetar, dia mengerutkan keningnya saat melihat nama pacarnya di layar ponselnya itu.
kenapa fanny menelepon ? bukankah dia sedang bersama nona alicia ? apa ada masalah ?
jimmy pun permisi pada raka. raka hanya menganggukkan kepalanya karena mereka sedang rapat rutin pagi ini.
" ha..halo sa..sayang... " ucap fanny gugup
" kenapa ? bukannya kamu sedang diluar sama nona alicia ? apa kalian sudah pulang hem ?" tanya jimmy
" cia...cia jim.. " ucapnya terbata-bata
" kenapa dengan nona alicia ?" tanya jimmy tidak sabar
" cia pingsan di Mall dan sekarang mau dibawa kerumah sakit . " ucap fanny
" APA .. ??! Pingsan ? bagaimana bisa ? " tanya jimmy kaget
" aku..aku tidak tau jim.. kami sedang berkeliling saat cia mengatakan jika kepalanya pusing, lalu dia jatuh pingsan.. aku..aku harus gimana .. " sahut fanny bingung
" ke rumah sakit mana ?" tanya jimmy sembari memijat pelipisnya
" rumah sakit pusat " jawab fanny
" ya sudah . urus semuanya dulu, nanti saya akan menyusul kalian " ucap jimmy
" iya.. "
Jimmy yang baru mendapat telepon dari fanny langsung terlihat bingung bagaimana akan menyampaikan hal ini pada tuan nya itu. dia terus memijat pelipisnya, jika dia memberitahukan nya sekarang maka sudah dapat dipastikan tuannya itu akan langsung bergegas meninggalkan segala agenda hari ini, bahkan rapat penting hari ini pun akan berhenti di tengah jalan. tapi jika dia memberitahu hal ini nanti setelah rapat, bisa-bisa dia bakal digantung oleh tuannya itu mengingat bagaimana pentingnya nona mudanya itu di hati tuannya.
jimmu pun akhirnya memutuskan untuk memberitahukan hal ini pada raka, paling-paling dia akan bekerja ektra nanti malam menyelesaikan semua pekerjaan yang bakal tertunda
jimmy berbisik pada raka, dan sesuai dugaan raka langsung menatap kesal pada jimmy dan segera berdiri dan langsung berlari menuju lift nya.
" Kenapa baru mengatakannya sekarang ? dimana istriku ?" tanya raka
" di rumah sakit pusat tuan. saya sudah menghubungi dokter ilham " sahut jimmy
raka memaki lift nya yang menurutnya turun dengan sangat lambat itu. raka bahkan sampai menendang kesal dinding lift
" cepat sedikit ! " makinya kesal
Raka langsung berlari ke parkiran , jimmy dengan sigap langsung masuk ke mobil dam langsunv menjalankan mobilnya ketika tuannya masuk ke dalam mobil
" lebih cepat jim. kenapa mobil mahal ini seperti seekor siput !" makinya kesal padahal mobil itu . padahal mobil yang dikendarai jimmy itu sudah seperti mobil balap yang merayap dengan sangat cepat menyalip sekian banyak mobil di jalanan.
...
di rumah sakit
dokter ilham segera memeriksa keadaan alicia, tak lama dia memanggil istrinya dan meminta untuk ikut mengecek keadaan alicia
sementara fanny menunggu dengan cemas di luar ruangan, dia menggigit jarinya untuk menghilangkan rasa ketakutannya
cia kenapa ya ?
Raka berlari dengan cepat disusul jimmy di belakangnya
" Mana istriku ?" tanya nya pada fanny
" sedang diperiksa di dalam " sahut fanny sembari tertunduk
raka mendorong pintu ruangan itu
" Paman.. bagaimana keadaan istriku ?" tanya raka
dokter ilham mendekati raka dan menenangkannya,
" tenang Ka.. tenang dulu. istrimu sedang diperiksa oleh dokter. kamu tunggu diluar dulu sebentar ya nak " ucap dokter ilham
" tidak! aku ingin tetal disini. " sahut raka cepat
dokter ilham pun mengalah. dia sangat tahu persis sifat putra pertama sahabatnya itu.
dokter rina sudah selesai memeriksa alicia kemudian dia menghampiri raka dan dokter ilham sembari tersenyum
" bagaimana keadaan istri raka tante ? " tanya raka tidak sabar
" dia baik-baik saja Ka. " sqhut dokter rina
__ADS_1
" baik-baik saja bagaimana tante, istriku pingsan tante.. pingsan !" ucapnya panik dan kesal
" dia hanya kelelahan raka , tensi darahnya menurun. hal ini wajar untuk wanita yang sedang hamil muda " ucap dokter rina
" Wajar bagaimana, tante bilang apa tadi ? hamil muda ? istri raka hamil tante ?" tanya nya
" iya Ka. selamat ya, kamu akan menjadi ayah lagi" ucap dokter rina
" selamat ya nak " ucap dokter ilham sembari menepuk bahu raka
raka terdiam sesaat lalu tersenyum,
" terimakasih paman, tante " sahutnya
dokter ilham dan istrinya pun keluar ruangan dan membiarkan raka bersama istrinya dulu. mereka berdua menjelaskan kepada fanny dan juga jimmy yang menunggu diluar ruangan
" hufft...syukurlah..aku merasa jantungku seakan melompat dari tempatnya " ucapnya sembari memeluk lututnya lega.
jimmy pun menenangkan fanny dengan mengusap lembut punggungnya.
..
raka meendekati istrinya yang sudah sadar dan sedang duduk bersandar, hatinya terenyuh melihat wajah pucat istrinya itu.
alicia menoleh pada raka dan tersenyum
" Mas..." ucapnya lirih
raka memeluk alicia lalu menciumi puncak kepalanya berkali-kali
" kau membuat mas sangat panik sayang " ucapnya
raka lalu berjongkok di samping pembaringan istrinya, tangannya terulur menyentuh perut alica
" Hey nak , jangan menyusahkan mama ya. anak papa tidak boleh nakal " ucapnya
alicia tersenyum
" Kita akan menjadi orang tua lagi mas..." ucapnya sembari tersenyum dan mengusap pipi raka
raka mendongak dan tersenyum lalu mengecup sekilas bibir alicia
..
Raka menggendong alicia ke mobil nya diikuti oleh fanny dan juga jimmy
" tapi kau harus tetap berada dirumah dan jangan melakukan pekerjaan rumah dulu. mengerti kan ?" ucap raka
alicia mengalungkan tangannya di leher raka, lalu menyandarkan kepalanya di dada raka
" iya mas.." sahutnya
..
Sesampainya dirumah
semua orang dikejutkan dengan kedatangan raka yang berjalan masuk sembari menggendong alicia
" alicia kenapa nak ?" tanya bu mona
" tadi sempat pingsan ma " sahut raka dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya
bu mona terkejut, dia segera menyusul raka diikuti oleh pak hadi dan juga ralin
raka membaringkan alicia dengan hati-hati. lalu menyelimutinya
" alicia sayang kamu tidak apa -apa sayan ? apa kata dokter ?" tanya bu mona sembari duduk di sebelah alicia dan mengusap lembut rambutnya
" alicia baik- baik saja mama, mama mau punya cucu lagi ma " sahutnya sembari tersenyum
bu mona terkejut lalu kemudian dia tersenyum dan memeluk alicia
" beneran ? kamu hamil lagi nak ? " tanya bu mona
alicia mengangguk
" wah...cucu ku bertambah..senangnya.. " ucap bu mona sembari mengusap lembut perut alicia
" cucu kita bertambah papa " ucapnya gembira sembari menatap suaminya
pak hadi pun ikut tersenyum dan menepuk bahu raka
__ADS_1
" selamat nak "
" terimakasih pa " sahut raka
Merekapun membiarkan alicia untuk beristirahat dulu.
..
Malam harinya
Alicia yanh merasa kepalanya semakin pusing dan perutnya yang terasa sangat mual hanya bisa memejamkan matanya, mencoba mengurangi rasa pusing dan mual nya
saat dia sedang hamil faiz dan faizza dulu keadaan nya tidak selemah ini, dia hanya mengalami mual yang ringan saja. bahkan dia bisa bekerja dengan baik. tapi kenapa sekarang keadaan nya seperti ini ? dia hanya bisa duduk bersandar sembari memejamkan matanya
Raka yang baru kembali dari ruang kerja mendekati istrinya yang sedang duduk bersandar sembari memejamkan matanya
" sayang , kamu tidur ?" tanya raka lembut
alicia menggeleng
" aku pusing mas, terus aku mual. anter aku le kamar mandi ya mas " ucap alicia
raut wajah raka langsung berubah drastis, dia terlihat begitu khawatir dan langsung duduk di sebelah istrinya
" kita kerumah sakit ya sayang ?" ucapnya sedikit panik
alicia menggeleng
" gak perlu mas. ini gejala biasa, aku mau ke kamar mandi saja " sahutnya
raka pun menggendong alicia ke kamar mandi. sesampainya di kamar mandi alicia terduduk di depan toilet dan memuntahkan semua isi perutnya, sampai cairan bening yang tersisa
raka panik bukan kepalang, dia langsung duduk di sebelah istrinya dan memijat tengkuknya,
" sayang..kita kerumah sakit ya " ucapnya lirih
alicia terduduk di lantai dan memejamkan matanya, raka mengambil tisu dan mengelap binir alicia.
" Mama kenapa papa ?" tanya faiz dan faizza yang sedang berdiri di depan pintu kamar mandi
alicia membuka sedikit matanya dan tersenyum pada anak-anaknya
" mama tidak apa-apa sayang " sahut alicia lirih
raka menggendong alicia dan membaringkan nya perlahan, setelah memberikan air minum pada alicia, raka duduk di sebelah alicia dan memeluknya
" kita kerumah sakit ya sayang , " ucapnya dengan suara serak
alicia menoleh pada suaminya , dia melihat mata suaminya yang sembab dam sedikit kemerahan itu
mas raka menangis
faiz dan faizza menaiki tempat tidur dan memeluk alicia
" Mama jangan sakit ya.." ucap mereka serentak
alicia tersenyum sembari mengusap lembut kepala kedua anaknya
" Mama tidak sakit sayang, tapi di perut mama ada dedek bayi nya kalian " ucap alicia sembari tersenyum
wajah kedua balita itu berbinar
" beneran ma ? papa ?" tanya mereka
alicia dan raka mengangguk
" yeayy..... punya dedek bayi..dedek bayi " sorak mereka gembira
alicia tersenyum lalu tidak lama dia merasa mual
raka langsung panik dan mendekat.
" kenapa sayang ?" tanya raka
" Mual Mas " sahut alicia lirih
faiz dan faizza mendekap alicia erat
" Mama jangan sakit...."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1