Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Penyesalan ........


__ADS_3

Malam Harinya


Raka benar-benar tidur di sofa, karena alicia terus menyuruhnya untuk menjauhinya karena merasa sesak, dan dengan terpaksa raka berjalan ke arah sofa sembari cemberut kesal.


Alicia membenahi selimut anak-anaknya, sudah seharian ini mereka selalu tertidur agar pemulihannya cepat, selain itu tidak ada masalah apapun lagi, kedua anaknya juga tidak mengalami trauma dan bayi yang dikandungnya juga baik-baik saja. alicia merasa sangat bersyukur untuk hal itu, namun dia kembali memikirkan tentang keadaan adiknya emilia, raka memberitahunya jika dia masih belum melewati masa kritisnya


dek..semoga kau cepat melewati masa kritis mu . bertahanlah


Tak lama Pak darma dan bu siska masuk ke dalam ruang rawat alicia, alicia dan raka menoleh pada mereka


" Mama Papa ?"


" Bagaimana keadaan mu ? apa wira menyakitimu ?" tanya pak darma


raka mendekati alicia dan duduk di sebelah alicia sembari merangkul bahunya


" dia sudah baik-baik saja sekarang. " sahut raka


" Kau suami nya alicia ?" tanya pak darma


" iya, perkenalkan Raka Hadi Wijaya " ucap raka dingin


Alicia melirik suaminya, dia sangat tahu kenapa suaminya bersikap seperti itu kepada orang tua angkatnya. alicia memegang tangan raka dan menatapnya, raka akhirnya mengalah


aku harus selalu ingat, aku mempunyai istri berhati malaikat


" silakan duduk " ucap raka lalu mencium puncak kepala alicia lalu berdiri dan duduk di sofa


" kami kemari karena mendengar alicia dan anak-anak nya diculik oleh wira. kami benar-benar tidak menyangka jika wira akan berbuat senekat itu. dan kami juga mengucapkan terimakasih banyak pada nak raka karena sudah memberikan pengobatan yang terbaik untuk emilia " ucap pak darma


" itu adalah ungkapan rasa terimakasih ku karena sudah menyelamatkan istriku " sahut raka


pak darma dan bu siska bu menunduk, terlihat jelas raut kesedihan di wajah mereka


" Kami tahu jika tidak pantas mengatakan hal ini, tapi nak, papa dan mama benar-benar minta maaf padamu. apa yang kami lakukan sudah sangat keterlaluan dan menyakiti hatimu. maafkan kami " ucap pak hadi


Alicia diam menatap kedua orang yang sudah membesarkannya itu, walau dia sakit hati pada mereka, namun di dalam hatinya masih memiliki kasih sayang untuk mereka,


raka yang mengetahui perasaan istrinya saat ini hanya diam melihat alicia yang terdiam dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis


" Nak..kamu tidak perlu memaafkan kami jika kamu memang tidak bisa. kami kemari untuk melihat keadaan mu. melihat kau sudah baik-baik saja, kami sangat bersyukur. kalau begitu kami permisi dulu , alicia,, nak raka " ucap pak darma


Raka ikut berdiri dan mengantarkan pak darma dan bu siska keluar dari ruang rawat alicia.


" Terima kasih karena sudah membahagiakan alicia, " ucap pak darma sembari menunduk

__ADS_1


" sudah kewajiban ku sebagai suaminya, akan kuberi tahu jika istriku sudah siap untuk bertemu dengan kalian " ucap raka


Pak darma dan bu siska terlihat senang,


" terimakasih banyak nak " ucap pak darma


raka hanya mengangguk


Mereka pun berjalan beriringan dengan wajah yang terlihat lega. raka melihat mereka sejenak dan masuk kembali ke ruang rawat.


Raka menghela nafas, istrinya menangis sembari menunduk


tuh kan dia menangis lagi.


Raka mendekati alicia dan memeluknya,


" Kenapa menangis hemm ? masih marah pada mereka ? apa perlu mas membalas mereka hemm ?" tanya raka lembut


Alicia menggeleng


" Aku hanya bingung mas, di satu sisi aku merasa masih sakit hati pada mereka, tapi disisi lain aku tidak bisa membenci mereka karena merekalah yang sudah membesarkan aku mas.. aku..aku " ucapnya lirih sembari terisak


" shut.. mas ngerti sayang, jika masih sulit maka jangan dipaksakan. tidak baik untuk kondisi mu dan juga bayi kita " ucap raka menenangkan alicia yang masih menangis


..


Sementara itu pak hadi mengusap wajahnya kasar saat membaca informasi yang diberikan oleh anak buahnya.


dia segera menelepon seseorang


" Kita harus bertemu sekarang, ada hal yang perlu aku sampaikan " ucap pak hadi serius lalu menutup telepon dan beranjak bangun


bu mona melihat pak hadi yang terlihat terburu-buru


" Papa mau kemana malam-malam begini ?" tanya nya


" Menemui ilham sebentar ma " sahut pak hadi


bu mona menahan tangan suaminya


" Apa ada hubungan nya dengan pembicaraan kita dengan rina ? apa ada informasi mengenai anak mereka ?" tanya bu mona


" Aku masih kurang yakin, bagaimana pun juga kita melihay bayi mungil itu sudah dikuburkan ma, jadi hal ini harus benar-benar di selidiki . nanti papa jelaskan lagi , papa pergi dulu " ucap pak hadi lalu berjalan keluar


bu mona menatap kepergian suaminya.

__ADS_1


" Semoga semua kemungkinan rani masih hidup itu besar. agar ilham dan rani tidak terlalu tersiksa seperti ini seumur hidup mereka. " gumam bu mona


...


Pak darma dan bu siska duduk di sofa ruang rawat emilia dengan lesu dan air mata mengalir di pipi mereka. menyesal...itulah yang mereka rasakan saat ini, melihat tidak ada sedikitpun rasa benci di mata alicia pada mereka membuat hati mereka semakin sakit, bayangan -bayangan masa dimana mereka memperlakukan alicia dengan tidak adil berputar di ingatan mereka, melihat wajah takut alicia saat akan dijual demi menolong perusahaan membuat mereka menangis.


andai ...andai saja mereka tidak melakukan hal itu, mungkin mereka masih bisa berkumpul layaknya satu keluarga yang bahagia. namun apadaya, perbuatan buruk mereka membuat mereka kehilangan kebahagiaan itu.


melihat dua anak kecil yang berbaring di sisi alicia membuat mereka sangat bahagia saat mengetahui putri mereka itu sudah memiliki anak, tapi mereka merasa tidak pantas sekadar untuk melihat mereka, apalagi menyentuh mereka. mereka hanya bisa menunggu...menunggu putri mereka memaafkan mereka dan menerima mereka kembali.


...


Raka meletakkan alicia dengan hati-hati agar tidak terbangun, menyelimutinya lalu mengusap air mata yang masih mengalir di pipi istrinya.


" kenapa kau masih saja menangis seperti ini. hati mas sangat sakit ketika melihatmu menangis seperti ini " ucap raka lirih


Raka mengusap wajah istrinya dengan lembut. mata istrinya terlihat sembab karena menangis terus menerus.


Raka mengerutkan keningnya saat melihat wajah istrinya yang sedang tertidur pulas


" Kenapa aku baru menyadarinya sekarang ? padahal aku sudah lama bersamanya, wajah alicia jika sedang tertidur dan dilihat dari sisi ini sangat mirip dengan paman ilham ? apa cuma perasaan aku saja ya ?" guman raka


ya sudahlah pikirnya, mungkin hanya suatu kebetulan biasa.


Raka mencium kening istrinya


" tidurlah yang nyenyak sayang , mas ada disini " ucap raka lirih sembari menggenggam tangan alicia


Raka pun tertidur dengan posisi duduk di kursi dan kepalanya bersandar di sisi alicia sembari terus menggenggam tangannya.


..


" Ada apa di ?" tanya dokter ilham saat baru datang dan duduk di depan pak hadi


" apa kau pernah berpikir jika putrimu itu masih hidup ?" tanya pak hadi


dokter ilham terkejut dan menatap pak hadi


" Kau melihat sendiri bayi mungil yang sudah tidak bernyawa itu di. kau sendiri yang bahkan menggendongnya sesaat sebelum dimakamkan. lalu kenapa kau menanyakan hal ini ?" tanya dokter ilham sedih


" Aku mempunyai alasan kenapa aku mengatakan hal ini. aku memiliko keyakinan jika putri mu rania masih hidup " sahut pak hadi


dokter ilham hanya diam menatap pak hadi dengan tatapan penuh tanda tanya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2