Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
( Arka dan Ralin ) "Hari Pertama"


__ADS_3

Pagi Harinya


Semua orang sedang menikmati sarapan masing-masing. ralin terlihat berusaha biasa-biasa saja walaupun dia sebenarnya merasa lelah. entah berapa lama dia dan arka melakukan hal itu semalam.


Sementara arka hanya terlihat biasa saja, tanpa ada beban sedikitpun. dia terlihat santai memakan sarapannya


Alicia melihat ke arah Ralin dan juga ke arah arka, dia merasa ada yang tidak beres dengan sikap arka. namun dengan cepat Raka membuat tubuhnya menghadap ke raka


ya ampun mas raka ini.


" lihat mas saja " bisik raka pelan sembari cemberut


Alicia hanya diam dan kembali fokus menyuapi faiz dan faizza, sementara raka memakan sarapannya dan juga menyuapi alicia.


dan kulkas ketiga yakni Dion Danendra pun terlihat mulai mencair dan bucin kepada risya. dia menggendong dafa agar risya bisa sarapan dengan tenang.


Pak hadi dan bu risya tersenyum haru melihat keharmonisan rumah tangga anak-anaknya itu.


dan di sudut meja makan itu, arsya lagi-lagi menggigit sendok nya


" kalian semua jahat !" ucap arsya


semua orang lantas menoleh ke arah arsya


" kamu kenapa dek ?" tanya alicia lembut


" kenapa kalian pamer kemesraan di hadapan seorang jomblo sepertiku ? apa kalian tidak memikirkan perasaan aku yang sedang hampa ini ? hatiku terasa hampa ... huwaaa...kalian semua jahat !! " ucap arsya mendramatisir


Raka hanya diam tak bereaksi , bahkan dia tak menoleh ke arah arsya sedikitpun.


" Arka, nanti daftarkan bocah tengik ini ke akademi teater, kemampuan akting nya semakin hari semakin bagus " ucap Raka dingin


Arka hanya mengangguk


" baik kak "


arka pun mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang


" halo akademi teater...


tut..tut..


Arsya dengan cepat merebut ponsel arka dan langsung memutus hubungan telepon itu.


" bercanda! gila. aku beneran mau di daftarin ke akademi teater ? kalian akan benar-benar membuang ku dari rumah ini ? huwaaa...kalian semua tega..jahat...hiks " ucap arsya semakin gencar mendramatisasi ucapannya.


semua orang hanya menatap arsya dengan tatapan heran dan menahan tawa mereka, kecuali raka yang hanya tetap santai dan memakan sarapannya.


" huwaa..kakak ipar, setidaknya tolonglah adik ipar mu yang imut ini. bilang padanya agar segera memperkerjakan aku di kantor. jika aku punya pekerjaan setidaknya aku yang jomblo ini tidak akan terlalu merasa kesepian. " rayu arsya sembari mendekati alicia dan duduk di sebelah alicia dan memasang wajah imutnya.


Alicia hanya tersenyum geli


" baiklah. nanti kakak minta sama mas raka buat kasih kerjaan sama kamum sekarang duduk kembali dan makan sarapanmu dengan baik " sahut alicia


" Benarkah kak ?" tanya arsya dengan mata berbinar-binar


Alicia hanya mengangguk dan tersenyum


" sekarang menjauh lah dari istriku dan makan sarapan mu !" ucap raka dingin


" huh.. kak raka jahat " arsya menjulurkan lidahnya lalu kembali duduk di kursinya dan makan dengan lahap.


Alicia menyenggol lengan suaminya, raka menoleh. seakan mengerti apa yang diinginkan oleh istrinya itu, raka pun menyerah.


" kau bisa datang nanti ke kantor. kau bisa membantu arka di kantor. " ucap raka


" tapi bukankah aku sudah punya asisten kak ?" tanya arka

__ADS_1


" ralin kan sudah menjadi istrimu. biarkan dia di rumah dan melayani mu dengan baik. pekerjaan di kantor bisa kau serahkan pada arsya saja. " sahut raka


" tapi pak, saya masih ingin bekerja. saya masih ingin membantu ibu dan adik-adik di panti. " ucap ralin ragu


" masalah di panti sudah saya serahkan pada jimmy. kedepannya segala kebutuhan panti asuhan akan ditanggung oleh keluarga ini. dan jika kamu memang ingin membantu ibu panti, pakai saja uang suamimu. apa gunanya dia bekerja siang malam jika bukan untukmu " ucap raka menjelaskan pada ralin


sedangkan ralin hanya menunduk. dia sebenarnya sangat ragu untuk meminta uang pada arka. lebih baik jika dia menggunakan uangnya sendiri saja.


Alicia mengamati perubahan wajah arka dan juga ralin


ada yang aneh pada hubungan mereka. aku sangat yakin itu.


" kau dengar ucapan kakak mu kan nak ?" tanya bu mona pada ralin


" iya ma" sahut ralin


" kalau begitu tetaplah dirumah temani mama, biar suami mu saja yang bekerja " ucap bu mona lembut


ralin hanya mengangguk


..


semua orang mengantar risya dan dion yang akan segera pulang ke rumah mereka, bu mona dan pak hadi memeluk risya dan terus menciumi baby dafa. alicia pun memeluk risya dan mencium dafa.


" hati-hati di jalan ya. dion berhati-hati lah saat mengemudi " ucap pak hadi


" baik pa "


dion dan risya berpamitan dan meninggalkan halaman rumah pak hadi.


Raka dan arka juga akan berangkat ke kantor. Raka mencium kening alicia dan berjalan menuju mobilnya.


sementara arka hanya berjalan menuju mobilnya tanpa berpamitan dengan ralin terlebih dahulu.


" Arka.. " panggil ralin


" Jika aku sampai melihat mu memperlakukan ralin dengan buruk, maka aku akan membawanya pergi jauh dari mu. ingat dan camkan ini " ucap alicia lalu berbalik dan mengajak ralin masuk ke dalam rumah


Arka terkejut


kenapa kak alicia begitu peka


Raka menatap arka tajam


" apa maksudnya ini arka ?" tanya raka


pak hadi dan bu mona juga menatap arka


" tidak apa -apa kak. aku dan ralin sudah baik-baik saja. meskipun agak terlambat nantinya, tapi kami pasti akan saling menerima satu sama lain. kak alicia mungkin hanya khawatir saja." sahut arka


Raka pun menatap istrinya yang berjalan masuk bersama ralin. dia ingin mengejar istrinya untuk meminta penjelasan padanya, tapi dia memiliki jadwal rapat pagi ini. sedari tadi fanny sudah meneleponnya terus.


pada akhirnya raka pun berangkat ke kantor


aku akan meminta penjelasan padanya saat pulang nanti saja.


..


" Apa arka memperlakukan mu dengan baik ?" tanya alicia


ralin sedikit terkejut


" pak arka memperlakukan aku dengan baik kak " sahut ralin


" lalu kenapa kau masih memanggilnya bapak ? dan kenapa tadi pagi dia bahkan tidak pamit dengan mu ?" selidik alicia


Ralin gelagapan

__ADS_1


aku harus bagaimana ini ?


" itu kami masih canggung kak. masih tidak nyaman pamer kemesraan kak " sahut ralin asal.


" kamu semalam tidur sama arka kan ?" tanya alicia lagi


" ya iyalah kak.. mau tidur sama siapa lagi kak. " sahut ralin


Alicia sedikit merasa lega. meskipun di hatinya masih memiliki rasa keraguan, namun berusaha ditepisnya. tidak baik jika memiliki prasangka buruk tanpa adanya bukti jelas


kali ini akan aku biarkan dulu, meski harus waspada. tapi sekali saja aku melihatmu di perlakukan buruk oleh arka, jangan salahkan aku jika aku membawa mu pergi dari arka.


Alicia hanya tersenyum sembari mengusap lembut rambut ralin. ralin pun ikut tersenyum


terimakasih karena sudah mengkhawatirkan aku kak.


..


Malam Harinya


Raka yang baru selesai membersihkan dirinya langsung berbaring di sebelah istrinya, raka pun langsung memeluk alicia hingga alicia terbangun dari tidurnya.


" sudah pulang mas ? maaf ya aku ketiduran. " ucap alicia sembari membenamkan kepalanya di dada raka.


" hmm iya sayang. "


" mau aku buatkan kopi atau teh ? atau mas mau makan malam dulu ?" tanya alicia


" mas sudah makan bersama klien tadi sayang. oh ya mas mau menanyakan sesuatu " ucap raka


" Apa mas ?"


" apa maksud ucapan mu pada arka tadi pagi ?" tanya raka


" aku hanya merasa jika arka memperlakukan ralin tidak sebagaimana mestinya mas. " sahut alicia


" kau melihatnya sendiri ? " tanya raka


alicia menggeleng


" tidak baik jika berpikiran buruk pada orang lain tanpa tau kebenarannya sayang. " ucap raka sembari mencium lembut kepala alicia


" Tapi mas jika arka benar-benar menyakiti ralin, maka aku akan bawa pergi ralin dari sini . " ucap alicia yakin


Dahi raka mengkerut


" Bawa pergi ? maksud kamu , kamu akan pergi bersama ralin begitu sayang ?" tanya raka


" hmm iya mas " sahut alicia


Raka melepaskan pelukan alicia dan segera duduk


" lalu bagaimana dengan mas, kamu akan meninggalkan mas begitu saja ? apa kamu mikirin perasaan mas sayang ?" tanya raka bertubi-tubi


" ya itu kan kalau mas. semoga saja hubungan mereka baik-baik saja kan " ucap alicia


" tapi kalau itu terjadi bagaimana ?" tanya raka mulai panik


" lihat saja nanti bagaimana " sahut alicia lalu kembali berbaring dan memejamkan matanya.


Sementara raka terlihat gusar, tak lama raka pun ikut berbaring dan memeluk alicia erat, seakan -akan enggan melepaskan nya sedetik pun


" Mas...aku susah bernafas ini " protes alicia


Raka hanya sedikit melonggarkan pelukannya tanpa berniat untuk melepaskannya. alicia hanya diam dan membalas pelukan suaminya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2