Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Pembalasan Raka ( part 1 )


__ADS_3

tangan pak arif bergetar saat melihat surat pemecatan dirinya yang dipecat secara tidak hormat. dia bahkan masuk dalam daftar hitam


" maaf pak dion, sebenarnya ini ada apa ? apa salah saya pak ? kenapa semua ini tiba-tiba sekali ?" tanya pak arif perlahan


" sebenarnya bukan anda yang salah. tapi istri anda bu wati telah menyinggung ah bukan menyinggung tapi lebih tepatnya menyakiti seseorang yang berkuasa " ucap dion


" dan kebetulan yang disakiti istri anda itu adalah keluarga istri saya , jadi mau tidak mau saya harus membantu mereka, dan juga apa yang diperbuat istri anda memang sangat keterlaluan " jelas dion


dion pun memperlihatkan video dimana istrinya yang memaki bahkan memukul seorang wanita, dan pak arif kenal betul wanita itu karena pernah tinggal satu Rt dengannya, wanita itu adalah alicia, seseorang yang sering dihina karena hamil tanpa suami.


jangan-jangan orang berkuasa yang dimaksud pak dion adalah ayah dari anak nya alicia ?


" pak dion, bisakah anda membantu saya ? saya benar-benar sangat membutuhkan pekerjaan ini pak, tolong bantu saya pak " pinta pak arif


dion pun memijat pelipisnya, sebenarnya dia juga tidak tega , tapi situasi nya akan semakin memburuk jika raka sendiri yang bertindak membalas istri pak arif


..


" lebih baik kakak turuti saja kemauan kak raka, kalau tidak aku juga gak tau akibatnya akan seperti apa kak , kak raka itu sifatnya sangat menjaga apa yang disayanginya, dia akan sangat marah jika ada orang yang berani mengusik keluarga nya. dan ku lihat ibu itu benar-benar keterlaluan, dia bahkan sampai menghina bayi yang tidak berdosa " ucap risya saat dion bercerita tentang permintaan raka


dion terlihat berpikir, perkataan istrinya ada benar nya, dia sudah cukup lama mengenal raka, dan dia cukup tau bagaimana sifat raka yang terkenal dingin itu.


" baiklah besok aku memecatnya, " ucap dion


" aku izin pulang kerumah besok ya kak , aku mau melihat keadaan kak alicia " ucap risya sembari merapikan pakaian suaminya


dion hanya mengangguk


..


dion kembali memikirkan ucapan istrinya, sepertinya memang benar demi kebaikan pak arif dan keluarga memang lebih baik seperti ini daripada nanti raka yang bertindak sendiri membalas istri nya pak arif, masalah nya bisa semakin runyam.


walau bagaimanapun dia sekarang adalah bagian dari keluarga hadi wijaya, membantu mereka adalah kewajiban dirinya.


" aku sebenarnya ingin membantu anda pak arif mengingat anda sudah cukup lama bekerja disini, tapi bagi saya keluarga saya lebih penting. saya hanya bisa membuat janji temu anda dengan pak raka, anda dan istri anda mungkin bisa menyelesaikan masalah ini dengan meminta maaf kepada pak raka dan istrinya " ucap dion


pak arif pun mengangguk.


" surat pemecatan anda akan saya tunda sampai saya mendapat perintah lagi dari pak raka " ucap dion


" terima kasih pak, saya permisi " ucap pak arif sembari menundukkan kepala hormat lalu undur diri


dion mengambil ponsel nya lalu menelepon seseorang


" surat nya sudah ku serahkan, tapi prosesnya ku tunda lebih dulu karena dia dan istrinya ingin bertemu dengan kakak " ucap dion


" hmm..nanti ku beri alamat nya " sahut raka


dion menutup telepon nya setelah raka lebih dulu menutup telponnya.


pintu ruangan dion terbuka, dion melirik melihat siapa yang masuk keruangan nya, dia segera berdiri menghampiri seseorang yang baru masuk itu

__ADS_1


" ada apa ? katanya mau pulang kerumah papa ? nanti malam aku jemput. " ucap dion saat melihat risya yang datang keruangannya


" aku ingin mengantarkan ini, kakak tadi pergi terburu-buru " sahut risya sembari meletakkan kotak makan siang di meja dion


dion tersenyum lalu mengusap pipi lembut risya


" terimakasih ya , mau ku antar kerumah papa ?" tanya dion


" kakak pasti sibuk, tadi aku tanya sama asisten pribadi kakak katanya kakak banyak rapat hari ini " sahut risya


" ya sudah hati-hati, nanti malam ku jemput " ucap dion sembari menyelipkan rambut risya ke belakang telinga


risya tersenyum lalu berjalan keluar, namun tangannya ditahan dion, risya pun berbalik


cup...


dion mencium kening risya lembut


" hati-hati ya"


risya tersenyum lalu berjalan keluar, dion menatap punggung risya yang menjauh sembari tersenyum.


...


risya langsung heboh saat melihat keadaan alicia, meskipun tidak terluka parah, tapi sudut bibir alicia yang sedikit terluka membuat risya heboh sendiri, dia bahkan terus-menerus mengumpat bu wati


" udah..kakak gak apa-apa dek. ini udah gak sakit lagi " ucap alicia


raka hanya memandang alicia tajam saat alicia mengatakan jika dirinya baik-baik saja. sementara alicia hanya tersenyum menatap suaminya seolah mengatakan jika dia baik-baik saja.


" tapi kan kak ibu-ibu itu kelewatan sekali, beraninya dia menghina kakak sama keponakan aku yang imut-imut ini, aku gak terima kak " protes risya lagi


alicia hanya berusaha menenangkan risya yang masih terus mengoceh dan mengumpat itu


semalam kakaknya, sekarang adiknya.


alicia lalu menidurkan faiz dan faizza di box bayi mereka. raka pun berdiri dan mendekati alicia


" aku ada rapat sebentar, nanti ku jemput. kita harus ke suatu tempat " ucap raka


" kemana ? " tanya alicia


" mas berangkat ya sayang " ucap raka yang tidak menjawab pertanyaan alicia, raka hanya mencium kening alicia lalu berjalan keluar kamar


risya senyum-senyum sendiri melihat kejadian yang baru terjadi di depan nya


" kak..apa kak raka setiap mau keluar rumah selalu cium kening kakak begitu ?" tanya risya


alicia hanya mengangguk.


" lalu apa lagi kak ?" tanya nya lagi

__ADS_1


" apanya , udah ah. sana sarapan dulu kalo blum sarapan. " sahut alicia sembari merapikan tempat tidur nya


" kak raka keliatan banget ya cinta nya sama kakak, apa kak raka juga protektif sama kakak ?" tanya risya


alicia lagi-lagi mengangguk


overprotektif malahan dek


" semoga kak dion juga seperti itu sama aku ya kak " harap risya


alicia hanya tersenyum


jangan deh dek. bisa gila kamu nanti kalau suami mu punya sifat seperti kakakmu.


..


raka menatap tajam 2 orang yang ada dihadapan nya saat ini. rahangnya mengeras menahan amarah.


kejadian di supermarket yang dia lihat di video itu terus berputar di ingatan nya, meskipun saat bersama istrinya dirumah dia seperti melupakannya, akan tetapi sebenarnya raka sedang menahannya saja.


" apa lagi yang kalian inginkan ? belum puas istri anda menghina dan menyakiti istri saya ?" tanya raka dingin


pak arif hanya menunduk, sementara bu wati masih terlihat kesal walaupun tangannya gemetar saat melihat tatapan mengintimidasi yang diberikan raka.


" saya tau saya yang salah sudah menghina alicia itu. tapi ini semua tidak ada hubungannya dengan pekerjaan suami saya. lagipula suami saya tidak bekerja di perusahaan anda. anda tidak berhak memecat suami saya secara tidak hormat " ucap bu wati memberanikan diri


pak arif hanya memegang erat tangan istrinya, seperti mengatakan jangan mengatakan apapun lagi sekarang.


" bukan saya yang memecat suami anda, tapi bosnya " sahut raka santai


" tapi itu atas perintah mu " ucap bu wati emosi


" baiklah, aku tidak akan ikut campur dengan pekerjaan suami mu, tapi kau akan ku jebloskan ke dalam penjara dan kupastikan kau akan lama di dalam sana !" ucap raka marah


bu wati sontak saja langsung terkejut begitu juga dengan suaminya


" pak raka saya mohon jangan penjarakan istri saya, saya tidak tega melihat nya jika dia dipenjara " pinta pak arif


" kau tidak tega melihatnya dipenjara, lalu bagaimana dengan istri ku ? dia dihina ditempat umum dan tidak sampai disitu saja, orang ini bahkan sampai menyakiti istri saya !! anda harus bersyukur karena saya punya prinsip tidak akan pernah memukul perempuan, kalau tidak entah apa yang akan terjadi pada istri anda ini !!" teriak raka marah.


emosinya benar-benar sudah mencapai puncaknya saat ini. dari kemarin dia berusaha menahan amarah nya karena melihat istrinya yang masih syok, hatinya sakit melihat airmata alicia lagi dan itu karena dirinya.


bu wati yang takut dipenjara dan takut hidup miskin langsung berubah pias, dia menjadi sangat ketakutan. dia memegang tangan suaminya


" pak, gimana ini pak " ucap bu wati cemas


" ibuk juga," ucap pak arif kesal


" aku hanya ingin apa yang dirasakan istri ku kemarin dirasakan juga oleh istri anda " ucap raka


" kurasa anda mengerti apa yang ku inginkan bukan? temui aku disini malam nanti " ucap raka dingin lalu menyodorkan sebuah alamat.

__ADS_1


raka lalu berbalik dan berjalan dengan ekspresi datarnya.


__ADS_2