Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Extra Chapter ( Arka & Ralin )


__ADS_3

Rafael tengah menangis histeris sampai balita itu berguling-guling di lantai dan melemparkan berbagai boneka dan mainannya


Ralin sudah melakukan berbagai cara untuk membujuk putra nya itu tetapi tetap tak membuat balita itu diam


" kakak faiz, izza sama ziya pelgi... fael au ikut mama !!! " teriaknya histeris dan mengamuk


" iya tapi kan perginya gak jauh sayang. kita bisa main kesana sama oma, opa sama papa juga. " sahut ralin mencoba membujuk putranya itu


" kakak fael.. udahan ya nangisnya.. gak kasihan sama mama sama adek " ucap ralin sembari mengusap perutnya yang sedang hamil 9 bulan itu


rafael sejenak melihat ke arah mamanya yang juga ikut terduduk di lantai, lalu dia melihat ke arah perut mamanya yang membesar itu


balita itu beringsut dan mendekati mamanya lalu memeluk nya dan mencium perut ralin


" Kakak sayang sama mama sama adek juga " ucapnya


" kalo kakak sayang sama mama dan juga adek, kakak udahan ya nangisnya, sekarang kakak makan dulu ya " bujuk ralin


fael kembali menggeleng,


" mau makan sama kakak izza...." rengeknya


ralin memijat pelipisnya lalu mengambil ponselnya dan menelepon suaminya


" Mas,, bisa pulang dulu gak sekarang ? ini anak kamu lagi ngamuk dirumah. papa sama mama lagi pergi ke rumah teman nya papa, perut aku juga sedikit nyeri dari tadi " ucap nya


" ya sudah. mas pulang sekarang sayang, kamu jangan capek-capek ya.. " ucap arka


" iya mas. hati-hati " sahut ralin dan menutup telponnya


ralin kembali menatap putranya yang masih merengek , matanya sembab dengan ingus yang meleler kemana-mana


" ya ampun putra nya mama, kok kucel sih nak.. ayo sini sayang sama mama. papa bentar lagi pulang " ucapnya sembari merentangkan tangan nya


" ndak au mama .. hua..hua " tangis balita itu kembali pecah dan dia kembali berguling-guling di lantai


ralin menghela nafas, kepergian keluarga raka yang memutuskan untuk pindah kerumah mereka sendiri tadi pagi membuat putranya itu terus menangis karena tidak rela berpisah dengan kakak-kakaknya dan juga adek ziya


" hua...hua... papa !" teriaknya histeris meraung-raung


ralin meringis, rasa kram dan nyeri menyerang perutnya, HPL yang masih satu minggu lagi itu membuat nya sering merasa was-was karena perutnya sering terasa kram dan nyeri


ralin mengatur nafasnya sembari mengusap-usap perutnya.


...


Arka membuka pintu kamar putranya dan terkejut melihat penampakan kamar yang seperti kapal pecah itu, putra nya masih berguling-guling di lantai dan masih terdengar isakan kecil, sementara istrinya tengah terduduk di lantai sembari mengusap perutnya


" sayang,, kamu gak apa-apa ? " tanya arka dengan raut wajah khawatir


" nyeri perut aku mas " ucap ralin


arka mengelap keringat di pelipis ralin dan mengusap perut istrinya itu


perlahan rasa nyeri itu mereda, arka menggendong istrinya dan membaringkan nya di tempat tidur


" mas bujuk rafael dulu ya, kamu istirahat dulu " ucap arka sembari mengecup kening istrinya


ralin mengangguk


arka beralih mendekati putranya yang masih terisak


" anak papa, kenapa sayang ? " tanya arka sembari menggendong rafael

__ADS_1


" mau ikut kakak faiz, kakak izza sama adek ziya pa.. " adunya sembari memeluk erat leher arka


arka mengecup pipi putranya dan mengusap rambutnya


"kan tadi kakak izza bilang dia akan sering main kesini nak, kakak fael gak kasihan sama mama, perut mama tadi sakit loh..kasihan adeknya nanti " ucap arka


fael langsung terdiam,


" peyut mama cakit pa ? mama gak bilang " ucapnya sembari mengelap ingusnya


" iya, liat tuh mukanya mama pucet " ucap arka sembari berjalan mendekati ralin yang masih duduk bersandar di tempat tidur


rafael langsung turun dan menaiki tempat tidur lalu langsung memeluk mamanya


" mama sakit ? kakak minta maaf ya mama.. kakak janji gak nakal lagi " ucapnya


ralin mengusap rambut putranya itu


" iya sayang.. udah gak apa-apa.. kakak ganti baju ya sama papa, cuci muka juga " ucapnya


balita itu mengangguk lalu mendekati arka, dengan cepat arka menggendong putranya ke kamar mandi dan mengganti pakaian putranya yang sudah basah karena campuran air mata dan ingus balita itu


..


Malam harinya


Bu mona sedang memijat lembut punggung ralin yang mulai mengeluh sakit punggung itu


" HPL seminggu lagi kan sayang ? " tanya bu mona


" iya ma, tapi akhir -akhir ini perut ralin sering kram, kadang nyeri juga ma " ucapnya


" ya sudah nanti mama bilangin arka minggu-minggi ini jangan dulu pergi keluar kota, nanti kamu mau lahiran lagi nak.." ucap bu mona


ralin mengangguk


" udah ma, " sahut ralin


" ya sudah. mama keluar dulu ya. ada apa-apa panggil mama sayang " ucap bu mona lalu mencium kening menantunya


ralin mengangguk, bu mona lalu berjalan keluar


di jalan bu mona bertemu arka


" udah Ka ngobrol nya ? " tanya nya pada putranya itu


" udah ma " sahut arka


...


Arka masuk ke dalam kamar dan melihat istrinya yang sedang duduk bersandar di tempat tidur, arka mendekat dan mencium kening ralin


" Mas.. kayaknya adek udah mau lahir mas.. " ucap ralin sembari meringis dan menunjukkan dasternya yang basah karena air ketubannya


Arka terkejut bukan main dan langsung meraba daster istrinya itu, kepalanya seketika berdenyut saat mendapati tangannya basah


" sayang!! " teriak arka dan langsung menggendong ralin yang mulai meringis menahan sakit


" Ma..mama ,, Pa..papa " teriak arka


bu mona keluar kamar dan terkejut melihat arka yang sedang menggendong ralin


" ralin kenapa nak ? " tanya bu mona

__ADS_1


" air ketuban ralin pecah ma " sahut arka


bu mona panik dan langsung ke kamar rafael mengambil tas perlengkapan persalinan yang sudah disiapkan


pak hadi pun menyusul arka yang sudah masuk ke dalam mobil


" mas.. sakit " lirih ralin sembari mencengkram erat tangan arka


" iya sayang, sabar sayang.. mas tau kamu pasti kuat, mas ada disini " ucap arka sembari terus mengecupi wajah ralin


...


Setelah berjuang selama 3 jam, akhirnya bayi mungil itu menangis kencang menyapa orang tuanya dan juga tim dokter


" Perempuan Ka,, cantik sekali seperti mamanya " ucap dr. rina sembari menggendong bayi mungil yang sudah dibersihkan dan dibalut selimut hangat itu


Arka menggendong putrinya dengan hati-hati, air matanya kembali menetes, ia mengecup pelan kening putri mungilnya itu


" selamat datang sayang, putri mungil nya papa " ucapnya tersenyum haru


arka mendekati ralin yang sedang menatap nya dan ikut menangis melihat bayi yang baru dilahirkan nya itu


ralin mendekap putri mungil nya dan mencium keningnya.


" mas.... " ucapnya lirih


Arka mencium kening ralin lama, air matanya kembali menetes


" terimakasih sayang, terimakasih untuk semuanya. " ucapnya lirih


ralin mengangguk dan memeluk pinggang raka


.....


Ralin dan Arka mengantar rafael ke sekolah dasar, putra pertama mereka itu akan mulai masuk ke sekolah dasar hari ini


Ralin tersenyum melihat arka menuntun rafael yang berjalan menuju gerbang sekolah


ralin mencium pipi Ralika,, putri keduanya yang saat ini berusia 2 tahun


" Kakak fael mau sekolah sayang. " ucapnya


" tata fael cekulah "sahut batita itu sembari menunjuk rafael yang melambai kan tangannya pada ralin


" kakak berangkat sekolah mama .. adek alika... " teriaknya lalu berlari masuk ke dalam sekolahnya


Arka berjalan menghampiri istri dan anaknya sembari tersenyum


tak kusangka, dia yang awalnya terpaksa kuterima kehadiran nya dalam hidupku, menjadi yang paling berharga untukku. dia adalah alasan aku bahagia sekarang, bidadari tak bersayap yang membawa dua malaikat kecil ke dalam hidupku , terimakasih untuk cinta yang kau berikan padaku , istriku....aku mencintaimu sangat mencintaimu - Arka


arka mendekat dan mencium kening ralin dan menggandeng tangan istrinya


ralin merangkul lengan arka dan tersenyum ke arahnya


dia sosok yang begitu ku takuti awalnya, lama kelamaan menjadi sosok yang aku patuhi dan kujadikan prioritaa hidupku. alasan aku memiliki semangat hidup . bersamanya aku memiliki keluarga yang lengkap, bisa merasakan kehangatan kasih sayang keluarga, dia suamiku, malaikat pelindungku dan pelindung dua malaikat kecil ku. terimakasih mas...terimakasih untuk cinta yang berikan... aku mencintaimu mas - Ralin


" mas sangat mencintaimu sayang, terima kasih untuk semuanya " ucap arka


" aku juga mencintaimu mas.. dan terimakasih juga untuk semuanya... " sahut ralin sembari tersenyum


arka tersenyum menatap wajah istrinya lalu kembali mengecup kening istrinya


...****************...

__ADS_1


oke... extra chap utk arka dan ralin udah ya gays... ditunggu buat kisah pasangan yan lain okay... tetap stay dan sabar menanti yahhh....


__ADS_2