
Setelah para mantan arka yang woow itu undur diri dari mansion hadi wijaya, arka kembali menunduk di hadapan sang papa.
sementara raka menarik alicia ke dalam pelukannya,
enak saja mau peluk-peluk istriku.
" Arka Hadi Wijaya, papa ingin kau segera menikah. papa akan carikan anak gadis dari teman bisnis papa, papa ingin agar kau segera memiliki seseorang yang harus kau lindungi agar kau dapat lebih bertanggung jawab.
kau sudah sangat baik selama ini. papa pikir kau seseorang yang gila kerja seperti kakakmu, tapi ternyata kau juga gila dengan wanita ." ucap pak hadi terlihat kecewa
" Maaf pa, tapi sungguh arka masih menjaga kehormatan arka pa. arka tidak pernah melewati batas jika sedang bersama mereka pa " ucap arka sembari menunduk
" Papa akan memaafkan mu sepenuhnya jika kau mau menikah dan menjadi lebih bertanggung jawab !" ucap pak hadi tegas
" Arka hanya akan menikah jika pengantin wanita ku adalah dia !!" ucap arka tegas sembari menunjuk ke arah Ralin
deg..deg
jantung ralin hampir melompat keluar dari tempat nya.
pak arka ini apa-apa an sih. kenapa malah jadi aku ?
" tidak bisa ! " tolak pak hadi mentah-mentah
semua orang terkejut atas penolakan pak hadi, ralin pun sampai menunduk
tuh kan, jadi kayak drama aja. ada adegan dimana aku ditolak sama calon mertua.
" kenapa pa ? papa ingin aku menikah bukan ? wanita yang dekat denganku beberapa waktu ini cuma dia, aku tidak mau wanita yang lain " sahut arka
" jangan kau kira papa tidak tau alasan mu ingin menikahi ralin arka, kau menikahinya karena dia adalah asistenmu bukan ? jadi dia akan selalu menurut padamu. dan kau tetap bisa bebas walau sudah menikah " ucap pak hadi sembari tersenyum sinis
deg.
arka terkejut karena papanya ternyata mengetahui alasan nya memilih menikahi ralin. dia terlihat berpikir
" Baiklah..kalau itu maumu . nikahi lah ralin dan kalian akan tetap tinggal disini setelah menikah nanti. ini adalah keputusan papa dan tidak bisa diganggu gugat !" ultimatum pak hadi
" Tapi pa ?" ucap arka
__ADS_1
" jika kau masih menghormati papa sebagai kepala keluarga ini, maka jangan pernah membantah !" tegas pak hadi
ralin tercekat, jantungnya berpacu dengan cepat, keringat dingin mulai menetes di pelipisnya, wajahnya mulai terlihat memelas
tunggu..tunggu kenapa tidak ada yang menanyakan pendapatku ? kenapa diputuskan seperti ini ? aku kan belum bilang iya untuk menikah. kenapa..kenapa jadi seperti ini ?
namun ucapan itu hanya terucap di dalam hati ralin, mulutnya serasa terkunci, dia tidak sanggup untuk mengeluarkan sepatah katapun. mulutnya benar-benar tertutup rapat.
Pak hadi berdiri dan berjalan mendekati ralin. ralin seketika langsung berdiri tegap menghadap pak hadi.
pak hadi memegang pundak ralin
" nak..maafkan saya, karena keegoisan saya sehingga memutuskan hal seperti ini tanpa menanyakan pendapat mu terlebih dahulu. tapi karena ini sudah terjadi, maka saya akan meminta tolong padamu. " ucap pak hadi lembut
ralin menatap mata pak hadi ,
" apa yang saya bisa bantu pak ?" tanya ralin
" menikahlah dengan putra saya Arka, bantu saya membuatnya jadi laki-laki yang lebih bertanggung jawab. saya melihat kamu cocok dengan kriteria yang kami inginkan untuk menjadi pendamping arka " ucap pak hadi lagi
Ralin bingung, matanya langsung menoleh kepada arka, arka hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.
" iya nak. bantulah putra saya, menikahlah dengannya hmm... kami akan menjamin kebahagiaan mu, arka tidak akan pernah bisa mencampakkan mu begitu saja " ucap bu mona
Ralin terlihat berpikir
" berikan saya waktu tuan, nyonya. hal ini bukanlah sesuatu yang bisa saya putuskan begitu saja " ucap ralin akhirnya
" iya nak.. kami akan memberi kamu waktu 3 hari. pikirkan dengan baik nak. kami menunggu kabar baik darimu " sahut bu mona.
Ralin hanya mengangguk, pikirannya berkecamuk. menikah bukanlah tujuan nya dalam waktu dekat ini, dia masih ingin mencari uang yang banyak untuk membantu panti asuhan yang sudah membesarkan nya.
semua orang terlihat diam dengan pikiran nya masing-masing
arsya terlihat berpikir keras,
aku harus segera memutuskan para gadisku. bisa gawat jika papa sampai mengetahui tentang mereka, bisa-bisa disuruh menikah juga aku. kalau kak arka mah enak, kerjaan punya, gaji tinggi belum lagi dia mulai merintis usaha, lah aku ?mau ku kasih makan apa nanti istriku. aku kan belum kerja, uang jajan saja masih meminta sama papa.
Akhirnya malam itu semua orang pulang dengan pemikiran mereka masing-masing.
__ADS_1
...
Raka berbalik dan memeluk alicia dalam tidurnya, alicia belum bisa tertidur lantaran memikirkan bagaimana keadaab ralin saat ini , gadis itu pasti sedang bimbang sekarang, jika menolak permintaan mertuanya pasti ralin tidak enak hati, tapi jika menuruti nya bukankah itu akan membuatnya menikahi orang yang tidak menyukainya sedikitpun.
semoga saja apapun keputusan ralin nanti itulah yang terbaik untuk dia dan juga arka.
Alicia menoleh dan berhadapan dengan raka yang tertidur lelap sembari memeluknya, alicia tersenyum menatap wajah imut raka saat sedang tertidur, perlahan tangannya terulur menyentuh wajah raka,
aku sangat beruntung karena bertemu dengan kamu mas, kamu suami yang sangat penuh dengan kasih sayang dan bertanggung jawab. aku mencintaimu mas, suamiku , ayah dari anak-anakku
Raka merasa terusik dan membuka matanya, dia melihay wajah istrinya yang sedang menatapnya sembari mengusap wajahnya
Raka tersenyum nakal,
" Mas tadi udah tidur loh sayang, kamu yang bangunin ya " ucap raka
alicia menatap heran suaminya, sesaat kemudian dia tersadar dan menarik tangannya, dia berusaha mundur menjauhi suaminya namun terlambat, raka lebih dulu menariknya kedalam pelukannya dan menarik selimut menutupi tubh mereka berdua,
pakaian yang mereka pakai satu-persatu terlempar keluar.
" Mass.... " pekik alicia kesal
.....
1 minggu kemudian,
rombongan keluarga Hadi Wijaya sampai di panti asuhan dimana Ralin dulu tinggal . ralin sudah memutuskan menerima pernikahan dengan arka, asalkan dia masih di izinkan bekerja dan tetap membantu keuangan panti asuhan . kondisi panti asuhan tempat dia tinggal dulu mulai kekurangan ekonomi nya, para donatur sudah banyak yang tidak lagi mengirim bantuan nya, hanya tersisa beberapa donatur saja, sementara anak-anak dipanti bertambah banyak, ditambah lagi kesehatan ibu panti yang mulai menurun, karena itulah ralin yang paling dewasa dari sekian banyak anak-anak panti jadi merasa itu adalah kewajiban nya untuk menjadi tulang punggung keluarga nya di panti. agar mengurangi beban ibu panti, dia memutuskan untuk tinggal sendiri setelah bekerja. dia bahkan pernah merantau ke kota lain demi mengumpulkan uang untuk membantu ibu panti, namun dia akhirnya kembali karena ibu panti sedang sakit sehingga tidak ada yang mengurus anak-anak di panti .
Alicia tertegun saat sampai di panti itu,
" Panti ini kan ?" ucap alicia ragu
" kenapa panti nya sayang ?"
" kamu Alicia kan ?" ucap ibu panti saat melihat alicia yang terdiam menatap panti asuhan itu.
alicia menatap ibu panti itu dan tak terasa air matanya jatuh.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1