Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Faiz dan Faizza Sakit


__ADS_3

Hari - hari kehamilan keduanya ini dilalui Alicia dengan bahagia, meskipun masih diiringi dengan mual dan muntah dipagi hari, tapi tidak seperti di awal-awal kehamilan. dukungan dari suami dan keluarga nya.


Alicia juga sering meminta makanan yang dibuat oleh raka, alhasil selama hampir 6 bulan ini raka berubah menjadi chef handal yang semakin mahir memasak di dapur. dapur itupun tidak lagi berantakan seperti biasanya.


Arka bertepuk tangan girang saat mencicipi masakan kakaknya itu


" Enak kak.. yang ini baru enak.. " ucapnya. karena arka lah yang selalu dicari raka untuk menjadi pencicip pertama masakannya sebelum diberikan pada istrinya. jika arka bilang tidak enak, maka raka dengan cepat akan membuatkan yang baru.


" ini percobaan yang keberapa kak ?" pertanyaan itu lah yang selalu arka tanyakan setelah mencicipi masakan raka jika terasa enak. dan raka akan selalu menjawab nya yang ke-3 atau ke -4 kali.


tapi sekarang, raka sudah bisa memasak dengan baik dalam 1 kali percobaan saja. meskipun tidak seenak masakan mama dan istrinya, tapi setidaknya itu layak untuk dimakan.


..


Alicia mengusap perutnya sembari tersenyum, tak terasa usia kehamilannya sudah 7 bulan dan memasuki trismeter terakhir. dia begitu bahagia karena raka selalu menjadi suami siaga, dia juga selalu sabar menghadapi mood nya yang selalu berubah-ubah tak menentu.


Alicia mengawasi anak-anaknya yang bermain di sofa sembari memandangi pintu kamarnya menunggu kedatangan suaminya yang akan membawakannya makan siang, wajahnya tersenyum senang saat melihat raka masuk sembari membawa nampan berisi makan siangnya.


" udah laper ya ? " tanya raka sembari duduk di menarik meja dan mendekatkan nya pada alicia yang sedang duduk bersandar ditempat tidur


Alicia hanya mengangguk. setelah raka meletakkan nampan yang dibawanya, alicia mulai memakan makanan nya dengan lahap.


Raka tersenyum melihat istrinya yang makan dengan lahap itu.


" Enak ?" tanya nya sembari merapikan rambut alicia yang terurai sampai kepipi.


" enak banget mas. makin pinter mas masaknya " sahut alicia sembari mengecup pipi raka


Wajah raka memerah, ciuman mengejutkan alicia benar-benar membuat nya tersipu.


memang aneh bukan ? mereka sudah menikah selama hampir 5 tahun. namun raka masih terkejut dan tersipu saat alicia berinisiatif memeluknya atau menciumnya, bahkan jantungnya berdetak hebat saat alicia mengatakan perasaan cinta padanya. namun seulas senyuman terukir di bibir raka, hatinya merasa sangat bahagia jika alicia melakukan hal itu, dia merasa sangat bahagia.


Alicia mengusap lembut pipi raka dan menahan tawanya saat melihat wajah suaminya yang memerah itu


" kok mukanya merah mas ? mas sakit ?" tanya alicia pura-pura


" iya..disini " ucapnya sembari meraih tangan alicia dan meletakkan di dadanya.


alicia mengerutkan keningnya


" Mas kangen ..." ucap raka


" Papa kan udah ketemu sama mama, kok masih kangen sih pa ?" celetuk faizza yang ternyata mendengarkan pembicaraan mama dan papanya


alicia dan raka menoleh lalu keduanya berpandangan dan tertawa kecil.


" tuh kan mas.. lain kali hati-hati.untung kamu gak aneh-aneh ngomongnya. " bisik alicia


raka hanya cengengesan.


tak lama bi inah masuk ke kamar mengantarkan susu dan juga mengambil nampan yang tadi dibawa raka.


alicia dengan cepat meminum susunya.


" ini bi . makasih ya " ucapnya

__ADS_1


" iya non.. bibi permisi ya " ucapnya lalu keluar dari kamar raka.


Alicia bersandar di dada raka, tangannya mengusap jemari raka yang diplester sana-sini. sepertinya dia begitu serius saat memasak sampai-sampai jemarinya terluka seperti ini.


alicia menitikkan air matanya, hatinya sakit melihat plester di jemari raka, hatinya tidak ingin merepotkan raka, namun apa daya dia selalu muntah jika memakan makanan yang dimasak oleh orang lain. perutnya akan menerima makanan yang hanya dimasak oleh raka saja.


Raka yang merasakan kaus nya basah langsung menangkup kedua wajah istrinya,


" kenapa sayang ? kenapa menangis hemm ? ada yang sakit ? perutnya sakit ?" tanya raka cemas


alicia menggeleng lalu menggenggam tangan raka dan menciumnya.


" tangan mas jadi luka-luka begini gara-gara masak buat aku.. maaf ya mas, aku buat mas repot..hiks..." ucapnya sembari menangis


" sayang..mas seneng kok ngelakuin apa aja buat kamu sama anak kita. setidaknya mas bisa merasakan bagaimana menjadi suami dan ayah siaga buat kamu dan anak kita. dan lagi luka kecil gini gak sakit sayang.. " ucapnya sembari tersenyum dan mengusap air mata yang masih mengalir di pipi alicia.


" udahan ya nangisnya, nanti dedek bayinya ikutan sedih. " ucap raka sembari mengusap perut alicia, matanya terbelalak saat merasakan gerakan-gerakan bayinya


" sayang, dia bergerak lagi..." ucap raka heboh


alicia meringis sembari tersenyum.


" iya,, dia lagi nyapa kamu mas.. " sahut alicia


" siapa yang bergerak ma ? dedek bayi nya bergerak ? mana ?" tanya faizza


" sini sayang.." panggil alicia pada kedua anaknya, faiz dan faizza pun langsung mendekat. alicia mendekatkan tangan kedua anaknya ke perutnya.


balita kembar itu tertawa kecil saat merasakan tendangan kecil itu.


" dedek bayi nya izza..." ucap faizza senang


" iya nak.. dedek bayinya kakak faiz dan izza " ucap raka sembari mengusap kepala kedua anaknya. mereka pun mengangguk bersama dan kembali bermain setelah puas bermain-main bersama dedek bayi mereka.


Raka segera berbaring di pangkuan alicia, dia memeluk perut alicia dan menciumi nya, alicia Mengusap lembut kepala raka, jemarinya menyusup masuk ke sela-sela rambut raka dan memijat perlahan,rasa lelah raka berubah menjadi rasa kantuk, raka menguap dan perlahan mulai memejamkan matanya.


Alicia memandangi wajah suaminya yang sangat imut saat tertidur pulas,


terimakasih mas..untuk seluruh cinta yang kau berikan..


....


Malam Harinya.


Alicia pergi ke kamar anak-anaknya untuk melihat apakah keduanya sudah tertidur atau belum.


faiz dan faizza ternyata sudah tertidur di ranjang mereka masing-masing. alicia bermaksud untuk membenarkan selimut faizza yang terjatuh, namun tangannya terhenti saat merasakan suhu tubuh anaknya yang tidak seperti biasanya. dia juga memeriksa suhu tubuh faiz dan sama. dengan cepat alicia mengambil termometer dan mengecek suhu tubuh anaknya.


matanya membulat sempurna saat melihat angka di alat itu, hampir mencapai 39 derajat, begitu juga dengan suhu tubuh faiz yang mencapai 40 derajat.


Alicia segera keluar kamar untuk mencari suaminya


" Mas..mas raka " ucapnya sembari menuruni tangga tergesa-gesa


bu mona segera berlari menghampiri menantunta yang dengan perut besarnya itu berjalan cukup cepat menuruni tangga

__ADS_1


" nak.. hati-hati sayang. kamu lagi hamil " ucap bu mona sembari menuntun menantunya


alicia tersadar lalu mengusap perutnya.


" Mas raka mana ma ? di kamar sama ruang kerja nya gak ada ma " tanya alicia pada bu mona


" raka diruang tamu, sedang mengobrol sama papa dan adik-adiknya. kebetulan arsya baru pulang " sahut bu mona


" kenapa sayang ? " tanya nya


" faiz sama faizza ma, mereka demam. badannya panas sekali " ucap alicia cemas


bu mona terkejut. tadi sebelum mereka masuk ke kamar bu mona mengantar mereka berdua dan masih baik-baik saja.


bu mona segera menghampiri suami dan anaknya


" Ka.. faiz dan faizza demam , kata istrimu badannya panas " ucap bu mona


raka langsung berdiri dan berlari , di dekat tangga dia bertemu dengan alicia


" anak-anak kita demam sayang?" tanya raka


" iya mas..badan mereka panas " sahut alicia


keduanya pun perlahan menaiki tangga menuju kamar anak-anaknya.


bu mona dan pak hadi pun bergegas menyusul raka dan alicia, begitu juga dengan arka dan arsya.


raka memegang kening dan pipi anak-anaknya, dia melihat termometer yang tadi digunakan oleh alicia.


" kita bawa kerumah sakit saja. demamnya tinggi " ucap raka sembari menggendong faiz


" biar faizza aku yang gendong kak " ucap arsya sembari menggendong keponakannya itu


" aku ikut mas " ucap alicia


" tapi.."


" aku ikut mas, kalau dirumah aku malah cemas " ucap alicia


" ya sudah, kamu siapkan perlengkapan mereka ya, mas tunggu dimobil. " ucap raka


raka dan arsya pun membawa faiz dan faizza, sementara alicia dengan cepat menyiapkan pakaian ganti dan beberapa keperluan yang mungkin dibutuhkan oleh anak-anaknya, bu mona dan ralin pun ikut membantu.


" kamu bisa kerumah sakit nak ? biar mama saja ya. kamu istirahat dirumah " ucap bu mona khawatir


" aku baik-baik saja ma. justru kalau dirumah aku pasti lebih khawatir ma " sahut alicia


" ya sudah hati-hati nak. kalau ada perlu apa-apa hubungi mama atau papa ya , "


" iya ma "


bu mona dan pak hadi melihat mobil yang dikendarai arsya melaju menuju rumah sakit. begitu juga dengan arka dan ralin.


" semoga cucu-cucu kita gak kenapa-kenapa ya pa.. mama khawatir sekali " ucap bu mona

__ADS_1


" berpikir positif dan banyak berdoa ma. semoga demam mereka cepat menurun , cucu -cuku kita itu kuat.. " ucap pak hadi menenangkan istrinya. walau sebenarnya dia juga cemas karena ini pertama kalinya kedua cucunya itu sakit semenjak datang kerumah nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2