Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Pembalasan Raka ( part 2 )


__ADS_3

jimmy sedang diam menatap tuannya yang sedang sibuk dengan pikirannya.


ada apa dengan tuan raka ? apa masalah nona alicia masih menjadi beban pikirannya ?


" tuan, rapat akan dimulai 15 menit lagi " ucap jimmy pelan dan hati-hati


" hmmm " raka hanya berdehem menyahut ucapan jimmy


fix, mood nya sedang tidak bagus. bisa habis para karyawan diruang rapat nanti jika mereka tidak becus dan sampai melakukan kesalahan


jimmy segera keluar dan memperingatkan pada peserta rapat agar benar-benar menyiapkan materi presentasi yang terbaik dan sebisa mungkin menghindari kesalahan apapun . perasaan para peserta rapat jadi tak karuan, tegang bercampur takut, itulah yang mereka rasakan.


arka yang baru datang ke kantor setelah melakukan perjalanan dinas ke luar kota langsung merasakan udara dingin mencekam di departemen keuangan.


arka pun menepuk bahu jimmy


" ada apa ?" tanya nya


" tuan arka " sapa jimmy sembari menunduk


" departemen keuangan hari ini ada rapat rutin dengan pimpinan" ucap jimmy


" ohh..tapi kenapa aku merasakan udara dingin yang mencekam disini ?" tanya arka


" itu karena mood pimpinan sedang buruk. " sahut jimmy lagi


" mood buruk ? kak raka ? apa dia bertengkar dengan kak alicia ?" tanya arka lagi


jimmy menggeleng


" mungkin karena masalah di supermarket itu " sahut jimmy


arka mengerutkan dahinya bingung


" supermarket ?"


jimmy pun memperlihatkan video yang terjadi pada alicia, arka terlihat mengepalkan tangannya tapi tak lama dia mulai kembali sadar dan bersikap normal


tenang arka! kak raka pasti sudah menyiapkan rencana yang terbaik untuk mengatasi ini.


tak lama terdengar langkah kaki mendekati mereka, kedua orang itu menoleh dan para karyawan yang mengenali siapa yang berjalan itu langsung menundukkan kepala hormat.


" selamat siang nona " sapa jimmy sembari menundukkan kepala saat melihat alicia yang berjalan kearah nya sembari tersenyum


" tumben kak , ada apa ?" tanya arka


" ini , dokumen mas raka ada yang ketinggalan tadi dan sepertinya ini diperlukan untuk rapat siang ini " ucap alicia sembari menyerahkan sebuah map kepada jimmy


jimmy mengamati dokumen itu


" benar sekali nona, ini memang salah satu dokumen yang dibutuhkan rapat saat ini " sahur jimmy


arka pun mengambil dokumen itu dari jimmy lalu menyerahkan kembali pada alicia, jimmy jadi bingung sendiri tapi bahunya segera dirangkul oleh arka.


" kakak bisa kan antarkan ini ke ruangan kak raka , kebetulan aku dan jimmy harus segera memeriksa ruang rapat, karena rapat dimulai sebentar lagi " ucap arka


alicia pun menerima map itu lalu mengangguk, dan segera berjalan menuju ruangan raka, raka memang masih memakai ruangan lamanya, karena dia merasa sepi jika berada di lantai paling atas sendirian.


" kenapa diberikan lagi pada nona ?" tanya jimmy bingung pada arka


" kau mau rapat nanti tidak mencekam seperti kuburan bukan ? sudah diam dan tunggu saja " sahut arka sembari menarik jimmy


...


tok..tok...tok..


" masuk " ucap raka saat mendengar seseorang mengetuk pintu nya.


alicia membuka pintu dan melihat raka sedang menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi sembari memejamkan matanya. alicia meletakkan map di meja raka dan juga meletakkan kotak makan siang di depan raka.


raka masih diam menunggu apa yang akan diucapkan oleh orang yang masuk ke ruangan nya tanpa membuka matanya,


" perlu apa ? jika tidak penting segera pergi, aku ingin istirahat sebentar " ucap raka dingin

__ADS_1


" aku hanya mengantarkan ini , kalau begitu aku pergi ya " ucap alicia


raka yang mengenali suara itu langsung membuka matanya dan terkejut saat melihat siapa yang tengah berdiri di hadapan nya. sontak saja raka langsung berdiri dan mendekati istrinya yang sudah akan berjalan keluar


" eh sayang, tumben kesini ?" ucap raka sembari memegang tangan alicia dan menuntunnya untuk duduk di sofa


" berkas mas ada yang ketinggalan, mas juga tadi gak sarapan , jadi sekalian aku bawain makan buat mas " sahut alicia


raka pun tersenyum lalu menarik alicia ke pelukannya,


" kebetulan mas juga lagi perlu kamu buat mood booster nya mas ," ucap raka sembari menciumi rambut alicia


" mas aku belum keramas " ucap alicia sembari menjauhkan kepalanya, tapi raka malah terus mendekat saja.


alicia akhirnya pasrah dan membiarkan apa yang dilakukan suaminya itu


" mas rapat nya masih lama ?" tanya alicia


" kenapa memangnya ? mau manja-manja sama mas dulu ?" goda raka


" mas ih pikiran nya " sahut alicia jengkel


" kalau masih lama, mas makan dulu bentar. biar nanti pas rapat mas gak lapar, nanti karyawan mas kena imbasnya " ucap alicia lagi


" mas maunya makan kamu " ucap raka sambil memeluk erat alicia


alicia memukul lengan raka berusaha melepaskan pelukan raka


" lepas dulu mas , mas makan dulu bentar ya " ucap alicia yang dengan susah payah lepas dari pelukan raka dan mengambil kotak makan siang yang tadi dibawanya.


dengan telaten alicia menyiapkan makanan untuk suaminya,


" ini makan dulu " ucap alicia


" aaa ..." ucap raka seraya membuka mulutnya


alicia mendelik kesal


mengingat rapat yang sebentar lagi membuat alicia pasrah dan menyuapi bayi besar nya itu


" aaaa... bayi besar ku yang manja " ucap alicia sembari menyuapkan makanan ke mulut raka yang diterima raka dengan sangat gembira


setelah selesai , alicia dengan telaten merapikan dasi dan jas yang dipakai suaminya, raka hanya menatap wajah alicia yang ada dihadapannya itu dengan senyuman mengembang


" udah. aku pulang dulu ya mas " ucap alicia


raka pun mencium kening alicia


" hati-hati "


alicia mengangguk lalu berjalan keluar. sementara raka segera menelepon jimmy untuk memberitahukan rapat segera dimulai.


...


terlihat alicia sedang menyusui kedua anaknya, dia melihat jam dan sebentar lagi pasti raka sudah datang untuk menjemputnya, alicia segera menidurkan kedua anaknya dan bersiap-siap.


" udah siap sayang ?" tanya raka saat masuk ke dalam kamarnya


" iya mas " sahut alicia lalu mengambil tas nya dan segera menghampiri raka yang berdiri di dekat pintu


" faiz sama faizza tidur ?" tanya raka


" iya mas, habis menyusu mereka langsung tidur . aku sudah titip mereka sama bi inah dan juga sama mama " sahut alicia


" ya sudah ayo" ajak raka sembari menggandeng tangan alicia.


..


senyum alici langsung memudar ketika melihat siapa yang sedang menunggu mereka di dalam ruangan privat di sebuah restoran.


" bu wati .." gumam alicia pelan lalu melirik suaminya bingung


jangan-jangan mas raka...

__ADS_1


" selamat malam pak raka dan alicia " sapa pak arif hormat.


raka hanya diam sedangkan alicia berusaha untuk sedikit tersenyum.


raka langsung menarik kursi dan meminta alicia untuk duduk, lalu dia pun duduk disebelah istrinya itu.


setelah melihat raka duduk, pak arif dan istrinya segera duduk dengan pelan


" bagaimana ? apa pilihan anda ?" tanya raka dingin dan menatap tajam kedua orang yang ada dihadapannya.


" saya akan membuat istri saya merasakan hal yang sama dengan yang istri anda rasakan pak " sahut pak arif


raka tersenyum smirk,


" silakan "


alicia menatap raka dengan pikiran yang berkecamuk tak karuan , semenjak melihat kedua orang ini dia terus memikirkan yang tidak - tidak dari tadi.


silakan apanya ? mas raka mau apa sih


pak arif berdiri lalu


plakkk... plakkkk..


bu wati terjatuh dari kursinya karena mendapat 2 tamparan yang cukup keras dari suaminya itu.


melihat itu alicia langsung menutup mulutnya karena terkejut. sementara raka segera menggenggam tangan alicia namun matanya masih fokus melihat adegan yang terjadi di hadapan nya.


" pak.. " ucap bu wati menahan tangis karena rasa perih yang menjalar di pipinya


plakk..plakkk..


namun lagi-lagi hanya tamparan yang diberikan pak arif pada istrinya itu


ini pilihan yang terbaik, kau tidak mau miskin dan juga tidak mau dipenjara, jadi ini adalah solusi terakhir yang aku punya.


bu wati menangis, sementara alicia menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca


" mas...... " ucap alicia


raka menoleh dan terkejut saat melihat mata istrinya yang mulai menggenangkan air mata yang siap tumpah


" kamu kenapa sayang ? " tanya raka khawatir


" mas yang kenapa ? ini ada apa ? kenapa pak arif memukul bu wati seperti itu ?" tanya alicia


" itu adalah balasan untuknya " sahut raka dingin


plak..plak...


sementara itu pak arif terus memukul istrinya karena pak raka masih diam tak bereaksi


" mas..cukup mas. gak begini caranya mas.. alicia mohon cukup mas , cukup " pinta alicia sembari menangis dan memeluk raka erat


raka terhenyak melihat alicia yang malah menangis tersedu-sedu alih-alih senang melihat orang yang menyakitinya mendapatkan balasan setimpal.


" cukup mas... alicia mohon mas " pinta alicia lagi


raka yang tidak melihat istrinya menangis langsung mengetuk meja


" sudah cukup, bawa pergi istri mu dari sini , dan kau bisa bekerja lagi. dan masalah ini aku anggap selesai. akan tetapi jika ini sampai terulang lagi pikirkan akibat nya yang akan kalian terima. dan tentu saja tidak akan seringan ini " ucap raka dingin. sementara tangan nya terus mengusap bahu alicia yang masih menangis tersedu -sedu


aku lupa jika aku menikahi seoarang wanita berhati malaikat.


pak arif segera memapah istrinya yang tidak berdaya dan membawa nya pergi dari tempat itu.


" mas kenapa melakukan hal seperti itu .. alicia gak suka mas seperti ini " ucap alicia masih menangis


" iya maafin mas ya , sudah ya jangan nangis terus. apalagi nangis buat mereka itu. mas gak rela " ucap raka sembari menghapus air mata alicia


alicia berusaha meredakan tangis dan perasaannya lalu kembali memeluk raka erat.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2