
Alicia terbangun saat mendengar celotehan anaknya yang sudah bangun lebih dulu, dia merasakan ada yang menggenggam tangannya, alicia menoleh dan tersenyum saat melihat siapa yang berada di sisinya, raka terduduk di lantai dan menyandarkan kepalanya di tempat tidur, tangan raka terus menggenggam tangan alicia bahkan saat dia tertidur dengan lelap.
Alicia mengusap lembut rambut raka dan berakhir pada pipinya,
terimakasih mas untuk cinta mu yang besar untuk ku
Raka terbangun dan langsung memegang tangan alicia yang masih mengusap lembut pipinya, raka mencium tangan itu lalu duduk
" Mas kenapa tidur di sini ? disini tidak nyaman mas. kenapa tidak tidur di kamar saja ?" tanya alicia lembut
" Mas kan gak bisa tidur kalau gak peluk kamu sayang. " ucap raka manja
" Masa kalah sama faiz dan faizza, mereka saja bisa tidur sendiri sekarang. masa papanya ini gak bisa hemmm... " ucap alicia sembari tertawa geli
" pokoknya begitu, mas maunya tidur sambil peluk kamu " ucap raka kesal
" ya sudah. sekarang mas mandi dulu. aku siapin pakaian dan sarapannya ya " ucap alicia sembari beranjak dari tempat tidur dan menengok anak-anaknya dan disusul oleh raka yang memeluk pinggangnya.
...
Sementara itu ralin terbangun saat alarm ponselnya berbunyi, dia melirik ke sampingnya dan melihat alicia yang sudah tidak berada di sampingnya, ralin duduk dan menoleh ke arah box bayi faiz dan faizza
" woah.. kalian sudah pada bangun rupanya , tante malah kesiangan nih.. nak.. nanti kalau kamu sudah lahir pasti seimut kakak faiz dan faizza ya.. " ucap ralin tersenyum senang sembari mengusap perutnya
ceklek..
alicia masuk sembari membawakan sarapan untuk ralin.
" sudah bangun ?" tanya alicia
" ini dimakan dulu sarapannya, sebaiknya kamu tetap di kamar ini. nanti kalau arka sudah berangkat ke kantor baru kamu siap-siap ya " ucap nya lagi
Ralin hanya mengangguk lalu duduk di sofa dan mulai memakan sarapannya. meskipun sedikit mual tapi dia tetap memakan sarapannya.
Alicia pun bergegas memandikan faiz dan faizza, ralin pun penasaran dan memperhatikan alicia yang sedang memandikan faiz dan faizza,
" begitu ya kak kalau mandiin anak kecil ?" tanya ralin
alicia menoleh dan tersenyum
" iya lin.. tapi kalau mandiin bayi beda lagi, mereka kan sudah bisa duduk dan berdiri jadi lebih mudah, kalau bayi kan harus kita gendong dan harus lebih hati-hati lagi
Ralin hanya mengangguk dan terus memperhatikan alicia yang terampil menghadapi keaktifan faiz dan faizza yang malah bermain dengan gembira saat dimandikan nya itu.
...
Ralin segera merapikan beberapa helai pakaian nya dan bersiap untuk pergi seperti yang disarankan oleh alicia, setidaknya untuk beberapa hari ini dia akan sedikit tenang jika jauh dari arka.
" udah siap sayang ? alicia sudah menunggu di bawah. " ucap bu mona
" udah ma "
" maafin putra mama ya, karena sifatnya yang keras itu kamu jadi seperti ini nak.. " ucap bu mona sedih
__ADS_1
" ralin ngerti ma, lagipula dari awal kan ralin tahu jika pernikahan ini tanpa cinta. ralin akan berusaha lagi nanti ma. setelah mas arka tenang, ralin akan kembali berusaha " sahut ralin sembari tersenyum.
bu mona pun tersenyum lalu memeluk ralin dan mengusap perutnya lembut
...
Bu ratna tersenyum saat melihat kedua anaknya itu datang mengunjunginya,
" bu mona silakan masuk, mari duduk sini " ucap bu ratna ramah
bu mona pun tersenyum lalu duduk di dekat bu ratna, sementara alicia dan ralin duduk bersama sembari memangku faiz dan faizza.
Ralin pun menceritakan tujuan mereka kesini dan tentang ngidam palsunya ralin yang ingin menginap disini dan memakan masakan ibu nya.
bu ratna pun tidak curiga karena mendengar kabar jika ralin sedang hamil pun hanya tersenyum senang dan mengiyakan permintaan ralin
Alicia terlihat lega
sekarang tinggal bagaimana mengurus arka, agar laki-laki dingin satu itu sadar akan perasaan nya pada ralin.
Mereka pun terlibat perbincangan hangat sebelum akhirnya bu mona dan alicia pamit pulang setelah makan siang bersama.
..
" kita langsung pulang nak ? atau mau pergi kemana dulu ?" tanya bu mona
" alicia pengen ke kantor mas raka ma, kangen sama fanny dan bu meli. fanny sering ribut untuk membawa faiz dan faizza " sahut alicia
" ya sudah, nanti mama antar kesana ya, mama langsung pulang saja. kasihan papa sendirian di rumah " ucap bu mona
" katanya kemarin sih masih lumayan lama, si tengil raka ini kasih pekerjaan pada adiknya malah kerja dilapangan. " sungut bu mona
alicia hanya tertawa kecil
..
" Fan... " panggil alicia
fanny yang baru menguap sembari merenggangkan tubuhnya langsung menoleh dan matanya langsung berbinar saat melihat siapa yang datang
" Cia.... " pekik fanny sembari menghambur memeluk alicia erat
" kangen banget...."
" sama fan. kamu sih semenjak jadi wanita karir sibuk terus, seperti gak ada waktu istirahat saja " sahut alicia
" tuh salahin suami mu itu , aku terus-terusan di bayar mahal tapi dikasih kerjaan buanyak banget.... hiks.. " adu fanny
alicia hanya tersenyum
" mereka kangen nih sama ante nya " ucap alicia sembari melihat stroller bayi . terlihat faiz dan faizza yang menatap fanny dengan mata berbinar dan senyum mengembang. wajah menggemaskan pun semakin melengkapi kegemasan orang yang melihat mereka berdua
fanny duduk di depan stroler bayi dan mencium bergantian dan bertubi-tubi pipi faiz dan faizza.
__ADS_1
" Ganteng dan cantiknya ante, udah makin besar aja ya sayang, ante kangen banget ini... "
Alicia mengajak fanny untuk mampir ke departemen keuangan dan bertemu dengan bu meli
bu meli tersenyum senang saat melihat alicia kembali mengunjungi mereka,
" aku tidak membawa banyak, tapi semoga ini cukup untuk kalian " ucap alicia sembari menyerahkan beberapa kantong cemilan
" jangan terus menerus repot seperti ini , melihat kamu masih ingat kami saja sudah membuat senang nona " ucap bu meli
" ibu meli bisa saja, hanya cemilan dan aku jarang-jarang datang kesini. " sahut alicia
bu meli tersenyum lalu pandangan nya beralih pada faiz dan faizza yang sedang menatap mereka dengan wajah menggemaskan mereka
" mereka anak-anak kamu ? alicia.. mereka mirip sekali dengan pak raka...kenapa gak ada wajah kamu sama sekali sih.. " ucap bu meli gemas sembari menggendong faiz
" iya ya bu.. aku yang mengandung selama 9 bulan dan melahirkan dengan susah, malah gak kebagian wajah nya.. semuanya sudah diambil sama mas raka " sahut alicia sembari tersenyum
bu meli bergantian menggendong faiz dan faizza, karyawan di departemen keuangan juga berebut untuk menggendong faiz dan faizza,
Alicia tersenyum melihat anak-anak nya yang sama sekali tidak rewel saat diajak bersenda gurau oleh para karyawan itu.
...
ceklek..
Raka mendongak dan langsung berdiri saat melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya, senyumnya langsung merekah dan laki-laki itu langsung berjalan mendekat
" tumben mampir sayang " ucap raka sembari mencium kening alicia
" kami kangen sama mas " ucap alicia manja sembari memeluk raka
Raka tersenyum senang dan menghujani wajah alicia dengan ciuman singkat.
Alicia terkekeh
emang kangen sih mas, tapi gak harus dikasih seribu ciuman juga kan..
..
Karena banyak pekerjaan, raka kembali melanjutkan pekerjaan nya , sementara alicia menyandarkan kepalanya di bahu raka yang sedang duduk di sofa sembari menatap laptop.
sementara itu faiz dan faizza yang sudah puas bermain dengan papa nya langsung tertidur setelah diberi asi oleh alicia.
meskipun fokus bekerja,sesekali raka mencium puncak kepala alicia dan mengusapnya lembut.
Alicia hanya tersenyum senang dan mempererat pelukannya pada lengan raka.
...
Arka terlihat sedang termenung diruangannya, dia memejamkan matanya dan hanyut dalam pikirannya.
entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki tampan itu, sehingga wajah yang selalu memancarkan aura dingin itu menjadi terlihat khawatir seperti sekarang ini.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...