
Ceklek.. pintu terbuka dan wira kembali lagi sembari tersenyum manis pada alicia. namun alicia justru menatapnya dengan tajam.
faiz dan faizza sudah tertidur di sebelah alicia, kedua balita itu benar-benar terlihat sangat lelah.
" Mau apa lagi kamu ?" tanya alicia sinis
" tentu saja rindu padamu. padahal baru 2 jam aku keluar tapi aku sudah merindukanmu " sahut wira santai
" dasar laki-laki brengsek kamu ! lepaskan kami sekarang !!" pekik alicia kesal.
tak lama emilia masuk ke ruangan itu.
" kak wira, lepasin mereka kak. ini tindak kriminal kak. kau akan masuk penjara jika melakukan hal ini !" ucap emilia
wira menatap emilia sinis
" Bukankah kau juga masih merasa iri dengan alicia bukan ? bukankah ini adalah momen yang tepat untukmu. aku akan mengambil alicia dan kau bisa merebut suaminya itu. " ucap wira
Emilia menatap kesal pada wira,
plak.. satu tamparan mendarat di pipi wira
" kenapa kau begitu gampang nya mengatakan hal itu kak ? apa 5 tahun pernikahan kita kau bahkan tidak memiliki perasaan sedikitpun padaku ?" tanya emilia
" tidak ada, aku menginginkan anak darimu tapi kau tidak memberikan nya padaku. jadi jangan salah kan aku. " ucap wira
emilia mengepalkan tangannya
" yang bermasalah itu adalah kau wira,,, aku bertahan dengan mu karena aku mencintaimu ! tapi kau bahkan selalu memandang aku remeh ! " pekik emilia
" Kau.. " ucap wira menatap emilia tajam
" sekarang lepaskan mereka ! aku tidak ingin kau masuk penjara karena perbuatan gila mu !" pekik emilia lagi
" Tidak akan.. aku menginginkan alicia. dan itu akan terjadi " sentak wira
" kau hanya bermimpi wira ! lebih baik aku mati daripada harus bersamamu dasar brengsek !!" hardik alicia
" baik.. matilah saja kalau begitu " ucap wira sembari mengeluarkan pisau
Alicia memeluk perutnya, keringat mengalir bercucuran di pelipisnya
mas raka... tolong kami mas..hiks.
Emilia menangkis pisau yang akan mengarah ke alicia.
" jangan gila kak , kak alicia sedang hamil. apa kau tidak lihat hah ? kau akan membunuh 2 nyawa sekaligus " ucap emilia
" Aku tidak peduli, jika aku tidak bisa memilikinya maka siapapun tidak bisa memiliki nya, termasuk Raka Hadi Wijaya sekalipun !!" pekik wira kesal
Alicia merasakan sesuatu mengalir diantara kedua kakinya, dia sangat terkejut karena melihat darah segar mengalir
__ADS_1
tidak nak..kamu harus kuat sayang.
Alicia meringis memegangi perutnya
" emilia,,, tolong aku... sepertinya aku mengalami pendarahan.. hiks " ucap alicia lirih
Emilia menoleh dan terkejut sembari mendekati alicia yang terlihat menahan sakit sembari memegangi perutnya, darah segar pun mengalir diantara kedua kakinya, emilia jadi panik sendiri
" aku harus bagaimana kak ?" tanya emilia cemas
" Kak wira lakukan sesuatu " pekik emilia
Wira yang sudah ditutupi oleh kegilaan nya hanya diam tak bereaksi.
" Bagus juga jika bayi itu tidak selamat. aku bisa dengan cepat memiliki alicia " ucap wira dingin
" kau brengsek wira.." pekik alicia
Wira mengarahkan pisau yang dipegangnya ke arah alicia
" lebih baik kau mati saja , lalu aku akan menyusulmu agar kita bisa bersama sayang " ucap wira
" Kak jangan..." pekik emilia sembari menghadang pisau yang mengarah ke alicia
jleb.. pisau itu menancap ke dada emilia, emilia berusaha agar menahan pisau itu agar tidak ditarik kembali oleh wira sehingga wira tidak bisa menyakiti alicia
brukkkk.. emilia terjatuh sembari memegangi pisau yang menancap di dadanya, alicia sangat terkejut dan langsung memangku kepala emilia
" kenapa kamu lakukan ini dek.. " ucap alicia lirih
" dek..bertahan sayang, mas raka pasti sedang perjalanan kesini. kamu harus bertahan " ucap alicia sembari menangis
" Kak.. aku benar-benar minta maaf padamu. aku tau ini tidak cukup untuk membalas semua perbuatan ku padamu, tapi aku benar-benar menyesal kak..uhukk.." ucap emilia sembari batuk mengeluarkan darah segar
Alicia panik bukan main, dia menangis histeris
" kamu harus kuat dek.. "
" Papa sama Mama sering menangis karena mereka bersalah pada kakak.. mereka bahkan terlalu malu untuk menemui kakak dan meminta maaf. kak..maafkan kami " ucap emilia
" iya..iya.. sekarang diamlah, jangan banyak bicara. kamu harus menyimpan tenaga mu " ucap alicia
emilia berusaha tersenyum
" Kak..calon keponakan ku ini laki-laki atau perempuan ?" tanya emilia sembari mengusap perut alicia
" kamu harus bertahan dan melihatnya lahir kedunia nanti. kakak gak izinkan kamu untuk pergi, jadi diamlah" ucap alicia
" kakak..kau memang tidak pernah berubah. kenapa kau begitu baik hati, seharusnya aku bersyukur memiliki kakak sebaik dirimu. tapi aku justru menyakiti mu " ucap emilia
alicia memeluk kepala emilia yang sedang dipangkunya.
__ADS_1
dia melihat wira yang terdiam sembari melihat tangannya yang bersimbah darah.
.
.
Braakkkk...... anak buah wira terpelanting ke dalam ruangan dalam keadaan babak belur. wira menoleh dan sangat terkejut melihat anak buahnya sudah babak belur dan tidak sadarkan diri
Raka berjalan masuk sembari menyeret anak buah wira dan menghempaskan nya lalu mendekati wira dan menendangnya hingga membentur dinding
" Dasar brengsek... sialan kamu Wira !!" hardik raka
Raka yang emosi menarik wira yang terduduk bersandar di dinding lalu menghajarnya habis-habisan
" Brengsek...berani-beraninya kau menculik istri dan anak -anak ku. kau pasti mati di tangan ku hari ini !!" hardik raka emosi
bugh..bugh.. raka terus menghajar wira habis-habisan sementara jimmy dengan cepat menggendong faiz dan faizza yang sedang tertidur lalu membawanya keluar agar jangan sampai melihat adegan sadis itu.
Wira sudah tidak berdaya, namun raka masih terus menghajar wira tanpa ampun
" Mas... Mas raka... " panggil alicia lirih, dia sudah merasa sangat kesakitan. perutnya terasa menegang dan pinggangnya kembali berdenyut. darah yang tadi sempat berhenti kini mengalir kembali membuat alicia sangat takut terjadi apa-apa pada bayinya
Raka tersadar dan langsung menoleh pada alicia yang sedang terduduk dan sedang memangku kepala emilia yang sudah tidak sadarkan diri.
raka melempar wira ke arah anak buahnya
" Beritahu jimmy bereskan dia " ucap raka
" baik tuan "
Raka mendekati alicia dan memeluknya, alicia memeluk raka erat dan menangis terisak.
" Mas.. tolong selamatkan adikku. dia sudah menyelamatkan aku mas " ucap alicia
Raka melirik anak buahnya. dan dengan cepat mereka mengangkat tubuh emilia dan membawanya keluar
" sayang kamu tidak apa-apa kan ? apa dia menyakitimu ?" tanya raka
" Perut ku sakit mas.. bayi kita.. hiks.." ucap alicia
raka melihat ke bawah dan matanya membulat sempurna melihat darah yang mengalir di antara kedua kaki istrinya.
dengan cepat raka menggendong istrinya lalu membawanya keluar.
..
tiga mobil berjalan beriringan dengan cepat membelah jalanan. jalanan sudah dibuat sedemikian mudah untuk mereka lewat tanpa hambatan menuju rumah sakit.
" Mas...sakit " lirih alicia sembari memeluk raka
" sabar sayang, kita akan sampai kerumah sakit secepatnya. bertahan ya sayang mas mohon " ucap raka sembari memeluk alicia dan mengusap perut alicia
__ADS_1
Alicia meringis menahan sakit. tangannya mencengkram erat bahu raka,
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...