
Mata ralin berbinar saat melihat semangkuk sekuteng yang akhirnya bisa didapatkan nya, seharian ini dia sudah berkeliling di sekitar panti bahkan sampai ke pasar hanya untuk mencari makanan satu itu, tapi yang namanya sesuatu yang dicari itu biasanya susah didapatkan kan ? begitu juga dengan semangkuk sekuteng ini, sampai malam hari pun dia tidak mendapatkan nya.
ralin hampir saja menangis ketika sudah kembali ke panti dan tidak mendapatkan apa yang diinginkannya itu.
Namun sepertinya ngidamnya bumil satu ini tetap terpenuhi karena tak lama, ada orang yang mengantarkan 1 porsi sekuteng untuk ralin, dan orang itu siapa lagi kalau bukan rangga.
" ini sekuteng mu. dari siang aku mampir kesini tapi bu ratna bilang kau sedang keluar mencari ini " ucap rangga sembari menyerahkan bungkusan yang dibawanya
ralin tersenyum senang mendapatkan apa yang diinginkan nya itu
" Makasih banyak kak " ucap ralin senang
Ralin menatap semangkuk sekuteng yang sedang dibawa bu ratna itu.. dia tersenyum senang seperti seorang anak kecil yang akan dikasih permen.
Rangga duduk sembari tersenyum melihat mata ralin yang berbinar-binar saat melihat semangkuk sekuteng yang di bawa bu ratna
Baru saja akan menyendokkan sekuteng ke dalam mulutnya, ada seseorang yang memanggil ralin
" ralin.. " ucap seseorang itu
Ralin mendongak dan terkejut saat melihat orang itu
" Pak..emm Mas arka ?" ucap ralin , dia pun kembali meletakkan sendoknya ke dalam mangkuk
Arka pun melihat rangga dengan tatapan intens
apa dia laki-laki yang dibicarakan kak alicia tadi ? dan kenapa laki-laki itu ada disini ? malam-malam begini lagi ! mau menemui ralin ? hah... enak saja kamu !!
Ralin pun berdiri dan mendekati arka lalu mengajak nya duduk. dia berpikir tidak enak jika rangga sampai mengetahui perihal rumah tangganya dengan arka.
" Kak rangga ini suami ralin " ucap ralin sembari tersenyum
Arka terdiam kesal
kak ? kakak maksudnya ? kenapa ralin memanggil laki-laki ini kakak ? his...
Rangga tersenyum lalu mengulurkan tangannya pada arka, meskipun kesal arka tetap membalas uluran tangan rangga .
" Rangga Adiguna "
" Arka Hadi Wijaya "
Ralin pun beringsut mundur menjauhi arka namun tangan arka dengan cepat menarik ralin dan memeluk pinggangnya.
" ayo kita pulang sayang. mama sudah kangen sekali sama kamu. mas juga tidak bisa tidur kalau gak ada kamu. sudah seminggu lho.. " ucap arka dengan nada manja
Ralin melongo... dia mengerjabkan matanya berkali-kali dan wajah arka tidak berubah sama sekali, dan itu berarti laki-laki yang di hadapan nya ini memang benar-benar suaminya, Arka
Rangga hanya tersenyum simpul dan menunduk
kau memang sudah bahagia sekarang lin
"Ralin ?" panggil arka saat melihat ralin hanya diam menatapnya
" Eh iya .. sebentar aku pamit sama ibu dulu " ucapnya sembari berlari masuk
Sementara Rangga pamit undur diri pada arka dan hanya dijawab deheman oleh arka
__ADS_1
" Hati-hati kak.. " teriak ralin yang baru muncul dari pintu saat mendengar suara rangga yang pamit pada arka
" masuklah..dan bereskan pakaian mu " ucap arka sembari mendorong kepala ralin masuk ke dalam rumah
...
Arka terlihat berbincang bersama bu ratna sembari menunggu ralin yang tengah menyiapkan pakaian nya.
ralin sedang menyusun pakaian nya lalu dia berhenti
" tunggu dulu , kenapa aku langsung mau ikut dia pulang begini ? aku tidak akan pulang " ucapnya pada diri sendiri lalu dia mengirim pesan pada arka
Arka yang membaca pesan dari ralin langsung permisi dan menyusul ralin ke kamar nya
" apa maksudmu tidak mau pulang ? aku kesini untuk menjemputmu . cepat ini sudah malam " ucap arka
" aku tidak mau. kenapa aku harus mengikuti kemauan bapak ? " tantang ralin
" karena aku masih suami mu. jadi dengarkan aku" ucap arka dingin
ralin mencibir kesal
suami apanya ? kau bahkan tidak mau memiliki anak dariku. lalu untuk apa aku mengikuti omongan mu ?
melihat ralin yang hanya diam saja membuat arka menjadi kesal.
" ayo cepat. bicarakan masalah ini dirumah saja " ucapnya seraya menarik tangan ralin
sebelu pulang arka memberikan amplop pada bu ratna sebagai tanda terimakasihnya karena sudah merawat ralin seminggu ini. bu ratna awalnya menolak karena ralin adalah putrinya sendiri. namun arka mengatakan itu untuk adik-adik yang ada di panti, bu ratna akhirnya menerima pemberian arka dan mengucapkan terimakasih
Ralin dan Arka pun akhirnya langsung pulang setelah berpamitam bu ratna, di tengah jalan ralin sepertinya teringat sesuatu..
Air mata ralin perlahan menetes mengingat susahnya dia mencari makanan itu seharian ini. dan setelah makanan itu di dapatkannya, dia bahkan belum memakan nya sama sekali. dan itu semua karena laki-laki yang ada disampingnya ini.
ralin mengusap perutnya lalu menoleh kesal pada arka yang sedang fokus menyetir. ralin hanya bisa menghela nafas dan menangis kecil
arka menoleh saat mendengar isakan kecil dari ralin
apa aku menyakitinya tadi ? tapi bukankah aku tidak melakukan apapun padanya ? bahkan seingatku aku tidak membentaknya tadi. lalu kenapa dia sekarang menangis begini
...
Alicia menuruni tangga sembari membawa nampan yang berisikan piring kosong karena raka sudah memakan makanannya.
bu mona yang melihat alicia segera menghampiri menantunya itu
" gimana bocah tengil itu ? masih marah ? " tanya bu mona penasaran
" enggak ma, ini mas raka sudah makan malam. dan dia sudah tidak marah lagi. " sahut alicia sembari tersenyum
bu mona tersenyum jahil
" gimana cara membujuknya ? minta berapa ronde dia ?" tanya bu mona
Alicia pun tergelak.
" Mama ini ada-ada saja "
__ADS_1
tapi bener sih ma.. mas raka ngomongnya begitu tadi.
pintu utama terbuka dan masuklah ralin dan disusul oleh arka yang berjalan di belakang ralin sembari mendorong koper ralin.
bu mona dan alicia tersenyum sumringah saat melihat kedatangan ralin
bu mona dan alicia memeluk ralin bergantian.
" gimana kabar kamu sayang ?" tanya bu mona
" baik-baik saja ma.. mama gimana kabarnya? mama sehat kan ?" tanya ralin
" karena mantu mama sudah pulang, mama pasti lebih sehat lagi karena 2 menantu mama ada dirumah semua. " ucap bu mona senang
Alicia dan ralin hanya tersenyum lalu memeluk bu mona
" tapi kenapa matamu sembab begitu sayang ? kamu habis menangis ?" tanya bu mona
" hey tengil..kamu apakan menantu mama ? " tanya bu mona murka
" bukan arka ma.. arka gak menyakitin dia tadi. arka juga gak marah-marah ma..sungguh. arka juga tidak tahu kenapa dia menangis di mobil tadi. " sahut arka
" kalau bukan kamu lalu siapa lagi hah ? Arka Hadi Wijaya !!! kesini kamu.. mama kasih pelajaran dulu kamu biar tau rasa.. " bu mona langsung mengambil kemoceng nya dan mendekati arka
merasa ada sinyal bahaya, arka pun berlari-lari kecil menghindari mamanya.
mendengar keributan pak hadi dan raka pun turun dan melihat bu mona sedang memukuli arka menggunakan kemoceng
" Mama..tenang ma " ucap pak hadi sembari mendekati istrinya
bu mona pun menghentikan aksinya lalu menatap ralin
" kamu kenapa menangis hemm..bilang saja sama mama, ada apa ?" tanya bu mona
ralin menatap bu mona
" Ralin menangis karena sekuteng yang akan ralin makan tadi tertinggal di panti ma. mas arka tadi terlalu terburu-buru sehingga ralin lupa membawanya. padahal seharian ini ralin keliling mencarinya bahkan sampai malam hari. tapi ralin bahkan belum sempat memakan sedikitpun dan itu semua karena mas arka , hiks...mama.. ralin ingin makan sekuteng ..hiks..." adu ralin sembari menangis terisak
Arka melongo.. jadi dia barusan dipukuli karena semangkuk makanan ? hah...
dia memijat kepalanya
sementara bu mona dan alicia tersenyum mendengar cerita ralin,
" jadi cucu oma ini mau makan sekuteng ya, " ucap bu mona seraya mengusap lembut perut ralin
hey kamu tengil..keluar sana cari yang diinginkan oleh anak mu. jangan berani untuk pulang kalau belum dapat " ucap bu mona pada arka yang hanya berdiri diam
Arka yang malas untuk berdebat akhirnya berjalan keluar dan menaiki mobilnya lalu berjalan keluar halaman rumah mencari apa yang diinginkan oleh ralin
" sudah..itu sedang dicarikan oleh arka. sekarang kamu istirahat dulu ya.. kopermu biar besok bi inah yang merapikannya " ucap bu mona
ralin pun mengangguk, alicia hendak mengantar ralin ke kamarnya, namun dengan cepat raka menahan alicia lalu berbisik
" ayo mulai sayang, tepati janji mu tadi lho.. " bisik raka mesra
alicia bergidik geli lalu berjalan mendahului raka menuju kamarnya, raka hanya tersenyum lalu mengikuti istrinya itu
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...