
Langkah kaki Raka dan Arka terdengar menaiki tangga dan menuju kamar risya. dibukanya pintu kamar itu dengan kuat sehingga membuat semua orang yang berada di dalam kamar itu lantas menoleh
" Raka..risya sayang " ucap bu mona sambil berlari memeluk anak sulungnya itu
Arka bergegas mendekati risya yang masih terbaring tak sadarkan diri , Arka menatap alicia yang berdiri di samping risya sembari menangis
" bagaimana risya saat ditemukan kak ?" tanya Arka pada alicia
" satpam yang mengantar nya masuk, pak satpam bilang jika risya pulang naik taxi. " sahut alicia
" apa saat pulang kondisi nya masih seperti ini ?" tanya Arka lagi
alicia menggeleng,
" aku mengganti baju nya, karena bajunya sudah tidak layak pakai, kancing baju nya lepas semua, dan ada beberapa bagian yang robek " sahut alicia sembari tertunduk
Arka tertunduk, dia lalu menghirup nafas adik bungsu nya itu, tercium bau obat yang sangat kuat dan obat itu sangat dikenalnya, karena arka sering menggunakannya saat sedang bermain bersama teman wanita nya.
Raka pun melepaskan pelukan bu mona , dan berjalan mendekati arsya,
" kepalamu tidak apa-apa ?" tanya Raka
arsya menggeleng lalu memeluk kakaknya itu
" maafkan aku kak, karena aku gagal melindungi risya, risya harus mengalami kejadian ini. " ucap arsya sedih
Raka menepuk pelan bahu arsya
" ini bukan kesalahanmu, kau sudah berusaha melindungi risya, sudah tidak apa-apa, yang penting risya baik-baik saja bukan ?" ucap Raka mencoba menenangkan adiknya itu
semua orang menoleh pada Raka, mereka bingung harus bagaimana menyampaikan tentang keadaan risya yang sebenarnya. mereka takut akan reaksi yang akan ditunjukkan Raka nanti.
melihat tidak ada yang mencoba untuk memberi tahu Raka, alicia memberanikan diri untuk memberi tahu suaminya itu
alicia berjalan mendekati Raka, raka yang baru sadar jika istrinya itu sedang menangis segera melepaskan pelukan arsya dan beralih memegang kedua lengan istrinya itu
" hey..kenapa menangis hmm ? semua baik-baik saja sekarang. bukankah risya sudah pulang dalam keadaan selamat, pasti kau sangat khawatir bukan ?" tanya Raka lembut sembari mengusap air mata yang mengalir di pipi istrinya itu.
tangis alicia semakin menjadi membuat Raka segera memeluk istrinya itu, Raka mengecup puncak kepala istrinya itu dengan lembut dan menepuk bahunya perlahan.
__ADS_1
" tenanglah sayang, hmm .. " ucapnya
" mas..risya sebenarnya.. " ucap alicia
" risya kenapa hmm ?" tanya raka lembut
alicia menatap mertuanya dan bu mona mengangguk, mengisyaratkan jika alicia bisa memberitahu Raka.
" risya.." ucap alicia sambil menangis
" risya kenapa sayang ?" tanya Raka lagi
" risya sepertinya diperkosa mas .. " ucap alicia sambil menangis
bagai disambar petir, Raka langsung terdiam saat mendengar ucapan istrinya itu. raka melihat seluruh keluarga nya yang sedang menangis dan sepertinya kabar yang dia dengar itu benar adanya.
Raka berjalan mundur beberapa langkah , dia seperti akan kehilangan keseimbangannya, Arka berlari mendekat dan menahan tubuh kakaknya itu
" kak Raka " ucap Arka
Raka menoleh pada Arka, lalu dia berbalik dan berjalan keluar kamar risya, terdengar suara vas bunga yang jatuh ke lantai. mereka yakin jika itu perbuatan Raka yang tengah mengamuk.
..
alicia yang menyusul Raka terkejut saat melihat suaminya itu sedang meninju tembok dengan tangannya yang sudah berlumuran darah.
" Mas Raka..." pekik alicia langsung berlari mendekati suaminya itu dan langsung menghalangi tangan Raka yang akan kembali meninju tembok.
" lepasin tangan mas.." ucap Raka frustasi
" nggak akan mas, tangan mas udah berdarah begini, alicia obatin dulu ya mas " ucap alicia sembari memegangi tangan Raka
" nggak usah. lepasin aja tangan mas " sahut Raka lagi
alicia pun melepas tangan Raka dan saat raka akan meninju tembok itu lagi, alicia berdiri tepat dihadapannya. raka pun terkejut dan tidak jadi memukul tembok itu.
" kamu ngapain disitu ? minggir. " ucap raka kaget
" nggak akan. kalau mas nekat masih mau mukul temboknya, pukul alicia dulu. " ucap alicia sambil menatap tajam suaminya itu.
__ADS_1
Raka pun mengalah, sangat tidak mungkin baginya memukul perempuan, apalagi itu istrinya sendiri. Raka pun terduduk dan alicia langsung memeluk suaminya itu
" ini semua salah mas, mas nggak bisa melindungi risya dengan baik " ucap Raka sambil menangis
" enggak mas..ini semua sudah takdir mas..mas gak boleh salahin diri mas seperti ini, apalagi sampai nyakitin diri mas seperti ini," ucap alicia ikut menangis melihat suaminya itu menangis
Raka memeluk alicia erat, tatapan matanya berubah tajam dan mengepalkan tangannya
akan kucari kau bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun, kau harus membayar untuk apa yang dialami adikku,akan kubuat kau memohon untuk kematian mu sendiri
...****************...
sementara itu Arka yang tengah duduk terdiam merasa ini adalah kesalahannya
apa aku sudah terlalu sering mempermainkan wanita selama ini ? apa sudah terlalu banyak kesalahan yang ku perbuat sehingga risya yang mendapat hukuman untuk kesalahan ku ? Apa ini Karma ?
Arka mengusap wajahnya kasar dan membanting apa yang ada di kamarnya.
pak hadi dan bu mona mendengar semua keributan yang disebabkan kedua putra mereka itu. namun apa daya, mereka sangat paham bagaimana anak-anaknya begitu menyayangi putri bungsunya itu. mereka sebagai orang tua sangat terpukul dan marah. tapi mereka tidak tau harus marah kepada siapa ? karena pelakunya masih belum diketahui saat ini. yang bisa mereka lakukan hanya mencoba tenang dan sabar menghadapi ini semua.
...
di lain tempat
terlihat seorang wanita yang sedang berkali-kali ditampar oleh seorang laki -laki
" dasar kau wanita ja**ng. ternyata ini adalah rencanamu hah ! kau akan menerima akibatnya " ucap seorang laki-laki dengan marah
" tuan Dion Danendra, bukankah aku membantumu untuk membalas dendam kan ? pasti sekarang keluarga Hadi Wijaya itu sedang sangat terpuruk. terutama Raka dan Arka, mengingat bagaimana keduanya begitu menjaga adik perempuan tersayangnya itu. " ucap perempuan itu sambil memegangi pipinya yang terasa perih pada laki-laki yang menamparnya tadi yang tak lain adalah Dion Danendra.
" Krystal !!!" pekik Dion geram pada wanita yang sedang tertawa itu. wanita yang menjadi dalang dibalik kejadian yang menimpa risya dan melibatkan Dion juga. wanita itu ternyata adalah krystal.
" hahahaha... aku sangat bahagia sekarang. sekali tepuk aku memukul 2 nyamuk tidak berguna. kau dan juga keluarga hadi wijaya. coba saja saat itu kau tidak menolak bantuan ku, kau pasti tidak akan terlibat seperti ini. tapi bukankah kau memang suka bermain wanita bukan ? bukankah hal seperti sudah biasa kau lakukan ? kenapa kau begitu marah sekarang ? yang terpenting dendam mu sudah terbalas bukan ? kau harus melihat raut wajah kakak beradik itu sekarang, pasti mereka terlihat sangat kacau, hahahaha " ucap krystal sembari tertawa puas lalu berjalan keluar meninggalkan dion yang menatapnya dengan tatapan membunuh.
" lihat saja bagaimana aku akan membalasmu, kau kira kau sudah menang ? kau kira kau begitu pintarnya krystal? kau salah, kau salah memilih lawan. aku bukan Raka yang tidak pernah menyakiti wanita. kau akan menyesal telah berani mengusikku !" ucap dion penuh amarah
" meskipun pada akhirnya Raka akan membunuhku, sebelum itu terjadi, aku pastikan kau sudha hancur lebih dulu !" ucapnya lagi sembari menggenggam gelas hingga hancur dan melukai tangannya sendiri.
apa ini karma bagiku ? aku tidak bermaksud menghancurkan masa depan gadis polos itu. raka pasti membunuhku. aku memang bersalah , meskipun niat ku tidak seperti itu, tetap saja dimata Raka dan Arka pasti aku yang salah disini, aku harus mengumpulkan bukti yang mana menunjukkan jika aku juga korban rencana jahat krystal seperti adiknya.
__ADS_1
" maafkan aku risya, aku akan berusaha memperbaiki semuanya " ucap dion lirih