
Raka yang baru akan tertidur mendengar suara isak tangis . raka melihat ke arah istrinya dan melihat punggung istrinya itu bergetar. iya istrinya itu sedang menangis, hormon kehamilan benar-benar membuat istrinya itu menjadi cengeng dan sering menangisi segala hal
Hati raka bergetar, perlahan dia mendekati istrinya lalu memeluknya erat
" hey.. sayang nya mas. kenapa menangis ? mas salah ya ? maafin mas ya sayang. maaf sayang " ucap raka sembari memeluk erat alicia dan mencium keningnya.
hiks..hiks..hiks..alicia hanya diam saja. tapi isakan kecil masih terdengar dari bibirnya. raka menangkup kedua wajah istrinya dan menatapnya
lihat mata sembab istriku ini
" Sayang nya mas , dengerin ya sayang. mau gimana pun keadaan kamu. mas itu akan tetep dan akan selalu cinta dan sayang sama kamu. jadi jangan berpikir yang macam -macam ya sayang, di hati mas itu cuma ada kamu " ucap raka
alicia menatap raka, sebenarnya dia tidak terlalu mempersalahkan masalah tadi, tapi entah kenapa hormon kehamilan ini membuatnya begitu takut kalau raka akan terpikat wanita lain, apalagi saat ini kondisinya tidak seperti biasanya, terkadang raka harus berpuasa beberapa hari, belum lagi ditambah permintaan nya yang kerap aneh-aneh dan yang lebih parah dia sering meminta raka untuk tidur di sofa dan menjauh darinya. hal itu membuat alicia takut raka akan bosan dengannya.
" Tapi aku takut mas nanti bosan sama sikap aku, apalagi semenjak hamil aku sering buat mas repot" ucapnya lirih sembari masih terisak
Raka tersenyum menatap istrinya
" sayang nya mas, dengerin ya . mas udah sering bilang kan ? mas sangat bahagia saat ini bisa menemani proses bayi kita berkembang , mas bisa jadi suami dan ayah siaga buat kamu dan bayi kita. karena saat kamu mengandung faiz dan faizza mas tidak bisa merasakan semua itu. mas sangat bahagia karena diberi kesempatan untuk merasakan bagaimana mendampingi istri yang sedang hamil, berjuang bersama sayang. jadi jangan lagi mempunyai pemikiran seperti itu. " ucap raka lembut
Alicia memeluk raka erat
" Makasih mas.. dan maaf ya mas " ucapnya
" Maaf untuk apa sayang ? kamu gak salah sayang, mas ngerti kok. sekarang udahan nangisnya ya trus tidur ya sudah malam, gak baik buat bayi kita kalau tidur terlalu malam " ucap raka sembari mengusap perut alicia
Alicia mengusap air mata nya , sementara raka merapikan rambut istrinya dan membenahi bantal agar alicia bisa tidur dengan nyaman. semenjak kehamilan alicia memasuki trismeter terakhir dia sering kesulitan mencari posisi tidur yang nyaman sehingga sering berkurang waktu tidurnya. raka sudah sering bertanya pada dokter rina, dan dokter rina sering memberi solusi dengan mengusap punggung dan perut, bisa juga diberikan sedikit pijatan di bahu untuk membantu mengurasi rasa kurang nyaman yang dirasakan oleh ibu hamil.
dan inilah raka yang menjadi suami siaga bagi istrinya, raka sedang mengusap lembut punggung alicia, sementara alicia bersandar di dada raka dan bermain dengan membuat pola-pola di dada bidang raka sebelum akhirnya bumil itu tertidur dengan lelapnya.
...
Keesokan Harinya
Raka sedang menyiapkan perlengkapan istri dan anak-anaknya karena ketiganya sudah diperbolehkan pulang, sementara faizza akan mendapatkan perawatan tambahan dirumah untuk benar-benar menghilangkan efek trauma yang dirasakan balita itu.
Alicia sedang duduk dan memakaikan pakaian untuk kedua anaknya, dengan perut besarnya alicia sedikit kesulitan namun ibu muda itu dengan telaten mengurus kedua anaknya.
" Wah..anak-anak papa udah ganteng dan cantik, wangi juga " ucap raka sembari menciumi kedua anaknya
kedua balita itu tertawa geli saat raka menciumi pipi mereka dengan gemas. keduanya merangkul raka dan membalas ciuman raka, raka tertawa kecil saat si kembar terus mencium pipinya
" adek sayang papa. " ucap faizza
__ADS_1
" kakak juga sayang papa " ucap faiz tak mau kalah
" Papa juga sayaaanggg banget sama kakak dan adek " ucap raka
" kakak sama adek gak sayang sama mama ?" tanya alicia
kedua balita itu melepaskan pelukannya pada raka dan menoleh kearah alicia sembari berlari mendekati alicia dan langsung memeluknya
" sayang sama mama juga,,, sama adek bayi juga ma " ucap mereka serentak
Alicia tersenyum dan mencium pipi kedua anaknya. raka mendekati orang-orang tersayangnya itu dan memeluk merek bertiga dan secara bergantian mencium puncak kepala mereka
" Papa sayaaangg banget sama kalian " ucap raka
" kami juga sayang sama papaa " ucap mereka bertiga berbarengan lalu tertawa bersama
....
Bu mona antusias menyambut kepulangan menantu dan cucu-cucunya. walau cuma 3 hari berada diluar rumah, namun rasa rindu di hati bu mona semakin besar saja pada menantu dan cucu-cucunya itu.
Bu mona menyulap kamar cucu-cucunya dengan suasana baru dan lebih ceria. begitu juga dengan kamar raka dan alicia, dia ingin agar menantu dan cucu-cucunya melihat suasana yang baru untuk melupakan rasa trauma yang mungkin masih ada.
" Omma...opppaaa... adek izza pulanggg " teriak faizza begitu sampai dirumah
" umm.umm..cucu oma udah pada pulang ya. oma kangen banget nih sayang nya oma " ucap bu mona sembari menciumi pipi faiz dan faizza
" kesayangan opa juga dong " sahut pak hadi sembari mengusap kepala cucu-cucunya
" Adek fael nya dimana oma ? adek kangen " tanya faizza
" Disini kakak izza ... " ucap ralin sembari menggendong rafael dan menuruni tangga
faizza berlari mendekati ralin dan loncat-loncat agar dapat melihat wajah rafael
" adek fael kakak izza pulang " ucapnya sembari bersorak riang membuat rafael tertawa senang
" iya kak izza. kita main lagi " ucap ralin pada faizza sembari tersenyum.
ralin meletakkan rafael di karpet bermainnya dan faizza pun menyusul dan muali bermain bersama nya.
sementara faiz hanya diam berada dalam gendongan pak hadi, balita tampan itu memeluk pak hadi dan hanya melihat ke arah adik-adiknya yang tengah bermain
" kakak gak mau ikut main bareng sama adek izza dan fael nak ?" tanya pak hadi
__ADS_1
faiz menggeleng.
" faiz capek opa, mau bobok dikamar aja " ucapnya
pak hadi pun mencium cucunya itu lalu berjalan menaiki tangga mengantarkan faiz ke kamarnya.
" Raka, ada yang papa ingin bicarakan dengan mu" ucap pak hadi
" Baik pa, ma titip alicia ya " ucap raka pada mamanya lalu menyusul papanya
" iya " sahut bu mona
" ayo duduk disini nak" ucap bu mona sembari menuntun alicia untuk duduk di sofa dekat faizza dan rafael bermain
" udah sehat kak ? gimana keadaan nya ? maaf ya kemarin gak sempet lihat kakak ke RS, ini fael demam, jadi rewel terus" ucap ralin
alicia tersenyum
" iya kakak ngerti kok. namanya juga anak kecil, kakak baik-baik saja kok " sahut alicia
bu mona mengusap lembut perut alicia, merasakan gerakan-gerakan yang cukup aktif. hal itu membuat bu mona tersenyum senang
" wah... dia aktif sekali nak " ucap bu mona
" iya ma, apalagi kalau mas raka yang menyentuhnya , kadang dia nendang nya kenceng banget ma " sahut alicia sembari mengusap perutnya
" cucu oma sehat-sehat sampai lahir nanti ya " ucap bu mona
alicia tersenyum sembari memegangi tangan bu mona dan mengusapnya lembut
" iya ma, doakan alicia terus ya ma " ucapnya
...
Setelah mengantarkan faiz ke kamarnya, pak hadi berjalan menuju ruang kerjanya diikuti oleh raka
" Papa mau bicara soal apa pa ?" tanya raka penasaran
" ini tentang istrimu Ka.. " sahut pak hadi
" Alicia kenapa Pa ? " tanya raka cepat
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1