Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Koma


__ADS_3

" maaf pak, kondisi pasien sekarang memang sudah melewati masa kritisnya,


ucapan dokter itu bagai pelipur lara di hati raka, pak hadi dan bu mona sangat bersyukur mendengar kabar baik ini.


" akan tetapi..."


" tapi apa dok.." tanya raka cepat


" pasien tidak menunjukkan tanda-tanda akan sadar, jadi kami menyimpulkan pasien saat ini mengalami koma." ucap dokter itu


brukkk...


tubuh raka ambruk ke lantai, pak hadi dan bu mona langsung mendekati putra nya itu yang terdiam tanpa suara sedikit pun.


" terimakasih dok. tolong kabari jika ada perubahan tentang kondisi menantuku " ucap.pak hadi


dokter itupun mengangguk hormat lalu pamit undur diri.


raka...yang kuat nak.


ya tuhan..tolong anak dan menantuku


gumam bu mona sembari memeluk raka erat


...


risya terbangun dan merasakan seluruh badannya sakit,


" emmmm...." risya menggeliat dan membuat dion yang tidur disisinya langsung terbangun


" kau sudah bangun ? syukurlah " ucap dion dan langsung memeluk risya


risya melihat ke sekelilingnya dan menyadari jika dirinya berada di rumah sakit. risya pun refleks memegang perutnya


" kak..bayi kita ?"


" dia baik-baik saja. kau hanya perlu istirahat yang cukup " jawab dion sembari mengusap lembut kepala risya


seluruh keluarga sepakat tidak akan memberi tahu risya tentang bayi kembarnya yang tidak bisa diselamatkan salah satunya. hal itu hanya akan menambah beban pikiran risya. jadi keluarga membiarkan risya merasa jika dia sedang mengandung 1 janin dan janin itu selamat.

__ADS_1


risya mengingat kembali apa yang terjadi padanya sehingga dia bisa berada dirumah sakit.


memori ingatan risya kembali membuatnya sekilas ingat kejadian dirinya yang di dorong oleh angel dan kakak iparnya yang mencoba melindunginya.


risya menutup mulutnya dan langsung menangis saat mengingat sebelum dirinya pingsan dia melihat alicia yang mengeluarkan begitu banyak darah dan dirinya jatuh menimpa tubuh alicia


dion yang melihat perubahan ekspresi risya langsung merangkul risya kembali dan terlihat khawatir


" ada apa ? ada yang sakit ? katakan dimana yang sakit ?" tanya dion panik


" kak alicia apa dia baik- baik saja kak ?" tanya risya


dion hanya tertunduk. risya makin panik dan mengguncang tubuh suaminya.


" kak kenapa diam saja ? jawab aku. kak alicia bagaimana ? dia baik -baik saja kan ? hari itu....hari itu...darahnya mengalir begitu banyak kak.... " tanya risya histeris


dion memeluk risya erat berusaha menenangkan risya, dugaan keluarga benar jika risya pasti histeris jika mengingat keadaan alicia, karena mereka sangat tau bagaimana hubungan kakak beradik ipar itu.


" saat ini kak alicia masih belum sadar dan sedang dirawat di ICU. dia akan baik-baik saja, tetaplah yakin " ucap dion menenangkan risya


" demi menyelamatkan aku kak alicia sampai terluka parah. jika dia tidak berada di belakangku dan menahan tubuh ku, pasti dia tidak akan terluka parah begini...aku yang salah kak..aku... hiks...hiks " ucap risya lirih sembari menangis dalam pelukan dion


dion mengecup kepala risya berkali-kali dan terus mengusap bahunya


kata inilah yang terus diucapkan dion saat istrinya terus menerus menyalahkan dirinya atas kondisi yang dialami alicia.


...****************...


Raka berjalan gontai menuju box bayi nya dan melihat kedua anaknya yang terlihat seperti habis menangis.


" untung kakak cepat datang. mereka dari tadi menangis terus kak. lihatlah air mata mereka sampai kering begitu. matanya juga jadi sembab, arsya tidak tega melihatnya kak " ucap arsya yang baru masuk kamar dan membawa dot susu bayi ditangan nya.


" maaf sudah merepotkan kalian berdua " ucap raka sembari menatap arka dan arsya yang terlihat sangat kelelahan karena terua menjaga keponakan mereka agar tetap tenang dan tidur dengan nyenyak.


" tidak usah sungkan kak. mereka juga kan keponakan kami. kami juga menyayangi mereka " sahut arka sembari menepuk bahu raka


" kalian pergilah tidur, kalian terlihat lelah. biar aku yang menjaga mereka selagi aku ada disini. " ucap raka dan langsung membuka pakaian nya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


" kakak juga terlihat lelah. biar bi inah saja yang mengurus mereka lebih dulu kak. kakak ini istrirahat bersama kami saja. " ucap arka

__ADS_1


raka menggeleng lalu tersenyum.


" kalian istirahat lah dulu. nanti jika aku pergi ke rumah sakit lagi masih meminta bantuan kalian untuk menjaga mereka. aku akan istirahat bersama mereka " ucap raka.


arka dan arsya pun mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar raka, sesampainya dipintu mereka melihat pak hadi dan bu mona berdiri di depan pintu.


" pa, ma "


" sttt... " bisik bu mona


melalui celah pintu yang belum tertutup rapat, mereka melihat raka yang berjalan perlahan dan berjongkok di dekat box bayinya


" nak.. maafkan papa ya sayang. mama tidak bisa menjaga mama kalian sehingga hal ini terjadi sama mama. jangan marah sama papa ya nak. kalian doakan mama agar mama cepat sadar dan bisa berkumpul bersama kita lagi. kalian juga jangan rewel terus ya sayang jika mama sama papa gak dirumah. jadi anak yang pinter dan nurut sama oma, opa , om arka , om arsya dan juga bi inah ya nak " ucap raka lirih sembari menciumi pipi kedua anaknya


" maafkan papa nak... maaf ...." ucap raka lagi lalu menutup kedua wajahnya dan menangis dalam diam kareba tidak ingin mengganggu tidur nyenyak kedua anaknya.


Pak hadi dan bu mona sangat sedih melihat putra sulung mereka yang biasanya terlihat tegar dan terkesan dingin , sekarang sedang terduduk lemah dan begitu terpukul.


arka dan arsya juga sangat sedih melihat keluarganya seperti ini. dipenuhi oleh rasa kesedihan yang begitu mendalam.


semua ini gara-gara kak angel . lihat saja apa yang bisa kulakukan padanya nanti


umpat arsya


semua ini, semua kesedihan di keluarga ini akibat perbuatan angel hendarto. dan paman hendarto sudah membantu menyembunyikan angel. kita lihat saja berapa lama lagi mereka bisa bersembunyi. setelah ini keluarga hendarto tak akan bersisa apapun lagi.


gumam arka sembari mengepalkan tangannya lalu berjalan pergi menuju kamarnya


...


bu mona masuk ke kamar raka dan melihat putra nya itu tengah tertidur di tempat tidur bersama dengan kedua anaknya. kedua bayi itu benar-benar terlelap dalam dekapan sang ayah. begitu juga dengan raka. gurat kelelahan begitu jelas terlihat di wajah tampan itu.


bu mona perlahan mengusap wajah raka.


" semua akan baik-baik saja nak. mama yakin semua akan baik-baik saja. tetaplah kuat demi mereka, " ucap bu mona lirih lalu menyelimuti raka dan membenahi selimut cucu-cucunya , lalu berjalan keluar dari kamar.


..


" lapor bos, semua sudah siap. mereka tinggal menunggu aba-aba " ucap jimmy lewat telepon

__ADS_1


" laksanakan !" titah pak hadi


" baik tuan " sahut jimmy lalu mengangkat tangan nya memberi kode kepada semua orang-orangnya.


__ADS_2