Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Alicia Pingsan


__ADS_3

Sore Hari


Raka memasuki rumah nya dan langsung disambut oleh anak-anak nya yang langsung berlari menghampiri raka.


" Pappaaa..." teriak mereka gembira sembari berlari kearah raka


raka tersenyum lalu berjongkok dan merentangkan kedua tangannya


" awas terjatuh nak..." ucapnya


faiz dan faizza berlari ke pelukan raka, raka mencium gemas kedua pipi anaknya itu


" anak-anak papa hari ini nakal tidak hem ?" tanya raka


" enggak dong papa..kami kan anak pinter " sahut mereka


raka tersenyum dan menggendong faiz dan faizza mendekati alicia yang sedang bermain bersama rafael dan berbincang bersama ralin dan bu mona.


" tumben Ka pulang cepet ?" tanya bu mona pada putra sulungnya itu


" iya nih ma, gadis kecil raka ini merengek kangen sama raka katanya ma " sahut raka sembari mencium pipi faizza


bu mona tersenyum


" anak nya papa " ucap bu mona sembari tersenyum pada faizza


" anaknya mama juga oma " sahut faizza dengan wajah cemberut


" iya..iya anaknya mama juga " sahut bu mona mengalah


raka tersenyum


" mas emang gak ada kerjaan lagi di kantor pulang sore begini ?" tanya alicia


" kan ada arka sama arsya " sahut raka santai


bu mona menatap kesal pada putra sulungnya itu


" presdir satu ini. " ucap bu mona


raka hanya nyengir sembari melihat rafael yang sedang bermain


" nanti juga kalo fael udah ngerti mau ketemu papanya, arka juga pasti lebih sering pulang cepet nantinya. nah sebelum itu terjadi biarin arka lembur dulu dikantor ma " sahut raka santai


rafael hanya tersenyum girang menatap raka


" tuh kan dia setuju sama raka ma " sahut raka sembari melihat rafael yang tersenyum padanya


ralin hanya tertawa kecil


" tapi suami ralin jangan disuruh lembur terus dong kak.. kan kasihan " ucapnya pada raka


" gak lembur kok.. nanti juga pas jam pulang kantor pasti udah pulang itu anak " sahutnya


" ya sudah papa mau mandi dulu ya nak, sama mama dulu ya " ucap raka lagi


" mau ikut pappa " ucap mereka serentak


" papa mau mandi dulu nak.. sama mama dulu ya " bujuk alicia


" mau ikut pappa mandi ma.. " rengek faizza


" ya sudah ayo ikut papa " ajak raka sembari menggendong anak-anaknya dan berjalan ke kamar.


alicia geleng-geleng kepala melihat kelakuan anak-anak nya yang begitu menempel pada papanya.

__ADS_1


alicia pun menyusul suami dan anak-anak nya ke kamar.


..


alicia mendengar riuh tawa di kamar mandi , apalagi suara anak-anak nya yang tertawa riang, alicia pun menyiapkan pakaian suami dan anak-anaknya.


ceklek..


pintu kamar mandi terbuka, faiz dan faizza langsung berlari menghampiri alicia,


" awas jatuh nak.. kan kaki nya basah, nanti terpeleset sayang " ucap alicia


faiz dan faizza hanya tertawa kecil


sementara raka mengambil pakaian yang sudah disiapkan alicia dan segera memakainya.


raka melihat kedua anaknya yang sudah selesai dipakaikan pakaian oleh istrinya. raka pun mendekat dan mencium anak-anaknya,


" emm...udah wangi anak-anak papa " ucap raka


" iya dong pa.. " sahut mereka


raka tertawa kecil


" papa adek mau bobok sama papa " rengek izza


" kakak juga pa " ucap faiz


" oke.. ayo kita bobok nak " sahut raka


" tapi mau bobok disini pa.. boleh ya ?" tanya izza


" boleh dong.. kakak sama adek mau bobok sama papa sama mama ya nak ?" tanya raka


mereka berdua mengangguk


alicia duduk di sebelah faiz dan ikut menepuk pelan putra nya itu, tak lama keduanya tertidur lelap. raka mencium kening anak-anak nya dan juga alicia yang ternyata ikut terlelap juga.


" mimpi indah kesayangan nya papa " ucap raka


lalu raka mengambil laptopnya lalu duduk disofa dan mulai fokus mengerjakan pekerjaan nya. sebenarnya dia memiliki banyak pekerjaan hari ini. tapi demi melihat putri kecilnya menangis sampai matanya memerah membuat raka tidak tega untuk tidak segera pulang. dan akhirnya raka pun memutuskan untuk melanjutkan pekerjaan nya dirumah saja.


alicia menggeliat bangun dam berbalik lalu melihat raka yang sedang fokus mengerjakan pekerjaannya. alicia hanya diam dan tersenyum memandangi wajah tampan suaminya yang terlihat serius itu.


alicia beranjak bangun dan duduk di sebelah raka, entah raka yang begitu fokus pada pekerjaan nya atau tubuh alicia yang begitu ringan sehingga tidak menimbulkan gerakan yang kuat saat duduk di sebelah raka.


alicia cemberut saat melihat suaminya sepertinya tidak menyadari kehadirannya di samping suaminya itu


" Mas kenapa bohong ? katanya mas gak ada kerjaan di kantor ? ini pekerjaan nya banyak begini . saking sibuknya sampai-sampai aku di cuekin " ucap alicia cemberut


raka menoleh lalu tersenyum gemas saat melihat bibir istrinya yang mengerucut itu. cup..raka mengecup sekilas bibir istrinya itu


" ya kan kalian lebih penting dari apapun. lagian salah siapa coba, suami nya pulang kerja malah ditinggal tidur. terus mas harus ngapain ? makanya mas lanjutin pekerjaan disini " ucap raka sembari menutup laptop nya dan menyusun berkas-berkas nya.


Raka langsung mengangkat tubuh alicia dan memindahkan nya ke pangkuan nya, alicia yang terkejut langsung mengalungkan tangannya di leher raka


" Mas... " ucapnya kesal


" katanya mau manja-manja an sama mas ? " tanya raka


" kata siapa ?" tanya alicia


" kata Mas barusan" sahut raka santai


alicia memukul dada raka pelan, lalu memeluknya

__ADS_1


" mas ini "


" tapi istri mas ini suka kan ? " tanya raka menggoda


alicia hanya diam saja dan mengeratkan pelukannya, entah mengapa akhir-akhir ini dia menjadi sangat manja dengan suaminya itu. dia selalu ingin untuk berada di dekat raka, alicia terkadang sampai heran sendiri.


raka mendusel di ceruk leher alicia dan memeluk erat alicia.


...


arka yang baru pulang tersenyum saat melihat anak dan istrinya yang sudah tertidur, arka pun segera mandi dan ikut menyusul anak dan istrinya.


sementara arsya menikmati makan malam ditemani papa dan mamanya


" bagaimana arsya ? mau melanjutkan kuliah S2 mu atau tetap bekerja di kantor ? " tanya pak hadi


" sepertinya arsya akan tetap bekerja di kantor pa, arsya mulai terbiasa soalnya . ya lumayan arsya juga bisa sedikit demi sedikit menabung untuk masa depan arsya nanti " sahut arsya


" anak mama sudah dewasa ya sekarang. baguslah kalau itu keputusan mu nak " ucap bu mona lembut sembari mengusap kepala anak nya itu


" arsya juga kan ingin menjadi suami dan ayah baik seperti kak raka dan kak arka ma pa, karena itulah arsya mempersiapkan nya dari sekarang " ucap arsya


" semoga keinginan mu terpenuhi nak " ucap pak hadi


" aamiin pa. semoga " sahut arsya dan meneruskan makan malamnya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Alicia sudah meminta izin pada raka untuk pergi keluar bersama fanny, karena kebetulan fanny mendapat libur hari ini dan mereka ingin menggunakan nya untuk hangout bareng menghabiskan waktu berdua saja.


faiz dan faizza berada dirumah bersama oma dan opanya dan bermain bersama adik fael mereka.


raka selalu me wanti-wanti istrinya itu agar tidak terlalu lelah nanti.


walaupun sejak pagi tadi alicia yang merasa sedikit pusing , tapi dia tetap mengatakan jika dia baik-baik saja pada raka agar suaminya itu tidak terlalu khawatir padanya. dia juga merasa pusing nya tidak terlalu parah, mengatakan hal itu pada suaminya hanya akan membuat suaminya itu heboh sendiri nanti.


..


Alicia dan fanny berkeliling melihat-lihat barang yang ada di setiap toko, seperti yang selalu mereka lakukan saat kuliah dulu. meskipun kini keduanya sanggup membeli barang yang mereka mau, tapi agenda mereka hari ini adalah mengenang masa-masa saat mereka hidup pas-pasan dulu.


di tengah perjalan alicia merasa kepalanya kembali pusing, rasanya berputar - putar, alicia segera menepi ke dinding dan berhenti sejenak.


" kamu kenapa cia ?" tanya fanny cemas


" Kepala aku pusing banget fan. terus tubuh aku kok rasanya tiba-tiba lemas begini " sahut alicia


fanny pun segera membeli air mineral dan menyuruh alicia untuk minum


alicia meminum air itu, tapi kemudian dia kembali menyerahkan nya pada fanny


" aku mual fan. "


" kenapa ? ya sudah kita duduk dulu " ucapnya sembari menuntun alicia


tapi belum sempat alicia duduk, tubuhnya limbung dan jatuh pingsan.


" ya ampun cia.. " pekik fanny dan segera memeluk alicia


" cia.. bangun dong.. jangan buat aku panik.. cia..nanti aku bilang apa sama pak raka ? cia.. bangun.. " ucap fanny cemas sembari menepuk pelan pipi alicia


namun alicia tidak merespon, fanny semakin cemas saat melihat wajah sahabatnya yang pucat itu.


beberapa pegawai toko segera menghampiri fanny dan alicia, mereka segera membantu dengan menghubungi ambulan secepatnya.


fanny terlihat panik dan cemas

__ADS_1


" aku harus telepon pak raka segera "


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2