
Alicia duduk dan tersenyum karena raka terlihat sangat kesulitan menyisir rambut panjang alicia,
uhh..manis sekali suami ku ini.
" bisa mas...? " tanya alicia sembari tersenyum
" bentar lagi sayang, ini kenapa kusut begini rambutnya, harus pelan-pelan nanti kalo rambut kamu rontok trus botak , aku gak mau lagi sama kamu sayang," ucap raka sembari tertawa
alicia cemberut lalu menyikut perut raka,
" mas....." pekik alicia
" hahaha...bercanda sayang. " ucap raka sembari memeluk alicia dari belakang dan menciumi rambutnya
" aku udah lama belum keramas lo mas ." ucap alicia
" masih wangi kok sayang, hehe... agak hilang dikit sih wanginya.." sahut raka cengengesan
alicia cemberut.
" udah sana jauh -jauh duduknya " protes alicia
" gak mau sayang. "
" lho mas ?"
" mas maunya deket-deket kamu terus . mas kangen " sahut raka
alicia lalu menggenggam tangan raka yang melingkar diperutnya
" hemmm...cepat rapikan rambutku mas. " ucap alicia
" siap bos " sahut raka lalu kembali menyisir rambut istrinya secara perlahan-lahan.
...
risya kelimpungan sendiri saat melihat kedua mertuanya datang dan langsung heboh saat melihatnya terbaring di ranjang rumah sakit.
" sayang, gimana keadaan kamu ? masih ada yang sakit ? sakit dibagian mananya ? perut nya ? kepala nya ? atau dimana nya ? bilang sama mama sayang. perempuan itu kamu mau mama apain dia sayang ? mama bisa bereskan dia, yang penting kamu seneng mama akan lakuin apapun itu. ayo sayang kamu mau apa hem ?" cerocos bu dini
risya melongo mendengar celotehan mertuanya itu. saat baru datang tadi saja tubuhnya sudah dibolak-balik dan diperiksa se teliti mungkin, tak dilewatkan se inci pun. dan sekarang mertuanya itu malah banyak bertanya hal secara beruntun yang membuatnya tambah bingung.
risya melirik kesal pada suaminya itu.
sudah kubilang kan bawa aku pulang, aku sudah duga reaksi mama dini pasti begini.
sedangkan dion yang tau arti lirikan istrinya itu hanya membuang muka menghindari lirikan kesal istrinya.
" risya ? kok diem ? kamu bener-bener sakit ya nak ? bilang sama mama nak ? apa yang sakit sayang ? bilang sekarang ."
" aku baik-baik saja mama, jangan khawatir ya . mama duduk dulu ya, yang tenang mama " ucap risya sembari menepuk tempat tidurnya,
bu dini pun duduk di sebelah risya lalu memeluk bahunya dan merapikan rambut risya,
" lihat ini dahi menantu mama jadi luka begini, masih sakit ? " tanya bu dini
" enggak ma . ini sudah sembuh kok " sahur risya
" gimana dengan perempuan itu dion ? apa sudah dibereskan ?" tanya pak danendra pada dion
" papa hadi sudah membereskan perusahaan milik pak hendarto pa, tapi kalau untuk perempuan itu masih belum diketahui apa yang direncanakan papa hadi padanya. sepertinya papa hadi ingin membiarkan dia merasakan kesulitan hidup tanpa kemewahan " sahut dion
" hemm..dan bagaimana keadaan istri Raka ? papa dengar dia koma?" tanya pak danendra lagi
" kak alicia sudah sadar kemarin pa, dan kondisinya perlahan membaik, pagi ini kak raka bilang jika kak alicia tidak memakai bantuan selang oksigen lagi. " sahut dion
" syukurlah kalau mereka berdua baik-baik saja " ucap pak danendra
" iya pa, untung saja menantu sama calon cucu kita baik-baik saja. mama jadi lega " ucap bu dini sembari terus memeluk risya
" ma, istriku bisa sesak nafas nanti " ucap dion
__ADS_1
mama dini refleks langsung melepas pelukan nya dan melirik kesal pada dion. lalu kembali merangkul bahu risya.
dion membalas tatapan mamanya yang terlihat sangat kesal padanya.
sementara pak danendra hanya bisa tertawa dalam hati melihat istri dan anaknya yang seperti musuh bebuyutan itu.
dan jangan lupakan risya yang kelimpungan di antara mereka .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" eh..ada perangko disini " ucap bu mona saat membuka pintu ruang rawat alicia diikuti pak hadi dan kedua putranya
alicia menatap bingung mertuanya itu
" perangko ?? "
" tuh.. yang di belakang mu , nempel terus kayak perangko sama amplop " ucap bu mona sembari menunjuk raka yang terus saja memeluk alicia
alicia melirik suaminya lalu tertawa, alicia pun memukul pelan tangan suaminya yang melingkar diperutnya, raka pun akhirnya mengalah dan melepaskan pelukannya
bu mona pun langsung menarik raka dan segera duduk di sebelah alicia,
" gimana keadaan kamu hari ini sayang ? " tanya bu mona sembari membelai rambut alicia
" alicia semakin merasa lebih baik ma, " sahut alicia sambil tersenyum
" syukurlah "
" oh iya Arka, Arsya terimakasih ya sudah jagain faiz dan faizza. sudah sangat merepotkan kalian" ucap alicia
" gak merepotkan kak. lagipula mereka sepertinya mengerti , jadi beberapa hari ini tidak terlalu rewel kak " sahut Arka
" iya kak..lagipula mereka itu semakin lama makin menggemaskan sekali. jadi semangat main sama mereka, aku bahkan sampai melupakan para gadisku beberapa hari ini ... ups..." arsya langsung menutup mulutnya saat mendapat tatapan kesal dari keluarga nya, sementara Arka memijat pelipisnya
Arsya ini...
alicia tertawa kecil melihat tingkah arsya
pintu ruangan rawat alicia terbuka dan tampaklah angel yang terlihat sangat lusuh dengan wajah yang terlihat sedih.
semua orang menoleh kearah angel, raka langsung berdiri dan menatap tajam ke arah angel, memang selama alicia dirawat, dia tidak memikirkan hal lain dan hanya fokus dengan keadaan istrinya saja.
angel langsung berlutut di hadapan pak hadi
" paman..ampuni aku. aku tau aku salah pada kalian semua, tapi aku mohon selamatkan papa .. hiks...hanya papa keluarga yang aku punya paman " ucap angel sembari menangis
semua orang masih melihat angel dengan kesal . sementara alicia melihat angel dengan tatapan sedih.
" hendarto kenapa ?" tanya pak hadi dingin
" papa terkena serangan jantung dan harus dioperasi paman..aku mohon bantu papa paman ..hiks " pinta angel
alicia memegang lengan pak hadi.
" papa , bantu paman hendarto ya, biar bagaimanapun dia kan keluarga kita , lagipula aku dan risya sudah baik-baik saja kan sekarang ? tidak baik menyimpan dendam terlalu lama. maafkan mereka ya pa, bantu paman hendarto ya pa " ucap alicia
pak hadi melihat ke arah alicia, lalu mengusap lembut kepalanya
putraku menikahi wanita berhati malaikat.
Raka pun memegang bahu alicia, alicia pun memegang tangan suaminya yang berada di bahunya.
" mas bantu paman hendarto ya , maafkan mereka " ucap alicia lembut
Raka menatap istrinya, alicia tersenyum pada raka. raka pun akhirnya mengalah dan mengangguk.
alicia pun tersenyum dan memeluk lengan raka
raka mencium kepala alicia,
ya..ya..ya..aku lupa kalau aku punya istri yang berhati malaikat.
__ADS_1
" baiklah, karena menantuku sudah memaafkan mu, aku akan biayai operasi hendarto, tapi dengan satu syarat, kalian berdua pindahlah ke kota lain. meskipun aku tidak akan mengembalikan seluruh harta kalian, tapi aku akan tetap menjamin kalian memiliki penghidupan yang layak disana " ucap pak hadi
angel terharu mendengar ucapan pak hadi lalu memeluk kaki pak hadi
" terima kasih paman, terima kasih banyak "
pak hadi pun mengusap kepala angel, biar bagaimanapun angel pernah menjadi keponakan yang cukup disayanginya.
angel pun berjalan mendekati alicia yang sedang duduk di ranjang pasien, raka menghadang di depan angel, dia tidak akan membiarkan angel mendekati istrinya, akan tetapi alicia memukul pelan lengan raka lalu menariknya mundur.
raka pun menatap alicia, alicia hanya mengangguk dan tersenyum
" mas raka hanya sedikit lebih berhati-hati saja. jangan diambil hati ya " ucap alicia
angel menatap wajah alicia yang tetap cantik bahkan tanpa polesan make up, meskipun masih terlihat pucat dengan kepala yang masih diperban, tetapi angel bisa melihat dengan jelas kecantikan wajah dan hati yang dimiliki oleh alicia
angel pun terduduk di dekat ranjang pasien sembari memegang tangan alicia
" maafkan aku sudah membuat mu menjadi seperti ini, aku benar-benar menyesal, aku mohon maafkan aku alicia..hiks " pinta angel sembari menangis
alicia mengusap air mata di mata angel
" aku sudah memaafkan mu angel. semoga operasi paman hendarto berjalan lancar dan beliau bisa pulih seperti semula. dan aku sangat berharap kau akan memiliki kehidupan baru yang lebih baik setelah ini. aku benar-benar tulus mendoakan yang terbaik untukmu " ucap alicia sembari tersenyum
angel menatap alicia, lalu kembali menangis terharu
aku memang bodoh, bagaimana bisa aku mencoba menyakiti wanita yang memiliki hati selembut ini, dia sangat pantas mendapatkan kak raka, aku yang salah disini, tapi dia masih mendoakan untuk kebaikan papa dan aku. alicia maafkan aku..aku benar-benar minta maaf.
" terima kasih banyak alicia, sekali lagi maafkan aku , aku benar-benar minta maaf padamu. dan sampaikan maaf ku pada risya, aku sudah mencoba untuk menemuinya tapi sangat sulit. " ucap angel sedih
" risya juga pasti sudah memaafkan mu " ucap alicia
" ayo berdiri angel " ucap alicia lagi
angel pun berdiri,
" paman sudah menelepon jimmy dan dia yang akan mengurus semua yang kalian butuhkan . katakan saja apa yang kau butuhkan padanya " ucap pak hadi
" paman , bisakah paman memberi aku pekerjaan disana nanti ? apa saja, aku tidak ingin selamanya merepotkan keluarga paman, setidaknya aku bisa membiayai makan papa dan aku " ucap angel
pak hadi mengangguk
" katakan saja pada jimmy " ucap pak hadi
" terima kasih paman "
angel kembali melihat alicia yang masih tersenyum padanya. angel pun membalas senyuman alicia dan memeluknya erat
" terima kasih banyak. " ucap angel
alicia pun membalas pelukan angel
" semoga kau bahagia angel " ucap alicia
angel menangis terharu dan melepaskan pelukannya dan pamit undur diri. saat pintu dibuka dia sudah melihat jimmy berdiri di depan pintu.
" mari nona angel " ucap jimmy
angel pun mengangguk lalu menoleh ke belakang dan melihat alicia yang masih melihatnya sembari tersenyum
alicia..terima kasih banyak. apa yang kau berikan padaku hari ini, aku berjanji akan membalas budi padamu
Raka memeluk alicia dan mencium puncak kepalanya.
" istriku yang berhati malaikat ini !" ucap raka kesal sementara alicia hanta tersenyum dan memeluk lengan raka.
pintu di dorong dengan kuat
" ciiaaa......."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1