Cinta Tak Terlupakan

Cinta Tak Terlupakan
Kepanikan Raka


__ADS_3

sinar mentari perlahan terbit, menyusup melalui celah jendela kamar , alicia yang baru saja terlelap kembali terbangun saat rasa sakit kontraksi itu datang lagi.


alicia mengambil ponselnya lalu menelepon dokter rina dan mengatakan jika dia sudah mulai kontraksi sejak semalam,


" berapa lama jarak rasa sakitnya nak ?" tanya dr.rina


" hmmm.. semalam sekitar 40 menit sekali tante, tapi sejak jam 3 pagi tadi setiap 30 menit sekali " sahut alicia sembari meringis


dokter rina pun memberikan arahan pada alicia agar ibu muda itu tetap tenang dan jangan panik. alicia mengangguk mengerti, karena dia dulu pernah mengalami hal ini. hanya saja kenapa rasanya lebih sakit sekarang ? keringat dingin mulai merembes di kening dan leher alicia, alicia mengelap nya dan kembali meminum air putih. dia melirik raka yang sepertinya masih tertidur dengan lelapnya.


alicia mendekat dan mencium pipi raka


" mas... bangun ya. udah pagi " ucap alicia


" hemmm...mas masih ngantuk sayang " sahut raka masih dengan mata terpejam dan meraih tangan istrinya lalu menggengamnya


" tapi adek udah mau lahir ni mas " ucapnya


mata raka langsung terbuka lebar dan dia segera bangun dan menatap wajah istrinya


" A-apa ? " ucapnya bingung, sepertinya kesadaran nya belum sepenuhnya pulih


" adek udah mau lahir mas, anterin aku kerumah sakit ya. ukkkkhhhmmm.." alicia menggigit bibir bawahnya menahan sakit saat sakit kontraksi kembali datang


" Sayang kamu kenapa ?" tanya raka panik dan memeluk alicia erat, tangannya mengusap peluh yang mengalir di kening alicia.


alicia tak menghiraukan pertanyaan raka, tangannya menggenggam erat bahu raka, menahan rasa sakit yang dirasakannya


" Mas... " ucapnya lirih, wajahnya mengkerut menahan sakit


" Alicia..!! " pekik raka dan langsung berdiri menggendong alicia


" Sabar sayang, sakit sekali ya ?" tanya nya sembari mencium kening alicia, sementara alicia hanya merintih sembari mencengkram erat bahu raka


Raka perlahan menuruni tangga dengan hati-hati.


" Ma...Mama... !! Pa...Papa..." teriaknya sembari menuruni tangga


Bu mona terlihat keluar kamar dan langsung berlari mendekati raka yang sedang menuruni tangga sembari menggendong alicia


" Papa cepet pa " panggil bu mona


Raka membawa alicia masuk ke dalam mobil, perlahan dia menurunkan istrinya,


" ukkkhhhmmmm " rintihan tertahan keluar dari mulut alicia, yang semakin membuat raka panik setengah mati.


" Mana arka ma ? suruh nyetir mobil " ucap raka panik karena masih sangat pagi, supir pribadinya belum datang.


" biar papa yang bawa mobil Ka, nanti arka sama ralin bisa jaga faiz dan faizza " sahut pak hadi


Raka mengangguk lalu masuk ke dalam mobil. bu mona pun masuk ke dalam mobil sembari membawa tas yang berisi perlengkapan yang sudah disiapkan oleh alicia.


..


Di perjalanan raka sepertinya lupa jika yang menyetir mobil adalah papanya sendiri


" Lebih cepat, tidak lihat istriku kesakitan " ucapnya kesal tanpa melihat ke depan, dia hanya fokus menatap istrinya yang sedang merintih menahan sakit.


plakkk... bu mona memukul kepala raka

__ADS_1


" aww mama... " ucap raka


" gak lihat siapa yang nyupirin mobilnya anak tengil " ucap bu mona


raka menoleh dan langsung kaget


" eh papa.. maaf pa, raka panik sampai lupa jika papa yang menyetir mobilnya. tapi pa, raka mohon cepetan pa.. " ucapnya


" Mas.. kenapa bajunya gak diganti dulu tadi ? mas juga belum cuci muka apalagi mandi, mas kelihatan jelek banget " ucap alicia menggoda raka


Raka yang sudah panik setengah mati itu hanya bisa menghela nafas kasar mendengar ucapan istrinya


dia melihat ke arah dirinya sendiri, dia hanya memakai kaos oblong dan celana pendek ( kolor ) , raka bahkan tidak mencuci muka sama sekali dan parahnya dia bahkan tidak memakai alas kaki apapun.


" mana sempet yang, kamu kesakitan begitu. gak sakit lagi ?" tanya nya


alicia menggeleng , raka memeluk alicia dan mengusap keringat nya .


namun suasana damai itu tak berlangsung lama, raka kembali heboh dan panik saat alicia kembali merintih ketika sakit kontraksi datang lagi. begitu seterusnya selama perjalanan mereka ke rumah sakit.


...


sesampainya dirumah sakit. raka kembali heboh menggendong alicia sembari berlari menuju ruangan yang sudah disiapkan oleh dokter rina


" tante, istriku kesakitan !!" teriaknya saat melihat dr. rina dan dr.ilham sedang berdiri menunggu kedatangan mereka


" langsung bawa masuk ke ruangan Ka " ucap dokter rina


Raka mengangguk dan segera masuk ke dalam ruangan.


..


" uhhh..keponakan paman yang cantik dan pinter. diem ya sayang, mama lagi dirumah sakit. sebentar lagi dede bayi kalian lahir jadi kalian harus seneng dong " ucap arsya membujuk faizza


mendengar kata dede bayi membuat izza seketika diam lalu mendekati kakaknya


" kakak.. emang bener yah dede bayi kita akan lahir ? " tanya nya


faiz mengangguk


" ya, karena itu berhentilah menangis " sahut faiz


arsya melongo, faiz benar-benar seperti kakak sulungnya, dingin ketika berbicara.


izza yang seakan mengerti sifat kakaknya langsung tersenyum dan memeluk pamannya


" yeayy.. punya dede bayi lagi. izza mau lihat paman " ucap nya


" nanti ya, kalau oma sudah menelepon kita baru kita lihat oke sayang " ucap arsya


" oke paman " sahutnya


" anak pintar. kita sarapan dulu ya " ajak arsya


mereka berdua mengangguk lalu menuju meja makan menyusul arka dan ralin juga rafael


...


Sementara itu raka sampai berlutut di dekat tempat tidur , alicia berbaring miring dan memegang erat pinggiran tempat tidur, rintihan tertahan terus keluar dari mulutnya membuat raka semakin panik dan heboh sendiri

__ADS_1


" Tante , kenapa lama sekali ? 2 jam tante, sudah 2 jam alicia kesakitan seperti itu " ucapnya frustasi


dr.rina tersenyum , sedangkan bu mona gemas sendiri dan memukul kepala putranya itu


" aww mama " ucapnya


" kamu ini ya , bukannya kasih semangat sama istri kamu malah ngoceh gak jelas " ucap bu mona lalu kembali mendekati alicia dan mengusap punggungnya.


" Ka, proses melahirkan memang seperti itu nak. istrimu baru pembukaan 6, masih ada waktu beberapa jam lagi nak " ucap dokter rina menjelaskan pada raka sembari menepuk bahunya


" Be-beberapa jam la-lagi ?" tanya raka gugup


dr.rina mengangguk


" akkhh.. tante bisa gila aku jika melihatnya kesakitan seperti itu beberapa jam lagi " ucapnya frustasi


alicia hanya diam tak menghiraukan celotehan suaminya itu, dia hanya fokus pada rasa sakitnya dan menghibur dirinya sendiri.


dr.ilham mendekati raka lalu mengajaknya keluar .


" Ka, lebih baik kita keluar dulu ya. mencari udara segar, bukankah begitu kak ? " tanya dr.ilham pada pak hadi


" iya Ka.. kita keluar dulu bentar ya " ucap pak hadi


Raka menatap keduanya dengan kesal


" Papa sama paman ini bagaimana , istri raka sedang kesakitan seperti itu malah raka diajak keluar, tidak akan " ucapnya lalu kembali mendekati istrinya dan memegang tangannya lalu mencium keningnya


tapi kau sangat berisik, anak tengil.


gumam pak hadi


Raka terus saja mengoceh kesal saat dirasa perawat tidak melakukan tugasnya dengan baik,


apalagi saat melihat wajah istrinya yang semakin pucat dan berkeringat dingin.


" sayang..maaf..maaf..maafin mas ya. " ucapnya panik sembari berjongkok menciumi tangan alicia


" hey,,, apa yang sedang kalian lakukan ? kenapa diam saja hah !!" teriaknya pada para perawat yang sedang menunggu dan bersiap-siap


dengan cepat dr.ilham dan pak hadi membawa raka keluar dari ruangan itu


..


" Papa kenapa raka ditarik keluar ? raka mau menemani istri raka, alicia kesakitan di dalam papa " teriaknya


pak hadi memegang bahu putranya itu


" Ka, tenang nak . kepanikan kamu itu malah bisa membuat kondisi alicia memburuk nanti, kau terus saja berteriak dari tadi nak " ucap pak hadi


" Tapi..tapi.. "


" Ka, paman tau kamu pasti sangat panik sekarang ini. kami juga pernah berada di posisi mu, tapi apa yang kau lakukan ini tidak membantu sama sekali nak, kau hanya perlu memberinya semangat dan dukungan agar alicia memiliki kekuatan untuk melahirkan anak kalian " ucap dr.ilham


" kondisi alicia stabil, proses pembukaan juga berjalan baik dan cukup cepat. semua akan baik-baik saja nak " lanjutnya lagi


Raka hanya diam mendengar keduanya, air matanya perlahan menetes, jujur dia sangat takut sekarang ini.


takut..takut..takut jika terjadi hal buruk pada istri dan anaknya, kepalanya berdenyut melihat istrinya yang terus menahan sakit, hal itu yang terus memenuhi pikiran nya

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2