Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Risya dan Rencana Dion


__ADS_3

Risya sedang berjalan ditemani Arsya di kampus. laki-laki tampan itu selalu berada di dekat kembarannya itu, meskipun para gadisnya berkerumun dan berusaha mengajaknya hangout, tapi Arsya tak gentar sedikitpun. dia lebih baik merana sehari lantaran tidak bermain bermain bersama para gadisnya daripada mendapat bogem mentah dari kakaknya, Arsya bergidik ngeri sendiri


flashback on


" Jaga Risya seperti kau menjaga nyawa mu " bisik Arka pada Arsya saat mereka berdua akan berangkat ke kampus


sementara Raka hanya memandang Arsya dengan tatapan membunuhnya, karena ada alicia di sebelahnya.


Arsya menelan ludahnya dengan susah. Alicia pun tersenyum lalu merapikan pakaian Arsya, Arsya tersenyum pada Alicia. sementara Raka langsung menarik Alicia


" terimakasih kakak ipar.. " ucap Arsya sambil tersenyum


" kenapa mas ? " tanya Alicia


" dasi mas belum rapi " ucap Raka


Alicia tersenyum lalu merapikan dasi suaminya itu.


" kak kita berangkat dulu ya ," ucap Risya


Raka dan Arka pun mengangguk, alicia tersenyum lalu merapikan rambut risya,


" dah kak " ucap risya lalu berjalan keluar dan diikuti arsya


flashback off


Arsya meradang saat melihat para gadisnya pergi setelah dicuekinya.


gadis-gadisku yang cantikkk....


gumam arsya sedih.


...****************...


Alicia sedang menjemur faiz dan faizza di halaman rumah bersama mama mertuanya. bu mona terlihat sibuk menyirami tanaman nya.


tak lama Raka berjalan mendekati mereka dan mencium pipi Alicia, alicia terkejut dan langsung menoleh pada Raka


" pagi sayang " ucap Raka


" pagi..mas " sahut Alicia canggung


" mau berangkat ?" tanya bu mona


" iya ma, Raka ada rapat sebentar lagi " sahut Raka


" Arka mana ?" tanya bu mona


" mungkin di kamar ma, Arka bilang dia mau istirahat dulu hari ini " sahut Raka lagi


tak lama jimmy datang menjemput Raka, dan Raka pun berjalan masuk ke mobil dan berangkat ke kantor.


..


sementara Arka tengah sibuk mengecek kondisi perusahaan dion melalui situs web perusahaan nya.

__ADS_1


Alicia mengetuk pintu kamar Arka dan masuk setelah mendengar Arka memperbolehkannya masuk.


" ada apa kak ? kakak perlu sesuatu ?" tanya Arka


" Mama memintaku mengantar ini untuk mu, kata mama kau sama seperti mas Raka, jika sudah bekerja sering lupa waktu makan. " ucap alicia sembari meletakkan nampan yang dibawanya dan berisi kopi dan cemilan.


Arka pun tersenyum


" terima kasih kak "


" iya sama -sama, jika butuh sesuatu panggil saja aku "


" baiklah kak "


...


Arsya berlari mondar-mandir di sepanjang koridor kampus, karena terlalu fokus men-like foto para gadisnya di media sosial, Arsya sampai tidak sadar jika Risya sudah tidak ada disekitarnya


" Risya, lo kemana sih. lo beneran mau bunuh gue ya "


Arsya mencoba menelepon kembarannya itu tapi telponnya tak diangkat oleh risya.


Arsya bergidik ngeri membayangkan reaksi kedua kakaknya jika tau dirinya kehilangan pengawasan kembaran nya itu


" gak mungkin kan gue beneran dihabisin sama kak Raka dan kak Arka.. hehehe " ucap Arsya mencoba menenangkan dirinya sendiri. tapi lagi-lagi perasaannya masih was-was.


dia pun langsung menuju keruang keamanan kampus untuk mengecek cctv. mudah bagi arsya untuk melihat rekaman cctv kampus itu karena mereka tau siapa arsya.


arsya fokus memperhatikan rekaman itu dan melihat jika Risya pergi keluar kampus mengendarai mobilnya


" Mati aku , anak satu ini " ucap arsya geram.


arsya pun segera melacak GPS yang dipasang di mobilnya dan melacak kemana kembarannya itu pergi.


..


sementara itu Risya berjalan dengan riangnya di salah satu Mall milik kakaknya, dia heboh sendiri melihat koleksi dress terbaru di sebuah butik langganan nya. setelah memilihkan pakaian untuk nya, mamanya dan kakak ipar tersayang nya, risya segera berjalan keluar dan kembali berkeliling dengan riang nya


bruukkkkkkkk.........


" awwwwww......" pekik Risya saat tubuhnya menghantam lantai karena bertubrukan dengan seseorang


" maaf -maaf nona saya tidak sengaja " ucap orang yang menabrak risya itu lalu membantu risya berdiri dan mengambil belanjaan risya yang berserakan.


" iya tidak apa-apa , lagipula saya juga gak fokus lihat jalan tadi " ucap Risya


" saya Dion, Dion Danendra " ucap laki-laki yang menabrak risya dan ternyata dia adalah Dion. dion mengulurkan tangannya pada risya


" saya Risya, Risya Hadi Wijaya " sahut risya sembari menyambut uluran tangan Dion


" Risya Hadi Wijaya ? anda putri pemilik Wijaya Coorporation ?" tanya dion


" hmm..iya. " sahut risya


" aku salah satu rekan bisnis kakak mu, Raka dan Arka hadi wijaya, tapi kami sudah lama tidak saling bertemu " ucap dion

__ADS_1


Risya hanya mengangguk


" masih kuliah ? atau sudah kerja ?" tanya dion lagi


" aku masih kuliah kak " sahut risya


dion pun hanya mengangguk lalu tersenyum pada risya.


aku akan mulai mendekati gadis ini. aku akan berusaha membuatnya menyukai ku, lalu dia sendiri yang akan membuat kakak-kakaknya memintaku untuk tidak menyakiti adiknya. yah meskipun gadis ini terlihat polos, tapi aku tidak berniat menyakitinya, aku hanya ingin membuatnya menyukai aku saja. jadi tidak masalah bukan ?


" kalau begitu senang bertemu dengan anda nona risya, tapi saya harus pergi sekarang ? ini kartu nama saya, saya akan senang jika anda menghubungi saya, saya berharap bisa berteman dengan nona " ucap dion sembari menyerahkan kartu namanya pada risya


risya pun tersenyum lalu menerima kartu nama itu


" hmm..baiklah kak dion. " sahut risya


dion pun pamit dan berjalan meninggalkan risya dengan senyuman misterius nya.


...****************...


sementara arsya yang sudah mengetahui jika risya berada di salah satu mall milik Raka, sedang berlarian mencari kembarannya itu


arsya melihat kembarannya itu sedang melihat-lihat pakaian bayi.


" risya !! kamu sudah gila ya ! beraninya kamu pergi tanpa izin dari kakak !" pekik arsya sambil menarik tangan risya


" abis nya , kalo aku izin, pasti gak diizinin kan ?" sahut risya kesal


" risya! risya! risya ! tau sendiri kan gimana kak Raka dan kak Arka. mereka pasti marah besar jika tau kamu pergi seorang diri seperti ini. nyetir mobil sendiri lagi !" ucap arsya.


risya pun hanya diam kesal,


" memangnya aku ini bayi apa ? kalo faiz sm faizza iya , baru dijaga ketat jika mau keluar rumah " sahut risya


" ayo pulang !" ucap Arsya sambil menarik tangan risya


" eh..nanti aku belum bayar. " ucap risya


risya pun segera membayar belanjaan nya dan berjalan mengikuti kembarannya itu.


..


sementara itu di kantor Raka yang mendapat laporan dari bodyguard yang bertugas mengawasi arsya dan risya terkejut saat mendengar laporan bahwa risya kabur dari pengawasan mereka dan arsya.


" kalian itu saya bayar mahal, bagaimana bisa seorang gadis lepas begitu saja hah ?" bentak Raka


" maaf bos, kami sempat lengah. tapi kami langsung mencari keberadaan nona risya dan sekarang nona risya dan tuan arsya sedang dalam perjalanan pulang tuan. " ucap bodyguard itu


" terus pantau mereka " ucap Raka


" baik bos " sahut bodyguard itu dengan sigap


Raka menutup telponnya dan memukul meja dengan kuat.


" risya!" ..

__ADS_1


...****************...


__ADS_2