
semua orang bercengkrama dengan gembira, terutama dr.ilham dan istrinya, mereka tak henti-hentinya memeluk dan mencium alicia, melepaskan kerinduan mereka selama ini.
dan tanya bagaimana raka, dia berusaha menjauhkan alicia secara perlahan dan sontak saja langsung mendapat pukulan di bahu nya oleh mamanya.
" kamu ini, biarkan saja alicia melepas rindu dengan orang tuanya. nanti juga di kamar kamu bisa berduaan kan " ucap bu mona
" berdua di kamar juga gak bisa ngapa-ngapain ma. rasa masih puasa " sahutnya cuek
" mas... " geram alicia kesal sembari mencubit pinggang raka
" rin.. maklum raka ini mulutnya gak bisa di sensor" ucap bu mona
dr.rina hanya tertawa kecil.
" tuan.. diluar ada tamu. " ucap bi inah
" siapa bi ?" tanya pak hadi
" bilangnya mau ketemu non alicia tuan " sahut bi inah
" suruh masuk bi " ucap pak hadi
" baik tuan " ucap bi inah lalu kembali ke ruang utama
" siapa ya mas " ucap alicia bingung
raka hanya mengedikkan bahunya
tak lama masuklah tamu yang dimaksud oleh bi inah.
alicia melihat nya lalu tersenyum
" emilia.. " ucapnya dan langsung berdiri mendekati emilia yang datang bersama orang tuanya
" Kak..." ucap emilia lirih sembari memeluk erat alicia
" kamu sudah sehat ? kenapa tidak memberi tahu kakak ? " tanya alicia sembari memeluk emilia erat dan menangis haru
" aku baik-baik saja kak. aku ingin memberi kejutan untuk kakak. kakak terkejut kan ? " tanya nya
alicia melepaskan pelukan nya dan mencubit hidung emilia
" anak nakal. " alicia mengusap lembut pipi emilia dan merapikan rambutnya
" terimakasih sudah menyelamatkan kakak. " ucapnya
" sama-sama kak. hal itu masih belum cukup untuk mengganti semua penderitaan kakak yang aku sebabkan. " ucapnya sembari menunduk
alicia menangkup wajah emilia, dan mengusap air matanya
" shh.... kakak sudah melupakan semua itu. mari kita mulai lagi dari awal. semuanya " ucap alicia
emilia menatap alicia sembari menitikkan air mata.
kenapa kau begitu baik kak.. ? tuhan sangat memberkati hidupku karena sudah memberikan kakak yang sangat baik sepertimu.
" kak...." ucapnya lirih sembari memeluk alicia. alicia tersenyum dan membalas pelukan emilia
__ADS_1
" terimakasih " ucapnya lirih
" Alicia.." panggil bu siska,
alicia menatap orang yang sudah membesarkannya itu, meskipun diperlakukan tidak baik selama ini, tapi mereka sudah membesarkannya
" Mama... " ucapnya lalu melepas pelukan nya pada emilia dan tersenyum pada bu siska dan juga pak darma
bu siska dan pak darma langsung berlutut di depan alicia, alicia tentu saja terkejut dan ikut bersimpuh juga
" Ma..pa, jangan begini. ayo berdiri " ucapnya
Raka berdiri dan mendekati alicia yang sedang bersimpuh di hadapan orang tua angkatnya yang sedang berlutut itu. dia langsung merangkul istrinya.
" kalian berdiri saja, bagaimanapun kalian adalah orang tua alicia, ini tidak baik , berdirilah dan ayo kita duduk berbincang bersama " ucap pak hadi yang juga berjalan mendekati mereka
bu siska dan pak darma perlahan berdiri dibantu emilia dan alicia.
dr.ilham dan dr.rani melihat pak darma dan bu siska dengan tatapan haru. dr rani langsung mendekat dan memegang tangan bu siska
" terimakasih banyak karena sudah membesarkan putriku , kami orang tua kandung alicia.. kami kehilangan dia saat dia masih bayi. terimakasih karena kalian sudah merawatnya " ucap dr.rina
bu siska tersenyum miris
" tapi kami selalu memperlakukannya dengan buruk.. sejak kecil kami sudah membiasakan nya untuk mandiri. kami berdua orang tua angkat yang buruk untuk alicia. bahkan kami dengan teganya mencabut hak adopsi kami pada alicia " ucap bu siska menunduk
" Ma... bagaimanapun juga kalian tetap orang tua yang sudah membesarkan aku. meskipun secara hukum aku bukan anak kalian lagi, tapi selamanya aku akan selalu menganggap kalian orang tuaku. apa mama papa juga begitu ? " tanya alicia
pak darma dan bu siska melihat alicia
" bisakah kami menganggap mu sebagai anak kami lagi nak ? bisakah ? kau tidak membenci kami nak ?" tanya pak darma
" maafkan kami sayang..." ucap bu siska sembari memeluk alicia dan menangis.
alicia menepuk pelan bahu bu siska dan menenangkannya.
" Mama..! mama !. Kakak nakal !!" teriak faizza yang sedang berlari menuruni tangga
alicia melepas pelukan bu siska dan berlari menghampiri putrinya.
" sebentar ma " ucapnya
faizza langsung mendekap alicia dan menangis
" Mama... huhuhu..." rengeknya
" kenapa sayang ? putri mama kenapa ? siapa yang nakal nak ?" tanya alicia sembari mengusap lembut pipi putrinya
" Kakak ma... kakak nakal .. huhuhuhu.... "
" izza ma, kakak sudah bilang namanya itu dia salah menulis nya, tapi izza ngeyel ma. " ucap faiz yang baru turun dari tangga
" tapi kata kakak kalo izza nulis namanya salah, bukan anak papa sama mama.. jadi anak orang lain..huhuhu... " ucapnya lagi
" shh.. kakak.. " ucap alicia pada faiz
faiz hanya mengedikkan bahunya.
__ADS_1
" tapi bener kan ma ? izza itu nulis namanya salah" ucapnya santai
" Miniatur Raka yang dingin " ucap pak hadi
semua orang terkekeh kecil, sementara raka menepuk jidatnya. lalu mendekati faiz
" memang izza nulis namanya gimana nak ?" tanya raka
" izza raka wijaya " ucapnya
" yang bener kan faizza putri Raka Wijaya kan papa ? " tanya nya lagi
" nama nya juga panjang sekali ka, " ucap bu mona
" itu aja udah dikurangi nama papa ma" sahut raka
" mas raka kan gak kreatif ma, jadi namanya cuma ditambah nama mas raka aja " ucap alicia
" sayang.. kan kemarin mendadak buat akte kelahiran mereka " protes raka
semua orang tertawa kecil.
" Arka juga sama , nama anaknya juga cuma ditambahi nama dia " sahut raka
semua orang menoleh pada arka. lalu bu mona malah memukul bahu pak hadi.
" Gara-gara papa gak kreatif, anak-anaknya juga ikutan begitu . ini salah papa " ucap bu mona
pak hadi bengong..
" ya baiklah .. salah papa " sahutnya mengalah
semua orang tertawa, dr.ilham dan dr.rina mendekati faiz dan faizza lalu mencium mereka
balita itu melihat keduanya bingung,
" opa oma dokter ? kok cium izza ?" tanya faizza bingung
" anak yang pinter... " ucap dr rina sembari menahan tangis
" jangan nangis oma dokter, boleh kok cium izza, cium kakak juga boleh.. tapi jangan nangis ya " ucap izza sembari mengusap pipi dr.rina
dr.rina langsung memeluk faiz dan faizza, dan menciumnya terus menerus
alicia tersenyum melihatnya, dr.ilham pun ikut bergabung dengan istri dan cucu-cucunya itu
pak darma dan bu siska melihat semua itu dengan mata yang berkaca-kaca, alicia melihat keduanya lalu mendekati anak-anaknya yang masih menatap dr.ilham dan dr.rani dengan wajah bingung mereka
" sayang, opa oma dokter ini adalah orang tua mama, jadi mereka sama seperti oma opa, " ucap alicia menjelaskan pada anak-anaknya
kedua balita itu mengangguk lalu menyalimi dr.ilham dan dr.rani.
" opa oma disana juga orang tua mama nak, pergi salim sama mereka nak " ucap alicia sembari melihat pak darma dan bu siska
faiz dan faizza melihat keduanya lalu berjalan mendekati mereka.
pak darma dan bu siska terlihat sangat terharu, bu siska bahkan sudah menangis
__ADS_1
" alicia,, bisakah kami menganggap mereka sebagai cucu kami ? pantaskah kami nak ? " tanya mereka ragu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...