Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kepanikan Risya


__ADS_3

Risya perlahan terbangun, dia melihat mama dan papanya yang sedang duduk di sisinya. tak jauh dari sana dia melihat kembarannya yang juga sedang duduk


ketiganya mendekat saat risya mencoba untuk duduk.


" papa, mama aku..aku.. " ucap risya sembari menangis


" tenanglah sayang, tenang.. mama disini. " ucap bu mona


" gak..gak..mama...risy harus bagaimana ma.." ucap risya frustasi sembari meremas rambutnya sendiri


" tenang nak..papa ada disini, kita hadapi sama-sama nak " ucap pak hadi sembari mencoba melepaskan cengkraman risya di rambutnya sendiri.


arsya pun mendekat dan berusaha membantu papa dan mama nya untuk menenangkan risya.


" enggak...risya gak mau, risya mau mati saja " teriak risya sembari berlari keluar


ketiganya pun segera berlari keluar menyusul risya,


di dekat tangga, risya berpapasan dengan alicia yang dari dapur untuk membuatkan susu untuk bayinya.


" risya..kami sudah sadar sayang ? kamu perlu sesuatu ? biar kakak ambilkan ," tanya Alicia perhatian


risya yang terlihat begitu emosi hanya menatap kakak iparnya itu sambil menangis, lalu risya mencoba melompat dari pinggiran tangga itu, alicia pun terkejut dan langsung menarik tangan risya, terjadilah tarik -menarik antara risya dan alicia.


" Mas Raka... !!" teriak alicia sambil terus berusaha menarik risya agar tidak terjatuh.


Raka yang sedang bersama kedua anaknya dikamar, mendengar jeritan alicia dan langsung keluar kamar, begitu juga dengan arka yang sedang melamun di kamarnya.


saat Raka keluar dari kamar dia melihat istrinya sedang berusaha menarik risya, raka pun berlari untuk segera membantu mereka, tapi belum sempat raka mendekati keduanya, alicia yang tubuhnya memang lebih kecil dari risya, terpental dan langsung jatuh berguling-guling di tangga. langkah raka seketika terhenti saat melihat tubuh istrinya berguling-guling dan akhirnya menghantam lantai.


" Alicia !!" pekik semua orang yang melihat alicia yang terjatuh


raka pun segera berlari mendekati istrinya, raka segera merangkul istrinya


" alicia, sayang.. bangun sayang , dengerin mas. mas minta kamu bangun. alicia !" ucap raka sembari menggoyangkan tubuh istrinya itu


risya yang sadar saat melihat alicia terjatuh langsung berlari mendekati kakaknya itu


" kak alicia, bangun kak... " ucap risya sambil menangis


" maafin risya kak "


bu mona dan pak hadi segera melihat keadaan alicia, dahi alicia terluka dan mengeluarkan banyak darah. sepertinya kepalanya terluka cukup parah.


raka pun segera menggendong alicia dan membawa nya ke mobilnya,


" kalian tetap dirumah dan pastikan menjaga risya. aku akan membawa alicia kerumah sakit. " ucap Raka


" kabari mama nak " ucap bu mona


" mama, risya tidak bermaksud menyakiti kak alicia " ucap risya


" iya sayang, kami semua mengerti, sekarang lebih baik kita berdoa agar alicia baik-baik saja. " ucap bu mona sembari menenangkan risya


..


sementara di mobil, raka membawa mobil dengan kecepatan penuh.


" bertahan sayang, sebentar lagi kita sampai dirumah sakit " ucap Raka

__ADS_1


sesampainya dirumah sakit. raka bahkan terus menggendong alicia, dia tidak mau meletakkan alicia di atas brankar, raka terus saja menggendongnya sampai ke ruangan dokter


" pak Raka, ada apa ini ?" tanya dokter itu yang ternyata mengenal Raka


" istri ku terjatuh dari tangga dok, tolong periksa keadaan nya " ucap Raka panik


" tenanglah pak raka, tolong tunggu diluar sebentar, " ucap dokter itu


" tidak bisakah aku menunggu disini saja ?" tanya Raka


" tidak bisa pak, bapak akan mengganggu perawatan yang dilakukan dokter " sahut perawat


raka pun mengalah dan berjalan keluar


aku benar-benar akan menghabisi siapapun itu yang berani mengusik ketenangan keluarga ku.


..


raka duduk di sebelah alicia yang sedang terbaring tak sadarkan diri, tangan raka terus menggenggam tangan istrinya itu, wajahnya masih menunjukkan ke khawatiran.


tak lama alicia terbangun dan memegangi kepalanya


" mas... " ucap alicia lirih


raka pun terkejut dan langsung mengamati keadaan istrinya itu


" kau sudah bangun sayang ? ada yang sakit ? bagian mana ? biar aku panggilkan dokter " tanya raka beruntun


alicia menggeleng.


" aku baik-baik saja mas, jangan khawatir . risya baik-baik saja kan ? " tanya alicia balik


" syukurlah kau baik-baik saja, mas sangat takut " ucap raka sembari memeluk alicia erat


alicia hanya tersenyum dan membenamkan kepalanya di dada suaminya.


...****************...


risya sudah terlihat lebih tenang dari sebelumnya, sekarang dia malah sangat mengkhawatirkan kakak iparnya itu.


" ma, kak alicia pasti baik-baik saja kan ma ? " tanya risya panik


" iya sayang, kamu tau kan kak alicia itu wanita yang kuat ?" sahut bu mona ,


tak lama raka dan alicia masuk ke rumah, semua orang mendekati mereka,


" alicia gak apa-apa kok. ini hanya luka kecil biasa, jangan khawatir ya " ucap alicia untuk menenangkan keluarga nya.


bu mona membelai rambut alicia lembut, dia melihat kepala alicia yang diperban. bu mona pun mengecup puncak kepala alicia sayang.


alicia hanya tersenyum menatap bu mona. alicia pun menatap risya yang sedang memandanginya sedih


alicia pun mendekat dan tersenyum pada risya,


" kakak baik-baik saja. apa kau baik-baik saja sekarang ?" tanya alicia lembut


risya pun mengangguk lalu memeluk alicia


" kakak aku takut..aku sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada mu. " ucap risya sembari menangis.

__ADS_1


" kakak baik-baik saja, jadi tenanglah hmm " sahut alicia sembari tersenyum


" maaf den, diluar ada tamu yang ingin bertemu den Raka " ucap bi ijah yang baru


" siapa bi ? " tanya Raka


" dia bilang namanya tadi Dion Danendra den " sahut bi ijah.


raka seperti mengingat nama itu, dia ingat jika dion adalah saingan bisnis mereka, dan beberapa waktu lalu Arka menghancurkan sistem perusahaan mereka .


" baiklah. terima kasih bi " ucap Raka


Raka pun berjalan menuju ruang tamu. dan melihat dion yang tengah berdiri menatap nya, dibelakang nya beberapa pengawal berdiri dengan sigap


" ada perlu apa menemuiku ?" tanya Raka dingin


" aku perlu berbicara dengan keluarga besar anda " sahutnya


raka mengeryitkan dahinya


" ada keperluan apa sehingga anda harus berbicara dengan keluarga ku ?" tanya raka dingin


dion berusaha tetap sabar menghadapi sikap dingin raka


tenang dion, kau yang bersalah disini. bagaimana pun kau harus mengaku hari ini juga


dion pun melangkah masuk tanpa meminta izin dari raka lagi


" hey.. dion ! aku belum mengizinkan mu !" teriak Raka


tapi dion tetap berjalan masuk ke dalam ruang keluarga, langkah nya terhenti saat melihat risya yang sedang duduk dan menangis. dion merasa bersalah ketika melihat mata risya yang sembab, pasti gadis itu banyak menangis dan semua ini karena dirinya.


raka menepuk bahu dion,


" hey bung , aku belum mengizinkan mu masuk " ucap Raka dingin


dion tak memperdulikan Raka, dion pun langsung bersujud di depan risya, risya pun terkejut dan bingung kenapa laki-laki ini tiba-tiba bersujud di hadapan nya.


" nak, apa yang kau lakukan ? kenapa bersujud pada putri ku ? " tanya bu mona


" akulah laki-laki bre***k yang telah menodai putri anda " sahut dion sambil menunduk.


raka terkejut mendengar pengakuan dion dan langsung mendekati dion dan menarik kerahnya


" bre***k kau ! " hardik Raka


bugh... bugh


raka memukul dion berkali-kali hingga laki-laki itu jatuh tersungkur. risya dan alicia menutup mulutnya karena terkejut melihat pemandangan yang terjadi di hadapan mereka. sementara pak hadi dan bu mona terdiam dengan pikiran mereka masing-masing


tak cukup sampai disitu, Arka dan Arsya pun bergantian memukul dion dan menghardiknya dengan kata-kata kasar.


raka kembali menarik kerah dion dan membuatnya menatap dirinya


" katakan apa yang sebenarnya terjadi ? apa yang kau lakukan pada adikku ? " tanya Raka menatap dion tajam.


dion pun hanya diam dan tertunduk, mengumpulkan kembali semua tenaga dan keberaniannya.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2