
Mata Emilia menatap kagum pada bayi mungil nan cantik yang sedang tertidur lelap di box bayi. emilia menundukkan badannya sehingga kepalanya dekat dengan bayi mungil itu
" hay cantik... " ucap emilia lembut
mata bayi mungil itu mengerjap dan perlahan terbuka, tangan mungilnya bergerak-gerak seperti merespon perkataan emilia
emilia tersenyum haru, air matanya menetes, secepat kilat dia mengusap air matanya lalu kembali tersenyum menatap bayi mungil itu
" bolehkah aku menggendongnya ?" tany emilia sembari melihat ke arah jimmy
jimmy mengangguk
emilia tersenyum senang lalu tangannya perlahan terulur dan menggendong baby vinny dengan hati-hati lalu mendekapnya sembari mencium pipinya
alicia tersenyum melihat emilia yang terlihat sangat bahagia itu. dia pun mendekat dan melihat anak dari sahabatnya itu.
" anak cantik dan baik. sehat-sehat ya nak " ucap alicia sembari mencium kening dan pipi baby vinny. alicia kembali mengingat kebersamaannya bersama fanny. bagaimana dia berjuang bersama fanny, perngorbanan fanny yang membantunya saat dia dalam masa sulit saat dia hamil tanpa suami
alicia meneteskan air matanya saat mengingat kenangan bersama sahabatnya itu.
emilia melihat alicia yang sedang menangis langsung mendekati kakaknya dan mengusap bahunya pelan
" kak fanny orang yang sangat baik kak. dia pasti sudah bahagia disana kak. " ucap emilia menghibur kakaknya itu.
alicia mengangguk lalu mengusap air matanya dan kembali tersenyum menatap baby vinnya yang terlihat terlelap dengan nyaman dalam dekapan emilia
" bagaimana jim ? apa adikku bisa menjadi ibu asuh untuk vinny ?" tanya alicia
jimmy terlihat berpikir.
" iya nona. aku hanya minta satu hal. tolong jaga putriku dengan baik, karena hanya dia yang bisa terus mengingatkan aku pada fanny. " ucap jimmy
alicia menepuk bahu jimmy untuk menguatkan nya.
" kau bisa mempercayakan vinny pada emilia, aku akan mengawasinya juga. kau jangan khawatir dan mulailah kembali menata hidupmu "
jimmy menundukkan kepalanya hormat pada alicia
" terimakasih nona. " ucapnya
alicia mengangguk
" aku juga berterimakasih pada anda nona emilia. dan tolong bantuannya " ucap jimmy sembari menundukkan kepalanya pada emilia
" iya. kau tidak perlu khawatir. bayi cantik ini aku akan sangat senang bisa merawatnya. iya kan sayang ?? " ucap emilia pada bayi mungil yang sedang terlelap itu.
*****
Emilia mulai merawat baby vinny . dia tinggal di apartemen jimmy untuk memudahkannya merawat baby vinny.
jimmy menyiapkan kamar khusus untuk putrinya , dia juga menyiapkan tempat tidur di kamar putrinya itu untuk kenyamanan emilia.
__ADS_1
jimmy mendekor sedemikian rupa kamar itu agar putrinya dan juga emilia merasa nyaman.
Emilia masuk ke dalam kamar sembari menggendong baby vinny. dia terkesima melihat penataan kamar yang sangat indah dan nyaman itu
" wah..lihat sayang, kamar kita bagus sekali. terimakasih papa " ucap emilia sembari mengangkat baby vinny dan tersenyum pada jimmy
jimmy hanya tersenyum sekilas lalu menarik koper yang dibawa emilia dan meletakkannya di dekat lemari.
" ini kamar kalian sekarang. dan kau bisa menyusun pakaian mu di lemari ini " ucap jimmy
" baiklah " sahut fanny
" aku akan pergi ke kantor, ada yang kau butuhkan ?" tanya jimmy
emilia melihat perlengkapan baby vinny dengan teliti.
" sekarang tidak ada. tapi nanti saat anda pulang bekerja, tolong belikan susu dan popok untuk vinny ya " sahut emilia
jimmy mengangguk lalu berjalan keluar kamar.
emilia menidurkan baby vinny di boxnya, dan dia segera merapikan perlengkapan vinny. menata susu dan botol dot vinny di meja sebelah tempat tidurnya. emilia juga menyiapkan termos air panas di meja itu agar dia lebih mudah membuatkan susu untuk vinny.
setelah selesai merapikan perlengkapan vinny, emilia segera menyusun pakaian nya ke dalam lemari.
setelah semuanya selesai, emilia membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan membuka ponselnya. dia menerima chat dari kakaknya yang menanyakan keadaan nya sekarang, dengan tersenyum senang emilia membalas pesan itu dan mulai menceritakan kegiatan nya hari ini bersama vinny mulai dari membawa vinny pulang dari rumah sakit sampai ke apartemen jimmy.
Alicia membaca pesan dari emilia sembari tersenyum senang, dia sangat senang melihat kebahagiaan adiknya itu.
Raka yang masuk ke dalam kamar sembari menggendong baby ziya langsung duduk di sebelah istrinya dan mengintip siapa yang sedang bertukar pesan dengan istrinya itu.
Raka tersenyum dan mengusap air mata istrinya itu
" shut... jika bahagia mengapa menangis sayang ?"
" aku menangis karena bahagia mas " sahut alicia
raka lagi-lagi tersenyum lalu menarik alicia ke dalam pelukannya dan mencium pucuk kepala alicia
" mas pernah bilang kan jika mas melarang mu menangis sayang. mas tidak suka melihat ada air mata di pipi mu " ucap raka
alicia semakin mengeratkan pelukannya pada raka
" iya mas ku . maaf ya " ucapnya manja
Raka melihat wajah istrinya yang juga sedang menatapnya sembari memasang ekspresi wajah imut.
dengan gemas raka mencubit hidung alicia
" Aduh.. sakit mas " pekik alicia sembari memegangi hidungnya
Raka tertawa lalu berdiri dan meletakkan putrinya yang sudah tertidur ke dalam box nya. lalu dia melihat istrinya yang masih memegangu hidungnya sembari menatap dirinya dengan tatapan kesal
__ADS_1
" sakit sayang ?" tanya raka sembari berjongkok di hadapan alicia yang sedang duduk di sofa
" menurut mas? " tanya alicia kesal
" maaf ya " ucap raka sembari memegang kedua telinganya dan menatap alicia
alicia langsung tertawa saat melihat ekspresi raka,
" uhhh.. gemesnya suamiku ini " ucapnya dan langsung memeluk raka.
raka tersenyum dan mengusap lembut rambut istrinya itu
Ceklek...
" Papa sama Mama kok pelukan gak ajak izza ?" tanya faizza yang baru masuk ke dalam kamar raka.
Raka dan alicia sontak menoleh ke arah pintu dan melihat putri mereka tengah berdiri di depan pintu.
gadis mungil itu masih memakai seragam TK dan menggendong tas ransel.
tak lama faiz menyusul dengan gaya coolnya berjalan menghampiri adiknya
" Ada apa ? " tanya faiz
" Mama sama papa pelukan gak ajak kita . " sahut faizza sebal dan mengerucutkan bibirnya.
faiz mencubit pelan bibir kembarannya itu
" faiz.. sakit !!" teriaknya
" panggil aku kakak !!" sahut faiz dingin
" kau hanya lebih tua dariku 20 menit ! jangan bertingkah!" teriak izza
Raka lantas tertawa mendengar ucapan putrinya itu karena mengingatkan nya pada risya yang sering mengatakan hal itu jika sedang kesal pada arsya.
faizza masih mengerucutkan bibirnya karena kesal pada faiz, gadis kecil itu sampai lupa tujuan nya ke kamar orang tuanya
Raka tersenyum lalu menghampiri kedua anaknya itu. raka mengusap lembut rambut putrinya itu
" gadis kecil papa kenapa nak ?"
" faiz papa " adu gadis kecil itu
" cantiknya papa, panggil kakak faiz. biar bagaimanapun faiz kakaknya izza. ya nak ? sayangnya papa " bujuk raka sembari mengusap lembut rambut putrinya
sementara faiz hanya melengos berjalan masuk ke dalam kamar dan mendekati mamanya.
" gimana sekolahnya nak ? " tanya alicia sembari mengusap lembut rambut putranya itu.
" hmmm ya seperti biasanya ma. tidak ada yang istimewa " sahut faiz santai sembari menyilangkan kakinya dan menyandarkan kepala nya di pangkuan mamanya.
__ADS_1
alicia tersenyum melihat sikap putranya yang sangat dingin itu.lalu dia juga melirik raka yang sedang membujuk putri mereka yang masih kesal itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...