
Pak hadi dan bu mona yang sudah mengetahui jika kedua cucunya memiliki kemampuan mempelajari ilmu manajemen , membuat keduanya heboh dan langsung menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh kedua cucunya agar kemampuan mereka semakin terasah.
Arka dan arsya pun takjub melihat keponakan nya itu, mereka baru berusia 4 tahun tapi kemampuan belajarnya sudah seperti anak SMA saja.
" Paman, lain kali ajak kami ke perusahaan yang paman arsya kelola ya. " ucap faiz
arsya melirik semua orang lalu kembali menatap keponakannya sembari tersenyum
" tapi perusahaan yang paman kelola berada diluar kota sayang. paman bawa kamu ke perusahaan pusat saja ya, perusahaan nya lebih gede lo " sahut arsya
" tapi kami berdua sudah bosan kesana paman. " sahut mereka berbarengan
Raka tersenyum lalu mengusap lembut kepala kedua anaknya.
" nanti kalau papa ada waktu , kita lihat perusahaan paman arsya ya nak " ucap raka
kedua balita itu menoleh pada raka dan tersenyum berbinar
" bener pa ?" tanya mereka
Raka mengangguk
" yeayyy... sayang papa " ucap mereka girang
" mereka berdua sudah kamu daftarkan untuk sekolah di taman kanak-kanak Ka ?" tanya pak hadi
" sudah pa, Bulan depan saat tahun ajaran baru mereka bisa langsung masuk pa " sahut raka
Pak hadi mengangguk dan tersenyum
lalu mereka melanjutkan pembicaraan mereka.
faiz dan faizza pun kembali bermain bersama rafael , sementara alicia dan ralin sedang duduk menunggui anak-anaknya bermain.
" kak.. faiz sama faizza pinter banget sih kak. jawaban mereka itu bener semua lo kak. aku sampai kaget melihat cara mereka menjawab pertanyaan anak SMA " ucap ralin
" hmm.. kakak juga gak nyangka kepintaran mas raka menurun pada mereka, " sahut alicia sembari tersenyum menatap kedua anaknya.
" Kakak juga pinter kok, bukan kak raka aja. makanya faiz sama faizza ikutan pinter.. gemess banget kak lihat mereka berdua " sahut ralin
Alicia tersenyum
" kakak kapan perkiraan lahiran nya ?" tanya ralin sembari mengusap perut alicia
" kalau pas periksa kemarin , harusnya minggu depan. tapi udah 2 hari ini pinggang kakak mulai sakit lin " sahut alicia
" tapi belum ada flek kan kak ?" tanya ralin
__ADS_1
" belum ada lin " sahut alicia
" semoga dilancarkan kak, tapi jenis kelaminnya belum terlihat ya kak ?" tanya ralin
alicia mengangguk
" dia pemalu lin. udah segala cara dilakukan tante rina, tapi tetep aja dia nya gak mau nunjukin jenis kelaminnya " sahut alicia sembari tertawa kecil
" iya ya kak. sifatnya seperti kakak, pemalu " ucap ralin
" emang aku pemalu ya lin ?" tanya ralin
ralin mengangguk
" Hu'um. kata fanny kakak itu minderan, padahal cantik. tapi katanya kakak itu sifatnya pemalu, tertutup " sahutnya
alicia hanya tersenyum membenarkan ucapan ralin itu.
...
Malam Harinya
Alicia sedang menyiapkan perlengkapan yang akan dibutuhkan olehnya dan bayinya nanti. dia menyimpan nya kedalam 2 tas, satu untuknya dan satu lagi untuk bayinya.
Raka yang baru masuk ke kamar dan melihat istrinya yang sedang duduk sembari memasukkan perlengkapan ke dalam tas, langsung mendekat dan memeluk alicia dari belakang.
" hmmmm " sahutnya
" kita telpon dokter rina ya ?" ucapnya
alicia menoleh dan menatap suaminya
" buat apa mas ?" tanya alicia
" buat bilang suruh siapin keperluan operasi kamu" sahut raka
" operasi apa ?" tanya alicia lagi
" ya operasi caesar lah sayang, apalagi " sahut raka lagi
" mas..kan kita udah sepakat kalau aku mau lahiran normal aja. lagipula kondisi aku sama dede bayinya sehat dan bisa lahiran normal mas " ucap alicia
" itu cuma keinginan kamu sayang, mas gak setuju ! mas lihat ralin begitu kesakitan saat itu, belum lagi mas sering lihat di internet tentang proses melahirkan itu, lama sayang.. nanti kamu kesakitan dalam waktu yang lama, mas gak tega.." ucapnya memelas menatap alicia
Alicia menatap wajah suaminya, lalu tangannya mengusap lembut pipi raka,
" mas ku, ini bukan pertama kalinya aku melahirkan sayang, aku bahkan sudah melahirkan 2 bayi sebelumnya. dan lihat aku dan anak-anak kita baik-baik saja kan ? faiz dan faizza sehat sempurna saat lahir dulu. " sahut alicia perlahan mencoba memberi pengertian pada raka
__ADS_1
" ya tapi kan sayang, sekarang beda. mas gak tega lihat kamu kesakitan lagi. cukup faiz sama faizza aja, sekarang kamu operasi saja ya .. ya.. " bujuknya sembari memasang wajah sesedih mungkin
" Mas.... aku mau lahiran normal aja. memangnya mas pikir operasi itu mudah ? gak masku sayang... mereka juga pada akhirnya merasakan sakit. bahkan mungkin bisa lebih lama mas.. " ucap alicia
Raka terlihat berpikir lalu kian memeluk erat alicia
" tapi nanti kamu kesakitan sayang, mas takut kamu kenapa-kenapa .. mas...takut sayang " ucapnya lirih, air mata mulai menggenang di pelupuk mata raka.
Alicia tersenyum dan mengusap lembut kepala suaminya itu
" kami berdua akan baik-baik saja mas ku sayang" ucap alicia gemas dan berbalik lalu mencium pipi raka
" disini juga " tunjuk raka pada bibirnya
cup .. alicia menciumnya sekilas
" disini..disini..disini juga " tunjuknya lagi pada pipi kirinya, keningnya dan hidungnya
cup..cup..cup..
raka tergelak saat alicia menghujani wajah raka dengan ciuman sekilas
...
Tengah Malam alicia terbangun karena ingin buang air kecil, saat dia kembali berjalan menuju tempat tidur, dia meringis memegangi perutnya
" uukkhhhmmm " alicia merintih tertahan saat dirasakan nya pinggang nya berdenyut dan rasa sakit menjalar hingga ke perutnya.
" adek mau lahir sekarang atau cuma mau begadang sama mama sayang ? " ucapnya sembari mengusap perutnya menetralisir rasa sakit yang dirasanya
setelah rasa sakitnya hilang, alicia meminum air putih sebanyak-banyak nya dan berjalan kesana kemari, langkahnya akan terhenti saat merasakan sakit kontraksi kembali menderanya.
dia melihat raka yang tertidur dengan lelapnya, sepertinya suaminya itu benar-benar kelelahan karena sudah seminggu ini raka pulang larut malam dan lagi raka pun harus mengusap punggung alicia yang kesulitan untuk tidur dimalam hari.
mengingat hal itu alicia tidak tega membangunkan raka, belum lagi suaminya itu pasti akan langsung panik dan heboh tengah malam begini.
" adek yang tenang dulu ya nak. papa masih bobok, besok pagi kita baru minta anter papa kerumah sakit. ya sayang ya.. " ucap alicia sembari mengusap perutnya
tak lama sakit itu pun hilang, alicia kembali meminum air lalu perlahan berbaring di sebelah suaminya, namun tak lama dia kembali meringis
" ukkkkhhhmmm... huh..huh... " alicia mengatur nafasnya dengan baik.
alicia akan terlelap sebentar saat rasa sakitnya berangsur hilang, namun sesekali erangan tertahan keluar dari mulutnya saat serangan kontraksi itu datang lagi
" sepertinya adek beneran tidak sabar buat ketemu mama sama papa ya nak " ucapnya sembari tersenyum
dan malam itu alicia hanya meringis dan menikmati rasa sakit yang dirasakannya.
__ADS_1
....