
Raka pun menceritakan kejadian dimana alicia yang menceritakan tentang wira dan bagaimana reaksinya yang hanya diam saja. dan juga bagaimana alicia yang ternyata berpikir yang tidak-tidak sepanjang malam.
Pak hadi menatap kesal pada putranya itu.
" kamu ini seperti tidak tau saja bagaimana istrimu itu. tentu saja dia berpikir yang macam-macam jika kamu mendiamkan nya semalaman. dan lihat akibatnya " ucap pak hadi kesal
Raka menunduk dan mengusap wajahnya kasar
" Raka tau raka salah Pa, " ucap raka pasrah
tak lama dokter ilham datang bersama seorang dokter wanita dan perawat.
" kalian sebaiknya tunggu diluar dulu " ucap dokter ilham.
" tidak bisakah aku disini saja paman ?" tanya raka
pak hadi pun memegang bahu raka dan mengajak nya keluar, semua orang pun keluar kamar dan membiarkan dokter menjalan kan tugasnya memeriksa alicia.
..
Raka terlihat begitu terpukul dan menyandarkan kepalanya dibahu Arka, arka merasakan ke khawatiran kakaknya itu
" dia akan baik-baik saja kak. tenanglah " ucap Arka
ingin rasanya raka memaki dirinya tetapi dirinya sudah tidak bertenanga untuk berteriak lagi. tubuhnya terasa lemas saat melihat wajah pucat istrinya tadi.
arsya pun masuk ke kamar keponakan nya untuk mengecek apakah keponakannya itu terbangun atau tidak, ternyata keponakannya itu sudah terbangun dan asik bermain senbari duduk dan memainkan mainan mereka.
Arsya tersenyum dan mengusap kepala keponakannya itu
" anak pinter..bangun tidur gak nangis ya sayang. uhh pinternya keponakan paman arsya "
faiz dan faizza tertawa kecil menatap arsya dan mengajak nya bermain. arysa pun duduk di sisi tempat tidur dan bermain bersama mereka
lebih baik aku disini menjaga mereka berdua. semoga saja kak alicia baik-baik saja.
....
Semua orang menanti dengan gelisah dan cemas. karena dokter yang memeriksa alicia tak kunjung keluar dari kamar,
raka sudah mondar-mandir dan terlihat sangat kacau
ceklek..pintu kamar raka terbuka dan dokter ilham keluar dan langsung di kerumuni oleh keluarga Raka
" bagaimana keadaan istriku paman ?" tanya raka
dokter ilham memandanh raka lalu menepuk bahunya,
" ada kabar baik dan kabar buruk, yang mana yang ingin kalian dengar lebih dulu ?" tanya dokter ilham
" katakan saja semuanya paman , jangan membuatku semakin cemas " sahut raka tidak sabaran
__ADS_1
dokter ilham mendecak, anak sahabatnya ini memang tidak berubah sifatnya dari dulu. selalu tidak sabaran
" Istrimu sedang hamil, akan tetapi dia mengalami pendaharan dikarenakan mengalami stress berlebih. dan dengan terpaksa kami harus menggugurkan janin itu karena janin itu sudah tidak dapat berkembang lagi . " ucap dokter ilham
Raka terlihat sangat terkejut saat mendengar jika istrinya sedang hamil, dia bahkan tidak tau sama sekali,
" istri ku hamil paman ? tapi kenapa aku tidak tau ? alicia bahkan tidam mengatakan apapun " ucap raka
" kandungan nya masih sangat muda raka, dan mungkin saja istrimu belum merasakan gejala apapun . tapi karena kandungan nya yang masih sangat muda, pendarahan seperti menyebabkan janin nya tidak bisa bertahan. ikhlaskan saja ya nak " ucap dokter ilham sembari menepuk bahu raka
Raka terduduk di lantai, pak hadi segera memegang bahu raka, menguatkan putranya itu, sementara bu mona menangis mendengar keadaan alicia,
dokter wanita dan perawat sudah keluar dari kamar
" pendarahan nya sudah berhenti dok, saya juga sudah memasang infus dan kondisi bu alicia sudah cukup stabil. " ucap dokter wanita itu
" apa perlu kami membawanya kerumah sakit ?" tanya pak hadi
" tidak perlu pak. kami membawa obat yang sudah diperlukan oleh bu alicia, saat bapak menelepon kami dan mengatakan kondisi menantu bapak, kami sudah mengantisipasi dengan membawa obat yang diperlukan. " sahut dokter wanita itu
" baiklah..terimakasih dok " ucap pak hadi
" perawat ini akan berjaga disini selama 1x 24 jam sampai kondisi bu alicia benar-benar stabil pak " ucap dokter wanita itu
pak hadi pun mengangguk
" ya sudah , kami berdua pulang dulu " ucap dokter ilham
" iya ham terimakasih banyak " ucap pak hadi
bu mona masuk kekamar dan melihat menantunya yang sudah berganti pakaian dan selang infus yang tertancap di tangannya
" sayang .. cepet sembuh ya . " ucap bu mona sembari mengusap wajah alicia .
pak hadi dan raka pun menyusul masuk ke dalam kamar, raka bersimpuh di samping tempat tidur dan memegang erat tangan alicia
" maafin mas sayang, semua ini gara-gara mas. jika saja mas tidak ..." raka tidak sanggup meneruskan ucapan nya karena dia sudah menangis
bu mona mengusap bahu raka
" mungkin belum rezeki kalian nak. yang penting sekarang adalah kesembuhan alicia, lain kali jika ada masalah apapun bicarakan nak. jangan didiamkan seperti ini lagi. ini untuk pertama dan terakhir kalinya, mengerti sayang " ucap bu mona
Raka mengangguk dan memeluk mamanya, bu mona mengusap bahu raka untuk menguatkan anaknya tersebut.
..
Pak hadi berjalan keluar diikuti oleh Arka,
" Ka, selidiki tentang wira ini. apa dia punya maksud tersembunyi mendekati kita , apa dia benar- benar hanya ingin bekerja sama atau itu semua hanya alasan untuk kembali mendekati alicia saja " ucap pak hadi
" baik pa "
__ADS_1
" nanti biar papa yang bicarakan hal ini dengan raka, supaya mereka berdua tidak mendapat masalah dirumah tangganya karena si wira ini " ucap pak hadi lagi
arka pun mengangguk lalu menelepon ralin
" ralin, bilang pada fanny jika aku ingin berbicara dengannya, aku tunggu di cafe xx " ucap arka pada ralin lewat telepon
" baik pak "
....
Raka sedang duduk di sisi alicia, semua orang sudah keluar membiarkan raka sendirian menemani alicia.
Raka mengusap perut alicia,
maafkan mas, karena mas kita harus kehilangan anak kita sayang. kamu pasti sangat kecewa sama mas..
perlahan alicia membuka matanya dan melihat raka menangis
" mas..." panggil alicia lirih
raka menoleh dan mengusap air matanya
" sayang kamu sudah sadar ? ada yang sakit sayang ? mana yang sakit ? mas panggil suster ya " ucap raka
alicia menggeleng,
" jangan pura-pura lagi , " ucap raka kesal lalu memanggil perawat yang bertugas menjaga alicia
" kondisi bu alicia mulai membaik pak, akan tetapi bu alicia harus tetap di iinfus untuk menambah cairan dan tenaga pak " ucap suster itu
raka mengangguk lalu suster itu kembali menunggu diluar
alicia memegang perutnya dan menangis, dia sudah tahu jika dirinya keguguran, karena saat dokter wanita sedang memeriksanya, alicia sedikit tersadar dan mendengar semuanya
maafkan mama nak. mama gak bisa menjaga kamu. mungkin ini jalan terbaik dari tuhan. karena faiz dan faizza juga masih sangat membutuhkan perhatian.
Raka memegang tangan alicia
" maafin mas sayang, ini semua salah mas. kita sampai harus kehilangan calon anak kita. " ucap raka
alicia memegang tangan raka lagi
" mungkin belum waktunya mas, dan ini yang terbaik dari tuhan untuk kita. kita masih harus fokus pada faiz dan faizza yang memang masih sangat membutuhkan perhatian extra dari kita berdua " sahut alicia
" bukan salah mas, ini sudah takdirnya mas " ucapnya lagi sembari mengusap air mata yang mengalir di pipi suaminya
raka mencium kening alicia dan kedua pipinya.
" maafin mas sayang. mas janji kedepannya kita tidak akan seperti ini lagi. mas tidak akan mendiamkan kamu lagi sayang. apapum masalah yang akan terjadi nanti, kita harus tetap membicarakan nya dengan baik. hemmm" ucap raka
alicia pun menggangguk, raka kembali mencium kening istrinya itu.
__ADS_1
" sekali lagi maafkan mas ya sayang "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...